Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Analisis Pengaruh Pendidikan, Upah Minimum dan Tenaga Kerja Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Putri Pramuditha Hasibuan; Milla Naeruz; Faty Rahmarisa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.676

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak pendidikan, upah minimum, dan tenaga kerja terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Meskipun tingkat kemiskinan menurun secara bertahap, masih ada tantangan yang signifikan, terutama di daerah pedesaan di mana akses terhadap pendidikan berkualitas masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data deret waktu dari tahun 1995 hingga 2024, dengan fokus pada hubungan antara variabel independen (pendidikan, upah minimum, dan tenaga kerja) dan variabel dependen (kemiskinan). Temuan menunjukkan bahwa pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam mengurangi kemiskinan, sementara upah minimum dan tenaga kerja berkontribusi negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Hasil penelitian ini menggaris bawahi pentingnya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, menerapkan kebijakan upah minimum yang efektif, dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Rekomendasi untuk para pembuat kebijakan mencakup peningkatan infrastruktur pendidikan, memastikan praktik pengupahan yang adil, dan mendorong kebijakan pasar tenaga kerja yang inklusif.
Pengaruh Gaji Dan Insentif Terhadap Kinerja Karyawan Usaha Pabrik Tahu Ponimin Fadylah Asyfah; Tengku Ahmad Helmi; Milla Naeruz
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaji dan inisiatif terhadap kinerja karyawan pada Usaha Pabrik Tahu Ponimin di Medan. Permasalahan yang diangkat didasari oleh rendahnya peningkatan gaji, minimnya pemberian insentif, serta fluktuasi produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji maupun insentif berengaruh signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi sebesar 88,7% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan kompensasi yang adil dan tepat guna dalam mendorong produktivitas dan kinerja karyawan.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Raudhatul Jannah; Milla Naeruz; Amrani Amrani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.735

Abstract

IPM merupakan indikator yang mencerminkan kualitas pembangunan manusia melalui tiga dimensi utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan Pendapatan. Dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 1995–2023, penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif melalui regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara IPM dan pertumbuhan ekonomi secara agregat. Hasil analisis menunjukkan bahwa IPM berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Setiap komponen IPM angka harapan hidup, pendidikan, dan pendapatan memiliki hubungan positif dengan Produk Domestik Bruto (PDB), meskipun tingkat signifikansinya berbeda. Tantangan seperti ketimpangan wilayah dan akses layanan dasar yang belum merata masih menjadi hambatan utama. Hasil ini menegaskan pentingnya pembangunan manusia sebagai prioritas kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Pengaruh Gaji Dan Insentif Terhadap Kinerja Karyawan Usaha Pabrik Tahu Ponimin Fadylah Asyfah; Tengku Ahmad Helmi; Milla Naeruz
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaji dan inisiatif terhadap kinerja karyawan pada Usaha Pabrik Tahu Ponimin di Medan. Permasalahan yang diangkat didasari oleh rendahnya peningkatan gaji, minimnya pemberian insentif, serta fluktuasi produktivitas karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji maupun insentif berengaruh signifikan secara parsial maupun simultan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi sebesar 88,7% menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan kompensasi yang adil dan tepat guna dalam mendorong produktivitas dan kinerja karyawan.
Pengaruh Jumlah Penduduk Dan Belanja Negara Terhadap Pertumbuhan ekonomi Di Indonesia Ryan Taufiq Zamzamy Pulungan; Effendi Sadly; Milla Naeruz
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh jumlah penduduk dan belanja negara terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu 1995 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda, di mana variabel independen yang digunakan adalah jumlah penduduk (X₁) dan belanja negara (X₂), serta variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi (Y).Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS, dan pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t (parsial) dan uji F (simultan), serta koefisien determinasi (R²) untuk melihat kekuatan hubungan antara variabel.Hasil penelitian Variabel jumlah penduduk (X₁) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai thitung = -4,457, ttabel = 2,750, dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Artinya, semakin besar jumlah penduduk, cenderung memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi jika tidak diimbangi dengan kualitas SDM dan ketersediaan lapangan kerja.Variabel belanja negara (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai thitung = 3,285, ttabel = 2,750, dan nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan belanja negara yang produktif dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.Secara simultan (uji F), variabel jumlah penduduk dan belanja negara secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil uji F menunjukkan Fhitung = 22,774, Ftabel = 2,50, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti model regresi yang digunakan layak untuk menjelaskan hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen.Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,728 atau 72,8% menunjukkan bahwa variasi dari pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh jumlah penduduk dan belanja negara, sedangkan sisanya sebesar 27,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar model seperti investasi, ekspor, kondisi global, dan kebijakan moneter.Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar pemerintah tidak hanya meningkatkan jumlah belanja negara tetapi juga mengarahkan belanja tersebut untuk pengembangan sumber daya manusia dan pemerataan pembangunan antarwilayah. Selain itu, pertumbuhan jumlah penduduk harus dibarengi dengan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan produktivitas tenaga kerja agar dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.