Andi Suhenda
Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MEDIA INFORMASI

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DOKTER DENGAN KESESUIAN KODING DIAGNOSIS BERDASARKAN ICD-10 DI RSUD ARJAWINANGUN KABUPATEN CIREBON Andi Suhenda; Bambang - Karmanto; Suhartini - -
Media Informasi Vol 16, No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v16i1.558

Abstract

PENDAHULUAN Rekam medis yang tidak diisi dengan tepat dan lengkap akan mengakibatkan informasi yang dihasilkan menjadi tidak akurat. Diagnosis harus sesuai dengan ICD-10 agar proses pengkodingan menjadi lebih mudah dan menghasilkan kode diagnosis yang tepat dan akurat. Tujuan umum penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dokter tentang rekam medis dengan ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD-10 di Unit Rawat Jalan RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon.METODE Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian seluruh dokter spesialis sebanyak 34 orang dan dokumen rekam medis Rawat Jalan sebanyak 1200 dokumen. Sampling pada dokter menggunakan teknik total sampling dan pada dokumen rekam medis menggunakan teknik accidental sampling. instrumen peneltian adalah kuesioner dan checklist. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-square.HASIL Pengetahuan responden tentang rekam medis tinggi (61,8%), dan sikap responden tentang rekam medis baik dan kurang baik sama (50%). Ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD sebanyak 1067 dokumen rekam medis (88,9%). Ketidaktepatan koding diagnosa berdasarkan ICD sebanyak 19 dokter (55,9%) dari 34 dokter. Pengetahuan dengan ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD tidak berhubungan secara signifikan dengan p value = 0,601 dan nilai RP = 1. Sikap dengan ketepatan koding diagnosis berdasarkan ICD tidak berhubungan secara signifikan dengan p value = 0,084 dan nilai RP = 0,18.SIMPULAN Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dokter tentang rekam medis dengan kesesuaian koding diagnosis berdasarkan ICD-10 di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Peneliti lain selanjutnya, agar memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi ketepatan koding diagnosis.
ANALISIS SEGMENTASI PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD SINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA KABUPATEN TASIKMALAYA Eka Deta Lestari; Andi Suhenda
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.634

Abstract

Latar Belakang : Sebagai pengguna jasa layanan kesehatan, pasien memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dibutuhkan segmentasi pasien agar dapat menemukan strategi dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik agar mutu rumah sakit meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui analisis segmentasi pasien rawat jalan di RSUD Singaparna Medika Citrautama.Metode Penelitian : kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah data rekam medis pasien rawat jalan bulan Februari 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 376 data. Metode pengumpulan data menggunakan observasi serta analisis univariat.Hasil Penelitian : Segmentasi geografis tertinggi berasal dari Kabupaten Tasikmalaya (85,4%), Segmentasi demografis tertinggi usia 18-35 tahun (31,6%) dan jenis kelamin perempuan (56,6%), segmentasi psikografis tertinggi kunjungan poliklinik IGD (31,6%) dan cara pembayaran asuransi (82,7%), segmentasi perilaku tertinggi kunjungan pasien lama (66%).Kesimpulan : Peluang pemasaran  rumah sakit dapat menjadikan kabupaten Garut sebagai target, meningkatkan kerjasama dengan pihak asuransi, melakukan evaluasi terhadap media promosi dan strategi. Diharapkan rumah sakit dapat melakukan segmentasi secara berkala untuk menetapkan target dan meningkatkan pelayanan pasien.