Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Musamus Journal of Civil Engineering

Studi Eksperimen Kuat Tekan Beton Menggunakan Kerikil Yang Didatangkan Dengan Pasir Lokal Distrik Uilin Kabupaten Merauke Chitra utary; Budi Doloksaribu; Suyadi Suyadi
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 1 No 1 (2018): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v1i1.1169

Abstract

Merauke merupakan kota yang berkembang pesat dalam bidang konstruksi bangunan namun ketersedian material yang tidak memadai sehingga pada umumnya harus didatangkan dari luar pulau/daerah. Hal ini mengakibatkan harga bangunan menjadi cukup tinggi sementara permintaan akan sarana dan prasarana juga cukup tinggi sehingga diperlukan penelitian terhadap material yang tersedia pada quarry setempat untuk dapat dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai pengujian sifat-sifat material dan nilai kuat tekan beton yang dihasilkan untuk dapat digunakan sebagai material penyusun beton. Kuat tekan beton yang direncanakan yaitu 25 MPa dengan menggunakan pasir lokal Distrik Ulilin dan kerikil yang didatangkan dari luar pulau ( Sulawesi tengah- Palu). Standar yang digunakan dalam merencanakan proporsi campuran yaitu SNI 03-2834-2000. Hasil pengujian sifat-sifat agregat diperoleh nilai kadar air pasir lokal Distrik Ulilin 5,41 %, kadar lumpur 2,32 %, kadar organik yang melebihi warna standar kadar organik dari agregat halus yaitu berwarna coklat kehitaman, berat jenis SSD 2,70, penyerapan SSD 1,07 %, dan gradasi agregat diperoleh gradasi pasir yang sangat halus dengan batas gradasi yang mendekati gradasi no 4. Kuat tekan beton yang dihasilkan menggunakan material agregat dengan mencampurkan kerikil yang didatangkan dan pasir lokal Distrik Ulilin Kabupaten Merauke dengan perbandingan campuran 1 semen : 2,9 pasir : 3,02 kerikil diperoleh kuat tekan sebesar 33,95 MPa pada umur 28 hari dari rencana kuat tekan 25 MPa sebagai proporsi campuran material yang dapat diterima. Kata kunci: Kuat tekan beton, beton, pasir lokal Distrik Ulilin
Uji Pemetaan Topografi Lingkungan Perkotaan Menggunakan Surfer Agustan Agustan; Chitra Utary; Dewi S Nababan
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 1 No 2 (2019): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v1i2.2029

Abstract

Ada informasi ketinggian permukaan tanah lingkungan perkotaan Merauke sekitar 0-4m dpl dari kantor statistik, tetapi tidak menyajikan bentuk garis konturnya sehingga estimasi genangan dan aliran air sulit diprediksi. Peta topografi tidak selalu tersedia dan tidak ada jaminan memperoleh dengan cepat dan sesuai, sehingga menuntut upaya pemanfaatan perangkat lunak yang dapat menghasilkan garis kontur sesuai lokasi yang direncanakan. Pada eksperimen pembuatan kontur ini yang disiapkan adalah Google Earth, TCX Converter dan Surfer. Hasil diperoleh informasi ketinggian kontur 1–10 m dpl untuk keseluruhan zona path. Pesisir ketinggian 1 m dpl. Lingkungan perkotan rata-rata 4–8 m dpl. Dan 4 spot kecil ketinggian 9–10 m dpl. Kontur ini tidak sesuai berdasarkan data BPS dan fakta lapangan ketinggian dataran perkotaan Merauke hanya 1–4 m dpl. Faktor ketinggian badan bangunan sekitar 4 m, ketinggian atap sekitar 6 m, dan bangunan lantai 2 sekitar 8-10 m. dengan demikian citra satelit menterjemahkan ketinggian bangunan sebagai ketinggian permukaan tanah yang ditranslate ke dalam garis-garis kontur. Pembuatan kontur topografi melalui citra satelit dalam lingkungan perkotaan Merauke tidak dapat digunakan sebagai dasar rancangan pembangunan fisik, tetapi dapat dipakai sebagai salah satu alat pengukuran zona kenaikan badan bangunan pada ligkungan permukiman atau perkotaan.
Identifikasi Ketersediaan Perlengkapan Jalan Raya Chitra Utary; David Wadu Doko Riwu; Anita Pratiwi
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 2 No 01 (2019): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v2i01.2310

Abstract

Ketersediaannya infrastruktur pada suatu wilayah memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut. Salah satu indikator yang menunjang perkembangan suatu wilayah adalah infrastruktur/prasarana jalan. Infrastruktur/prasarana jalan terdiri dari bangunan pelengkap dan perlengkapannya untuk kelancaran, ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan. Untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas yang ada di jalan Raya mandala khususnya pada Simpang Tiga Toko Pratama Sampai Simpang Tiga Toko Adil, maka perlu adanya identifikasi ketersediaan perlengkapan jalan raya pada lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan perlengkapan jalan raya di Jalan Raya Mandala (Simpang Tiga Toko Pratama Sampai Simpang Tiga Toko Adil). Teknik pengumpulan data dalam peneltian ini adalah Observasi di lapangan dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud perlengkapan jalan raya yang ada meliputi zebra cross, garis marka, trotoar, lampu lalu lintas, lampu penerangan, tempat sampah, papan larangan, papan perintah, papan penunjuk arah
Analisis Perencanaan Ulang Perkerasan Kaku Dengan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP 2017) Dewi Sriastuti Nababan; Chitra Utary; Zas Dinda Marwati Murdin
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 01 (2021): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i01.3751

Abstract

Pertumbuhan lalu lintas pada jalan tersebut tidak sesuai dengan kondisi perkerasan saat ini. Jika dilihat dari kondisi jalan yang ada seiring dengan meningkatnya volume lalu lintas, beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan serta perkerasan yang telah melewati umur rencana dapat mengakibatkan terganggunya kelancaran dan kenyamanan bagi pengemudi serta dapat merugikan masyarakat akibat kendaraan yang cepat rusak. Karena jalan ini adalah jalan yang sering dilewati oleh masyarakat dan kendaraan bermuatan berat maka jalan ini sangat memerlukan perbaikan. Kondisi ini menjadi tujuan dasar dari penelitian untuk melakukan perencanaan ulang menggunakan perkerasan kaku pada jalan tersebut. Metode yang digunakan untuk perencanaan perkerasan kaku pada ruas jalan Bokem adalah Manual Desain Perkerasan 2017. Data yang dibutuhkan untuk perencanaan perkerasan kaku antara lain : Data lalu lintas harian rata-rata, data lalu lintas harian rata-rata per tahun, serta data nilai CBR yang diperoleh dari pengujian tanah dengan alat DCP. Selanjutnya, data-data tersebut dimasukkan dalam perhitungan penentuan tebal pelat jalan perkerasan kaku. Hasil perhitungan perencanaan perkerasan kaku dengan metode Manual Desain Perkerasan 2017 menghasilkan jenis perkerasan Beton Bersambung Tanpa Tulangan (BBTT), dengan tebal pelat beton 295 mm, lapis beton kurus (LMC) 100 mm, lapis drainase agregat kelas A 150 mm. Sambungan pada perkerasan kaku terbagi menjadi dua, yaitu sambungan memanjang dengan batang pengikat (tie bars) digunakan ulir Ø 16 – 750, dan sambungan melintang dengan ruji (dowel) digunakan tulangan polos D 36 - 300, dengan rencana anggaran biaya sebesar Rp10.159.935.000,00.
Tinjauan Tanah Dasar Jalan Payum Merauke Terhadap Nilai Kembang Susut Dan Bearing Capacity Hairulla Hairulla; Chitra Utary; Yance Kakerissa; Anita Pratiwi
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 01 (2021): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i01.3999

Abstract

Salah satu kekuatan suatu konstruksi ditentukan oleh kualitas tanah sebagai struktur dasar yang digunakan. Tanah yang memiliki kembang susut tinggi akan mengalami retak pada saat kering dan akan mengembang saat hujan karena banyak menyerap air. Jika suatu bangunan didirikan di permukaan tanah yang mengembang maka akan menyebabkan kerusakan pada bangunan tersebut. Seperti halnya yang terjadi pada Jalan Payum Merauke yang mengalami kerusakan berupa retakan dan penurunan perkerasan. Retakan yang terjadi kemungkinan dikarenakan besarnya tingkat pengembangan tanah dasar pada Jalan Payum Merauke, juga rendahnya nilai daya dukung tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kembang susut dan bearing capacity pada Jalan Payum Merauke. Metode yang digunakan yaitu pengujian sifat fisis tanah, kepadatan tanah, pengembangan tanah, dan CBR di laboratorium pada STA 0+050, STA 0+635, STA 0+677, STA 0+900, dan STA 1+070. Berdasarkan hasil pengujian, menurut klasifikasi USCS tanah dikategorikan pasir halus berlanau. Besarnya nilai kembang susut untuk STA 0+050, STA 0+635, STA 0+677, STA 0+900, dan STA 1+070 diperoleh rata-rata pengembangan sebesar 1,38% maka dapat dikategorikan sebagai tanah dengan potensi pengembangan sedang. Besarnya nilai bearing capacity pada STA 0+050, STA 0+635, STA 0+677, STA 0+900, dan STA 1+070 diperoleh rata-rata CBR sebesar 1,09% maka dapat dikategorikan sebagai tanah dengan tingkat daya dukung yang rendah.
Analisis Perencanaan Ulang Perkerasan Kaku Dengan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP 2017) Dewi Sriastuti Nababan; Chitra Utary; Zas Dinda Marwati Murdin
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 01 (2021): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i01.3751

Abstract

Pertumbuhan lalu lintas pada jalan tersebut tidak sesuai dengan kondisi perkerasan saat ini. Jika dilihat dari kondisi jalan yang ada seiring dengan meningkatnya volume lalu lintas, beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan serta perkerasan yang telah melewati umur rencana dapat mengakibatkan terganggunya kelancaran dan kenyamanan bagi pengemudi serta dapat merugikan masyarakat akibat kendaraan yang cepat rusak. Karena jalan ini adalah jalan yang sering dilewati oleh masyarakat dan kendaraan bermuatan berat maka jalan ini sangat memerlukan perbaikan. Kondisi ini menjadi tujuan dasar dari penelitian untuk melakukan perencanaan ulang menggunakan perkerasan kaku pada jalan tersebut. Metode yang digunakan untuk perencanaan perkerasan kaku pada ruas jalan Bokem adalah Manual Desain Perkerasan 2017. Data yang dibutuhkan untuk perencanaan perkerasan kaku antara lain : Data lalu lintas harian rata-rata, data lalu lintas harian rata-rata per tahun, serta data nilai CBR yang diperoleh dari pengujian tanah dengan alat DCP. Selanjutnya, data-data tersebut dimasukkan dalam perhitungan penentuan tebal pelat jalan perkerasan kaku. Hasil perhitungan perencanaan perkerasan kaku dengan metode Manual Desain Perkerasan 2017 menghasilkan jenis perkerasan Beton Bersambung Tanpa Tulangan (BBTT), dengan tebal pelat beton 295 mm, lapis beton kurus (LMC) 100 mm, lapis drainase agregat kelas A 150 mm. Sambungan pada perkerasan kaku terbagi menjadi dua, yaitu sambungan memanjang dengan batang pengikat (tie bars) digunakan ulir Ø 16 – 750, dan sambungan melintang dengan ruji (dowel) digunakan tulangan polos D 36 - 300, dengan rencana anggaran biaya sebesar Rp10.159.935.000,00.
Tinjauan Tanah Dasar Jalan Payum Merauke Terhadap Nilai Kembang Susut Dan Bearing Capacity Hairulla Hairulla; Chitra Utary; Yance Kakerissa; Anita Pratiwi
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 01 (2021): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i01.3999

Abstract

Salah satu kekuatan suatu konstruksi ditentukan oleh kualitas tanah sebagai struktur dasar yang digunakan. Tanah yang memiliki kembang susut tinggi akan mengalami retak pada saat kering dan akan mengembang saat hujan karena banyak menyerap air. Jika suatu bangunan didirikan di permukaan tanah yang mengembang maka akan menyebabkan kerusakan pada bangunan tersebut. Seperti halnya yang terjadi pada Jalan Payum Merauke yang mengalami kerusakan berupa retakan dan penurunan perkerasan. Retakan yang terjadi kemungkinan dikarenakan besarnya tingkat pengembangan tanah dasar pada Jalan Payum Merauke, juga rendahnya nilai daya dukung tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kembang susut dan bearing capacity pada Jalan Payum Merauke. Metode yang digunakan yaitu pengujian sifat fisis tanah, kepadatan tanah, pengembangan tanah, dan CBR di laboratorium pada STA 0+050, STA 0+635, STA 0+677, STA 0+900, dan STA 1+070. Berdasarkan hasil pengujian, menurut klasifikasi USCS tanah dikategorikan pasir halus berlanau. Besarnya nilai kembang susut untuk STA 0+050, STA 0+635, STA 0+677, STA 0+900, dan STA 1+070 diperoleh rata-rata pengembangan sebesar 1,38% maka dapat dikategorikan sebagai tanah dengan potensi pengembangan sedang. Besarnya nilai bearing capacity pada STA 0+050, STA 0+635, STA 0+677, STA 0+900, dan STA 1+070 diperoleh rata-rata CBR sebesar 1,09% maka dapat dikategorikan sebagai tanah dengan tingkat daya dukung yang rendah.
Analisa Kinerja Pada Ruas Jalan Pemuda Kabupaten Merauke Dengan Adanya Median Chitra Utary; Dewi Sriastuti Nababan; Nurmeila Umri Sholekhah
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 02 (2022): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i02.4449

Abstract

Abstrak - Kinerja jalan dipengaruhi beberapa faktor, selain aktivitas pada jalan kinerja lalu lintas juga dipengaruhi oleh aktivitas pada sisi jalan. Demilikian halnya pada jalan Pemuda terletak di salah satu daerah perbelanjaan dengan aktivitas sisi jalannya, seperti aktivitas jual beli pada kios dan dagangan lainnya yang sebagian besar tidak memiliki lahan parkir. Sehingga mengakibatkan kemacetan dan ketidakteraturan kendaraan yang melintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja jalan pada ruas jalan Pemuda setelah adanya median jalan. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan mengumpulkan data dari lapangan untuk mengetahui volume lalu lintas, selain itu juga untuk mengetahui kapasitas dan derajat kejenuhan dengan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa kinerja jalan pada jalan pemuda setelah adanya median tergolong B. Didapat perhitungan analisa dua arah yaitu Brawijaya-Sultan syarir dengan volume lalu lintas harian rata-rata sebesar 550,92 smp/jam, kapasitas 2821,5 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) adalah 0,22. Sedangkan arah Sultan syarir-Brawijaya volume lalu lintas harian rata-rata sebesar 496,26 smp/jam, kapasitas 2970 smp/jam dan derajat kejenuhan (DS) 0,17.
Perancangan Complete Streets Di Kota Merauke Sebagai Jalan Percontohan Eko Budianto; Chitra Utary; Muh Akbar
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 4 No 02 (2022): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v4i02.4640

Abstract

Complete Streets dapat mengakomodasi masyarakat pejalan kaki dengan jalan yang aman dan nyaman. Selain itu complete streets juga dapat menekan produktivitas yang berlebih dari sistem angkutan umum untuk meminimalisir kemacetan. Selain itu, keuntungan dari Complete Streets adalah akses kaum muda ke transportasi umum dan peningkatan penggunaan sarana prasrana transportasi. Complete Streets ramah terhadap pejalan kaki, pengguna sepeda dan penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian ini mendesain Complete Streets dengan pendekatan keselamatan berptransportasi dan mendorong kesehatan melalui berjalan kaki dan bersepeda. Metode yang digunakan yaitu deskriptip kuantitatif dengan mengumpulkan data dari lapangan untuk mengetahui lebar dimensi jalan, lebar trotoar, lebar rencana rth, lebar rencana jalur sepeda dan dimensi rencana public space. Peneltian ini dilakukan pada Jalan Trikora dengan dimensi jalan 10 meter. Hasil penelitian ini yaitu penyesuaian lebar jalan dengan pendekatan konsep complete street dari 10 meter menjadi 7,40 meter, dengan lebar masing-masing jalur 3,7 meter. Pengurangan lebar ini masih dalam standar suatu jalur pada jalan. Pengurangan lebar jalur ini dialih fungsikan menjadi jalur khusus sepeda dengan lebar masing-masing jalur 1 meter dan lebar pemisah berupa bak tanaman sebesar 30 centimeter. Adapun model jalur khusus sepeda digunakan adalah jalur sepeda tipe A dengan menggunakan bak tanaman (planter box). Penggunaan jalur sepeda tipe ini dinilai lebih aman dari konflik kendaraan dan lebih sustainable dengan adanya jalur hijau (vegetasi) sebab dapat mengurangi kebisingan kendaraan. Pendekatan konsep complete street juga memungkinkan adanya pelebaran jalur pedestrian dengan mengalihkan saluran terbuka ,menjadi saluran tertutup.
Pengaruh Pemakaian Semen Abu Bata Merah Untuk Stabilisasi Tanah Lempung Eko Budianto; Chitra Utary; Junaidi Sun
Musamus Journal of Civil Engineering Vol 5 No 02 (2023): Musamus Journal of Civil Engineering
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjce.v5i02.5264

Abstract

Tanah lempung merupakan tanah yang terdapat pada daerah Kabupaten Merauke tanah lempung memiliki sifat pada musim penghujan tanah menjadi lunak sehingga stabilisasi tanah sangat rendah sehingga dapat mempengaruhi kerusakan jalan sehingga perlu dilakukan perbaikan pada tanah dasar menggunakan material Semen dan Abu batu bata. Tujuan penelitian dilakukan agar melihat besar nilai CBR laboraturium terhadap penambahan semen dan abu batu bata dengan menggunakan CBR laboraturium rendaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dimana proses pengujiannya dilakukan permodelan uji CBR laboraturium rendaman dengan perendaman selama 3 hari pemeraman dengan mengabungkan semen dan abu bata dengan presentase perencanaan 0%,5%,10%,15%, dan 20% dengan peningkatan nilai CBR laboraturium dinyatakan dalam (%). Hasil penelitian didapatkan nilai kadar air tanah 7,14 %, berat jenis tanah GS 2,63, gradasi butir tanah lolos saringan no.200 79,8% sehingga tanah lanau berlempung masuk pada klasifikasi tanah menurut AASTHO A-7-5, hasil nilai CBR laboraturium tanpa penambahan abu batu bata dan semen 0% memiliki nilai 2,76%, penambahan 5% abu batu bata dan 5% semen memiliki nilai 12,20%, penambahan 10% abu batu bata dan 10% semen menmiliki nilai 26,15%, penambahan 15% abu batu bata dan 15% semen memiliki nilai 42,71%, penambahan 20% abu batu bata dan 20% semen memiliki nilai 71,48% sehingga nilai CBR laboraturium sangat baik.