Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Kode : Jurnal Bahasa

Fungsi dan Nilai Mantra Upacara Wuat Wa’i Pada Masyarakat Rempo Desa Pondo Kabupaten Manggarai Barat-NTT Hilda Trinita Nurti; Hetty Purnamasari; Imron Amrullah
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 3 (2023): Kode: Edisi September 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i3.49005

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi mantra upacara wuat wa’i pada masyarakat Rempo Desa Pondo Kabupaten Manggarai Barat-NTT. Dan apa saja nilai mantra upacara Wuat wa’i pada masyarakat Rempo Desa Pondo Kabupaten Manggarai Barat-NTT. Upacara wuat wa’i (bekal perjalanan) merupakan sebuah pola kehidupan berbudaya yang sudah lama terbentuk sejak orang-orang memulai peradapan di Manggarai NTT hingga sekarang menjadi sebuah warisan kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis data induktif yang digunakan untuk menarik suatu kesimpulan terhadap hal-hal atau peristiwa-peristiwa dari data yang telah dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang bisa digeneralisasikan. Hasil dari penelitian ini adalah berupa fungsi sistem pelaksana adat, sebagai pelindung, alat pendidikan, sebagai alat pembenaran ritual dan istiadat, dan nilai yang terkandung dalam upacara wuat wa’i adalah nilai cinta kasih, nilai religius, nilai solidaritas, nilai kerja keras, nilai etika, dan nilai estetika. Kata Kunci: Fungsi, Nilai, Mantra, Upacara, Wuat Wa'i
Kajian Etnosentrisme dalam Ritual Kit Oba Isago sebagai Upaya Peningkatan Edubudaya Masyarakat Wamena Amarya, Naomi Zhalya; Lestari, Vedra Dita; Fajar Sidiq, Alfian Akbar; Aldi, Alif Yanuar; Amrullah, Imron
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.56845

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan etnosentrisme dan nilai edubudaya dalam ritual Kit Oba Isago pada masyarakat Wamena. Tradisi menjadi identitas budaya suatu daerah di Indonesia, sebagian diantaranya terdapat pada masyarakat Papua. Salah satu tradisi tersebut ialah ritual Kit Oba Isago. Kit Oba Isago merupakan tradisi bakar batu yang berupa ritual memasak bersama-sama warga sebagai simbol kebersamaan dan kesakralan hidup sosial. Tradisi dan budaya suatu daerah tentunya mempunyai keterkaitan dalam hal nilai-nilai kemanusiaan, keunikan, sikap atau cara pandang yang unik dan berbeda beda pada setiap masyarakatnya. Itulah keunikan identitas masing-masing daerah. Pandangan yang berbeda-beda itulah diperlukan adanya edukasi budaya agar tidak menimbulkan terjadinya konflik.
Kajian Elaborasi Folklor Cublak-Cublak Suweng dalam Edu Semiotik di Kampung Banjarkemantren Sidoarjo Wijaya, Roni Putra; Putri Achmad, Noer Adhela Krisna; Aprilianti, Bilqis Dewita; Amrullah, Imron
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.64048

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi penggunaan edusemiotik dalam permainan tradisional Indonesia, khususnya Cublak-Cublak Suweng, untuk memahami bagaimana berbagai bentuk tanda (indeks, simbol, dan ikon) digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada pemain. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis teks-teks lirik Cublak-Cublak Suweng secara mendalam, serta mempertimbangkan konteks budaya dan historis permainan tersebut. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi langsung terhadap praktik dan interpretasi masyarakat terhadap permainan ini. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa indeks, simbol, dan ikon dalam Cublak-Cublak Suweng tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media pendidikan yang melintasi generasi. Indeks seperti lirik "Sopo Ngguyu Ndhelikake" menyoroti nilai-nilai kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan sehari hari. Simbol, seperti dalam lirik "Mambu Ketudhung Gudel", mencerminkan stereotip sosial tentang kebodohan. Sementara itu, ikon dalam lirik "Cublek-Cublek Suweng" menggambarkan konsep harta sejati melalui representasi fisik yang konkret. aplikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman tentang pentingnya warisan budaya dalam pendidikan dan pengembangan identitas sosial dalam masyarakat Indonesia.
Kearifan Lokal dalam Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini Amrullah, Imron; Imayah
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 4 (2024): Kode: Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i4.65859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang kearifan lokal masyarakat Bali yang memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang digunakan ketika penelitian berlangsung dan juga memanfaatkan antropologi sastra sebagai pendekatan penelitian. Hasil penelitian ini mendeskripsikan kearifan lokal yang meliputi:(1) Aspek kasta sosial yang ditandai dengan penggunaan nama dalam setiap kasta berbeda-beda. Semakin tinggi kasta yang disandang, maka semakin bagus bahasa yang digunakan;(2) Aspek adat istiadat yang ditandai dengan adanya upacara melaspas yang dilaksanakan dalam rangka upacara pembersihan dan penyucian pura yang baru dibangun untuk dipersembahkan kepada dewa tari, dan upacara ngaben, yaitu pembakaran jasad yang telah meninggal dengan tujuan menyucikan dan mengembalikan roh kepada Sang Hyang Widi. Kesimpulan penelitian yaitu bahwa kearifan lokal pada novel karya Oka Rusmini ditemukan dalam dua aspek, yakni kasta sosial dan upacara adat. Keduanya memiliki peran penting sebagai pelestarian lingkungan Bali yang berdampak pada pengenalan identitas Bali dan memperkuat solidaritas masyarakat Bali.
Kajian Etnosentrisme dalam Ritual Kit Oba Isago sebagai Upaya Peningkatan Edubudaya Masyarakat Wamena Amarya, Naomi Zhalya; Lestari, Vedra Dita; Fajar Sidiq, Alfian Akbar; Aldi, Alif Yanuar; Amrullah, Imron
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.56845

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan etnosentrisme dan nilai edubudaya dalam ritual Kit Oba Isago pada masyarakat Wamena. Tradisi menjadi identitas budaya suatu daerah di Indonesia, sebagian diantaranya terdapat pada masyarakat Papua. Salah satu tradisi tersebut ialah ritual Kit Oba Isago. Kit Oba Isago merupakan tradisi bakar batu yang berupa ritual memasak bersama-sama warga sebagai simbol kebersamaan dan kesakralan hidup sosial. Tradisi dan budaya suatu daerah tentunya mempunyai keterkaitan dalam hal nilai-nilai kemanusiaan, keunikan, sikap atau cara pandang yang unik dan berbeda beda pada setiap masyarakatnya. Itulah keunikan identitas masing-masing daerah. Pandangan yang berbeda-beda itulah diperlukan adanya edukasi budaya agar tidak menimbulkan terjadinya konflik.
Kajian Elaborasi Folklor Cublak-Cublak Suweng dalam Edu Semiotik di Kampung Banjarkemantren Sidoarjo Wijaya, Roni Putra; Putri Achmad, Noer Adhela Krisna; Aprilianti, Bilqis Dewita; Amrullah, Imron
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.64048

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi penggunaan edusemiotik dalam permainan tradisional Indonesia, khususnya Cublak-Cublak Suweng, untuk memahami bagaimana berbagai bentuk tanda (indeks, simbol, dan ikon) digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kepada pemain. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis teks-teks lirik Cublak-Cublak Suweng secara mendalam, serta mempertimbangkan konteks budaya dan historis permainan tersebut. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan observasi langsung terhadap praktik dan interpretasi masyarakat terhadap permainan ini. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa indeks, simbol, dan ikon dalam Cublak-Cublak Suweng tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media pendidikan yang melintasi generasi. Indeks seperti lirik "Sopo Ngguyu Ndhelikake" menyoroti nilai-nilai kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan sehari hari. Simbol, seperti dalam lirik "Mambu Ketudhung Gudel", mencerminkan stereotip sosial tentang kebodohan. Sementara itu, ikon dalam lirik "Cublek-Cublek Suweng" menggambarkan konsep harta sejati melalui representasi fisik yang konkret. aplikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman tentang pentingnya warisan budaya dalam pendidikan dan pengembangan identitas sosial dalam masyarakat Indonesia.