Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : SNTE

Harmonic Assessment Mempertimbangkan Kapasitas dan Penempatan Fotovoltaik Melalui Metode Symbiotic Organism Search (SOS) di Sistem Distribusi Bawean Prasetyo, Mario Dwi; Riawan, Dedet Candra; Penangsang, Ontoseno
Seminar Nasional Teknik Elektro Vol. 3 No. 1 (2023): SNTE II
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2021-2030 akan dibangun PLTS dengan kapasitas 5 MW di Pulau Bawean pada tahun 2024. Dalam instalasi sistem PV grid tied perlu diperhatikan pemilihan tempat dan kapasitas optimal untuk mengurangi losses sistem. Namun, implementasi PV grid tied berpotensi menghasilkan distorsi harmonik akibat penggunaan inverter. Penelitian ini berkontribusi dengan melakukan optimasi dengan Symbiotic Organism Search (SOS) untuk menentukan lokasi dan kapasitas optimum pemasangan PV di Pulau Bawean. Hasil yang diperoleh dilakukan assessment harmonisa secara simulasi menggunakan software ETAP Power Station untuk mengetahui dampaknya ke sistem. Simulasi akan dilakukan dengan manufaktur inverter yang dioperasikan pada faktor daya 1 dan 0,85. Penentuan kapasitas dan lokasi optimum PV diperoleh sebesar 300kW di Penyulang Kota serta 250kW dan 350kW di Penyulang Sangkapura. Hasil yang diperoleh mampu meningkatkan tegangan rata-rata sistem dari 94,9% menjadi 95,9% serta mengurangi rugi-rugi daya dari 187kW menjadi 169kW. Semakin tinggi iradiasi, THDi pada sistem semakin tinggi dan sebaliknya pada sisi saluran yang terhubung langsung ke inverter akan semakin rendah. Nilai THDi di sistem Bawean masih di bawah standar IEEE 519 2014 dengan nilai batas aman adalah 15% kecuali THDi pada saluran output inverter masih melebihi standar IEEE 519 2014 dengan batas 5%. THDv sistem memiliki nilai yang masih di bawah standar IEEE 519 2014 yaitu kurang dari 8% untuk tegangan rendah dan kurang dari 5% untuk tegangan menengah. Pengoperasian inverter dengan faktor daya 0,85 lebih baik dalam memperbaiki tegangan dan mengurangi rugi-rugi jaringan namun menghasilkan distorsi harmonik lebih besar daripada pengoperasian faktor daya 1. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN 2021-2030 akan dibangun PLTS dengan kapasitas 5 MW di Pulau Bawean pada tahun 2024. Dalam instalasi sistem PV grid tied perlu diperhatikan pemilihan tempat dan kapasitas optimal untuk mengurangi losses sistem. Namun, implementasi PV grid tied berpotensi menghasilkan distorsi harmonik akibat penggunaan inverter. Penelitian ini berkontribusi dengan melakukan optimasi dengan Symbiotic Organism Search (SOS) untuk menentukan lokasi dan kapasitas optimum pemasangan PV di Pulau Bawean. Hasil yang diperoleh dilakukan assessment harmonisa secara simulasi menggunakan software ETAP Power Station untuk mengetahui dampaknya ke sistem. Simulasi akan dilakukan dengan manufaktur inverter yang dioperasikan pada faktor daya 1 dan 0,85. Penentuan kapasitas dan lokasi optimum PV diperoleh sebesar 300kW di Penyulang Kota serta 250kW dan 350kW di Penyulang Sangkapura. Hasil yang diperoleh mampu meningkatkan tegangan rata-rata sistem dari 94,9% menjadi 95,9% serta mengurangi rugi-rugi daya dari 187kW menjadi 169kW. Semakin tinggi iradiasi, THDi pada sistem semakin tinggi dan sebaliknya pada sisi saluran yang terhubung langsung ke inverter akan semakin rendah. Nilai THDi di sistem Bawean masih di bawah standar IEEE 519 2014 dengan nilai batas aman adalah 15% kecuali THDi pada saluran output inverter masih melebihi standar IEEE 519 2014 dengan batas 5%. THDv sistem memiliki nilai yang masih di bawah standar IEEE 519 2014 yaitu kurang dari 8% untuk tegangan rendah dan kurang dari 5% untuk tegangan menengah. Pengoperasian inverter dengan faktor daya 0,85 lebih baik dalam memperbaiki tegangan dan mengurangi rugi-rugi jaringan namun menghasilkan distorsi harmonik lebih besar daripada pengoperasian faktor daya 1.
Studi Komparasi dan Analisis Kumparan pada Wireless Power Transfer dengan Mempertimbangkan Variasi Jarak dan Misalignment Winarno, Tri; Riawan, Dedet Candra; Suryoatmojo, Heri
Seminar Nasional Teknik Elektro Vol. 3 No. 1 (2023): SNTE II
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pengisian kendaraan listrik dapat diklasifikasikan berdasarkan media pengisiannya, yaitu pengisian dengan kabel (Conductive Charging) dan tanpa kabel (Wireless Charging). Metode Wireless Charging sekarang ini mulai banyak diteliti karena dinilai lebih nyaman dan praktis untuk pengguna daripada metode pengisian dengan kabel. Wireless Power Transfer (WPT) merupakan metode yang sering digunakan pada pengisian beterai kendaraan listrik berbasis tanpa kabel atau wireless. Dalam membangun sistem WPT yang optimal diperlukan desain kumparan yang tepat karena parameter-parameter kumparan akan berdampak pada kinerja sistem WPT. Parameter yang dimaksud meliputi induktansi diri, induktansi timbal balik, dan kopling koefisien. Selain itu, desain kumparan ini nantinya akan mempengaruhi penerapan sistem WPT pada kendaraan listrik karena luas dari kendaraan listrik yang berbeda-beda. Pada penelitian ini akan dilakukan komparasi dan analisis kumparan circular planar spiral dan kumparan square planar spiral pada variasi jarak 10 hingga 100 mm dan misalignment 0 hingga 40 mm. pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kumparan square planar spiral menghasilkan daya ouput yang lebih besar daripada kumparan circular planar spiral pada variasi jarak dan misalignment yang sama.
Desain Pola Operasi Sistem Hibrida Sumber Energi Terbarukan pada Living Laboratory REIDI Nurcahya, Kevinda Anugrah; Riawan, Dedet Candra; Ashari, Mochamad
Seminar Nasional Teknik Elektro Vol. 4 No. 1 (2025): SNTE III
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46962/snte.25.102

Abstract

Penggunaan energi terbarukan dalam pembangkit listrik telah menjadi prioritas strategis global untuk rencana energi jangka menengah dan panjang, didorong oleh meningkatnya kebutuhan energi dan kesadaran dampak lingkungan dari bahan bakar fosil. Tantangan utama berupa intermittensi dan ketergantungan kondisi cuaca diatasi melalui implementasi Hybrid Renewable Energy System (HRES) yang mengintegrasikan berbagai sumber energi terbarukan dengan teknologi penyimpanan energi. Penelitian ini bertujuan merancang pola operasi optimal untuk meminimalkan biaya pengoperasian sistem hibrida pada Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI) menggunakan optimasi PYOMO. Sistem terintegrasi meliputi pembangkit listrik tenaga surya, sistem penyimpanan baterai (LFP dan VRLA), sistem penyimpanan hidrogen (HESS), pembangkit biomassa, diesel generator, dan koneksi jaringan PLN. REIDI difungsikan sebagai pembangkit tenaga listrik yang menyuplai kebutuhan beban di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sekaligus sebagai laboratorium untuk menyimulasikan kondisi-kondisi kelistrikan hibrida baik dalam mode on-grid maupun off-grid. Untuk fungsi sebagai pembangkit, energi yang dihasilkan REIDI sebesar 3.925,69 kWh per hari dengan biaya operasional Rp 1.220.109,61 dan keuntungan Rp 4.334.738,58 tanpa memperhitungkan investasi. Jika memperhitungkan investasi, keuntungan turun menjadi Rp 1.139.261,85. Untuk pemanfaatan sebagai laboratorium dengan profil beban 4.786 kWh per hari, optimasi dilakukan pada empat skenario yaitu on-grid normal operasi, on-grid dengan pembatasan jaringan, off-grid baterai grid forming, dan off-grid diesel grid forming. Hasil penelitian menunjukkan skenario on-grid normal operasi mencapai efisiensi ekonomi tertinggi dengan biaya operasional Rp 6.905.072,15. Sistem PV menunjukkan konsistensi pemanfaatan 100% di seluruh skenario, sementara biomassa terbukti ekonomis sebagai baseload dengan biaya Rp 1.065,39 per kWh. Konfigurasi off-grid mengalami peningkatan biaya signifikan hampir satu setengah kali, mengonfirmasi trade-off fundamental antara efisiensi ekonomi dan kemandirian energi.