Nur Hayati
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kemampuan Cipta Lagu pada Guru Taman Kanak-Kanak se-Yogyakarta Rina Wulandari; Muthmainnah Muthmainnah; Nur Hayati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1273

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan cipta lagu pada guru Taman Kanak-Kanak se-Yogyakarta. Masalah penelitian ini adalah belum optimalnya kemampuan guru dalam kemampuan cipta lagu. Populasi penelitian yaitu guru TK se-Yogyakarta dan sampel diambil sejumlah 97 guru. Penelitian dilakukan dari bulan Februari-Juli 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dalam format googleform. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian: kemampuan guru dalam cipta lagu masuk dalam kategori kurang. Hal ini dibuktikan dengan prosentase kemampuan guru dalam unsur irama dan ilmu bentuk musik (di bawah 56%). Faktor yang mempengaruhi kurangnya kemampuan guru dalam cipta lagu anak yaitu belum semua guru adalah lulusan S1 jurusan PAUD, muatan mata kuliah seni musik belum membahas tentang teknik mencipta lagu untuk anak. Saran: perlu adanya semacam pelatihan cipta lagu bagi guru yang bermuara pada lomba cipta lagu.
Strategi Pembelajaran Berbasis Bukti untuk Mengembangkan Scientific Thinking pada Anak Usia Dini: Literature Review Nuzulia Rizkika Wahyudyanti; Putri Agustina; Nur Hayati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7673

Abstract

Scientific Thinking merupakan fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan literasi sains anak usia dini, namun pembelajarannya di PAUD belum sepenuhnya berbasis kerangka perkembangan dan bukti empiris. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi konsep, komponen, tahapan, serta strategi pengembangan Scientific Thinking melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah narrative literature review terhadap artikel nasional dan internasional sepuluh tahun terakhir dari Google Scholar, ERIC, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa Scientific Thinking mencakup kemampuan mengamati, bertanya, menalar, menguji dugaan, dan mengomunikasikan temuan. Pembelajaran inkuiri, permainan sains, eksperimen sederhana, dan pendekatan STEAM efektif menstimulasi berpikir ilmiah anak. Disimpulkan bahwa pengembangan Scientific Thinking menuntut pembelajaran kontekstual dengan guru sebagai fasilitator aktif. Implikasinya, guru perlu merancang aktivitas eksploratif, lembaga PAUD menyediakan lingkungan kondusif, dan kebijakan kurikulum menguatkan pendekatan inkuiri sejak dini.
Integrasi Mitigasi Bencana dalam Pengenalan Gejala Alam pada Pembelajaran Sains AUD: Sebuah Kajian SLR Shally Jagis Bararena; Rolivia Salva Bilillah; Niken Caesanda Rizqi; Nur Hayati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7691

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi, sehingga pengenalan gejala alam sejak usia dini menjadi kebutuhan mendesak dalam pembelajaran sains. Anak perlu memahami tanda awal bahaya melalui pengalaman konkret yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Kajian ini bertujuan menelaah keterkaitan antara pembelajaran sains dan edukasi mitigasi bencana pada anak usia dini melalui Systematic Literature Review terhadap publikasi tahun 2005–2025. Proses penelusuran dilakukan melalui Scopus, Google Scholar, dan Publish or Perish dengan menerapkan kriteria inklusi yang mencakup fokus pada anak usia dini, topik gejala alam dan mitigasi, ketersediaan teks penuh, serta rentang tahun publikasi. Dari 263 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pedoman PRISMA. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran sains yang kontekstual, eksploratif, dan didukung media visual dapat meningkatkan rasa ingin tahu, kepekaan emosional, dan kesiapsiagaan dasar anak terhadap risiko bencana. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran sains berorientasi mitigasi dalam kurikulum PAUD untuk memperkuat literasi lingkungan dan kemampuan anak merespons situasi darurat secara aman.
Studi Pustaka: Nature Based Learning sebagai Sarana Pengembangan Problem Solving Anak Usia Dini Mufidah Mufidah; Fitria Rihhadatul Jannah; Sharna Mellisa Dhasni; Nur Hayati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7696

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memengaruhi proses internalisasi budaya dalam pendidikan anak usia dini, salah satunya terlihat dari meningkatnya kecenderungan pembelajaran di dalam kelas serta penggunaan media digital pada anak. Kondisi tersebut membuat kemampuan problem solving kurang berkembang karena kebutuhan eksplorasi dan pengalaman konkret belum terstimulasi dengan baik. Dengan demikian, dibutuhkan pendekatan strategis seperti pembelajaran berbasis alam. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran konseptual mengenai penerapan Nature-Based Learning (NBL) sebagai sarana pengembangan kemampuan pemecahan masalah anak usia dini. Dalam pendekatan ini, alam difungsikan sebagai media sekaligus sumber untuk belajar yang memungkinkan anak berinteraksi langsung melalui kegiatan berkebun, mengamati hewan kecil, atau menjelajahi fenomena alam. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dengan sumber literatur tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa NBL mampu meningkatkan kemampuan problem solving melalui pengalaman multisensorik, eksplorasi, dan pembelajaran kontekstual yang bermakna bagi anak. Kata Kunci: Nature Based Learning, Problem Solving, Anak Usia Dini.
Analisis Stimulasi Number Sense dan Problem Solving dalam Pembelajaran PAUD Hamidatun Annafi'u Yurintama; Irma Irma; Vivi Pebri Astuti; Nur Hayati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7702

Abstract

Penelitian ini menganalisis kegiatan stimulasi number sense dan problem solving pada anak usia dini melalui metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel terpublikasi. Tujuan penelitian adalah meninjau efektivitas penggunaan media konkret, seperti balok dan kartu angka, serta pendekatan pembelajaran berbasis problem solving dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–6 tahun. Hasil kajian menunjukkan bahwa media konkret secara konsisten meningkatkan pemahaman konsep bilangan melalui pengalaman sensorik dan bermain, dengan rata-rata ketuntasan belajar mencapai 85%. Pengembangan number sense terbukti berkaitan erat dengan kemampuan problem solving karena anak belajar berpikir logis, kreatif, dan mandiri. Pendekatan seperti Realistic Mathematics Education (RME) dan model problem solving berbasis puzzle memperkuat kemampuan simbolik dan strategi pemecahan masalah. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya integrasi media konkret dan aktivitas problem solving dalam kurikulum PAUD untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif awal serta mendukung kesiapan anak menghadapi pembelajaran matematika tingkat lanjut.
Survei Pendekatan Pembelajaran yang Digunakan di Lembaga PAUD Berbasis Keagamaan Anak Usia Dini Septika Cahya Rahmawati; Nur Hayati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1060

Abstract

Pendekatan pembelajaran merupakan metode, strategi, dan cara yang dirancang secara khusus untuk mendukung perkembangan anak usia dini dengan menekankan proses belajar yang menyenangkan, aktif, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan pembelajaran yang digunakan pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Radhatul Athfal di Provinsi Bangka Belitung. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Responden penelitian terdiri atas 17 lembaga Radhatul Athfal yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket menggunakan Google Form yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp, kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase untuk menggambarkan kecenderungan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Montessori paling banyak diterapkan, yakni sebesar 70%, diikuti oleh pendekatan kreatif sebesar 18% dan pendekatan Waldorf sebesar 13%. Montessori dipilih karena fleksibel dan sejalan dengan visi lembaga untuk membentuk anak yang mandiri dan terampil. Prinsip Montessori yang diterapkan meliputi keterlibatan orang tua sebagai mitra pendidikan, penerapan kelas multi-usia, peran guru sebagai fasilitator, penjadwalan pembelajaran yang teratur, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan kooperatif.