Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Technopreneur (JTech)

PENCOKLATAN PADA BUAH PEAR Rosdiani Azis
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 4 No 2 (2016): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.142 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v4i2.66

Abstract

Pencoklatan enzimatis merupakan reaksi pencoklatan utama yang dapat mempengaruhi mutu dari buah, sayur, jika buah ataupun sayur kontak dengan udara menghasilkan warna cokelat, ini tejadi karena adanya enzim dapat kontak dengan substratnya . Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui cara-cara mencegah reaksi pencoklatan enzimatis sehingga dapat mempertahankan mutu buah. Sampel yang dipilih untuk percobaan adalah pir, sampel ini merupakan sampel yang mudah mengalami reaksi pencoklatan enzimatis dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.prinsip dari percobaan ini adalah dengan membandingkan metode penghambatan pengcoklatan. Metode yang digunakan dapat diterapkan secara komersial untuk menghindari pencoklatan enzimatis dengan blansir ,pencelupan dengan bahan kimia Nacl dan Natrium metabisulfit. Berdasarkanhasil percobaan yang dilakukan pada pir, dapat disimpulkan bahwa larutan anti pencoklatan yang tebaik adalah natrimu meta bisulfit
PENINGKATAN MUTU IKAN ROA (Hemiramphus sp.) ASAP DENGAN RESPONSE SURFACE METHOD-CENTRAL COMPOSITE DESIGN (RSM-CCD) Ingka Rizkyani Akolo; Rosdiani Azis
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 7 No 2 (2019): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2393.226 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v7i2.395

Abstract

Ikan roa asap merupakan salah satu ikan asap yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Gorontalo. Ikan ini diolah dengan cara tradisional dengan menggunakan bahan bakar kayu/batok kelapa. Salah satu metode pengasapan modern yang sedang berkembang saat ini adalah metode asap cair. Asap cair digunakan untuk pengawetan karena kandungan senyawa fenol dan asam yang berperan sebagai antioksidan dan antimikrobia. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu ikan asap dengan metode asap cair adalah konsentrasi asap cair yang digunakan dan lama perendaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi asap cair dan lama perendaman terbaik yang mampu mengoptimalkan mutu ikan roa asap dari aspek kadar air dan kadar abu. Penelitian ini menggunakan rancangan Response Surface Method-Central Composite Design (RSM-CCD) dengan 2 faktor. Faktor perlakuan pada penelitian ini yakni variasi konsentrasi asap cair dan lama perendaman. Variasi konsentrasi asap cair (A) terdiri atas 5 taraf yakni 2.38%, 3%, 4,5%, 6% dan 6,62% sedangkan variasi lama perendaman (B) terdiri atas 5 taraf yakni 48 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit dan 132 menit. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi asap cair berpengaruh signifikan terhadap kadar abu ikan roa asap, dan lama perendaman berpengaruh signifikan terhadap kadar air dan kadar abu ikan roa asap. Kadar air optimal akan diperoleh pada konsentrasi asap cair 4,52% dan lama perendaman 48 menit, sedangkan kadar abu optimal ikan roa asap akan diperoleh pada konsentrasi asap cair 6,62% dan lama perendaman 48 menit.
KARAKTERISTIK MUTU MINYAK KELAPA TRADISIONAL PADA UKM SUKSES BERSAMA DENGAN METODE FERMENTASI Rosdiani Azis; Moh. Fikri Pomalingo; Ingka Rizkyani Akolo
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 8 No 1 (2020): JURNAL TECHNOPRENEUR (Mei)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.124 KB) | DOI: 10.30869/jtech.v8i1.545

Abstract

ABSTRACT Sukses Bersama SMEs is one of the Small Medium Enterprises (SMEs) that is involved in processing coconut into traditional coconut oil, coconut is a commodity that is spread throughout Indonesia but consumption of oil derived from coconuts is still very lacking. Coconut oil produced is generally of low quality (fast rancid), in addition to oil produced in a turbid color and has a distinctive aroma (blondo aroma), this is caused by poor oil processing and relatively long processing times which are often where being complained by the people , therefore it is necessary to use the Fermentation method as a solution for traditional coconut oil processing which is more effective and efficient. Data analysis was performed using descriptive methods. This study aims to determine the quality of coconut oil produced from Sukses Bersama SMEs. The parameters measured in this study are peroxide numbers, free fatty acid numbers, saponification numbers, Iodic numbers and organoleptic properties which include color and aroma. The results showed that \ fermented oil from SMEs fulfilled the Indonesian National Standards namely Iod Numbers 8.14 mg jod / 100g, Nil peroxide Numbers mg oxygen / g, Oxygenation Numbers 264.37 mg KOH / g and Free fatty acids 0.17% and color as well as normal scents. Keywords: SMES,coconut,CoConut Oil,Fermentation,Fatty Acid
PENGERINGAN CABAI DENGAN SISTEM KONTROL FUZZY-EXPERT PADA ALAT BERTENAGA HIBRIDA SURYA DAN GAS MENGGUNAKAN SISTEM KONTROL FUZZY EXPERT Rosdiani Azis; Bayu S. Sinadia
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 8 No 2 (2020): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v8i2.622

Abstract

Cabai merah secara fisologis setelah dipanen masih mengalami proses metabolisme dikarenakan adanya kandungan air yang tinggi sehingga hal ini yang memicu komoditi ini mudah mengalami kerusakan, Salah satu proses pengawetan yang sering dilakukan pada cabe adalah dengan pengeringan. Proses pengeringan adalah merupakan perlakuan untuk menghilangkan kadar air pada produk pangan, kondisi ini dapat menggunakan alat pengering ataupun dapat menggunakan pengering alami berupa sinar matahari. Hibrid energi yaitu menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk menggerakkan sebuah mesin. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan adapun hasil pengeringan cabe adalah terjadi penurunan kadar air dan karakteristik fisik pada cabai dengan menggunkan alata pengering Pada pengujian ini, pengamatan diutamakan pada penurunan kadar air yang dicapai dan penggunaan energi selama pengeringan dan penurunan kadar air dinyatakan dalam kadar air basis kering (%), penggunaan energi merupakan banyaknya gas yang terpakai selama proses pengeringan hingga bahan mencapai kadar air yang konstan dan karakteristik fisik pada cabai yang telah dikeringkan Tujuan penelitian ini adalah membandingkan adapun hasil pengeringan cabe adalah terjadi penurunan kadar air dan karakteristik fisik pada cabai dengan menggunkan alata pengering. Hasil Terjadi penurunan Kadar air awal 79% turun menjadi 10, Selama proses pengeringan penggunaan LPG saat mesin beroperasi tanpa hibrid yaitu 2,14 kg dan 1,26 kg pada kondisi hibrid. Oleh karena itu penerapan sistem kontrol fuzzy expert dengan sistem hibrid terbukti mampu menghemat penggunaan LPG selama proses pengeringan. Dan Warna cabai menjadi lebih pucat dan berat cabai mengalami penurunan