Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TAHAPAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN KOGNITIF BERBAHASA ANAK USIA DINI (4-5 TAHUN) Sukrin Sukrin
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 5 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v5i1.637

Abstract

Pengembangan dalam pertumbuhan kemampuan dasar pendidikan anak usia dini adalah pengembangan bahasa. Dalam hal ini, seorang anak usia dini berada dalam fase perkembangan bahasa ekspresif. Hal ini berarti bahwa anak telah dapat mengungkapkan keinginannya, penolaknnya, maupun pendapatnya dengan menggunakan bahasa lisan. Pemerolehan bahasa pada anak-anak memang merupakan salah satu prestasi manusia yang paling hebat dan sangat menakjubkan. Melalui bahasa, komunikasi antar anak dapat terjalin dengan baik sehingga anak dapat membangun hubungan.Tidak heran bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak.Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas. Dalam kemampuan berbahasa terdapat tiga lingkup perkembangan yaitu (1) Kemampuan berbahasa.Bahasa termasuk hal esensial di dalam perkembangan anak untuk mengoptimalkan potensi dan beradaptasi dengan dunia sekitar. (2) Kemampuan berbicara, pada tahap ini anak sudah mulai mampu berbicara secara teratur dan terstruktur. (3) Kemampuan mengungkapkan bahasa. Merupakan kemampuan yang dimiliki anak untuk mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya. Kemampuan ini digunakan untuk menjalin komunikasi secara lisan dengan baik kepada orang lain.
STRATEGI PEMBINAAN AKHLAKUL KARIMAH MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PADA SISWA KELAS IV B MIN TOLOBALI KOTA BIMA Aryulianti Aryulianti; Sukrin Sukrin; Abdussahid Abdussahid; Nurdiniawati Nurdiniawati
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 5 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v5i2.722

Abstract

Pendidikan guru madrasah ibtidaiyah (PGMI) adalah program studi yang dibentuk dari kepedulian Fakultas Tarbiyah dalam meningkatkan mutu guru MI. PGMI bertujuan untuk menghasilkan calon-calon guru kelas di MI yang memiliki kompetensi peadagogik, kepribadian, professional, dan sosial. Pendidikan guru madrasah ibtidaiyah bertujuan untuk mengembangkan aspek spiritual siswa dengan bimbingan-bimbingan dan arahan yang akan selalu mengokohkan akhlakul karimah siswa. Tipe penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Masalah dalam penelitian ini ada dua; pertama, bagimana bentuk pembinaan akhlakul karimah melalui kegiatan ekstrakurikuler sehingga mampu memanimalisir permasalahan yang terjadi pada siswa. Kedua, apa faktor penghambat yang mempengaruhi pembinaan akhlakul karimah dalam diri siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler yang telah dikembangkan oleh sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pembinaan Akhlakul Karimah Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Siswa Kelas IV B MIN Tolobali Kota Bima, yaitu: bentuk pembinaan yang dilakukan, kegiatan ekstrakurikuler yang dijalankan, dan presentase perubahan perilaku siswa sesudah kegiatan dilaksanakan.
METODE PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA DALAM PENGUATAN TUJUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Sukrin HT; Abdussahid Abdussahid
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.343

Abstract

Metode Pengembangan Pembelajaran Bahasa Dalam Penguatan Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yakni: menggunakan metode dan tekhnis yang terukur dalam pembelajaran dan pengajaran Pendidikan Anak Usia Dini yang perlu diterapkan dalam proses pengembangan bahasa adalah: Metode pengembangan Pembelajaran Bahasa di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan metode: (1) Metode Berdialog atau bercakap-cakap, (2) Metode Bercerita, (3) Metode Tanya Jawab, Sedangkan Penguatan Pengajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yakni: “bermain sambil belajar”, sedangkan untuk memacu kecerdasan bahasan (linguistik) pada pendidikan anak usia dini: (1) kecerdasan kebahasaan merupakan kecerdasan yang paling universal. Ada dua tipe perkembangan kebahasaan (berbicara) yaitu (1) egosentric speech terjadi ketika anak berusia 2 sampai 3 tahun, karena anak mulai berbicara pada dirinya sendiri, (2) Socialized speech ketika anak berinteraksi dengan teman atau lingkungannya mngembangkan adaptasi sosial anak yakni saling bertanya, bertukar informasi.
KONDISI PSIKOLOGIS ANAK YANG DITINGGAL RANTAU OLEH ORANG TUA DI PAUD SANGGRILAH DESA RITE KECAMATAN AMBALAWI Evi Rahmawati Evi Rahmawati; Sukrin HT Sukrin HT
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v2i1.574

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian yang dijadikan sumber utama adalah tokoh masyarakat, guru-guru dan orangtua siswa. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang mempelajari situasinya dengan mengadakan kontak langsung dan dekat dengan orang-orang, situasisituasi serta fenomena-fenomena yang dipelajari, pengalaman pribadi penelitin untuk mencari penemuan-penemuan dalam kontek sosial, historis, dan temporal. metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskritif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati PAUD Sanggrilah merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang beralamat di Jln. Lintas Bima Wera di Desa Rite Kec. Ambalawi yang di bangun sejak 07 febuari tahun 2012 yang pada saat itu belum ada lembaga pendidikan anak usia dini sehingga adanya rencana untuk membangun sekolah dan sampai sekarang sudah banyak anak-anak yang tamatan dari PAUD Sanggrilah dengan beberapa kreativitas dan ilmu yang di peroleh dari sekolah. Dari beberapa tahun berjalan banyak sekali hambatan dan rintangan dalam penanganan yang di lakukan oleh guru terhadap siswa-siswa yang ada di PAUD Sanggrilah “dengan menangani anak yang mengalami “kondisi psikologis anak yang di tinggal rantau oleh orangtua di paud sanggrilah desa rite kec. ambalawi”. Adapun Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi psikologis anak maka dari itu perlunya didikan yang pertama dari orangtua itu sendiri, karna hal yang di khawatirkan adalah anak belum mengenal yang namanya pendidikan inti dari pada keluarga. Karna keluarga sangat berperan penting dalam menjadi madrasya pertama bagi anak untuk memastikan anak siap dalam memasuki jenjang pendidikan di luar rumah.
PENDAMPINGAN UMKM KELOMPOK NGGALI NGGAWA DESA BRE MELALUI DIGITAL BRANDING DALAM MENGEMBANGKAN ARUNGGINA SEBAGAI PRODUK OLAHAN KHAS BIMA Sri Wahyunti; Rizky Amelia; Sukrin Sukrin; Agus Salam; Mei Indra Jayanti
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v1i2.1009

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) melalui pendampingan dan pelatihan UMKM menjadi salah satu pendekatan dalam meningkatan soft skiil bagi pelaku usaha diera digitalasi indistri, sehingga dapat berdampak pada peningkatan hasil usaha dan akses pemerataan potensi eknomi masyarakat terutam di tingkat pesedasaan. Dalam hal inilah, kegiatan Pendampingan UMKM Kelompok Nggali Nggawa desa Bre Melalui Digital Branding Dalam Mengembangkan Arunggina sebagai Produk Olahan Jajanan Khas Bima. Pelaksanan kegiatan PKM dikasanak dengan menggunakan metode PAR (Participatory Action Research). Aadapun hasil yang diharapkan dari kegitan PKM ini yakni; 1) UMKM Kelompok Nggali Nggawa mampu memahami pentingnya memiliki strategi pemasaran untuk mengembangkan keuntungan. 2) UMKM Kelompok Nggali Nggawa memiliki pemahaman mengenai membangun citra produk melalui Branding (merek dagang), dan 3) UMKM Kelompok masyarakat Nggali Nggawa memahami strategi pemasaran produk arunggina oleh jajanan khas Bima melalui media sosial. Sehingga mendorong pemingkatan ekonomi secara secara masih bagi para pelaku usaha UMKM Kelompok Nggali Nggawa pada sektor home industry dalam mengolah serta memasarkan arunggina jajanan khas masyarakat Bima.
METODE PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BAHASA DALAM PENGUATAN TUJUAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Sukrin HT; Abdussahid Abdussahid
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i2.343

Abstract

Metode Pengembangan Pembelajaran Bahasa Dalam Penguatan Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yakni: menggunakan metode dan tekhnis yang terukur dalam pembelajaran dan pengajaran Pendidikan Anak Usia Dini yang perlu diterapkan dalam proses pengembangan bahasa adalah: Metode pengembangan Pembelajaran Bahasa di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan metode: (1) Metode Berdialog atau bercakap-cakap, (2) Metode Bercerita, (3) Metode Tanya Jawab, Sedangkan Penguatan Pengajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yakni: “bermain sambil belajar”, sedangkan untuk memacu kecerdasan bahasan (linguistik) pada pendidikan anak usia dini: (1) kecerdasan kebahasaan merupakan kecerdasan yang paling universal. Ada dua tipe perkembangan kebahasaan (berbicara) yaitu (1) egosentric speech terjadi ketika anak berusia 2 sampai 3 tahun, karena anak mulai berbicara pada dirinya sendiri, (2) Socialized speech ketika anak berinteraksi dengan teman atau lingkungannya mngembangkan adaptasi sosial anak yakni saling bertanya, bertukar informasi.
KONDISI PSIKOLOGIS ANAK YANG DITINGGAL RANTAU OLEH ORANG TUA DI PAUD SANGGRILAH DESA RITE KECAMATAN AMBALAWI Evi Rahmawati Evi Rahmawati; Sukrin HT Sukrin HT
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v2i1.574

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian yang dijadikan sumber utama adalah tokoh masyarakat, guru-guru dan orangtua siswa. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang mempelajari situasinya dengan mengadakan kontak langsung dan dekat dengan orang-orang, situasisituasi serta fenomena-fenomena yang dipelajari, pengalaman pribadi penelitin untuk mencari penemuan-penemuan dalam kontek sosial, historis, dan temporal. metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskritif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati PAUD Sanggrilah merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang beralamat di Jln. Lintas Bima Wera di Desa Rite Kec. Ambalawi yang di bangun sejak 07 febuari tahun 2012 yang pada saat itu belum ada lembaga pendidikan anak usia dini sehingga adanya rencana untuk membangun sekolah dan sampai sekarang sudah banyak anak-anak yang tamatan dari PAUD Sanggrilah dengan beberapa kreativitas dan ilmu yang di peroleh dari sekolah. Dari beberapa tahun berjalan banyak sekali hambatan dan rintangan dalam penanganan yang di lakukan oleh guru terhadap siswa-siswa yang ada di PAUD Sanggrilah “dengan menangani anak yang mengalami “kondisi psikologis anak yang di tinggal rantau oleh orangtua di paud sanggrilah desa rite kec. ambalawi”. Adapun Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi psikologis anak maka dari itu perlunya didikan yang pertama dari orangtua itu sendiri, karna hal yang di khawatirkan adalah anak belum mengenal yang namanya pendidikan inti dari pada keluarga. Karna keluarga sangat berperan penting dalam menjadi madrasya pertama bagi anak untuk memastikan anak siap dalam memasuki jenjang pendidikan di luar rumah.