Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengelolaan Bank Sampah sebagai implementasi Ekonomi Kreatif di Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo, Kecamatan Piyungan, Bantul Tendra Istanabi; Nur Miladan; Lintang Suminar; Kusumastuti Kusumastuti; Istijabatul Aliyah; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Rizon Pamardhi Utomo; Rr. Ratri Werdiningtyas; Galing Yudana
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7i3.2765

Abstract

One of the concrete steps of waste management that can be felt directly by the community in a small scope is the Waste Bank. However, the community often faces problems in managing waste through waste banks, namely related to limited human resources and facilities. The Guyub Rukun Dusun Madugondo waste e Bank is a waste bank that is experiencing problems with limited human resources and facilities. Efforts are needed to overcome the limitations of human resources and facilities so that the waste bank is able to continue to grow. Therefore, this community service activity is carried out to help overcome these problems by providing training methods to improve the managerial skills of waste bank managers and innovation in processing waste into creative economic products as well as providing supporting facilities grants. The training was carried out with waste bank management materials and making flower arrangements from recycled plastic waste materials. Meanwhile, the grant for supporting facilities is realized in the form of a waste press. The results of these community service activities can be felt directly by the waste bank manager and can reduce the problems faced by the Guyub Rukun Dusun Madugondo waste Bank manager.
Evaluasi Kapasitas Daya Tampung TPA Wonosari di Kota Singkawang Siska Ita Selvia; Lintang Suminar
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v7i2.166-174

Abstract

ABSTRAKSampah menjadi permasalahan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Singkawang. Timbunan sampah di Kota Singkawang meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas perekonomian yang terus berkembang. Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan banyak upaya mulau dari pengurangan dan pengelolaan sampah. Pengurangan dilakukan dengan menerapkan berbagai inovasi yang menerapkan teknologi dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Pengelolaan sampah di Kota Singkawang belum berjalan maksimal, dikarenakan daerah pelayanan pengelolaan sampah belum menyeluruh di Wilayah Kota Singkawang. Permasalahan sampah ini apabila tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Salah satu tahapan operasional yang paling penting adalah pengelolaan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Wonosari. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan prediksi jumlah sampah dan kapasitas daya tampung TPA Wonosari. Hal ini dimaksudkan agar dapat diberikan rekomendasi kebijakan dalam mengurangi produksi sampah sampai dengan pembukaan lahan baru untuk TPA dan peningkatan pengawasan dan pengelolaan terhadap sarana prasarana TPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif evaluatif, dimana menggunakan pendekatan persamaan geometrik dalam melakukan prediksi timbulan sampah dan kapasitas daya tampung TPA.Kata kunci: sampah; tempat pemrosesan akhir; wonosari; daya tampung; sisa umur pakaiABSTRACTSolid Waste is a problem in almost all regions in Indonesia, including in Singkawang, West Kalimantan. Waste generation in Singkawang are increasing along with the increasing population and growing economic activity. The Government of Singkawang through the Environmental Service Department has made many efforts, starting from waste reduction and waste management. The reduction is carried out by implementing various innovations that apply technology and increase public awareness. Waste management in Singkawang has not run optimally, because the waste management service area is not comprehensive in the all sub district. This waste problem if not handled properly will cause pollution to the environment. One of the most important operational stages is management at the Wonosari Waste Final Disposal Site (TPA). The purpose of this study is to predict the amount of waste and the capacity of the Wonosari TPA. This is intended so that policy recommendations can be given in reducing waste production to opening new land for TPA and improving supervision and management of TPA infrastructure. The method used in this study is a descriptive evaluative method, which uses a geometric equation approach to predict waste generation and landfill capacity.Keywords: solid waste, final disposal, wonosari; carrying capacity; useful life
Dampak Industri PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban terhadap Kondisi Permukiman di Sekitarnya Rahma Novita Sari; Winny Astuti; Lintang Suminar
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.90054.%p

Abstract

Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Timur yang memiliki kawasan peruntukkan industri berskala internasional, yaitu PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban yang berdiri sejak tahun 1994. Pada tahun 2023, industri semen ini memiliki kapasitas produksi mencapai 15 juta ton/hari. Namun, lokasi industri ini tidak sesuai dengan peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Kawasan Industri yang menjelaskan bahwa jarak industri dengan kawasan permukiman minimal 2.000 m untuk menghindari dampak negatif yang akan dirasakan oleh masyarakat sekitar. Pada kenyataannya, lokasi industri semen ini memiliki jarak kurang dari 2.000 m. Kondisi eksisting dan perkembangan industri tersebut tiap tahunnya akan berdampak pada kawasan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak apa saja yang ditimbulkan oleh industri semen terhadap kawasan permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah skoring dengan jenis penelitian cross-sectional. Terdapat kelompok target, yaitu kawasan permukiman yang terletak antara radius 0-2.000 m, dan kelompok kontrol, yaitu kawasan permukiman yang terletak antara radius 2000-4000 m. Dari hasil analisis, diketahui bahwa industri semen pabrik Tuban memberikan dampak terhadap kawasan permukiman pada radius 0-2.000 m, baik dampak negatif maupun dampak positif. Industri semen ini memberikan dampak negatif terhadap kondisi lingkungan, kondisi sosial, dan kondisi tata guna lahan. Di sisi lain, dampak positif ditimbulkan industri semen ini terhadap kondisi perekonomian masyarakat sekitarnya.
Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa sebagai Ruang Publik di Kota Bekasi Avinda Ayu Mutiara Rizky; Soedwiwahjono Soedwiwahjono; Lintang Suminar
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.78740.138-153

Abstract

Penurunan kualitas kota dapat disebabkan olehbanyaknya pertumbuhan pembangunan yang tidak menyertakan keseimbangan alam. Taman kota dan hutan kota merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kawasan Perkotaan. Keduanya termasuk dalam ruang publik yang dapat menginteregasikan manfaat lingkungan dan sosial sekaligus dalam satu waktu. Dalam mencapai perannya, ketersediaan taman kota tidak cukup berdasarkan kuantitasnya saja tetapi perlu melihat kualitas supaya tercipta kawasan perkotaan yang baik dan seimbang. Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa hadir sebagai taman kota yang memiliki karakteristik hutan kota yang terletak pada pusat Kota Bekasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat kualitas Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa sebagai ruang publik dilihat dari kebutuhan pengunjung, hak pengunjung, dan kebermaknaan pada ruang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi lapangan secara langsung dan studi literatur. Penelitian ini menggunakan teknik analisis skoring dan analisis deskriptif. Penilaian tingkat kualitas Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa diturunkan dari komponen pembentuk ruang publik yang baik, yaitu aspek kebutuhan pengunjung, aspek hak pengunjung, aspek bermakna pada ruang, dan aspek keamanan. Berdasarkan analisis terhadap keempat komponen tersebut, aspek hak pengunjung mendapatkan skor tertinggi dengan kualifikasi kualitas baik, diikuti dengan aspek bermakna pada ruang memiliki kualifikasi kualitas baik, aspek kebutuhan pengunjung memiliki kualifikasi kualitas baik, dan aspek keamanan memiliki nilai terendah dengan kualifikasi kualitas buruk. Berdasarkan hasil penilaian tingkat kualitas secara keseluruhan, Taman Hutan Kota Patriot Bina Bangsa termasuk dalam kategori kualitas baik.
Analisis Faktor Pemilihan Lokasi Perumahan Peri-Urban Bagian Selatan Kota Semarang (Studi Kasus: Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang) Rifda Asyifah Syandana; Lintang Suminar; Kusumastuti Kusumastuti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.91004.26-38

Abstract

Urbanisasi menyebabkan Kota Semarang berkembang pesat dan mengalami pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan kebutuhan ruang untuk kegiatan di dalam kota. Adanya keterbatasan lahan di Kota Semarang tidak dapat mengakomodasi kebutuhan ruang sehingga menyebabkan adanya perluasan perkembangan perkotaan ke wilayah pinggiran kota atau wilayah peri-urban. Wilayah peri-urban Kota Semarang, yakni Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur mengalami perubahan guna lahan, khususnya menjadi lahan permukiman, sebagai akibat dari perluasan perkembangan perkotaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan lokasi perumahan peri-urban bagian selatan Kota Semarang. Dari hasil penelitian, didapatkan 4 kelompok faktor dengan 8 faktor di dalamnya. Keempat kelompok faktor tersebut, yakni: 1) aksesibilitas dan sarana prasarana, yang terdiri dari faktor kemudahan mengakses transportasi, jarak menuju pusat kota, dan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana penunjang; 2) kenyamanan lingkungan, yang terdiri dari faktor tingkat kerawanan bencana dan kenyamanan lingkungan; 3) keamanan dan legalitas, yang terdiri dari faktor tingkat keamanan dan legalitas pendirian rumah; dan 4) harga beli rumah.
Pengaruh Penataan Fisik Permukiman Kumuh terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta Rokhana Tri Wekawati; Lintang Suminar; Murtanti Jani Rahayu
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.81131.39-54

Abstract

Permukiman kumuh yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai masalah bagi suatu kota, seperti wajah dan lingkungan perkotaan yang menjadi buruk dan kotor, susahnya penertiban bangunan, masalah keamanan, serta masalah kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat penghuni permukiman kumuh. Dalam hal ini, pemerintah membuat berbagai program untuk mengatasi permukiman kumuh yang ada di Indonesia. Kelurahan Kricak merupakan salah satu kelurahan prioritas program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kota Yogyakarta, dimana dilakukan penataan permukiman kumuh sejak tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penataan fisik permukiman kumuh terhadap kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kricak menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi logistik ordinal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penataan fisik pada komponen permukiman kumuh memiliki pengaruh kuat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kricak mengalami peningkatan baik dari aspek fisik dan lingkungan, keamanan, ekonomi maupun aspek sosial setelah dilakukan penataan permukiman kumuh di lingkungan tempat tinggalnya.
Faktor Utama yang Memengaruhi Kinerja Jalan pada Koridor Perdagangan Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta Aldi Fauzan Mawardi; Lintang Suminar; Murtanti Jani Rahayu
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.81577.%p

Abstract

Aktivitas komersial perkotaan memicu kebutuhan terhadap sistem transportasi yang terintegrasi pada Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta. Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta menjadi salah satu koridor perdagangan utama di Kota Surakarta dengan banyak komoditas perdagangan. Bentuk perkembangan ini menghadirkan kebutuhan  sistem kegiatan, sistem pergerakan, dan sistem jaringan yang dapat mengakomodasi kebutuhan aktivitas di dalam kawasan. Kebutuhan kinerja jalan dengan kualitas yang baik menjadi isu utama dalam sistem transportasi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi kinerja jalan pada koridor perdagangan Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif. Data penelitian berasal dari observasi dan studi dokumen instansi. Faktor utama diidentifikasi berdasarkan konteks teori sistem transportasi, yaitu intensitas aktivitas perdagangan, aksesibilitas koridor, dan angka kinerja jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berpengaruh pada kinerja jalan di lokasi studi adalah angka volume kendaraan. Faktor utama di luar variabel kinerja jalan adalah aksesibilitas koridor dengan subvariabel ketersediaan transportasi publik. Untuk meningkatkan kualitas kinerja jalan pada kawasan,  diperlukan kebijakan yang terkait dengan pengendalian volume kendaraan yang dalam konteks koridor perdagangan berupa pengaturan dan sosialisasi penggunaan transportasi publik dalam mengatasi hambatan samping.
Ekspresi Modal Sosial Berbasis Kepedulian Lingkungan dalam Pengelolaan Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul Tendra Istanabi; Nur Miladan; Lintang Suminar; Rizon Pamardhi Utomo
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.78165.101-111

Abstract

Pengelolaan bank sampah memiliki potensi menjadi kelembagaan di tingkat lingkungan permukiman yang fokus dalam mengelola permasalahan sampah. Salah satu kunci dalam pengelolaan bank sampah adalah kepemilikan modal sosial. Bank sampah mampu menjadi katalisator modal sosial berbasis kepedulian lingkungan. Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo adalah salah satu rintisan bank sampah di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul yang masih berjuang dalam pengembangan. Bank sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo masih memiliki berbagai keterbatasan baik dari sumberdaya manusia maupun sarana dalam menunjang pengelolaan sampah. Namun demikian, Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo dinilai memiliki modal sosial yang cukup sehingga dapat tetap beroperasi walaupun terdapat banyak keterbatasan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di bank sampah tersebut dengan tujuan untuk membantu mengatasi permasalahan pengelolaan bank sampah dengan pendekatan modal sosial berbasis kepedulian lingkungan. Bentuk kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam kerangka pikir mengembangkan komponen modal sosial yaitu kepercayaan, norma, dan jaringan. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan meliputi studi banding, Focus Group Discussion (FGD), dan bantuan sarana. Hasil dari kegiatan ini yaitu mendorong penguatan modal sosial melalui implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada ekspresi modal sosial yang meiputi kepercayan, norma, dan jaringan.
Analisis Faktor Penyebab Perkembangan Permukiman di Kawasan Peri-Urban Kecamatan Baki Berdasarkan Persepsi Stakeholder Arya Perdana Nusantara; Winny Astuti; Lintang Suminar
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.90707.112-124

Abstract

Perkembangan permukiman di kawasan peri-urban merupakan fenomena yang terjadi seiring perkembangan suatu kota yang sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan penggunaan lahan warganya. Kebutuhan lahan yang semakin meningkat menyebabkan perkembangan permukiman meluas menuju kawasan peri-urban. Kawasan peri-urban Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, merupakan kawasan yang terdampak ekspansi perkotaan Kota Surakarta yang telah terlalu padat. Kecamatan Baki memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dibandingkan kawasan peri-urban Kota Surakarta lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor utama penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Faktor-faktor penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban berdasarkan penelitian terdahulu yaitu faktor aksesibilitas, faktor demografi, faktor konversi penggunaan lahan, faktor kebijakan penggunaan lahan, serta faktor sarana penunjang perumahan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis geospasial dengan menggunakan data sekunder serta dipadukan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner terhadap stakeholder. Analisis overlay peta dilakukan dengan cara tumpang tindih beberapa peta untuk mendapatkan informasi terkait faktor penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Selanjutnya, analisis AHP dilakukan dengan menghitung bobot tertinggi dari hasil kuesioner untuk kemudian dilakukan pemeringkatan guna mendapatkan faktor utama penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2003 hingga 2023, perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki mengalami perluasan 72 ha. Hasil penelitian juga menunjukkan pemeringkatan faktor utama penyebab perkembangan permukiman yaitu faktor kebijakan penggunaan lahan, faktor persebaran sarana pendidikan, faktor persebaran jalan, faktor sarana perbelanjaan, dan faktor sarana kesehatan.
Penerapan Konsep Green City pada Taman Kota (Studi Kasus: Taman Kota Blang Padang, Kota Banda Aceh) Amalia Fitria; Galing Yudana; Lintang Suminar
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.84771.98-110

Abstract

Konsep green city menerapkan konsep ramah lingkungan yang menitikberatkan pembangunan hijau perkotaan. Kota Banda Aceh merupakan salah satu kota yang menerapkan konsep green city di Indonesia. Penerapan green city di Kota Banda Aceh sudah diterapkan sejak tahun 2011 dan tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh tahun 2009-2029. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan salah satu indikator penting dalam penerapan konsep green city. DI Kota Banda Aceh, RTH dengan jenis taman kota mengalami peningkatan yang lebih tinggi dari jenis RTH lainnya, dimana terdapat 68 taman kota di Kota Banda Aceh. Penelitian ini berfokus pada Taman Kota Blang Padang dikarenakan merupakan taman terluas di Kota Banda Aceh tetapi muncul pertanyaan apakah penyediaan Taman Kota Blang Padang sudah sesuai dengan penerapan konsep green city. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui penerapan konsep green city pada Taman Kota Blang Padang dan kesesuaian terhadap Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang(ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 14 tahun 2022 yang mengatur tentang penyediaan RTH. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis skoring, analisis pembobotan,dan analisis kesesuaian. Penelitian ini menggunakan variabel, yaitu: (1) vegetasi; (2) fasilitas taman; (3) energi terbarukan; (4) pengelolaan air; (5) pengelolaan sampah; (6) komunitas hijau; dan (7) transportasi ramah lingkungan. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa Taman Kota Blang Padang memiliki tingkat kesesuaian sebesar 54,76% yang tergolong dalam kategori cukup sesuai sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kesesuaian Taman Kota Blang Padang belum maksimal berdasarkan penerapan konsep green city.