Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Samarinda tentang Penyakit Artritis dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat Rizki Nur Azmi; Sinta Ratna Dewi; Munawarah Munawarah; Widya Rahmah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7i1.2297

Abstract

Changes will occur in the human body with increasing age. Body changes arise from early life to old age in all organs and tissues. This condition can also be seen in the joint system associated with arthritis. The introduction of disease and arthritis treatment through extension methods needs to be done to the public to raise awareness of maintaining joint health. People who participate in this awareness-raising program are given pre and posttest related to the cause of arthritis, arthritis treatment, and how to take them appropriately to reduce the side effects of the drugs that can occur. Based on the analysis of the scores from the test, it was found that there was a significant increase in public knowledge before and after the program. The community also checks uric acid levels as an initial screening for gout signs, which is one of the most common arthritis in the community. Thus, the public has a better understanding of arthritis and joint health conditions based on examining uric acid levels.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN OUTCOME THERAPY ANTIHIPERTENSI PADA GERIATRIK DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA NIRWANA PURI SAMARINDA Rizki Nur Azmi; Dwi Lestari; Dia Urahman; Sellania Tifana
Jurnal Farmagazine Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v8i2.547

Abstract

Penyakit tidak menular menjadi penyakit tersering yang diderita kelompok geriatrik. Hipertensi masuk dalam sepuluh penyakit terbanyak pada geriatrik. Kepatuhan merupakan penentu utama efektivitas pengobatan penyakit dengan terapi jangka Panjang seperti hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan dengan outcome therapy antihipertensi pada geriatrik di Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda. Penelitian dilakukan pada bulan Juni – Juli 2020 dengan desain penelitian cross sectional. Pengukuran kepatuhan menggunakan kuesioner medication adherence rating scale (MARS). Outcome therapy dinyatakan tercapai jika tekanan darah < 150/90 mmHg. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 62,5% responden memiliki kepatuhan yang rendah terhadap terapinya. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan dengan outcome therapy (nilai p 0,325), namun responden yang memiliki kepatuhan tinggi lebih banyak mencapai target outcome therapy-nya (55,6%) dibandingkan yang tidak mencapai target.
Analisis Faktor Resiko Hepatotoksik Dalam Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Pada Pasien Tuberkulosis Sahra Siami; Rizki Nur Azmi
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 1 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Tujuan Telaahan ini yaitu untuk Mengetahui faktor resiko hepatotoksik dalam penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit X Kota Samarinda. Metodologi: Penelitian ini termasuk jenis penelitian cohort retrospektif. Pengambilan sampling sendiri menggunakan metode purpose sampling dengan jumlah sampel 81 pasien dan teknik pengambilan data menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien TB dari tahun 2018 sampai 2020. Hasil: Didapatkan hasil bahwa faktor resiko yang memiliki yang memiliki nilai OR<1 adalah Jenis Kelamin dan Merokok. nilai OR>1 adalah Usia, Jenis TB, Terapi TB dan Outcome sedangkan untuk nilai p semua faktor resiko tidak memiliki hubungan yang signifikan. Dapat disimbulkan bahwa Faktor Resiko jenis kelamin, usia, jenis TB, penggunaan rokok, Konsumsi alkohol, terapi TB, Penyakit penyerta, parameter laboratorium dan outcome yang memungkinkan terkena hepatotoksik namun dalam penelitian ini adalah didapatkan hasil yang tidak signifikan. Manfaat: Dapat menjadi gambaran bagi pembaca mengenai kejadian hepatotoksik pada pasien tuberkulosis dengan penggunaan obat anti tuberkulosis dan dapat menjadi pertimbangan klinis pengunaan obat anti tuberkulosis.
Identifikasi Kejadian Hepatotoksik Pada Pasien Tuberkulosis Dengan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Tiara Ardiani; Rizki Nur Azmi
Borneo Student Research (BSR) Vol 3 No 1 (2021): Borneo Student Research
Publisher : Borneo Student Research (BSR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan studi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian hepatotoksisitas pada pasien tuberkulosis yang menggunakan obat anti tuberkulosis. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif responsif dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien tuberkulosis rawat inap di RSU Abdul Wahab Sjahranie dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. Data dianalisis menggunakan SPSS. Hasil: Dalam penelitian ini, 81 sampel dengan hepatotoksisitas 43,2% dan 56,8% tanpa hepatotoksisitas, 18,5% dengan hepatotoksisitas ringan, 23,5% dengan hepatotoksisitas sedang, 0% dengan hepatotoksisitas berat dan 1,2% dengan hepatotoksisitas sangat berat. Gejala hepatotoksisitas dengan mual 16%, muntah 13,6%, demam 11,1%, tidak memiliki gejala 12,3%, fatigue 9,9% dan nyeri perut 3,7%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 43,2% sampel mengalami hepatotoksisitas, secara umum sampel mengalami hepatotoksisitas sedang dan umumnya gejala hepatotoksik seperti mual. Manfaat: Dapat menjadi gambaran bagi pembaca mengenai kejadian hepatotoksik pada pasien tuberkulosis dengan penggunaan obat anti tuberkulosis dan dapat menjadi pertimbangan klinis pengunaan obat anti tuberkulosis.
Prevalence and Risk Factor Analysis of Anemia in Pregnancy Rizki Nur Azmi; Sri Wulandari
International Journal of Midwifery Research Vol. 2 No. 3 (2023): International Journal of Midwifery Research
Publisher : Department of Midwifery, Faculty of Nursing and Midwifery, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47710/ijmr.v2i3.39

Abstract

Anemia is a condition in which the total amount of iron in the body is reduced. If iron deficiency is severe enough it can cause interference with the reproduction of red blood cells and cause anemia. This condition will cause weakness, become obstacles to activity and will also hinder the growth and development of children. This research aims to describe prevalence of anemia during pregnancy and determine the risk factors that can influence it. This research is included in the analytic descriptive study using a cross-sectional approach design. The target was pregnant women who had an examination at the Hasanah Clinic in September-November 2022. The data were collected by face-to-face interviews and information in medical record. The results showed that 15% of pregnant women had mild anemia and all predicted risk factors did not significantly influence anemia, such as gestational age (p value 0.074), number of gravidity (p value 0.495), and mid-upper arm circumference (p value 1.000). The provision of iron supplements and good nutritional intake can be one of the efforts to prevent and overcome anemia in pregnant women which develops worse
Pemanfaatan Kulit Ari Kedelai sebagai Bahan Pembuatan Nugget untuk Peningkatan Gizi Anak Stunting: Soybean Husk as the Nugget Basic Ingredient to Improve the Nutrition of Stunting Sinta Ratna Dewi; Rizki Nur Azmi; Ika Ayu Mentari; Vera Herliani Pratiwi; Erlinda Dwi Afriliani; Nabilah Husna Fitriyani
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i5.4904

Abstract

Reducing the incidence of stunting in Indonesia is a top priority in overcoming health problems. Mesjid Ward, Samarinda City, is one of the areas that has a high prevalence of stunting, with as many as 34 children in 2020. Efforts to overcome this problem need to use unconventional food ingredients that contain adequate nutrition, are affordable, and are easy to obtain. Soybean husk, which has a high protein and fiber content, has the potential to be utilized in efforts to fulfill stunting children's nutrition. Community service activities aim to increase the utilization of soybean husk as processed healthy nuggets, increase public knowledge regarding stunting, and improve community skills in processing soybean husk-based nuggets—activities carried out by providing counseling and training. The results of this activity indicated that there was a significant change in the community's knowledge after giving the material (p-value <0.001). The knowledge about stunting and how to use soybean husk in processed food products has increased among the public.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Adverse Drug Reaction Obat Anti Inflamasi Non Steroid Pada Pasien Gout Amaliyah Permata; Rizki Nur Azmi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 21 No. 01 Juli 2024
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v0i0.17533

Abstract

Gout artritis adalah bentuk radang sendi parah yang disebabkan oleh penumpukan kristal di persendian akibat kadar asam urat yang berlebihan di dalam tubuh. Menurut Riset Kesehatan Dasar, prevalensi artritis gout di Indonesia adalah 11,9% pada tahun 2013, dan meningkat menjadi 18,9% pada tahun 2018. Obat antiinflamasi nonsteroid dapat meredakan gejala gout artritis. Penggunaan obat ini dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berupa nyeri gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kejadian adverse drug reaction penggunaan obat antiinflamasi non steroid pada pasien gout dan mengetahui faktor risiko kejadian adverse drug reaction penggunaan obat antiinflamasi non steroid pada pasien gout. Metode yang digunakan adalah observasional dan cross-sectional dengan pengumpulan data secara prospektif menggunakan formulir monitoring efek samping obat dan juga algoritma naranjo yang dikumpulkan melalui wawancara pasien. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS uji Fisher. Hasil penelitian menunjukan bahwa profil kejadian adverse drug reaction penggunaan obat antiinflamasi non steroid pada pasien gout didapatkan Jenis obat yang paling banyak menyebabkan adverse drug reaction yaitu natrium diklofenak sebanyak 70% dan asam mefenamat sebanyak 30%. Kejadian adverse drug reaction yang paling sering dikeluhkan yaitu perih pada perut sebanyak 56,3%. Berdasarkan hasil uji fisher’s, jenis kelamin dan Riwayat penyakit lambung memiliki nilai P<0,05 hasil tersebut menunjukan bahwa jenis kelamin dan riwayat penyakit lambung merupakan faktor risiko kejadian Adverse Drug Reaction penggunaan obat anti inflamasi non steroid.