Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kemampuan Cipta Lagu pada Guru Taman Kanak-Kanak se-Yogyakarta Rina Wulandari; Muthmainnah Muthmainnah; Nur Hayati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1273

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kemampuan cipta lagu pada guru Taman Kanak-Kanak se-Yogyakarta. Masalah penelitian ini adalah belum optimalnya kemampuan guru dalam kemampuan cipta lagu. Populasi penelitian yaitu guru TK se-Yogyakarta dan sampel diambil sejumlah 97 guru. Penelitian dilakukan dari bulan Februari-Juli 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dalam format googleform. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian: kemampuan guru dalam cipta lagu masuk dalam kategori kurang. Hal ini dibuktikan dengan prosentase kemampuan guru dalam unsur irama dan ilmu bentuk musik (di bawah 56%). Faktor yang mempengaruhi kurangnya kemampuan guru dalam cipta lagu anak yaitu belum semua guru adalah lulusan S1 jurusan PAUD, muatan mata kuliah seni musik belum membahas tentang teknik mencipta lagu untuk anak. Saran: perlu adanya semacam pelatihan cipta lagu bagi guru yang bermuara pada lomba cipta lagu.
Peningkatan Keterampilan Pembuatan Media Pop Up pada Pendidik PAUD Nur Hayati; Muthmainah Muthmainah; Rina Wulandari
Jurnal Pendidikan Anak Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v11i1.49063

Abstract

Media pembelajaran merupakan bagian yang sangat penting dalam kegiatan belajar dan mengajar. Media pembelajaran di PAUD harus menarik dan dapat menstimulasi semua aspek perkembangan anak, salah satunya yaitu media pop up. Kondisi pandemi Covid-19 saat ini menuntut pendidik PAUD lebih kreatif membuat media pembelajaran. Hasil observasi di awal pandemi menunjukkan masih banyak pendidik yang belum terampil mengembangkan media pop up yang disampaikan secara online. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pendidikan PAUD mengembangkan media pop up tiga dimensi yang kemudian melatih mengunggah media pebelajaran secara online di YouTube. Metode penelitian ini menggunakan penelitian Tindakan yang mengacu pada Kemmis dan Taggart yang dilakukan dalam satu siklus karena kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan mengadakan pertemuan dengan jumlah peserta banyak lebih dari sekali. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman, pengambilan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan sebelum tindakan, ketika tindakan dan setelah tindakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah diberikan tindakan, subjek mengalami peningkatan pada penguasaan materi yang diberikan yaitu pemahaman tentang media pembelajaran, pembuatan media pop up dan pengelolaan media pembelajaran secara online. Sejumlah 95% subjek penelitian mampu membuat media pop up yang di upload di YouTube. Temuan baru yang diperoleh dari penelitian ini adalah meningkatnya keterampilan guru dalam mengelola media pembelajaran dalam bentuk tiga dimensi yang diunggah ke YouTube. Keterampilan ini menjadi terobosan baru bagi guru dalam mengatasi kesulitan pembelajaran jarak jauh di era pandemi.
Kegiatan Menyanyi dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Nur Hayati; Arumi Savitri Fatimaningrum; Rina Wulandari
Jurnal Pendidikan Anak Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v8i2.29102

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru terkait kegiatan menyanyi dalam pembelajaran anak. Guru masih beranggapan bahwa hafal lirik, menyanyi sesuai nada, berani menyanyi di depan sebagai indikator bahwa perkembangan aspek seni pada anak telah optimal. Metode penelitian adalah survey terhadap pendidik PAUD di Kecamatan Banguntapan Bantul Yogyakarta. Subyek penelitian sebanyak 29 guru, teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif Hasil penelitian terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama untuk mengetahui apa yang dirasakan guru mengenai kegiatan menyanyi, kemudian guru-guru di TK apakah menyukai kegiatan menyanyi.   Kegiatan menyanyi apakah dapat mempengaruhi perkembangan anak serta pesan moral dari syair lagu dapat dipahami anak sehingga kegiatan dapat mengubah perilaku anak. Bagian kedua penelitian ini untuk mengetahui apa yang dilakukan guru dalam kegiatan  menyanyi.  Bagaimana  guru mempersiapkan  lagu  yang  akan disampaikan pada  anak termasuk  alat music dan cara guru  mendapatkan ide membuat lagu baru. Informasi yang diperoleh dari subjek penelitian menggambarkan bahwa kegiatan menyanyi yang disampaikan guru pada anak usia dini ada dipersiapkan dan ada yang spontan. Sehingga dapat dipahami bahwa kegiatan menyanyi ada yang berpengaruh terhadap kegiatan pembelajaran namun ada pula yang tidak bermakna.
Tren Literasi Anak Usia Dini: Analisis Bibliometrik Fitri Annisa; Rina Wulandari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i2.6189

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis 199 dokumen menggunakan analisis bibliometrik yang bersumber dari Scopus dengan ekstensi file CSV menggunakan RStudio dan VOSViewer. Data yang dianalisis mulai daari tahun 2004 s.d 2024 dengan laju peningkatan jumlah publikasi dari tahun ke tahun mencapai 18.73%. Journal of Early Childhood Literacy yang diterbitkan oleh SAGE Publication menjadi sumber paling berkontribusi dengan total 18 publikasi. Empat penulis paling berkontribusi dengan h-index 4, salah satunya adalah Neuman SB. Afiliasi paling berkontribusi adalah University of Virginia dengan total 13 artikel terbit. Artikel yang paling banyak disitasi ditulis oleh Nicolopoulou A (2015) yang terbit di Early Child Reasearch Quarterly, sebanyak 114 sitasi. Tiga negara eropa, AS, Inggris, dan Australia menjadi negara dengan tingkat kolaborasi tertinggi dalam penelitian literasi anak usia dini. Kata digital literacy dan media literacy menjadi kebaruan kata kunci untuk penelitian selanjutnya.
Penguatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Model Permainan Berbasis RUMUS-SEL (Rupa, Musik, Dan Social Emotional Learning) Nurul Arifiyanti; Muthmainah Muthmainah; Prayitno Prayitno; Rina Wulandari; Sutrisni Sutrisni
PASAI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): June
Publisher : Yayasan Pendidikan Mitra Mandiri Aceh(YPMMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58477/j1re6k38

Abstract

Kompetensi guru berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas pada pendidikan anak usia dini. Salah satu upaya penguatan kompetensi guru dilakukan melalui pelatihan Model Permainan Berbasis RUMUS-SEL (Rupa, Musik, dan Social Emotional Learning). Kegiatan pengabdian ini melibatkan 26 guru TK di Kapanewon Seyegan, Sleman. Pelatihan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, praktik, dan penugasan. Evaluasi dilakukan menggunakan tes pengetahuan berupa 25 soal benar-salah yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan serta lembar observasi partisipasi peserta. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Shapiro–Wilk serta Paired Sample t-Test. Rata-rata skor pretest sebesar 91,38 dan posttest sebesar 91,54. Sebanyak 46,15% peserta mengalami peningkatan skor, 34,62% mengalami penurunan, dan 19,23% memperoleh skor tetap. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p = 0,918). Namun, tingkat kehadiran peserta mencapai 90% dan 85% peserta berhasil menyelesaikan tugas pelatihan. Pelatihan berkontribusi dalam memperkuat kompetensi guru melalui keterlibatan aktif dan praktik penerapan Model Rumus-Sel meskipun peningkatan pengetahuan belum signifikan secara statistik
The Impact of Clean and Healthy Living Behavior Program on the Independence and Discipline of Children Aged 4-5 Years Rizka Maulida Mustika; Rina Wulandari
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1299

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) in early childhood is crucial for supporting children’s health, independence, and discipline. This study aimed to examine the effectiveness of the CHLB program on the independence and discipline of children aged 4–5 years. A quantitative ex post facto design was employed with a sample of 150 children from kindergartens in Banda Sakti District, selected through purposive sampling. The instruments were validated through content validity with reliability coefficients of 0.892 for independence and 0.948 for discipline. Data were analyzed using an independent sample t-test. The findings revealed significant differences in independence (Sig. 0.000 < 0.05; t = 5.832 > t-table 1.646) and discipline (Sig. 0.000 < 0.05; t = 8.591 > t-table 1.646) between schools that implemented CHLB for 10 years and 5 years. These results imply that CHLB programs can strengthen independence and discipline, and serve as a foundation for policy and early childhood education practices.
Survei Pengetahuan dan Kebutuhan Guru Terhadap Penerapan Pembelajaran Literasi Budaya Anak Usia Dini Fitri Annisa; Rina Wulandari; Prayitno Prayitno
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kebutuhan guru TK terhadap literasi budaya anak usia dini. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey, data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap literasi budaya berada pada ketegori tinggi, terutama dalam aspek konseptual dan urgensinya, namun terdapat kesenjangan antara pemahaman dan penerapan di kelas. Guru juga menghadapi kendala dalam kurangnya  pelatihan serta minimnya dukungan dari dinas pendidikan kebudayaan. Di sisi lain, mayoritas guru menunjukkan kebutuhan yang tinggi terhadap media pembelajaran berbasis budaya lokal yang menarik perhatian dan aplikatif, seperti pop-up book dan media digital berbasis budaya. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa pengetahuan konseptual guru belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik pembelajaran karena terbatasnya pelatihan kontekstual dan dukungan kelembagaan. Oleh karena itu, penguatan literasi budaya anak usia dini perlu diupayakan melalui pengembangan strategi, kebijakan, dan media yang berbasis nilai budaya lokal agar dapat menumbuhkan identitas budaya dan karakter anak sejak dini.
Perspektif Guru terhadap Bermain Peran sebagai Strategi Pengembangan Empati Anak Usia Dini Meutea Tri Kurniati; Rina Wulandari; Prayitno Prayitno
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1414

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif guru terhadap kegiatan bermain peran sebagai strategi dalam menumbuhkan empati pada anak usia dini. Masalah empati yang belum berkembang optimal pada sebagian anak, seperti sikap egosentris dan kurangnya  kepekaan terhadap perasaan teman menjadi latar belakang pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Bermain peran menjadi salah satu pendekatan yang diyakini efektif karena memberi ruang bagi anak untuk memahami perasaan, peran sosial, dan cara berinteraksi secara emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek dua orang guru kelas B dari TK Aulia dan TK Mawar Khatulistiwa yang berlokasi di Kota Pontianak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara daring dan di analisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang bermain peran sebagai kegiatan yang efektif dalam menumbuhkan empati, karena anak dapat belajar mengekspresikan emosi, memahami situasi sosial dan menyelesaikan konflik secara damai. Guru juga memfasilitasi refleksi setelah bermain untuk memperkuat pemahaman anak terhadap nilai-nilai empati. Dengan demikian, bermain peran menjadi strategi pembelajaran yang relevan dalam mengembangkan karakter dan keterampilan sosial anak usia dini.