Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dengan Keikutsertaan Wanita Usia Subur (WUS) dalam Pemeriksaan IVA Misrina Retnowati; Naomi Pramila
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.905 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol7.iss2.97

Abstract

Cancer is a non-communicable disease that has become a health problem in the world, including in Indonesia. The high mortality rate from cervical cancer globally can be reduced by early detection through IVA testing. The high number of cervical cancer sufferers in Indonesia is due to the low motivation of WUS to perform IVA examinations, based on WUS 'knowledge of IVA examinations. This study aims to determine the relationship between knowledge and participation of women of childbearing age in IVA examinations in Pangebat Village. This type of research is an analytical survey research using a cross sectional approach. The population in this study were all women of fertile age (WUS) in Pangebat village as many as 851 people. The sample in this study as many as 90 people were taken by proportional random sampling technique. Univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using Chi Square test. The results showed that knowledge of WUS about cervical cancer was mostly good as many as 48 people (53.3%) and most of them did not follow IVA examination as many as 56 people (62.2%). The results of bivariate analysis using the chi square test obtained p value = 0.010, which means that there is a relationship between knowledge and participation of WUS in the IVA examination. The conclusion is that there is a relationship between knowledge and the participation of women of childbearing age in IVA examinations in Pangebat Village.
Hubungan Faktor-Faktor Yang Relevan Pada Kondisi Kelelahan Ibu Rumah Tangga Yang Menyusui Bayi 0-12 Bulan Di Wilayah Kotatip Cilacap Naomi Parmila Hesti Savitri; Misrina Retnowati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.296 KB)

Abstract

Rutinitas ibu rumah tangga setara dengan 14 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu. Rutinitas ibu rumah tangga ditambah dengan kondisi menyusui dapat menyebabkan kelelahan yang berakibat terjadi gangguan mental sehingga mempengaruhi ibu kesulitan dalam memberikan ASI dan cenderung mengalami leisure gap atau kesenjangan waktu luang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor yang relevan pada kondisi kelelahan ibu rumah tangga yang menyusui bayi 0-12 bulan. Metode penelitian adalah observasional analitik untuk menjelaskan hubungan faktor yang relevan terhadap kondisi kelelahan pada 33 ibu rumah tangga yang menyusui bayi 0-12 bulan di wilayah kotatip Cilacap yang dipilih menggunakan teknik area proportional random sampling. Analisa data dengan uji chi quadrat dan uji korelasi eta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh bermakna dari faktor aktivitas fisik (p<0,01), dan faktor kondisi lingkungan (p<0,01) terhadap kondisi kelelahan ibu. Sedangkan faktor kondisi fisik tidak bermakna mempengaruhi kondisi kelelelahan ibu (p>0,01). Hubungan yang kuat dalam mempengaruhi kondisi kelelahan ibu adalah aktivitas fisik dengan koefisien korelasi 0,671. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh bermakna dari faktor aktivitas fisik dan kondisi lingkungan terhadap kelelahan ibu. Terdapat hubungan yang kuat antara aktivitas fisik dengan kelelahan ibu rumah tangga yang menyusui bayi 0-12 bulan.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap WUS Dengan Pemeriksaan Sadari Dalam Deteksi Kanker Payudara Di Desa Pangebatan Misrina Retnowati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.303 KB)

Abstract

Kanker payudara merupakan tumor ganas pada sel-sel yang terdapat pada jaringan payudara yang paling sering terjadi pada wanita. Deteksi dini dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau lebih dikenal dengan istilah SADARI yang merupakan salah satu langkah deteksi dini untuk menemukan kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap WUS dengan pemeriksaan SADARI. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Popuasi dalam penelitian ini adalah semua Wanita Usia Subur (WUS) berusia 30-45 tahun sebanyak 295 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 75 orang diambil dengan Teknik simple random sampling. Analisis data terdiri analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berpengetahuan cukup tentang pemeriksaan SADARI sebanyak 54,7%, sebagian besar responden mempunyai sikap yang cukup terhadap pemeriksaan SADARI sebanyak 69,3%, Sebagian besar responden tidak melakukan pemeriksaan SADARI sebanyak 61,3%. Ada hubungan pengetahuan dengan pelaksanaan pemeriksaan SADARI dengan p value 0,021. Ada hubungan sikap dengan pelaksanaan pemeriksaan SADARI dengan p value 0,001. Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan pemeriksaan SADARI dalam deteksi kanker payudara
Hubungan Pendidikan Dan Pengetahuan Dengan Keteraturan Kunjungan Antenatalcare Pada Ibu Hamil Di Karanglewas Misrina Retnowati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.821 KB)

Abstract

Antenatal care (ANC) merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil agar dapat melahirkan bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir. Pemantauan pelayanan antenatal oleh seorang ibu hamil dapat dilihat dari cakupan pelayanan antenatal, cakupan pelayanan antenatal care dapat dipantau melalui pelayanan kunjungan pertama ibu hamil (K1) sampai kunjungan K4. Standar waktu ANC tersebut ditentukan untuk menjamin waktu pelayanan khususnya dalam memberikan kesempatan yang cukup dalam menangani kasus risiko tinggi yang ditemukan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Popuasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil pada bulan januari-maret 2020 sebanyak 43 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 43 orang diambil dengan Teknik total sampling. Analisis data terdiri analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Sebagian responden berpendidikan dasar sebanyak 51,2%, sebagian besar responden berpengetahuan kurang sebanyak 60,5%, sebagian besar responden tidak teratur melakukan kunjungan antenatalcare sebanyak 55,8%. Ada hubungan pendidikan dengan keteraturan kunjungn antenatalcare p value 0,000. Ada hubungan pengetahuan dengan keteraturan kunjungan antenatalcare dengan p value 0,000. Ada hubungan pendidikan dan pengetahuan dengan keteraturan kunjungan antenatalcare pada ibu hamil
Manfaat Muscle Pumping dan Pengencangan Otot Transversus Abdominis terhadap Penurunan TFU (Tinggi Fundus Uteri) pada Ibu Nifas Misrina Retnowati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.003 KB)

Abstract

Involusi adalah suatu proses dimana uterus kembali kekondisi sebelum hamil dengan berat sekitar 60 gram. Apabila terjadi kegagalan involusi uterus untuk kembali pada keadaan tidak hamil maka akan menyebabkan sub involusi. Gejala dari sub involusi meliputi lochea menetap/merah segar, penurunan fundus uteri lambat, tonus uteri lembek, tidak ada perasaan mules pada ibu nifas akibatnya terjadinya perdarahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat Muscle Pumping dan Pengencangan Otot Transversus Abdominis terhadap penurunan TFU ibu nifas. Rancangan pada penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan metode eksperimental dan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas yang memenuhi criteria inklusi yang berjumlah 20 ibu nifas. Penelitian dilakukan di BPM Bidan Bety Cilacap Jawa Tengah. Hasil penelitian di dapatkan bahwa usia ibu nifas yang usianya lebih tua banyak yang dipengaruhi oleh proses penuaan, proses penuaan ini menyebabkan meningkatkan jumlah lemak. Penuaan protein dapat menghambat involusi uteri, dan paritas pada ibu nifas ototnya sering meregang hal ini dapat memerlukan waktu yang lama untuk mengembalikannya kebentuk semula. Hal ini juga dapat mempengaruhi proses involusi. Hasil analisa yang didapatkan bahwa ada Manfaat Muscle Pumping dan Pengencangan Otot Transversus Abdominis dengan penurunan TFU ibu nifas. Berdasarkan pada hasil penelitian dengan menggunakan SPSS tingkat keyakinan 95% α (5%) dan didapatkan t tabel = 2,024. Ternyata t hitung> t tabel 5,980 > 2,024394, berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat Manfaat Muscle Pumping Dan Pengencangan Otot Transversus Abdominis Terhadap Penurunan TFU Ibu Nifas
SLOW STROKE BACK MASSAGE UPAYA MENGURANGI NYERI LUKA JAHITAN PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM HARI KEDUA Anisa Sevi Oktaviani; Misrina Retnowati; Ernawati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 19 No 2 (2023): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the pain rates in postpartum mothers is caused by perienal wound pain. Perineal lesions occur in almost all vaginal deliveries, whether they are intentional injuries with an episiotomy or rupture resulting from childbirth. Slow Stroke Back Massage (SSBM) effectively reduces pain by stimulating the body to release endorphin compounds that can eliminate pain naturally so that you feel more comfortable. The purpose of this study is to determine the effect of slow stroke back massage as an effort to reduce perineal suture wound pain in postpartum mothers on the second day. The research method uses Quasi Experimental with Pre And Post Test Without Control design. The samples in this study were all mothers who experienced perineal rupture in postpartum mothers on the second day who became patients for postpartum maternal care at the AmbeR Mom and Baby Care clinic totaling 33 postpartum mothers. Data analysis using Wilcoxon test. The results showed a significant reduction in pain from respondents. Conclusion there is an effect of slow stroke back massage as an effort to reduce perineal suture wound pain in postpartum mothers on the second day. Keywords: perineal pain, slow stroke back massage, postpartum
ANALISIS FAKTOR PENYULIT DALAM PEMBERIAN ASI SECARA ON DEMAND DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2013 Febriningsih, Ayu; Trisnawati, Yuli; Retnowati, Misrina
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.546 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.1-7

Abstract

Latar Belakang : Menyusui pada permintaan adalah di mana ibu menyusui bayinya setiap permintaan dan bukan per jam. Kendala dalam menyusui on demand masalah dengan ibu dan bayi. Tujuan : Untuk menentukan faktor yang terkait dengan kesulitan dalam permintaan menyusui. Metode : Penelitian ini wass korelasi deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel adalah ibu menyusui baru yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan di Puskesmas Kalimanah Purbalingga sebagai 78 orang. Metode analisis data yang digunakan validitas isi. Hasil : Pengetahuan tentang keperawatan ibu sebagian besar cukup baik sebanyak 48 orang ( 61,5 % ) , ibu menyusui bekerja sebagian besar tidak bekerja sebanyak 49 orang ( 62,8 % ) , sikap ibu menyusui cukup baik karena sebagian besar 49 orang ( 62,8 % ) , sebagian besar ibu menyusui untuk menyusui bayinya pada permintaan sebanyak 53 orang ( 67,9 % ) , ada hubungan antara pengetahuan menyusui kesulitan dalam memberikan ibu menyusui on demand ( p = 0,005 dan 0,347 cc = ) , ada hubungan antara kesulitan pekerjaan ibu menyusui terhadap ibu dalam menyusui on demand ( p = 0,004 dan 0,308 cc = ) , ada hubungan antara sikap ibu terhadap ibu menyusui dalam kesulitan menyusui on demand ( p = 0,001 dan 0,399 cc = ). Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan, kerja dan sikap terhadap ibu menyusui dalam kesulitan menyusui on demand.
STUDI DESKRIPTIF PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG GIZI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI PUSKESMAS SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS Trisnawati, Yuli; Purwanti, Sugi; Retnowati, Misrina
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.02, DESEMBER 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i02.218

Abstract

ABSTRAKSeribu hari pertama kehidupan adalah periode seribu hari mulai sejak terjadinya konsepsi hingga anak berumur 2 tahun. Seribu hari terdiri dari, 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi dilahirkan. Periode ini disebut periode emas (golden periode) atau disebut juga sebagai waktu yang kritis, yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan terjadi kerusakan yang bersifat permanen (window of opportunity). Ibu hamil, ibu menyusui, bayi baru lahir dan anak usia di bawah dua tahun (baduta) merupakan kelompok  sasaran untuk meningkatkan kualitas kehidupan 1000 hari pertama manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang gizi 1000 hari pertama kehidupan serta hubungan antara pengetahuan dan sikapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 30 ibu hamil. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan responden tentang gizi 1000 hari pertama kehidupan adalah baik,  dan sebagian besar sikap responden terhadap gizzi 1000 haari pertama kehidupan adalah mendukung. Namun setelah diuji korelasikan tidak terhadap hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap gizi 1000 hari pertama kehidupan, yaitu hasil nilai fisher exact adalah 0,589.Kata Kunci: ibu hamil, pengetahuan, sikap, gizi 1000 hari pertama kehidupan DESCRIPTIVE STUDY OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF PREGNANT WOMEN ON NUTRITION 1000 FIRST DAY OF LIFE IN HEALTH DISTRICT SOKARAJA BANYUMAS ABSTRACTThe first thousand days of life is a period of a thousand days from conception until a child since the age of 2 years. Consisting of one thousand days, 270 days and 730 days of pregnancy during the first life since birth. This period is called golden period (the golden period) or also called as a critical time, which if not used properly there will be permanent damage (window of opportunity). Pregnant women, nursing mothers, newborns and children under two years (baduta) a target group to improve the quality of life of mankind's first 1,000 days. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitude of pregnant women about nutrition first 1,000 days of life and the relationship between knowledge and attitude. This study using cross sectional sample of 30 pregnant women. The results of this study are mostly of knowledge about nutrition first 1,000 days of life is good, and the majority of respondents attitude towards life gizzi 1000 haari first is support. But after being tested are not correlated to the relationship between knowledge and attitudes towards nutrition of pregnant women first 1,000 days of life, which results fisher exact value is 0.589.Keywords: pregnant women, Knowledge, attitude, nutrition first 1,000 days of life
Hubungan Antara Status Gizi Balita Dengan Kejadian Ispa (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) Pada Balita Di Puskesmas Karanglewas Retnowati, Misrina
Viva Medika Vol 13 No 01 (2019)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v12i01.500

Abstract

Abstract Age toddlers are the most vulnerable groups with respiratory infection. Mortality survey conducted by the Subdit Tract Infection Acute Respiratory put Tract Infection Acute Respiratory /Pneumonia as a cause of infant mortality in the spread Indonesia with a percentage of 22.30% of all under-five deaths. This disease is influenced by several factors such as nutritional status. Status Nutrition is one of the indicators that describe the level of welfare of the community. The purpose of this research was to determine the Relationship Between Nutritional Status Of Toddlers With The Incidence Of Tract Infection Acute Respiratory On Toddlers In Puskesmas Karanglewas. This research uses a survey analytic methods with retrospectivecase control design approach. This research is done at the Puskesmas Karanglewas. The population is all children aged 1-5 years who suffer Tract Infection Acute Respiratory is 1501 cases and 232 do not suffer from Tract Infection Acute Respiratory as controls. The sample is comparable to the 94 for cases and 94 for control. The technique of sample collection is by using purposive sampling and simple random sampling technique. The data analysis with chi-square test. The analysis result is the majority of children under five suffering from malnutrition Tract Infection Acute Respiratory A total of 40 infants (42.6%). Statistical calculation results show value p-value = 0.000 while the value of α= 0.05 so that the p-value < 0.05 which means that there is a relationship between the nutritional status of toddlers with the incidence of Tract Infection Acute Respiratory on toddelrs. Conclusion there are a relationship between the nutritional status of toddlers with the incidence of Tract Infection Acute Respiratory on toddlers in Puskesmas Karanglewas Keywords: nutritional status toddler, Tract Infection Acute Respiratory
Stimulus Reflek Faring Dan Oral Motor Terhadap Peningkatan Frekuensi Menyusui Bayi Mubayinul Khoeroh; Lina Puspitasari; Misrina Retnowati; Arif Kurniawan
Jurnal Riset Teknologi Kesehatan Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Riset Teknologi Kesehatan (RITEKES) Volume 1, Nomor 2, Agustus 2025
Publisher : Universitas Amikom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35671/ritekes.v1i2.96

Abstract

Bayi baru lahir sering mengalami kesulitan menyusu akibat refleks oral yang belum matang. Stimulus refleks faring dan latihan oral motor merupakan intervensi sederhana untuk memperbaiki keterampilan menyusu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intervensi tersebut terhadap frekuensi menyusui bayi baru lahir. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan one group pretest-posttest design pada 30 bayi di Bidan Praktik Mandiri Kabupaten Cilacap. Instrumen berupa lembar observasi refleks menyusu (lemah, sedang, kuat). Intervensi diberikan dua kali sehari selama tiga hari, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon pada α = 0,05. Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar bayi memiliki refleks lemah (56,7%), sedangkan setelah intervensi tidak ada bayi dengan refleks lemah; mayoritas meningkat menjadi sedang (53,3%) dan kuat (46,7%). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). Kesimpulan: Stimulus refleks faring dan latihan oral motor efektif meningkatkan frekuensi menyusui bayi baru lahir.