Nuzulia Rizkika Wahyudyanti
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

“Beyond Play” Integrasi Pembelajaran Seni Berbasis Intra-Ekstrakurikuler untuk Mengembangkan Kreativitas, Motorik, dan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini Timoteus Mau; Joko Pamungkas; Nuzulia Rizkika Wahyudyanti
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2400

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi pembelajaran seni berbasis intra–ekstrakurikuler dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, dan kepercayaan diri anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus multisitus pada TK Kanisius Demangan Baru dan TK Indriyasana Baciro. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru kelas, dan guru seni, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran seni. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua TK mengintegrasikan seni dalam kegiatan kelas dan ekstrakurikuler melalui seni rupa, tari, angklung, drumband, modern dance, vokal, robotik, menggambar, mewarnai, melipat, dan kegiatan performatif. Strategi pembelajaran meliputi bermain sambil belajar, praktik langsung, pemberian contoh, pembiasaan, interaksi dua arah, dan pendampingan bertahap. Pembelajaran seni mendukung kreativitas, motorik, dan kepercayaan diri anak. Penelitian ini menawarkan gagasan model pembelajaran seni PAUD yang integratif, kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan holistik anak.
Strategi Pembelajaran Berbasis Bukti untuk Mengembangkan Scientific Thinking pada Anak Usia Dini: Literature Review Nuzulia Rizkika Wahyudyanti; Putri Agustina; Nur Hayati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7673

Abstract

Scientific Thinking merupakan fondasi penting bagi perkembangan kognitif dan literasi sains anak usia dini, namun pembelajarannya di PAUD belum sepenuhnya berbasis kerangka perkembangan dan bukti empiris. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi konsep, komponen, tahapan, serta strategi pengembangan Scientific Thinking melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah narrative literature review terhadap artikel nasional dan internasional sepuluh tahun terakhir dari Google Scholar, ERIC, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa Scientific Thinking mencakup kemampuan mengamati, bertanya, menalar, menguji dugaan, dan mengomunikasikan temuan. Pembelajaran inkuiri, permainan sains, eksperimen sederhana, dan pendekatan STEAM efektif menstimulasi berpikir ilmiah anak. Disimpulkan bahwa pengembangan Scientific Thinking menuntut pembelajaran kontekstual dengan guru sebagai fasilitator aktif. Implikasinya, guru perlu merancang aktivitas eksploratif, lembaga PAUD menyediakan lingkungan kondusif, dan kebijakan kurikulum menguatkan pendekatan inkuiri sejak dini.
Instrumen Asesmen Kemampuan Menyimak Usia 4-5 Tahun: Model RDR Nuzulia Rizkika Wahyudyanti; Shally Jagis Bararena; Rini Agustiningsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i2.7725

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen untuk mengukur kemampuan menyimak anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model RDR melalui tahap analisis kebutuhan, pengembangan instrumen, dan uji coba lapangan pada 60 anak di tiga sekolah di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh butir instrumen memenuhi kriteria dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel. Reliabilitas instrumen berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,934. Temuan tersebut menegaskan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang kuat dan layak digunakan untuk asesmen kemampuan menyimak anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru PAUD dan penilaian perkembangan anak dengan menyediakan instrumen yang terstandar untuk memetakan perkembangan bahasa reseptif secara lebih objektif serta mendukung perancangan stimulasi bahasa yang lebih sesuai profil perkembangan anak.