Azis Rifai
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisa Laju Sedimentasi di Dermaga 4 Pelabuhan Cigading 1 Provinsi Banten Anisa Nabila; Jarot Marwoto; Petrus Subardjo; Azis Rifai; Warsito Atmodjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.212 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i1.9901

Abstract

Dermaga 4 Pelabuhan Cigading 1 mengalami perubahan kedalamanyang diakibatkan oleh adanya sedimentasi apabila tidak ditindaklanjuti hal ini dapat mengganggu aktifitas kapal pada dermaga 4. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai laju sedimentasi yang terjadi di dermaga 4. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2020 – 30 Januari 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan pengambilan sampel sedimen untuk analisa ukuran butir sedimen dan nilai laju sedimentasi. Selain itu, data arus pasang surut dan debit sungai diperlukan untuk mengetahui pergerakan sedimen, sedangkan data batimetri digunakan untuk membandingkan perbedaan kedalaman antara tahun 2020 dengan tahun 2018. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sedimentasi terkecil terjadi pada stasiun 2 yang terletak di dekat laut yaitu sebesar 0.0789 gr/cm2/hari sedangkan nilai terbesar terdapat pada stasiun 6 yang terletak di muara sungai sebesar 2.7479 gr/cm2/hari. Hal ini membuat kedalaman dermaga mengalami perubahan kedalaman dalam kurun waktu 2 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laju sedimentasi di daerah ini berasal dari Sungai Citayur.
Respon Kesuburan dan Hasil Tangkapan Ikan Terhadap Variablitias ENSO dan IOD di Perairan Teluk Lampung Indonesia Kunarso Kunarso; Muhammad Yafi Arfa; Heryoso Setiyono; Azis Rifai; Petrus Subardjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.288 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i2.11223

Abstract

Perubahan suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a dipengaruhi variabilitas iklim yang ada, variabilitas iklim yang dimaksud adalah ENSO (El Nino Southern Oscilation) dan IOD (Indian Oscillation Dipole). Studi tentang pengaruh ENSO dan IOD telah banyak dilakukan sebelumnya di Perairan Indonesia, namun belum ada studi terkait untuk wilayah Perairan Teluk Lampung. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui respon perubahan SPL, klorofil-a, dan hasil perikanan pengaruh dari variabilitas iklim antar tahunan ENSO dan IOD di Perairan Teluk Lampung. Metode pendekatan masalah yng digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan data near real-time klorofil-a dan SPL dari satelit penginderaan jauh  MODIS, indeks ENSO dan IOD, serta dilengkapi dengan data angin dari ECMWF. Data-data tersebut diolah dalam bentuk grafis dan diagram Hovmoller, selanjutnya dianalisis dengan statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukan adanya respon nyata perubahan SPL dan klorofil-a terhadap adanya variabilitas iklim ENSO dan IOD. Respon yang fenomenal yaitu adanya suhu yang sangat rendah dan klorofil-a yang sangat tinggi pada saat fase La Nina - IOD (+), respon klorofil-a tinggi juga terjadi pada saat El Nino-IOD (+) namun tidak setinggi ketika La Nina-IOD(+). Respon SPL yang hangat dan  klorofil-a rendah yag terjadi pada fase La Nina - IOD (-). Hal ini mengindikasikan bahwa kesuburan Perairan Teluk Lampung tertinggi terjadi pada saat La Nina – IOD (+), sebaliknya kesuburan perairan terendah terjadi pada saat La Nina – IOD (-). Pada saat kesuburan meningkat hasil perikanan juga meningkat dan pada saat kesuburan turun pada kondisi La Nina IOD(-) maka hasil tangkapan ikan juga menunjukkan penurunan. 
Interpretasi Litologi Dasar Laut Pada Muara Sungai dan Lepas Pantai Berdasarkan Analisa Shallow Seismic Di Perairan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Erna Dwi Pertiwi; Sugeng Widada; Baskoro Rochaddi; Hariyadi Hariyadi; Warsito Atmodjo; Muh Yusuf; Azis Rifai
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2070.634 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i4.8612

Abstract

Sebagai bagian dari lingkungan pengendapan muara sungai dan lepas pantai Perairan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat merupakan perairan yang mengalami proses sedimentasi dengan karakteristik fasies. Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan tipe lapisan litologi permukaan dasar dan proses sedimentasi berdasarkan profil penampang seismik sub-bottom profiler pada muara sungai dan perairan lepas pantai di lokasi tersebut. Metode seismik sub-bottom profiler merupakan metode untuk mendapatkan gambaran sekeun sedimen. Hasil interpretasi menunjukan lapisan sedimen dasar muara sungai terdapat 7 lapisan sedimen, yaitu lapisan 1 berumur recent dengan fraksi butiran sangat halus, lapisan 2 tersusun atas fraksi butiran halus hingga sedang, lapisan 3 tersusun atas fraksi butiran sedang hingga kasar, lapisan 4 tersusun atas fraksi butiran sedang sampai dengan halus, lapisan 5 tersusun atas fraksi butiran halus sampai sedang, lapisan 6 tersusun atas fraksi butiran sangat halus, dan lapisan 7 tersusun atas lapisan sedimen keras. Pada lepas pantai ditemukan 2 lapisan dan 3 lapisan, yaitu lapisan 1 berumur recent tersusun atas fraksi sedang seperti pasir, lapisan 2 tersusun atas fraksi butiran sedang seperti pasir dan sedimen keras , dan lapisan 3 tersusun atas fraksi butiran sedang hingga halus. As part of the deposition of Muara and the waters off the coast of Sumbawa, West Nusa Tenggara is water that has undergone a sedimentation process with facies characteristic. The research aims to determine the different types of base lithology and sedimentation processes based on the sub-Bottom Seismic cross-section profile Profiler at the estuary of rivers and offshore waters at that location. The seismic method of the sub-Bottom Profiler is a method for obtaining an overview of sequence sediments. Results of the interpretation indicate the base sediment layer of the river estuary there are 7 layers of sediment, namely the recent old layer 1 with a very fine grain fraction, Layer 2 consists of a fine-to-medium grain fraction, layer 3 consists of a medium fraction to coarse grain, layer 4 consists of medium to smooth fraction, layer 5 consists of fine grain fraction, and layer 7 consists of a layer of hard sediment. Off the coast found 2 layers and 3 layers, i.e. Layer 1 has recently consisted of a moderate fraction such as sand, Layer 2 consists of medium grain fraction such as sand and hard sediment, and layer 3 consists of medium for fine shards.
Studi Persebaran Kandungan Fosfat dan Material Padatan Tersuspensi di Perairan Muara Sungai Slamaran, Kota Pekalongan Arfastya, Farras Daffa; Wulandari, Sri Yulina; Rifai, Azis
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.41538

Abstract

Kota Pekalongan dilalui oleh sungai Slamaran yang menjadi tempat masuknya fosfat dari darat ke laut. Fosfat adalah nutrient yang terkandung dalam bahan organik dari limbah domestik maupun pertambakan yang mempengaruhi kesuburan perairan muara Sungai Slamaran. Konsentrasi fosfat di perairan dapat dipengaruhi oleh material padatan tersuspensi (MPT). Penelitian ini bertujuan mengkaji persebaran konsentrasi fosfat dan MPT serta mengkaji hubungan antara sebaran fosfat dan MPT di muara sungai Slamaran, kota Pekalongan. Data lapangan diambil secara in situ. Sampel air dianalisis di laboratorium. Analisis fosfat menggunakan metode yang digunakan oleh Strickland dan Parson (1968). Analisis MPT menggunakan metode gravimetri. Peta sebaran konsentrasi fosfat dan MPT dibuat dengan software ArcGis. Arus permukaan laut dimodelkan dengan software Mike 21 selanjutnya divalidasi dengan nilai RMSE dan MAE. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menentukan korelasi antara konsentrasi fosfat dan MPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi fosfat memiliki rentang 0.44–1,84 µM, dan konsentrasi MPT memiliki rentang 56-152 mg/L. Berdasarkan peta persebaran fosfat dan MPT di perairan muara Sungai Slamaran, diduga bahwa persebaran fosfat dan MPT mendapat pengaruh dari masukan sungai dan tambak udang yang berada di muara sungai Slamaran. Hasil analisis korelasi menunjukkan korelasi yang tidak cukup kuat antara sebaran konsentrasi fosfat dengan sebaran MPT.  Pekalongan city is crossed Slamaran River which is entry point phosphate from the land to the sea. Phosphate is a nutrient contained in organic material from domestic waste and aquaculture which affects the productivity of the waters of Slamaran river estuary. Phosphate concentrations in waters can be influenced by suspended solids (TSS). The aims of this study were to determine concentration of phosphate and TSS distribution and to examine correlation between phosphate and TSS concentrations in Slamaran River estuary. In situ data were taken at Slamaran River estuary. Water samples were analyzed at laboratory. Phosphate concentration analysis used method by Strickland and Parson (1968). TSS concentration analysis used gravimetric method. Distribution of Phosphate and TSS concentration were mapped using ArcGIS software. Ocean surface currents was numerically modeled used Mike 21 software then validated with RMSE and MAE methods. Pearson correlation method was used to analyzed correlation between phosphate and TSS concentration. The results showed that phosphate concentration were ranged from 0.44–1,84 µM mg/L and TSS concentration were ranged from 56-152 mg/L. Based on distribution map of phosphate and TSS in the Slamaran River estuary, it was predicted that phosphate and TSS distribution influenced by inputs from the river and shrimp ponds along the estuary Slamaran river. Results of the correlation analysis showed that correlation between phosphate and TSS concentrations distribution was not strong enough.
Sedimentasi di Sekitar Bangunan Groin di Pantai Komodo Kota Tegal Tribhaskoro, Whisnu; Widada, Sugeng; Atmodjo, Warsito; Rifai, Azis
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i3.13261

Abstract

Bangunan pelindung pantai berupa groin yang terdapat pada Pantai Komodo yaitu memiliki fungsi sebagai penahan aktivitas transport sedimen yang terjadi pada sepanjang pantai sehingga dapat meminimalisir terjadinya abrasi yang telah terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis pengaruh gelombang laut terhadap angkutan sedimen serta mengidentifikasi besaran laju sedimentasi yang disebabkan olah gelombang laut yang disebabkan oleh angin di Pantai Komodo Kota Tegal. Data utama yang digunakan yaitu data laju sedimentasi yang diambil menggunakan sedimen trap dan data gelombang lapangan yang diambil menggunakan ADCP sedangkan untuk data pendukung yaitu data angin selama 11 tahun yang diperoleh dari Ogimet dan Peta RBI Kota Tegal. Penentuan lokasi pengamatan dilakukan dengan metode Purposive Sampling yang mewakili kondisi secara keseluruhan daerah dan memperhatikan kemudahan pencapaian. Hasil yang diperoleh Gelombang pada Musim Barat datang dari arah Barat Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 35,520o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 1,109 m/dt, pada Musim Peralihan 1 yaitu dari arah Barat Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 9,081o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,322 m/dt, pada Musim Timur arah gelombang datang dominan dari Timur Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 15,355o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,645 m/dt, sedangkan untuk Musim Peralihan 2 dari arah Timur Laut dengan membentuk sudut gelombang pecah sebesar 9,041o dan kecepatan arus sepanjang pantai sebesar 0,320 m/dt. Transpor sedimen terbesar terjadi pada Musim Barat sebesar 1307,421 m3/hari, sedangkan terkecil terjadi pada Musim Peralihan 2 sebesar 230,310 m3/hari dan laju sedimentasi terjadi pada groin yang berkisar dari 9,049 gr/m2/hari – 21,527 gr/m2/hari dengan jenis sedimen yaitu pasir.Kata kunci : arus sejajar pantai, laju sedimentasi, transport sedimen, groin dan Pantai Komodo. Coastal protection buildings in the form of groin found on Komodo Beach have a function as a barrier to sediment transport activities that occur along the coast so as to minimize the occurrence of abrasion that has occurred. The purpose of this study is to calculate and analyze the effect of waves on sediment transport and to identify the magnitude of the sedimentation rate caused by sea waves caused by wind at Komodo Beach, Tegal City. The main data used are sedimentation rate data taken using sediment traps and field wave data taken using the Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) while for supporting data, namely wind data for 11 years obtained from Ogimet and the RBI Map of Tegal City. Determination of the location of observations is done based on conditions that can represent the overall condition of the area and pay attention to the ease of achievement. The results obtained from the waves in the West Season come from the North West by forming a breaking wave angle of  35,520° and the current speed along the coast is 1,109 m/s, in Transition Season 1 that is from the North West direction by forming a breaking wave angle of 9,081° and the current velocity along the coast is 0,322 m/s, in the East Season the direction of the incoming waves is dominant from the North East by forming a breaking wave angle of 15,355° and the current velocity along the coast is 0,645 m/s, while for Transitional Season 2 from North East direction by forming a breaking wave angle of 9,041° and the current velocity along the coast of 0,320 m/s. The largest sediment transport occurred in the West Season of 1307,421 m3/day, while the smallest occurred in Transitional 2 Season of 230,310 m3/day and the sedimentation rate occurred on the the groin which ranged from 9,049 gr/m2/day - 21,527 gr/m2/day with the type of sediment, which is sand.Keywords : longshore current, sedimentation rate, sediment transport, groin and Komodo Beach 
Geospatial Modeling of the Nitrate Distribution as an Indicator of Aquatic Fertility in the Lagoon Waters of the Mangrove Information Center (PIM), Pekalongan Zainuri, Muhammad; Suryani, Oda Gracia Ariela; Ismanto, Aris; Handoyo, Gentur; Rifai, Azis; Rochaddi, Baskoro; Endrawati, Hadi; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Jihadi, Muhammad Shulhan; Hadibarata, Tony
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 3 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i3.24081

Abstract

In the lagoon area of the Mangrove Information Center (PIM), Pekalongan, annual flooding leads to inundation in some land areas, particularly pond areas, lagoons, and residential areas. The area of submergence due to tidal floods in 2020 reached 783.99 hectares. The construction of embankments to the south of the lagoon as protection against flooding has transformed the northern area into a lagoon. Our research, crucial for understanding and managing these environmental changes, aims to determine and analyze the content and distribution of nitrate in the Lagoon Area of Mangrove Information Center Waters, Pekalongan. This was achieved through a thorough process of in situ observations based on purposive sampling at six sampling sites on June 22, 2023. The nitrate distribution data was then interpolated with a 2D current hydrodynamic model, ensuring the most accurate representation of the data. The value of nitrate content in the Mangrove Information Center lagoon ranges between 0.0065-0.1072 mg/L. This distribution pattern, influenced by deposits of mangrove litter, the depth of the lagoon, and water circulation, reflects the accumulation of physical and chemical influences in the waters.
Analisis Kelimpahan Dan Sebaran Mikroplastik Pada Perairan Dan Sedimen Di Laguna, Kabupaten Pekalongan Ritonga, Maura Dhia Khanza; Ismanto, Aris; Rifai, Azis
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26690

Abstract

Mikroplastik merupakan salah satu ancaman serius bagi ekosistem perairan karena sifatnya yang sulit terurai, berukuran sangat kecil, serta berpotensi membawa bahan kimia berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, kelimpahan, dan sebaran mikroplastik pada perairan dan sedimen di Laguna Kabupaten Pekalongan, dengan fokus pada jenis dan bentuk partikel mikroplastik yang ditemukan. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif, melalui pengambilan sampel di 10 stasiun untuk air dan 4 stasiun untuk sedimen. Analisis laboratorium meliputi proses filtrasi untuk memisahkan partikel kasar, pemisahan densitas menggunakan larutan NaCl dan ZnCl₂ untuk mengapungkan mikroplastik, serta observasi mikroskopis guna mengidentifikasi bentuk dan jenis mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kelimpahan mikroplastik yang signifikan, dengan nilai tertinggi pada air sebesar 51 partikel/L di Stasiun 6 dan pada sedimen sebesar 705 partikel/kg di Stasiun 10. Jenis mikroplastik yang paling dominan adalah fiber dan fragmen. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan antara kelimpahan mikroplastik dengan parameter oseanografi, seperti oksigen terlarut, pH, dan salinitas. Temuan ini memberikan gambaran kondisi pencemaran mikroplastik di Laguna Pekalongan dan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan lingkungan perairan yang lebih berkelanjutan.
Studi Luasan Genangan Banjir Rob Akibat Kenaikan Muka Air Laut Dan Penurunan Muka Tanah Di Kecamatan Sayung, Demak Khairullah, Khalida Khadija; Rifai, Azis; Indrayanti, Elis
Indonesian Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2024): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v6i4.19468

Abstract

Kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah merupakan faktor yang dapat menyebabkan terjadinya banjir rob di daerah pesisir. Kecamatan Sayung, Demak merupakan salah satu daerah pesisir Pantai Utara Jawa (pantura) yang rawan terdampak banjir rob. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan luasan genangan banjir rob Kecamatan Sayung, Demak berdasarkan faktor laju kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah. Laju kenaikan muka air laut dihitung dari data pasang surut yang diolah menggunakan metode least square. Laju penurunan muka tanah menggunakan data citra SAR Sentinel-1 yang dihitung menggunakan metode DinSAR. Peta topografi dihasilkan menggunakan metode Topo to Raster dengan menggunakan data DEM. Tinggi genangan banjir rob kemudian dihitung dengan menggunakan hasil selisih HHWL dan MSL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi genangan pada bulan Maret 2023 di Kecamatan Sayung, Demak adalah 56,7 cm. Penurunan muka tanah selama tahun 2021 hingga 2023 tejadi antara 7-21 cm/tahun. Luas total genangan banjir rob yang diperoleh mencakup luas 1.266,52 hektar.