Pendidikan karakter merupakan prioritas utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas. Penelitian ini menganalisis secara mendalam landasan filosofis Ki Hajar Dewantara, khususnya konsep "Sistem Among" dan "Trilogi Pendidikan", serta implementasinya melalui peran guru sebagai "pamong" dalam membentuk budaya positif di sekolah. Menggunakan pendekatan kajian pustaka sistematis, penelitian ini menyintesis literatur relevan untuk memberikan interpretasi komprehensif mengenai hubungan antara filosofi, peran guru, dan budaya sekolah. Literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, ERIC, DOAJ, Sinta, SpringerLink.Artikel yang dianalisis sebanyak 12 artikel dengan rentang tahun 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Ki Hajar Dewantara menyediakan kerangka kerja yang kokoh bagi guru untuk bertindak sebagai teladan, fasilitator, dan agen perubahan. Peran guru pamong, melalui keteladanan, motivasi, dan dorongan, secara signifikan berkontribusi pada penciptaan dan pemeliharaan budaya positif di sekolah, yang pada akhirnya membentuk karakter peserta didik secara holistik. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat juga esensial untuk pendidikan karakter yang komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara filosofi Ki Hajar Dewantara, peran guru sebagai pamong, dan budaya positif di sekolah merupakan kunci keberhasilan pendidikan karakter yang berdampak pada pembentukan karakter peserta didik secara holistik.
Copyrights © 2026