Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MEMASYARAKATKAN KEMBALI DONGENG SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI KEBENCANAAN DI PANGGARANGAN, LEBAK SELATAN Irwan Fakhruddin; Albertus Magnus Prestianta; Agus Kustiwa
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 2 (2022): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i2.6159

Abstract

Multidisciplinary research conducted by CEST (Center for Earthquake Science and Technology) ITB states that there is the potency of a tsunami up to 20 meters on the south coast of West Java and up to 12 meters on the south coast of Blitar, East Java occurs following the 8.8 MMI megathrust earthquake. Community and stakeholder preparedness is inevitable and should be implemented immediately. The South Lebak Mitigation Group (GMLS) is a community-based initiative to do a collective and collaborative program in disaster preparedness and responses based on local wisdom patterns. The Universitas Multimedia Nusantara’s community services program (PKM) aim to increase disaster literacy towards people of Panggarangan village and its surrounding in the Panggarangan sub-district in the southernmost of Lebak Regency. According to the situation analysis, local wisdom-based communication and media deployment is rarely used. This is the reason why the PKM program is aimed at the objective of creating communication agents at the household level through Satu Rumah Satu Pendongeng (One House One Storyteller) Training of Trainers (ToT). This ToT program also aimed to ground the activity of storytelling towards children within the family to create an individual that can face disaster. The program consists of a knowledge enrichment and storytelling workshop. The knowledge enrichment teaches the basics of storytelling, and the modality to tell stories while the workshop focuses on developing supporting tools for storytelling and storytelling simulation. abstract in bahasaRiset lintas disiplin CEST (Center for Earthquake Science and Technology) ITB menyebutkan akan adanya potensi tsunami dengan ketinggian maksimal 20 meter di wilayah selatan Jawa Barat dan 12 meter di selatan Blitar, Jawa Timur yang didahului dengan gempa megathrust sebesar 8,8 MMI. Kesiapsiagaan masyarakat dan stakeholder dalam menghadapi potensi bencana sangatlah diperlukan dan harus dilaksanakan sesegera mungkin. Gugus Tugas Mitigasi Lebak Selatan merupakan upaya komunitas di Lebak Selatan untuk bergerak secara kolektif dan kolaboratif menyiapkan upaya kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan berbagai kegiatan berbasis kearifan lokal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Multimedia Nusantara dilaksanakan untuk meningkatkan literasi kebencanaan bagi masyarakat Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan dan sekitarnya di wilayah selatan Kabupaten Lebak. Berdasarkan hasil analisis situasi diketahui bahwa pola komunikasi dan penggunaan media berbasis kearifan lokal sangat jarang dipergunakan lagi. Hal inilah yang mendorong dilaksanakannya kegiatan menciptakan agen-agen komunikasi di tingkat keluarga melalui Training of Trainers (ToT) Satu Rumah Satu Pendongeng untuk memasyarakatkan kembali kegiatan mendongeng untuk menyampaikan pesan pada anak-anak di tingkat keluarga, dan menjadikannya individu yang siap menghadapi bencana. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengayaan materi dan workshop mendongeng. Dalam hal pengayaan materi peserta memperoleh pengayaan materi meliputi pelatihan dasar-dasar mendongeng, modalitas untuk mendongeng. Selanjutnya dalam workshop peserta fokus pada pengembangan materi mendongeng, membuat alat peraga dongeng, dan melakukan simulasi kegiatan mendongeng. 
PELAKSANAAN SURVEY LITERASI KEBENCANAAN UNTUK MEMETAKAN TINGKAT PENGETAHUAN KEBENCANAAN MASYARAKAT DESA PANGGARANGAN Nosica Rizkalla; Elissa Dwi Lestari; Irwan Fakhruddin; Albertus Magnus Prestianta; Agus Kustiwa
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 2 (2024): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i2.7988

Abstract

Daerah selatan pulau Jawa merupakan daerah yang rawan gempa dikarenakan oleh aktivitasi tektonik dan vulkanik yang cukup aktif di area ini. Salah satu daerah yang merupakan zona merah dan dikhawatirkan akan terkena dampak yang cukup berat jika gempa megathrust yang diprediksikan terjadi adalah Lebak Selatan. Salah satu langkah untuk meminimalisir efek dan korban jiwa dari bencana gempa dan tsunami adalah membekali warga di area zona merah dengan pengetahuan mengenai mitigasi bencana. Sayangnya, pengetahuan warga, khususnya warga di zona merah mengenai mitigasi bencana masih kurang. Program PKM ini dilakukan dengan cara melakukan pre-survey kepada responden yang tinggal di area zona merah. Hasil dari pre-survey ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk penyusunan materi sosialisasi dan campaign agar dapat semakin meningkatkan pemahaman warga mengenai mitigasi bencana Kata Kunci : Bencana Alam; Gempa Bumi; Tsunami; Mitigasi Bencana; Literasi Kebencanaan
The Internet and Political Participation of Indonesian Students in Taiwan Albertus Magnus Prestianta
ULTIMA Comm Vol 6 No 2 (2014): ULTIMA Comm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v6i2.418

Abstract

This study examined how Internet through online news media is used to influence political participation and political efficacy. Scholars believe that the existence of Internet could have a significant impact on broadening political participation and political efficacy. This research is written based on the quantitative approach. Questionnaire items were employed to find out the relationships between online news media, political participation and political efficacy. The samples used in this research are Indonesian students in Taiwan. As predicted, the findings indicated that Internet usage, particularly online news media, was positively associated with higher levels of political participation and also political efficacy among Indonesian students in Taiwan. Keywords: Indonesian, the Internet, online news media, political efficacy, politicalparticipation.
Setelah Guncangan Digital: Studi atas Pengalaman Jurnalis Milenial yang Terkena PHK Samiaji Bintang Nusantara; Ignatius Haryanto; Albertus Magnus Prestianta
ULTIMA Comm Vol 11 No 1 (2019): UltimaComm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v11i1.1113

Abstract

Working as a journalist is still aspired by some of Indonesia's young generation, called the millennials. However, the media industry landscape in Indonesia is rapidly changing in recent years due to digital disruption. Several printed media have to work hard to adopt digital tools as a publication platform to reach news consumer, while others have desperately managing to expand its audience applying convergence strategies. Meanwhile, some media industries which could not compete in the digital market have decided to stop their publication. Since 2014, there were several media stop operating their production. In many cases, the media closure is followed by termination of employment among journalists. This study finds that it has not only impacted the future of the former journalists but also has caused precariousness condition for a young journalist. These journalists were the young generation, or the millennials age 24-35 years. Some of the millennials had worked for more than a year and enjoyed the privilege as a journalist. But when digital disruption came and hit the media where they worked, most of these young age journalists had not registered nor joined in a labor union that could have helped advocate them when facing disagreement with the media company. Besides, from 2014 to 2017, it is a difficult time for the journalist to adapt in the midst of the transition from conventional media to digital media. Keyword: digital disruption, young journalist, media closure