Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Silabus Selaras CEFR untuk Mengoptimalkan Pembelajaran Bahasa Arab di Pesantren Mahasiswa X Batrisyia, Azra; Suganda, Sonya Puspasari
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 10, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v10i1.4009

Abstract

Textbook-based instruction fails to address students' actual needs, and the lack of a clear learning sequence highlights the need for a structured syllabus. This study develops an Arabic syllabus to improve instruction at Pesantren Mahasiswa X using a research and development approach.  The methods of data collection used were interviews, focus group discussion, and questionnaire with key stakeholders, including students, alumni, teachers, the principal, and the foundation. Thematic analysis of the needs analysis revealed that: 1) instruction aims to develop simple communication skills and subsequently, comprehension of Islamic texts; 2) learning levels require clear specification; and 3) instruction should initially focus on listening and speaking skills to address immediate needs. The study produced a competency-based syllabus aligned with the Common European Framework of Reference for Language (CEFR) for beginner level. The syllabus includes a program description, objectives, assessments, topics, learning outcomes, linguistic competencies, activities, indicators, and learning media. This article also discusses CEFR alignment and challenges encountered in syllabus implementation. Keywords - Arabic syllabus design, competency-based syllabus, CEFR, need analysis
KEIDIOMATISAN KOMPOSITUM BERLEKSIKON HATI DALAM BAHASA INDONESIA Rovita, Dien; Suganda, Sonya Puspasari; Yuwono, Untung
Paradigma: Jurnal Kajian Budaya Vol. 15, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A compound (kompositum) is a construction formed through word formation by combining two or more elements to create a new meaning. In Indonesian, compounds can be formed by combining several elements, one of which may be a nominal lexeme referring to a body part. Compound words can be distinguished from other word combinations—particularly syntactic phrases—based on grammatical and semantic criteria. Semantically, compounds can be analyzed according to the degree of idiomaticity in their meanings. Based on this premise, the present study aims to explain the idiomaticity of compounds in Indonesian that are formed by combining multiple elements, one of which is a body part lexeme, specifically compounds containing the lexeme hati(heart). This study on Indonesian compounds is a qualitative research project conducted through corpus analysis, utilizing the Indonesian Web as Corpus (IndonesianWac) available on the Sketch Engine corpus tool (http://www.sketchengine.co.uk/indonesian-wac/). The analysis of compound idiomaticity can be carried out using criteria such as lexical and grammatical variability, literality, compositionality versus non-compositionality, and predictability. Based on these criteria, a number of compounds containing the lexeme hati were identified and categorized as idiomatic compounds, semi-idiomatic compounds, and non-idiomatic compounds.
REPRESENTASI KEKERASAN SIMBOLIK TERHADAP PEREMPUAN DALAM TAYANGAN FILM TELEVISI SUARA HATI ISTRI (Representation of Symbolic Violence against Women in the TV Movie Suara Hati Istri) Dita Amelia; Sonya Puspasari Suganda
SAWERIGADING Vol 28, No 2 (2022): SAWERIGADING, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v28i2.1056

Abstract

Kajian ini merupakan penelitian yang berbasis pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Siegfried Jäger (2009). Data penelitian dikumpulkan dari tiga episode FTV Suara Hati Istri (disingkat SHI), yaitu episode Sakitnya Hatiku Tak Pernah Mendapat Cinta Suami (disingkat SHTMCS), Pernikahan Yang Dipaksa Pasti Akan Penuh Air Mata (disingkat PDPPA), dan Istri Bayaran (disingkat IB). Untuk mengungkap bagaimana tayangan FTV SHI menampilkan kekerasan simbolik terhadap perempuan melalui bahasa, peneliti menganalisis konteks diskursif (diskursiver Kontext), melakukan analisis struktur (Strukturanalyse), menganalisis posisi wacana (Diskursposition), dan melakukan analisis rinci (Feinanalyse). Berdasarkan temuan dalam penelitian ini terlihat bahwa kekerasan simbolik terhadap perempuan, yang merupakan sarana untuk melanggengkan ideologi patriarki, ditampilkan dalam tayangan FTV SHI melalui variabel-variabel linguistik, yaitu kosakata (verba, nomina, adjektiva, adverbia), modalitas, idiom, implikasi, dan tindak tutur.
KONSTRUKSI KOMPOSITUM DALAM BAHASA MELAYU KLASIK BERDASARKAN PENELUSURAN KORPUS Dien Rovita; Untung Yuwono; Sonya Puspasari Suganda
MABASAN Vol. 17 No. 1 (2023): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v17i1.717

Abstract

Penelitian ini membahas konstruksi gabungan kata dalam bahasa Melayu Klasik, yang disebut kompositum. Kompositum adalah konstruksi yang terdiri atas dua unsur; unsur yang satu menerangkan unsur yang lain dan gabungan unsur-unsur tersebut membentuk makna tertentu. Saat ini, penelitian mengenai bahasa Melayu Klasik dapat memanfaatkan korpus, dalam hal ini korpus Malay Concordance Project (MCP). Di dalam korpus MCP terdapat kompositum yang terbentuk dari leksikon anggota tubuh, seperti tangan. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur dan makna kompositum dalam bahasa Melayu Klasik, yang salah satu komponen pembentuknya adalah leksikon anggota tubuh, yaitu tangan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menerapkan ancangan kualitatif dalam analisis struktur dan makna kompositum dalam bahasa Melayu Klasik yang terdapat di dalam manuskrip. Penelitian ini memanfaatkan korpus dalam menelusuri data kompositum bahasa Melayu Klasik, khususnya kompositum pada beberapa manuskrip yang terdapat di dalam korpus MCP. Berdasarkan penelusuran data, terdapat sejumlah pemakaian kompositum berleksikon tangan yang dapat dikelompokkan menjadi beberapa kompositum subordinatif substantif, subordinatif atributif, dan koordinatif. Selanjutnya, berdasarkan kategori komponen pembentuknya, dapat dilihat struktur kompositum yang dikelompokkan menjadi beberapa pola. Selain itu, setiap kelompok kompositum tersebut dapat dilihat makna serta ciri keidiomatisannya.
Representasi Agen Perempuan dalam Poster Seri Avengers: Analisis Wacana Multimodal Widya Akhira; Sonya Puspasari Suganda
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i7.6144

Abstract

Representasi perempuan dalam media populer menjadi isu penting dalam kajian gender, terutama terkait bagaimana teks visual membangun relasi kuasa, identitas sosial, dan konstruksi kepahlawanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi agensi perempuan serta mengungkap bagaimana elemen multimodal membentuk dan menegosiasikan ideologi gender dalam poster seri Avengers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana multimodal berdasarkan kerangka Grammar of Visual Design Kress dan van Leeuwen yang mencakup metafungsi representasional, interaksional, dan komposisional. Data dianalisis melalui perspektif Feminist Critical Discourse Analysis untuk memahami bagaimana relasi kuasa gender dikonstruksi melalui representasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter perempuan mengalami peningkatan visibilitas dan keterlibatan dalam narasi kepahlawanan, tetapi belum memperoleh agensi visual yang setara dengan karakter laki-laki. Figur laki-laki secara konsisten memperoleh posisi sentral, tingkat salience lebih tinggi, dominasi vektor aksi, serta hubungan visual yang lebih kuat dengan audiens. Sementara itu, karakter perempuan masih cenderung ditempatkan pada posisi lateral, ukuran visual lebih kecil, pencahayaan lebih rendah, dan memiliki keterlibatan interaksional yang terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa ketimpangan gender dalam media superhero tidak hanya ditunjukkan melalui jumlah representasi perempuan, tetapi juga melalui mekanisme visual yang mengatur keterlihatan, otoritas, dan kekuasaan simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa poster seri Avengers tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai teks multimodal yang mereproduksi dan menegosiasikan ideologi gender dalam budaya populer.