Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH PERENDAMAN NATRIUM METABISULFIT SEBAGAI ANTI-BROWNING AGENT TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG JEWAWUT (FOXTAIL MILLET) Islamiyah, Syahmidarni Al; Samang, Andi Marlisa Bossa
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol 8, No 6 (2023):
Publisher : JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN, UNIVERSITAS HALU OLEO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jstp.v8i6.46524

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman natrium metabisulfit terhadap karakteristik kimia tepung jewawut (kadar air, kadar abu, pH). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RACLF) dengan dua faktorial yaitu faktor A adalah konsentrasi natrium metabisulfit terdiri dari tiga taraf (1,5%, 2%, 2,5%), dan faktor B yaitu lama perendaman terdiri tiga taraf (30,45, 60 menit). Data penelitian dianalisis menggunakan metode analisis variansi (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penellitian ini menunjukkan bahwa faktor konsentrasi natrium metabisulfit, lama perendaman, dan interaksi kedua faktor (konsentrasi dan lama perendaman) berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar abu, tingkat kecerahan dan tidak berpengaruh nyata terhadap nilai pH, nilai redness, nilai yellowness, tekstur dan aroma. Peningkatan konsentrasi dan lama perendaman natrium metabisulfit cenderung meningkatkan kadar air, kadar abu, pH (mendekati pH=7), tingkat kecerahan, derajat putih, dan tingkat kesukaan terhadap organoleptik warna tepung jewawut
Strategi Pengembangan Industri Gula Merah Lontar Sebagai Resource Based Industry di Kabupaten Jeneponto Islamiyah, Syahmidarni Al
AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian Vol 10 No 1 (2021): AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jagritekno.2021.10.1.36

Abstract

The lontar sugar industry in Jeneponto Regency is one of the local industries managed by societies on a domestic scale. The complexity of the problems has slowed down the growth of the industry. Therefore, it is important to create a development strategy with the concept of agro-industry or resource-based industry. The purpose of this research was to analyze and strategize the concept. Data collected in this study was by survey, interview, questionnaire, and literature study. SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunities, and Threats) was applied to develop strategies. The SWOT analysis results obtained a strategy (SO, ST, WO, WT), which consists of 16 alternative strategy formulations., Five strategic formulations were obtained based on the ranking from the highest score: increasing production capacity, entrepreneurship training, forming partnership businesses, forming collaborative business groups, and promoting palm sugar products as superior regional products. Keywords: Brown sugar; Jeneponto; lontar; resource-based industry; strategy ABSTRAK Industri gula merah lontar di Kabupaten Jeneponto adalah salah satu industri lokal yang dikelola oleh masyarakat dengan skala rumah tangga. Kompleksnya masalah yang dihadapi menyebabkan lambatnya perkembangan industri ini. Oleh karena itu, penting untuk membuat strategi pengembangan dengan konsep agroindustri atau resource based industry. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menyusun strategi. Metode pengumpulan data dengan survey, wawancara, kusioner dan studi pustaka. Analisis data untuk menyusun strategi dengan analisis Strenght, Weakness, Opportunities and Threats (SWOT). Hasil analisis SWOT diperoleh 16 formulasi alternatif strategi. Berdasarkan peringkatan diperoleh lima formulasi strategi berurut dari skor tertinggi yaitu menambah kapasitas produksi, pelatihan kewirausahaan, membentuk usaha kemitraan, membentuk kelompok usaha bersama, dan mempromosikan produk gula lontar sebagai produk unggulan daerah. Kata Kunci: Gula-merah; Jeneponto; lontar; resource based industry; strategi
Enkapsulasi Senyawa Lipid Bioaktif Menggunakan Nanoteknologi: Ulasan Ilmiah Tiffany, Margaretha Hanna; Bossa Samang, Andi Marlisa; Islamiyah, Syahmidarni Al
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i2.1234

Abstract

Lipid bioaktif merupakan nutrisi – nutrisi penting dalam makanan yang berkontribusi terhadap kesehatan manusia. Namun, penggunaan senyawa lipid bioaktif dalam formulasi produk pangan fungsional memiliki keterbatasan, yakni kelarutannya dalam air dan stabilitas yang rendah selama pemrosesan, penyimpanan, serta ketika berada dalam saluran pencernaan sehingga dapat mengurangi bioavailabilitasnya. Enkapsulasi berbasis nanoteknologi mampu mengatasi keterbatasan tersebut dengan cara memfasilitasi penanganan, stabilitas, serta bioavailabilitas lipid bioaktif. Oleh karena itu, ulasan ilmiah ini bertujuan untuk membahas tentang kemajuan terbaru dalam proses enkapsulasi senyawa lipid bioaktif berbasis nanoteknologi. Teknologi nano untuk enkapsulasi lipid bioaktif yang akan dibahas adalah nanoemulsi dan nanostructured lipid carrier. Nanoemulsi adalah emulsi yang memiliki rata-rata ukuran droplet sekitar 20-500 nm. Nanostructured lipid carrier adalah sistem pembawa berbasis lipid yang menggunakan matriks berupa lipid padat dan lipid cair yang distabilkan dengan penambahan surfaktan, sehingga menghasilkan rata-rata ukuran droplet sekitar 10-500 nm. Pembentukan nanoemulsi dan nanostructured lipid carrier dapat diformulasikan dengan menerapkan teknik homogenisasi tekanan tinggi yang akan menghasilkan ukuran droplet yang kecil (skala nanometer) dan memiliki kemudahan dalam pengoperasian alat pada skala industri.
Karakteristik Sensori Tepung Jewawut dengan Perendaman Anti-browning Agent Islamiyah, Syahmidarni Al; Samang, Andi Marlisa Bossa; Nurhafnita, Nurhafnita; Tiffany, Margaretha Hanna
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 4 No 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v4i1.1455

Abstract

The purpose of this study was to determine the sensory properties of jewawut flour by soaking citric acid as an anti-browning agent. The study was an experimental study using a two-factorial Complete Randomized Design three repeats. The variables of the study were concentration (A) consisting of 1.5% (A1), 2% (A2), 2.5% (A3) and soaking duration (B), and soaking duration (B) consisting of 30 minutes (B1), 45 minutes (B2), and 60 minutes (B3). Data collection through observation and measurement of sensory parameters including color, aroma, and texture using the hedonic method. The results showed that the sensory properties of jewawut flour with citric acid soaking both color, texture, and aroma were favored by the panelists, which were on a scale of 4 (likes). The color of the white jewawut flour is slightly yellowish, the texture is very soft (mesh size 60), and the distinctive aroma that remains smelled. The addition of citric acid as an inhibitor of the browning reaction has an effect by producing a brighter flour color as the concentration increases (1.5-2.5%), the texture also gets softer. However, in terms of aroma, the addition of citric acid with a high concentration will affect the aroma of flour to sour.
Struktur Hierarki Strategi Prioritas Pengembangan Industri Gula Merah Lontar Islamiyah, Syahmidarni Al; Fadillah, Ummu Farah
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 4 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v4i2.1720

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prioritas strategi dan struktur hierarki dari strategi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode Analisis Hierarki Proses (AHP). Metode pengumpulan data dengan survey, wawancara, kusioner dan studi pustaka. Hasil penelitian diperoleh ada lima tingkatan dalam analisis AHP yang digunakan yaitu tingkat paling atas adalah fokus, disusul kriteria (faktor), aktor, tujuan dan alternatif. Hasil analisis AHP terhadap lima kriteria faktor diperoleh faktor yang paling berpengaruh dalam pengembangan industri pengolahan gula merah lontar di Kabupaten Jeneponto adalah ketersediaan bahan baku dengan bobot 0,310, disusul keterampilan pengolah/sumber daya manusia (0,247), aspek pemasaran (0,218), kemampuan teknologi pengolahan (0,175), dan dukungan/kebijakan pemerintah (0,049). Hasil analisis AHP terhadap empat kriteria aktor diperoleh aktor yang berperan penting adalah pengolah dengan bobot 0,617, pemerintah (0,209), lembaga mitra (0,102), dan lembaga keuangan (0,073). Tujuan utama yang ingin dicapai adalah meningkatkan pendapatan masyarakat (0,617), menghasilkan produk gula merah yang berkualitas dan berdaya saing (0,206), dan membuka lapangan pekerjaan (0,173). Berdasarkan hasil analisis diperoleh strategi prioritasnya adalah membentuk usaha kemitraan sebesar 0,370.
Karakteristik sensori, kimia, dan fisik kerupuk dengan subtitusi pisang goroho (Musa acuminafe, sp) Nurhafnita, Nurhafnita; Azis, Rosdiani; Islamiyah, Syahmidarni Al; Usman, Siskawati K.
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 7 No 01 (2023): Jurnal of agritech science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v7i01.1143

Abstract

Kerupuk merupakan jenis makanan kecil yang mengalami pengembangan volume membentuk produk yang porus dan mempunyai densitas rendah selama proses penggorengan. Kerupuk umumnya dibuat dari tepung terigu dan tepung tapioka, sehingga kandungan gizi terbesarnya adalah karbohidrat. Upaya untuk meningkatkan kandungan gizi dan sensori kerupuk dengan mengkombinasikan dengan bahan pangan lain yang memiliki nilai gizi dan ekonomi yang tinggi. Salah satunya adalah pisang goroho. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat sensoris, kimia, dan fisik kerupuk dengan subtitusi pisang goroho. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Parameter pengamatan pada penelitian ini terdiri dari sifat sensori meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan overall, sifat kimia meliputi kadar air, kadar abu, serta sifat fisik meliputi kerenyahan dengan tekstur analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan sifat sensorinya kerupuk dengan subtitusi pisang goroho berada pada skala disukai meliputi aroma 6,09; warna 6,06; rasa 6,12; tekstur 6,06; dan overall 6,46. Hasil uji sifat kimia diperoleh kadar air 8,69%, kadar abu 1,56%. Sedangkan hasil sifat fisik yaitu kerenyahan dengan tekstur analyzer sebesar 1524,2gf yang menunjukkan bahwa kerupuk ini memiliki tekstur yang renyah.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Anti-Browning Agent Terhadap Mutu Fisik Tepung Jewawut (Foxtail Millet) Islamiyah, Syahmidarni Al; Samang, Andi Marlisa Bossa; Nurhafnita, Nurhafnita
Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 16, No 2 (2024): Vol. (16) No. 2, Oktober 2024
Publisher : Agriculture Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jtipi.v16i2.34009

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of the type and concentration of anti-browning agents (sodium metabisulfit and citric acid) on the physical quality of millet flour, especially the degree of whitness and calor (lightness, redness, yellowness) and determine the best treatment. This study used experimental method. The reseach design used was a Completely Randomized Factorial Design (RALF) with two factors, namely faktor A was the type of anti-browning agent consisting two levels (sodium metabisulfite and citric acid), faktor B was concentration of the anti-browning agent consisting three levels (1,5%, 2%, 2,5%). Fromthe two factors, six treatments were obtained, and each treatment was repeated three times. Data were statistically analyzed using analysis of variance (ANOVA) and then continued with Duncan`s New Multiple Range Test (DNMRT) at 5% level. Results of the research showed that the type of anti-browning agent significantly affected the degree of whiteness, lightness, redness, and yellownes of millet flour. Concentrasion has a significant effect on the lightness value and redness value, but doesnt have a significat effect on the degree of whitness and yellowness value. The interaction of the two factors (type and concentration) has a significant effect on the lightness value, redness value, and yellowness value, but has no significant effect on the degree of whitness. Based on the physical quality of millet flour produced in this study, namely the degree of whiteness, lightness, redness, and yellowness, the best treatment is sodium metabisulfite soaking.
Pengaruh Perkecambahan terhadap Sifat Fungsional Jewawut: Tinjauan Komprehensif Indrastuti, Indrastuti; Wakiah, Nurul; Islamiyah, Syahmidarni Al
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.1903

Abstract

ABSTRACT Pearl millet, a resilient and nutritious cereal crop, plays a crucial role in ensuring food security in arid and semi-arid regions worldwide. Despite its importance, there is limited research on the physicochemical changes and functional properties of pearl millet during germination. This study aims to systematically review and synthesize existing literature to bridge this knowledge gap and provide insights into the potential of germinated pearl millet in functional food development. We hypothesize that germination significantly enhances the functional properties of pearl millet by altering its physicochemical characteristics. Previous studies have documented various biochemical and structural transformations in pearl millet during germination, including changes in enzyme activity, nutrient composition, and bioactive compounds. However, a comprehensive analysis of how these changes specifically influence the functional properties of pearl millet is lacking. By investigating these transformations, we can optimize the use of pearl millet in developing functional foods that cater to health-conscious consumers and address specific dietary needs or health concerns. This research will contribute to a better understanding of the nutritional and functional potential of germinated pearl millet, ultimately leading to innovative food products and improved food security in regions where pearl millet is a staple crop.