Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

WOMAN AS ACTRESS OF TRADITIONAL PERFORMING ARTS AND GENDER JUSTICE IN EAST JAVA Arif Budi Wurianto
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 1 No. 1 (2017): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v1i1.4579

Abstract

Main problem is whether gender justice and equality in art performance, mainly in traditional art performance, have become central issues in efforts to socialize and as a gender mainstream in Education, Law, Economy, Politic, and Social.   In general and traditional art performance, woman always involved, especially the main actresses in various art performances, they are adored both as ‘diva or idol’ who  are  able  to  attract  people  and  also  are  humiliated  because,  in  some occasions,  she  shows  her  over-sensuality  so  that  it  humiliates  her  dignity  as  a woman.  The  both  positions  generate  a  number  of  questions  about  position  of gender mainstream and its advocating.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Karangan Mahasiswa BIPA Darmasiswa RI (Kajian terhadap Hasil Karangan Mahasiswa Darmasiswa 2016-2017) Alifia Khoirunnisa; Arif Budi Wurianto; M. Isnaini
Kode : Jurnal Bahasa Vol 11, No 3 (2022): Kode: Edisi September 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v11i3.38823

Abstract

Buku Kumpulan Juara Jurnal Bahasa Indonesia Mahasiswa BIPA 2016-2017 memiliki karangan yang berjumlah 22 karangan menceritakan pengalaman mahasiswa asing selama berada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa yang terdapat dalam karangan mahasiswa BIPA darmasiswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data penelitian ini adalah (1) pengumpulan karangan, pembacaan karangan, penandaan dengan menggarisbawahi, pengklasifikasian dengan tabel, pembuatan diagram. Data penelitian ini diambil dari Jurnal Bahasa Indonesia Mahasiswa Darmasiswa tahun 2016/2017. Data yang diambil berupa kalimat yang diidentifikasi berupa hasil kesalahan berbahasa yang meliputi : kesalahan struktur kalimat, kesalahan pemilihan diksi, dan kesatuan wacana. Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan juara jurnal Bahasa Indonesia tahun 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Darmasiswa. Objek Penelitian adalah karangan mahasiswa Darmasiswa yang terkumpul dalam buku juara jurnal Bahasa Indonesia tahun 2016/2017.
Pengembangan Model Pembelajaran Literasi dengan Pendekatan Deep Learning untuk Siswa SMP Elif Maziyah; Ribut Wahyu Eriyanti; Arif Budi Wurianto
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.16192

Abstract

: Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran literasi berbasis pendekatan deep learning bagi siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 13 Gresik sebagai respons atas rendahnya kemampuan literasi membaca dan menulis yang masih didominasi pembelajaran prosedural. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model pembelajaran literasi deskripsikreatif (Deskripsi Kontekstual, Reflektif, dan Produktif) yang secara sistematis mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning dalam satu desain pembelajaran operasional. Model ini memposisikan membaca dan menulis sebagai satu kesatuan proses berpikir reflektif dan produktif. Produk pengembangan berupa RPP, bahan ajar kontekstual, LKPD, dan instrumen evaluasi literasi. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan persentase rata-rata 93,67%, sementara implementasi terbatas menunjukkan peningkatan kemampuan literasi dan motivasi belajar siswa. Guru menilai model mudah diterapkan dan mendukung pembelajaran yang transformatif. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan pembelajaran literasi Bahasa Indonesia yang lebih mendalam, bermakna, dan kontekstual, sejalan dengan arah Kurikulum Merdeka.
Work flexibility and work-life balance: Exploring the moderating role of resilience in Generation Z and Millennial Aniek Rumijati; Khusnul Rofida Novianti; Ratya Shafira Arifiani; Arif Budi Wurianto; Nur Fadhilah
Jurnal Fokus Manajemen Bisnis Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/fokus.v15i2.13021

Abstract

Remote workers from Generation Z and Millennial increasingly seek new job opportunities when required to return to entirely on-site work. This trend highlights the critical importance of work-life balance and work flexibility policies for these demographics. As such, flexibility and balance are essential priorities that companies must incorporate into their workplace strategies. This study examines the moderating role of resilience in the relationship between work flexibility and work-life balance. The inclusion of resilience as a moderator seeks to address the inconsistent findings observed in prior studies concerning the impact of work flexibility on work-life balance. The research involved a purposive sample of 132 Generation Z and Millennial employees working in startup companies across Indonesia. Data analyzed using Smart Partial Least Square version 4.0. The results revealed that both work flexibility and resilience significantly influence work-life balance. However, resilience did not significantly moderate the relationship between work flexibility and work-life balance. These findings imply that while resilient individuals experience better work-life balance, resilience alone does not enhance the benefits of flexible work arrangements. For startup companies, offering flexibility remains a key strategy for supporting work-life balance. At the same time, organizations can further support their employees by fostering personal development and well-being through programs that build resilience. Combining both approaches may lead to a healthier, more motivated, and more productive workforce.