Faisal Nugraha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESENIAN TERBANG GEDE DALAM TRADISI NGARAK PANJANG MULUD DI MASYARAKAT BANTEN Faisal Nugraha
Jurnal Budaya Etnika Vol 2, No 1 (2018): Kreativitas Tradisi di Era Globalisasi: Transformasi & Peluang
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/be.v2i1.1150

Abstract

ABSTRACT The routine for the people of Banten, especially the Serang region, in commemoration of the birth of Prophet Muhammad S.A.W, was held in the tradition of “panjang mulud” or “ngeropok”. This tradition grew and developed in the community both in the villages, in umahan and in large events carried out by the local government. Panjang mulud with egg ornaments and other ornamentations at the front store of each house before being taken and paraded by the local community, it is said that according to the Serang community when participating in carrying out the Panjang Mulud tradition will get blessings. This activity is not solely for certain pleasures, but this activity is a form of gratitude to the Prophet as Muslims by giving alms. Keywords: Banten community routine in commemoration of the birth of the Prophet Muhammad SAW.  ABSTRAK Rutinitas bagi masyarakat Banten khususnya wilayah Serang, dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad S.A.W, di selenggarakan tradisi panjang mulud atau “ngeropok“. Tradisi ini tumbuh dan berkembang di masyarakat baik di kampung-kampung, di umahan maupun event besar yang di laksanakan pemerintah setempat. Panjang mulud dengan hiasan telur dan ornamentasi lainnya di simpan depan rumah masing-masing sebelum di ambil dan diarak oleh masyarakat setempat, konon menurut masyarakat Serang apabila ikut serta dalam melaksanakan tradisi panjang mulud akan mendapat keberkahan. Kegiatan ini bukan semata-mata untuk kesenangan tertentu saja, akan tetapi kegiatan ini merupakan suatu bentuk rasa syukur kepada Nabi sebagai umat muslim dengan cara bersedekah. Kata Kunci: Rutinitas masyarakat Banten dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
PERAN GURU SEBAGAI PAMONG DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF DI SEKOLAH Novitasari, Laily; Dwi Agustin Purnaning; Faisal Nugraha; Budi Purwoko; Heru Subrata
Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi dan Inovasi Ilmiah Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEWANTARA: Media Komunikasi, Kreasi, dan Inovasi Ilmiah Pend
Publisher : STKIP PGRI Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55933/jpd.v12i1.1086

Abstract

Pendidikan karakter merupakan prioritas utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas. Penelitian ini menganalisis secara mendalam landasan filosofis Ki Hajar Dewantara, khususnya konsep "Sistem Among" dan "Trilogi Pendidikan", serta implementasinya melalui peran guru sebagai "pamong" dalam membentuk budaya positif di sekolah. Menggunakan pendekatan kajian pustaka sistematis, penelitian ini menyintesis literatur relevan untuk memberikan interpretasi komprehensif mengenai hubungan antara filosofi, peran guru, dan budaya sekolah. Literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, ERIC, DOAJ, Sinta, SpringerLink.Artikel yang dianalisis sebanyak 12 artikel dengan rentang tahun 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Ki Hajar Dewantara menyediakan kerangka kerja yang kokoh bagi guru untuk bertindak sebagai teladan, fasilitator, dan agen perubahan. Peran guru pamong, melalui keteladanan, motivasi, dan dorongan, secara signifikan berkontribusi pada penciptaan dan pemeliharaan budaya positif di sekolah, yang pada akhirnya membentuk karakter peserta didik secara holistik. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat juga esensial untuk pendidikan karakter yang komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara filosofi Ki Hajar Dewantara, peran guru sebagai pamong, dan budaya positif di sekolah merupakan kunci keberhasilan pendidikan karakter yang berdampak pada pembentukan karakter peserta didik secara holistik.