Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ipssj

HUBUNGAN LAMA PERAWATAN (LOS) DENGAN KEJADIAN INFEKSI HOSPITAL ACQUIRED PNEUMONIA (HAP) DI RST TK IV DI KENDARI Ratna Indrawati; Gilang Prama Nugraha
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien rawat inap, khususnya pada kelompok populasi rentan. Pemahaman mengenai dominasi faktor lama perawatan dan usia lanjut dalam konteks keterbatasan sumber daya masih perlu dikaji lebih mendalam untuk merumuskan strategi pencegahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dominan kejadian pneumonia pada pasien rawat inap di RST TK IV Kendari dengan menganalisis variabel lama perawatan, usia dan penyakit komorbid. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel penelitian terdiri dari 71 pasien rawat inap yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 10 kasus pneumonia dan 61 kontrol tanpa pneumonia. Pengumpulan data dilakukan dengan mengikuti pasien sejak awal perawatan hingga akhir perawatan. Analisis data dilakukan secara bertahap menggunakan uji Chi-Square atau Fisher’s Exact untuk analisis bivariat, dilanjutkan dengan uji Regresi Logistik Berganda untuk analisis multivariat guna memperoleh nilai Adjusted Odds Ratio (AOR). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel lama perawatan > 5 hari, usia >60 tahun, serta keberadaan penyakit komorbid (Stroke, diabetes melitus, infeksi penyerta, dan trauma kepala) memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian pneumonia. Lama perawatan > 5 hari memberikan risiko sebesar 100,8 kali lebih tinggi dibandingkan perawatan ≤5 hari (AOR = 100,8; 95% CI: 10,5–966,5; p value < 0.001. Pasien berusia > 60 tahun memberikan risiko sebesar 29,25 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok usia ≤60 tahun (AOR = 29,25; 95% CI: 2,74–312,1; p = 0,005). Hasil penelitian menyatakan bahwa durasi rawat inap yang panjang dan faktor usia lanjut merupakan prediktor kuat terjadinya pneumonia, terlepas dari adanya kondisi komorbid lainnya.Simpulan dari penelitian ini adalah lama perawatan yang melebihi 5 hari dan usia lanjut (>60 tahun) adalah faktor risiko independen yang sangat signifikan terhadap kejadian pneumonia.
HUBUNGAN RESPONSE TIME PELAYANAN IGD DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RS PELAMONIA Ratna Indrawati; Andrea Wahyu Yogasusanto
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuntut kecepatan dan ketepatan dalam penanganan pasien karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu indikator mutu pelayanan IGD adalah response time, yaitu waktu tanggap sejak pasien datang hingga mendapatkan penanganan awal. Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara response time pelayanan IGD dengan tingkat kepuasan pasien di RS Pelamonia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Data response time diperoleh dari rekam medis dan dikategorikan menjadi cepat (≤5 menit) dan lambat (>5 menit). Kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner SERVQUAL dengan skala Likert. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar response time berada dalam kategori cepat yaitu sebesar 72%, sedangkan 28% lainnya berada dalam kategori lambat. Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa 75% responden merasa puas, sedangkan 25% tidak puas. Analisis bivariat menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara response time dengan kepuasan pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara response time pelayanan IGD dengan tingkat kepuasan pasien. Semakin cepat waktu tanggap pelayanan, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien.