Imamuddin, Basuni
Arabic Studies Program, Faculty Of Humanities, Universitas Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Multikultura

MAKNA-MAKNA ’AMR DALAM SURAT AN-NISA TINJAUAN ILMU MA‘ANI Zakaria, Faqih; Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas makna-makna ’amr dalam surat An-Nisa. Kalimat perintah adalah kalimat pertama yang diwahyukan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad dalam surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Surat An-Nisa adalah surat urutan keempat di dalam Al Qur’an yang berisi tentang takwa, keluarga, waris dan ilmu penting lainnya. Penelitian ini menganalisis makna ’amr dalam surat An-Nisa menggunakan metode deskriptif kualitatif dan teori yang digunakan yaitu teori makna ’amr yang dikemukakan oleh Ali Al-Jarim dan Musthafa Amin dalam buku Al-Bala>gah al-Wa>d}ih}ah (2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ayat mana saja dalam surat An-Nisa yang terdapat ’amr dan apa saja makna dari ’amr yang terdapat dalam surat An-Nisa. Ali Al-Jarim dan Musthafa Amin membagi makna ’amr menjadi 10 jenis. Di dalam surat An-Nisa, peneliti menemukan 101 kalimat ’amr yang terbagi menjadi 7 jenis makna ’amr dengan rincian sebagai berikut: makna h}aqi>qi> 54 kalimat, irsya>d 32 kalimat, du‘a>’ 3 kalimat, tamanni> 1 kalimat, takhyi>r 2 kalimat, taswiyah 4 kalimat, dan iba>h}ah 5 kalimat.
KOMPONEN MAKNA “IKHLAS” DAN “RIDA” DALAM ALQURAN Fatimah, Rofi Annur; Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 2, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna kata “ikhlas” dan “rida” dalam Alquran yang dilatarbelakangi hasil pengamatan penulis di masyarakat dalam penggunaan kata ikhlas dan rida. Dalam masyarakat kata ikhlas dan rida digunakan untuk menyatakan rasa rela terhadap sesuatu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis komponen makna yang dikemukakan oleh Eugene Nida pada tahun 1975. Dalam bukunya yang berjudul Componential Analysis of Meaning: An Introduction to Semantic Structures, Eugene Nida menyatakan terdapat tiga bentuk komponen makna, ketiga komponen makna tersebut adalah komponen makna umum, komponen pembeda, dan komponen pelengkap. Dalam melakukan analisis komponen makna terdapat 4 langkah, yaitu: penamaan, parafrasa, pendefinisian, dan terakhir adalah pengklasifikasian. Hasil dari penelitian ini adalah komponen makna umum dari ikhlas adalah ‘keikhlasan’, komponen makna umum dari rida adalah ‘rela’, komponen makna pembeda dari ikhlas adalah ‘ketulusan’, ‘kejujuran’, ‘keterbukaan’, dan ‘kesetiaan’, komponen makna pembeda dari rida adalah ‘persetujuan’, ‘kesenangan’, ‘kepuasan’, ‘penerimaan’, ‘sanki’, dan ‘perdamaian’. “Ikhlas” adalah aktivitas yang dilakukan manusia hanya untuk Allah dan agama-Nya. “Rida” adalah aktivitas yang dilakukan manusia kepada Allah, agama, dan sesama manusia
LEKSEM MAKARA DENGAN TURUNANNYA DALAM AL-QUR’AN DAN KATA MAKAR DALAM BAHASA INDONESIA Mardhiyyah, Diana Fajrin; Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna leksem makara yang terdapat di dalam bahasa Arab dan Al-Qur’an, dan makna kata makar yang terdapat pada bahasa Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi leksem makara yang diserap ke dalam Bahasa Indonesia tidak memiliki makna ‘menjatuhkan Pemerintah’ atau berasosiasi dengan politik. Untuk membuktikan leksem makara tidak memiliki makna ‘menjatuhkan Pemerintah’, seluruh leksem makara dan derivasinya di dalam Al-Qur’an yang berjumlah 43 tidak memiliki makna tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dan studi pustaka dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, analisis, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan di dalam penelitian ini adalah teori perubahan makna dari Abdul Chaer dan komponen makna dari Eugine Nida.Leksem makara dapat ditemui di dalam Al-Qur’an dengan bentuk verba dan nomina. Leksem makara yang terdapat di dalam Al-Qur’an tidak hanya memiliki makna ‘tipu daya’, melainkan terdapan makna-makna lainnya dan makna yang diklasifikasikan berdasarkan subjeknya. Pada saat Pemilihan Umum 2019, makar muncul di dalam pemberitaan media, sehingga dapat dilakukan analisis makna kata makar dengan menggunakan artikel-artikel tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa makna kata makar ‘menjatuhkan pemerintah’ tidak dapat ditemukan pada makna leksem makara yang terdapat di dalam Al-Quran.
KOSAKATA BAHASA ARAB LARAS PERMAINAN DARING DALAM GIM MOBILE LEGENDS BANG BANG SEBUAH ANALISIS MORFO-SEMANTIK Akadji, Ibrahim M.; Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 2, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan daring saat ini sangat digemari oleh semua kalangan usia, salah satunya adalah gim Mobile Legends: Bang Bang. Gim ini telah dimainkan oleh jutaan pemain dari seluruh dunia. Oleh karena itu gim Mobile Legends: telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, salah satunya adalah bahasa Arab. Penelitian ini akan menjelaskan kosakata bahasa Arab laras permainan daring yang digunakan dalam gim Mobile Legends: Bang Bang dengan analisis morfologi dan semantiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan berupa kosakata bahasa Arab laras permainan daring yang digunakan dalam gim Mobile Legends: Bang Bang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis data kosakata bahasa Arab laras permainan daring, mengetahui bentuk-bentuk dan proses pembentukan kosakata tersebut. Hasil penelitian ini adalah dilihat dari morfologi terdapat kosakata Bahasa Arab laras permainan daring yang terdapat pada gim Mobile Legends: Bang Bang berbentuk derivasi, pluralisasi, gabungan kata, dan hibrida. Lalu dari semantik terdapat kosakata Bahasa Arab laras permainan daring yang terdapat dalam gim Mobile Legends: Bang Bang berbentuk metafora, penerjemahan dan perubahan makna. Selanjutnya jika dilihat dari relasi makna, ada relasi makna sinonimi, antonimi, dan idiom
ANALISIS TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL HADIS TENTANG MENGUBAH KEMUNGKARAN DALAM HADIS ARBA’IN KARYA IMAM AN-NAWAWI Rozi, Muhammad Syafiq; Imamuddin, Basuni
Multikultura Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam, as a comprehensive religion, regulates all aspects of human life including social and community aspects. Hence, one will find the Hadith about amending misdeeds in the Hadith of Arba'in. In understanding the hadith as a whole, there are two typologies of understanding tendencies, namely textual and contextual. This study aims to analyze the textual and contextual meanings of the Hadith about amending misdeeds in Hadith Arba'in by Imam An-Nawawi. The research method used is descriptive analytical method with qualitative approach. The theory used in this research is the three types of meaning according to Fayiz (in Matsna, 2016) and the classification of context according to Umar (in Kholison, 2016). The data used is the hadith about changing the evil contained in the book of Hadith Arba'in by Imam An-Nawawi. The results of the analysis show that the meaning obtained from the contextual analysis of the Hadith about amending misdeeds in Hadith Arba'in is broader than the textual analysis. This study is expected to provide a deeper understanding of the textual and contextual meanings of the Hadith about amending misdeeds in Imam An-Nawawi's Hadith Arba'in and to serve as an important reference for the Muslim community and future researchers who want to explore the linguistic richness of Islamic religious texts.