Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH TEKANAN GESEK DAN WAKTU PENGELASAN TERHADAP KEKUATAN TARIK SAMBUNGAN LOGAM TAK SEJENIS ST 41 DAN STAINLESS STEEL 304 DENGAN FRICTION WELDING Bambang margono; Y. Yulianto Kristiawan; Edy Suryono; Lujeng Widodo
Teknika Vol 8 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/teknika.v8i1.247

Abstract

Friction welding adalah jenis pengelasan yang banyak digunakan dalam industri otomotif dan dirgantara untuk menyambungkan material antara logam dan termoplastik. TekNik penyambungan las ini memiliki banyak keunggulan antara lain kemampuan las yang baik dalam aplikasi sambungan dari bahan yang serupa dan tidak sejenis (paduan sejenis/berbeda), tidak perlu bahan tambah (non-consumable). Metode pengelasan gesekan penggerak kontinu memanfaatkan rotasi gesekan dari satu objek sementara yang lain tidak bergerak. Variasi yang dilakukan adalah kecepatan putar 1800 rpm, dimana parameter yang mempengaruhi hasil kuat tarik adalah waktu gosok dan waktu tempa.Variasi waktu gesekan yang digunakan waktu penahanan 70 detik, 75 detik, dan 80 detik. Tekanan yang digunakan ialah 40 g/cm² dan 50 kg/cm². Bahan yang digunakan beda material logam baja ST 41 dan stainless steel 304. Tekanan tempa 40 kg/cm² menghasilkan kekuatan tarik 11,466 kN/mm², 14,475 kN/mm², dan 14,928 kN/mm². Nilai kekuatan Tarik tersebut berlaku pada waktu penyambungan 70 detik, 75 detik, dan 80 detik. Sedangkan untuk tekanan tempa 50 kg/cm² didapatkan hasil bahwa kekuatan tarik semakin besar. Nilai kekuatan Tarik berturut-turut pada waktu penyambungan 70 detik, 75 detik, dan 80 detik ialah 14,841 kN/mm², 13,647 kN/mm², dan 18,647 kN/mm². Hasil pengujian tarik menggunakan metode penyambungan fricton welding dengan parameter tekanan 50 kg/cm²) dan 3 waktu (70 detik, 75 detik, 80 detik) dapat dikatakan semakin lama durasi gesek/penyambungan maka akan makin kuat pula kekuatan tarik pada sambungan tersebut. Tekanan tempa 50kg/cm², waktu gesek 80 detik merupakan sambungan terkuat nilainya 18,647 KN/mm² semakin lama waktu penyambungan maka banyak material yang melebur danl penyambungan semakin melebar.
PENGARUH DEPTH OF CUT, SPINDLE SPEED, DAN FEEDING PEMBUBUTAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN PADA MATERIAL TEMBAGA (Cu) Kristiawan, Yulianto; Margono, Bambang; Suryono, Edy
Teknika Vol 7 No 3 (2022): April 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.771 KB) | DOI: 10.52561/teknika.v7i3.164

Abstract

Perkembangan industri manufaktur di era ini berkembang sangat pesat. Meninjau pada bidang industri permesinan yang saat ini sudah banyak yang menggunakan mesin bubut. Bentuk dan kekasaran permukaan dari sebuah produk yang dihasilkan oleh mesin perkakas seperti mesin bubut memegang peranan yang penting. Kekasaran permukaan benda adalah batas yang memisahkan antara benda padat tersebut dengan  sekelilingnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas permukaan suatu benda kerja pada proses permesinan diantaranya sangat dipengaruhi oleh sudut potong pahat, kecepatan makan (feeding), kecepatan potong (cutting speed), kedalaman pemotongan (depth of cut). Dalam penelitian kekasaran permukaan ini material yang digunakan tembaga (Cu) dan pahat yang digunakan High speed steel (HSS). Untuk variasi yang digunakan dalam proses pembubutan adalah depth of cut, spindle speed dan feeding. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh depth of cut, spindle speed dan feeding terhadap kekasaran permukaan tembaga (Cu) pada proses pembubutan. Sehingga hasil bisa digunakan untuk mendapatkan nilai kekasaran permukaan yang diingakan pada hasil pembubutan material tembaga (Cu). Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah eksperimen dan metode analisis data kuantitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan data hasil pengujian secara sistematis dalam bentuk tabel dan grafik. Pengujian kekasaran permukaan menggunakan surface roughnes teseter mitutoyo SJ 201. Dari hasil pengujian kekasaran permukaan depth of cut, spindle speed dan feeding berpengaruh pada kekasaran permukaan terjadi penigkatan dari setiap variable depth of cut, spindle speed dan feeding yang sudah ditentukan. Kekasaran permukaan terendah yaitu 0,33 µm terjadi pada feeding 0,03 mm/putaran, RPM 1030 dan depth of cut 0,4 mm dengan rata-rata dari ketiga spesimen 0,41 µm, sedangkan kekasaran tertinggi yaitu 0,94 feedingnya 0,06, RPM 1860 dan depth of cut 0,6 mm dengan rata-rata dari ketiga spesimen 0,86 µm. Hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin besar depth of cut, kecepatan spindle, dan feeding maka akan meningkatkan nilai kekasaran permukaan sebesar 54,87%.   Kata kunci: Kekasaran permukaan, tembaga (Cu), depth of cut, spindle speed, feeding.
RANCANG BANGUN MESIN SPINNER PENIRIS MINYAK HASIL PENGGORENGAN GUNA MENINGKATKAN PRODUKSI OLAHAN MAKANAN GORENGAN DI UKM IKITELA GROUP, POLOKARTO SUKOHARJO Kristiawan, Yulianto; Margono, Bambang; Suhartoyo, Suhartoyo
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.596

Abstract

Olahan gorengan termasuk kategori makanan yang memerlukan banyak minyak dimana salah satu proses pengolahannya dengan metode deep frying (makanan yang terendam minyak) sehingga makanan menjadi renyah dan gurih. Proses produksi makanan menggunakan minyak goreng masih mendominasi sampai saat ini. Makanan  dengan  kandungan  minyak  yang  tinggi  sangatlah  tidak  baik  untuk  dikonsumsi  secara  terus  menerus  dan  juga  akan  membuat  makanan  tersebut  mudah  basi  atau  tidak  tahan  lama.  Maka dibutuhkan  suatu  proses  penirisan  minyak  goreng  yang  efektif  guna  meminimalisasi  kandungan  minyak  pada  makanan. UKM Ikitela, yang bergerak di bidang pengolahan makanan seperti produk berbasis ketela, selama ini menggunakan cara konvensional untuk meniriskan minyak hasil penggorengan. Waktu yang lama dan masih banyak mengadung minyak pada produk gorengan menjadi masalj utama bagi UKM Ikitela. Permasalahan ini juga dirasakan bagi UKM Iketela Group yang berbasis pada olahan makanan produk gorengan dimana salah satu produk unggulannya adalah gorengan ketela. Selama ini cara penirisan masih menggunakan konvesional dan memerlukan waktu lebih lama. Dengan menggunakan metode tersebut produk kurang awet dikarenakan kandungan minyak yang masih terlalu tinggi. Sehingga diperlukan sebuah mesin Spinner peniris minyak untuk mengurangi kadar minyak dalam makanan gorengan dengan waktu singkat. Prinsip utama penggunaan spinner adalah mengurangi kandungan minyak menggunakan teknik putaran tinggi sehingga mampu membuang sebagian minyak keluar. Metode rancang bangun  dimulai  dengan tahapan menetapkan kebutuhan, mekanisme, pemilihan bahan material, perancangan komponen, gambar design dan hasilnya memenuhi kualitas produk sesuai dengan fungsinya,  berkurangnya minyak hasil penggorengan dan mudah di operasikan, demikian juga perawatannya. Mesin spinner peniris minyak memiliki tinggi tabung 40 cm daya tampung 5 kg, dengan putaran motor 800 rpm. Kapasitas produksi mesin peniris dibanding  dengan  penirisan konvensional lebih eefektif dan efisien  yaitu untuk 1kg hasil penggorengan mmerlukan waktu 3 menit  dengan menggunakan mesin sedangkan dengan penirisan konvensional waktu yang di butuhkan  10 menit berarti terjadi efisien si waktu 7 menit.