Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

MODEL PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK DI TKIP MUTIARA BATURETNO BANTUL YOGYAKARTA Annisa Nur Firdausyi
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol 1 No 01 (2019): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.85 KB) | DOI: 10.24127/j-sanak.v1i01.17

Abstract

Pada penelitian ini mengambil latar belakang TKIP Mutiara Baturetno Bantul Yogyakarta dalam Model Pendidikan Seks pada Anak yang mengacu pada beberapa perkembangan, nilai dan agama, fisik motorik, bahasa, soaial emosioanl dan seni. Dengan rumusan masalah Bagaiman Model pendidikan seks pada anak di TKIP Mutiara Baturetno Bantul Yogyakarta? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan penelitian menggunakan fenomenologi dengan analisis data yang dapat memberikan makna untuk di ambil kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pendidikan seks pada anak di TKIP Mutiara Baturetno Bantul Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Model pendidikan seks pada Anak di TKIP Mutiara Baturetno Bantul Yogyakarta ada model pembelajaran tidak langsung, model pembelajaran pelatihan kesadaran (pembiasaan) , dan model pembelajaran diskusi, 2) Pelaksanaan proses pembelajaran pendidikan seks pada anak adanya faktor-faktor dukungan dari seluruh komponen sekolah. Materi-materi pendidikan seks pada anak telah disesuaikan dengan 6 aspek perkembangan pada program kurikulum TKIP Mutiara. Tujuan pembelajarannya adalah untuk mengenal manusia ciptaan Allah .Strategi yang digunakan dalam pendidikan seksual pada anak dengan pembiasaan toilet training, yakni toilet di TKIP Mutiara sudah di setting dengan membedakan kamar mandi putra dan putri ada sendiri-sendiri atau dibuat terpisah.
EMANSIPASI GURU LAKI-LAKI TERHADAP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KOTA METRO (PERSPEKTIF STAKEHOLDER) Lusi Marlisa; Annisa Nur Firdausyi; Nina Tisnawati
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER 2020
Publisher : Lembaga Penelitian UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v5i2.1549

Abstract

WAJAH BARU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PASCA PANDEMI COVID-19 Lusi Marlisa; Noormawanti Noormawanti; annisa nur firdausyi
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/j-sanak.v4i01.3258

Abstract

Diskursus kemunculan wajah baru dalam dunia pendidikan anak tentunya akan menjadi suatu topik baru yang menjadi penentu saat ini dalam dunia pendidikan. Setiap segi dimensi kehidupan mengalami disrupsi baik dari adanya pandemic dan revolusi industry digital yang begitu signifikan dengan adanya pandemic. penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study) untuk mendapatkan gambaranterkait dengan permasalahan di atas, maka peneliti mengambil lokasi penelitian di kota Metro. Pemilihan lokasi penelitian tersebut sengaja dilakukan secara purposive sampling dan mendapatkan sekitar 7 sekolah sebagai responden.Teknik pengumpulan data yang di gunakan yakni menggunakan wawancara dengan menyiapkan instrument penelitian berupa butir-butir pertanyaan terbuka melalui google form. Lebih lanjut instrumen tersebut kemudian disebarkan melalui daring kepada guru dan kepala sekolah. Setelah dilakukannya penyebaran instrumen secara daring, peneliti memiliki sebanyak 20 responden diantaranya adalah guru-guru dan kepala sekolah PAUD, untuk melihat tanggapan wajah baru dalam pembelajaran anak usia dini setelah new normal covid-19. Hasil penelitian yang di dapati, bahwasanya salah satu upaya yang dilakukan yakni sekolah, masyarakat serta pemerintah terus saling bahu-membahu untuk menggerakkan upaya pemulihan pasca pandemic, dengan harapan keberlangsungan pembelajaran di sekolah tetap berjalan, harapan tersebut tentunya akan dapat menguatkan kemitraan antara masyarakat, orangtua, dan pemerintah dalam menanggulangi pasca pandemi.
Pelatihan Pembuatan Menu Takjil Berbahan Dasar Jagung Bersama Santriwati Di Pondok Pesantren Tahfidz Annawawi Metro Nina Tisnawati; Ahmad Noor Islahudin; Annisa Nur Firdausyi
SINAR SANG SURYA Vol 7, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v7i1.2542

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Annawawi Tejosari, Metro, Lampung, pengabdian di laksanakan secara sistematis dan bertahap pelaksanaaan kegiatan pengabdian bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman baru bagi Mahasiswa dan Santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Annawawi Metro. Mengingat bahwa para santri begitu antusia untuk melaksanakan ibadah puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunah selalu di laksanakan dengan penuh kebahagiaan, maka dengan adanya pelatihan seperti ini bisa menciptakan inovasi baru dan berkreasi dalam pengolahan makanan berbahan jagung sebagai menu ta’jil yang hemat sehat dan ramah lingkungan. Dalam pelatihan ini kami juga menjelaskan, Olahan dengan berbahan dasar jagung tidak hanya dengan rebus saja namun kita bisa berkreasi dengan bahan tersebut untuk bisa di jadikan menu takjil atau kudapan yang lezat, sehat dan tentu saja ramah lingkungan, karena dengan jagung kita bisa memanfaatkan kembali kulit jagung biasa nya hanya terbuang sia sia, seperti bisa untuk membugkus olahan dodol atau lepet jagung dan juga membuat bola-bola jagung. Dengan itu kita sekaligus mengajarkan olahan jagung ramah lingkungan dan bahan baku lokal yang mudah kita jumpai di manapun kita berada. Kata Kunci: Pelatihan,menu ta’jil, berbahan jagung  ABSTRACT Community service activities are carried out at the Tahfidz Annawawi Tejosari Islamic Boarding School, Metro, Lampung, the community service is carried out systematically and gradually the implementation of community service activities aims to add insight and new experiences for students and female students at the Tahfidz Annawawi Metro Islamic Boarding School. Given that the students are so enthusiastic about carrying out fasting, both obligatory fasting and sunnah fasting are always carried out with great joy, training like this can create new innovations and be creative in processing corn-based food as a ta'jil menu that is economical and healthy. environmentally friendly. In this training we also explained, Corn-based preparations are not only boiled, but we can be creative with these ingredients to make takjil menus or snacks that are delicious, healthy and of course environmentally friendly, because with corn we can reuse the skin. Corn is usually just wasted, such as being able to wrap processed dodol or corn lepet and also make corn balls. With that, we simultaneously teach environmentally friendly processed corn and local raw materials that we can easily find wherever we areKeywords: Training, ta'jil menu, made from corn
IMPLEMENTASI KECERDASAN NATURALIS PADA ANAK DALAM TEMA BELAJAR “AKU CINTA INDONESIA” Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti; Lusi Marlisa
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kecerdasan Naturalistik Pada anak dalam Tema Belajar “Aku Cinta Indonesia”. Anak Memiliki potensi kecerdasan begitu besar pada usia 4 tahun sistem saraf berkembang sebesar 50% dan berkembang pesat 80% usia 8 tahun. Kecerdasan Naturalistik atau dikenal dengan kecerdasan mengenal lingkungan sekiatarnya, mengenal aneka ragam hewan-hewan, jenis tumbuh tumbuhan, buah-buahan dan lain-lain. Kembalinya New Normal pasca Pandemic Covid 19, Menteri Pendidikan, memiliki kebijakan baru yakni merdeka belajar, dikenal dengan merdeka bermain bagi anak usia dini. menjadi suatu prioritas pendidik untuk mengembangkan segala aspek pembelajaran anak usia dini. Metode penelitian menggunakan Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Deskriptif. penelitian ini menggunkan tehnik analisisi wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian dalam implementasi kecerdasan Naturalistik anak dalam Tema Belajar “Aku Cinta Indonesia”. Hasil Penelitian menunjukan kecerdasan Naturalistik nilai rata rata dalam indikator kecerdasan anak memiliki skor 5 dikategorikan sedang. Hal ini menunjukkan proses sedang berkembang dalam mengenal alam sekitarnya, hal ini dapat meningkatkan kepribadian anak pada kecerdasan Naturalistik pada diri anak untuk membuah sampah pada tempatnya. mengenal dan merawat jenis-jenis hewan disekitar seperti kucing, semut, kupu-kupu dan tumbuhan sebagai ciptaan Allah SWT
SOSIALISASI PEMENUHAN GIZI ANAK USIA DINI MELALUI BEKAL KREASI DI KOBER AL-GHIFARI LAMPUNG TIMUR Noormawanti Noormawanti; Annisa Nur Firdausyi; lusi marlisa; Prabowo Adi Widayat
Kreasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Kreasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Wilayah Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51529/kjpm.v2i2.454

Abstract

A supporting factor in the growth, development and optimization of the brain is a balanced nutritional intake that is fulfilled. Consuming instant food can make it difficult and difficult for children to eat healthy foods such as vegetables, so this will be a difficulty for parents and eventually force their children to eat vegetables. One of the efforts that can be made by parents is to familiarize children with healthy food Self-created lunches are guaranteed to be clean and can choose good quality ingredients. Preparation Stage The method used in this service activity carried out between lecturers and students is through several stages, namely observation, administration, preparation of tools and materials. The Evaluation Stage carried out is assistance in creating assistance using nutritional provision equipment, ensuring that target partners have been able to understand and practice independently and evaluating the impact of the results of socialization activities The results of the service carried out in carrying out the socialization of nutritional fulfillment there are 3 stages that partners need to do. The stages carried out in this assistance include: Determining an interesting theme on the lunch creations to be made, Choosing nutritious or good quality food ingredients, and Assistance in Decorating Lunch Creations Attractively.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN MEMANAH BERSAMA ANAK: MEMBANGUN KONEKSI SOSIAL EMOSIONAL DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SEJAK DINI DI TPA AL-FATIH BATANGHARI LAMPUNG TIMUR lusi marlisa; noormawanti noormawanti; annisa nur firdausyi; Muhammad ‘Azam Muttaqin
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3155

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan memanah bersama anak-anak dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi para santri serta membangun koneksi sosial emosional dalam pengembangan karakter sejak dini di TPA Al-Fatih Batanghari, Lampung Timur. Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan anak-anak usia dini di TPA Al-Fatih sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi kegiatan sosialisasi, pelatihan memanah, dan pendampingan dalam mengembangkan karakter melalui aktivitas memanah. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan pendampingan memanah bersama anak-anak di TPA Al-Fatih dapat memberikan dampak positif dalam membangun koneksi sosial emosional dan pengembangan karakter sejak dini. Melalui kegiatan memanah, anak-anak dapat belajar mengendalikan emosi, meningkatkan konsentrasi, ketekunan, dan mengembangkan keterampilan sosial seperti kerjasama, komunikasi, dan saling menghargai. Partisipasi anak-anak dalam kegiatan memanah juga meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian mereka dalam menghadapi tantangan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memperluas pengetahuan mereka tentang olahraga memanah dan mengenal nilai-nilai positif yang terkait dengan pengembangan karakter.
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM PENERAPAN PENDIDIKAN SEKS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PKK TUNAS HARAPAN KAMPUNG SUKAJADI BUMI RATU NUBAN LAMPUNG TENGAH Dasti Afriyani; Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11785

Abstract

Pendidikan seks anak usia dini adalah proses pemberian pemahaman sesuai tahap perkembangan mengenai tubuh, perbedaan jenis kelamin, batasan privasi, serta cara melindungi diri dari tindakan yang tidak pantas. Meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak menuntut adanya langkah pencegahan sejak dini melalui pendidikan seks. Pengenalan sejak usia dini penting agar anak mampu mengenali tubuh, memahami perbedaan jenis kelamin, menjaga privasi, serta melindungi diri dari perilaku yang tidak pantas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran orang tua dan guru dalam penerapan pendidikan seks pada anak usia 5–6 tahun di TK PKK Tunas Harapan Kampung Sukajadi, Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, serta tantangan yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai pendidik utama melalui pembiasaan berpakaian sopan, pengenalan batasan tubuh, pembimbingan aktivitas pribadi, serta komunikasi terbuka. Guru berperan sebagai pendidik formal sekaligus fasilitator, motivator, dan evaluator dengan penerapan toilet training, penggunaan toilet terpisah, simbol visual, serta penjelasan sederhana. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman orang tua, keterbatasan waktu guru, dan anggapan tabu di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara orang tua dan guru agar anak mampu memahami batasan tubuh serta melindungi diri dari tindakan tidak pantas
MENINGKATKAN RASA CINTA TANAH AIR PADA PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PRASIAGA DI TK PKK MELATI SIDOLUHUR LAMPUNG TENGAH Indri Yuliana; Annisa Nur Firdausyi; Noormawanti Noormawanti
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11787

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan kepribadian anak, termasuk penanaman nilai cinta tanah air. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran di banyak lembaga pendidikan anak usia dini masih lebih menitikberatkan pada aspek akademik, seperti membaca, menulis, dan berhitung, sehingga penanaman nilai karakter belum terlaksana secara optimal. Padahal, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan fondasi dalam membentuk anak yang berakhlak, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian sosial dan kebangsaan. Salah satu kegiatan yang dapat dimanfaatkan untuk menanamkan nilai cinta tanah air adalah kegiatan prasiaga yang dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan prasiaga sebagai sarana penanaman nilai cinta tanah air pada anak usia dini di TK PKK Melati Sidoluhur Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina prasiaga, dan pakar prasiaga. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan prasiaga dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu melalui aktivitas sederhana, seperti baris-berbaris, menyanyikan lagu nasional, gerakan hormat, doa bersama, dan permainan kelompok. Meskipun belum didukung perencanaan tertulis formal seperti RPPM atau RPPH khusus, kegiatan prasiaga tetap berjalan secara konsisten sebagai bentuk pembiasaan karakter. Nilai cinta tanah air ditanamkan melalui pengenalan simbol negara serta pembentukan sikap sosial, seperti kerja sama, tolong-menolong, dan sikap saling menghargai. Pelaksanaan kegiatan prasiaga ini sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka PAUD, khususnya tema Aku Cinta Indonesia.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN KOLASE KULIT BAWANG PUTIH DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4–5 TAHUN Risa Nurmala Sari; Noormawanti Noormawanti; Annisa Nur Firdausyi
Thufulah: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/thufulah.v5i1.11788

Abstract

Abstrak Perkembangan motorik halus merupakan aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berpengaruh terhadap kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media pembelajaran kolase berbahan kulit bawang putih dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia 4–5 tahun serta menganalisis perkembangannya berdasarkan indikator motorik halus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 12 anak usia 4–5 tahun di TK ABA Toto Projo Way Bungur Lampung Timur. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kolase kulit bawang putih mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara bertahap, khususnya pada aspek menggunting, menempel, koordinasi mata dan tangan, serta kerapian hasil karya. Media ini memiliki kelebihan berupa bahan yang mudah diperoleh, murah, dan ramah lingkungan. Dengan demikian, media kolase kulit bawang putih dapat dijadikan alternatif media pembelajaran inovatif dalam konteks PAUD nasional.