Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PHYSICAL PROPERTIES OF MEMBRAMO, SUPERWIN, AND CIMELATI RICES Mustofa Mustofa
Jurnal Technopreneur (JTech) Vol 8 No 2 (2020): JURNAL TECHNOPRENEUR (November)
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtech.v8i2.606

Abstract

Determination of the physical properties of rice is intended to facilitate the processing and handling to produce final product with best quality. These properties include geometry, surface area, volume, density, bulk density, porosity, and angle of repose. Determination of the physical properties of rice in terms of geometry is carried out by measuring length (L), width (W), and thickness (T). The measurement of these parameters uses a digital caliper with an accuracy of 0.01 mm. The volume of rice can be determined based on dimensional parameters. Density, bulk density and porosity of rice were determined by measuring its mass using a digital scale with an accuracy of 0.001 gr and based on the determination of the volume. Angle of repose is determined by spilling rice on the flat surface of a container so that the height (h) of the pile of rice and the diameter (D) is known. Based on the research results, it is known that the geometry of Membramo, Superwin, and Cimelati rices does not have a significant difference, in fact there are similarities in the eccentricity aspect, where all three have the same value, namely 0.96. The average surface area value of Cimelati rice is greater than that of Membramo and Superwin rice, as well as its volume. The average of surface area and volume of Cimelati rice were 23.89 mm2 and 13.41 mm3, respectively. Meanwhile, Superwin rice has the largest individual and bulk densities, 1.42 gr/cm3 and 0.80 gr/cm3, respectively. In addition, Superwin and Cimelati rices have the lowest porosity and angle of repose, namely 40.69% and 26.59o.
Sosialisasi dan Pendampingan Penggunaan Gaulmi 3 in 1 di Desa Bubaa, Kec. Paguyaman Pantai, Gorontalo Mustofa Mustofa; Moh. Fikri Pomalingo; Agus Susanto Ginting
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v5i1.2642

Abstract

Masyarakat di Desa Bubaa umumnya masih menggunakan tugal tradisional saat menanam jagung. Hal ini berpengaruh pada penggunaan biaya, tenaga, dan waktu yang besar jika lahan yang ditanami jagung merupakan lahan miring. Program Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pe­ngetahu­an kepada masyarakat akan pentingnya teknologi pertanian melalui sentuhan alat-alat teknologi tepat guna, seperti alat Gaulmi 3 in 1. Program pengabdian dilakukan dengan cara sosialisasi dan pelatihan tentang alat Tugal Gaulmi 3 in 1. Alat ini merupakan tugal yang digunakan untuk menanam jagung, khususnya di lahan miring dengan sistem kerja 3T (Tancap, Taruh, Timbun). Sosialisasi dan pelatihan tentang alat ini dilaksana­kan di Desa Bubaa, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa dan diikuti oleh masyarakat berjumlah 25 orang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat Tugal Gaulmi 3 in 1. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusias masyarakat untuk meningkatkan hasil produksi pertanian melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, terkhusus alat Gaulmi 3 in 1 yang digunakan untuk menanam jagung. Alat ini mempunyai keunggulan dalam kemudahan dalam penggunaan karena tidak membutuhkan pengaturan yang rumit. Ketersediaan buku panduan tata cara penggunaan alat memungkinkan masyarakat mudah menerap­kannya.
PENGEMBANGAN PRODUKSI VCO (VIRGIN COCONUT OIL) UNTUK INDUSTRI RUMAH TANGGA MELALUI SENTUHAN TTG (TEKNOLOGI TEPAT GUNA) DI DESA BUNTULIA BARAT, KEC. DUHIADAA KABUPATEN POHUWATO PROVINSI GORONTALO Evi S. Antu; Mustofa Mustofa
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2019
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v2i2.366

Abstract

Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa merupakan wilayah dengan tanaman kelapa yang cukup banyak. Lahan yang ditanami tanaman kelapa cukup luas, tetapi selama ini kelapa hanya diproduksi sebagai bahan baku pembuatan kopra saja. Setelah mengadakan survei tim PkM Politeknik Gorontalo memutuskan memilih masyarakat sasaran untuk program penyuluhan pembuatan Virgin coconout oil dengan setuhan alat TTG adalah warga di Desa Buntulia Barat Kecamatan Duhiadaa. Hasil dari pelaksanaan pada kegiatan PkM sebagai berikut: (1) Jumlah peserta mencapai 20 orang yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan beberapa orang aparat desa; (2) Peserta mendengarkan materi dengan seksama, dan memberikan respon dengan baik. Peserta sangat antusias dan mereka sangat tertarik dengan alat TTG yang dipresentasikan. Apalagi setelah mengetahui fungsi dari VCO yang sangat baik untuk kesehatan; (3) Selama ini, masyarakat desa Buntulia Barat mengolah kelapa lebih ke produksi minyak kelapa kampung dari pada VCO. Setelah mendengarkan penyuluhan tentang manfaat VCO bagi kesehatan maka masyarakat khususnya peserta dari kegiatan PkM sangat berantusias untuk mengolah kelapa menjadi VCO, khususnya melalui penerapan TTG.
PEMANFAATAN WASTAFEL PORTABLE SEMI-OTOMATIS DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 Mustofa Mustofa; Evi S Antu; Sjahril Botutihe; Bayu S Sinadia
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), Mei 2021
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v4i1.718

Abstract

Propinsi Gorontalo merupakan propinsi terakhir terkonfirmasi positif Covid-19 dengan jumlah kasus sebanyak 126 tertanggal 5 Juni 2020. Pemerintah daerah melalui Gubernur, Walikota, dan Bupati telah bersama-sama berupaya dalam penanganan kasus Covid-19. Harapannya adalah tidak terjadi peningkatan kasus positif dan pasien yang dinyatakan positif agar segera ditangani dan sembuh. Program Studi Mesin dan Peralatan Pertanian Politeknik Gorontalo sebagai salah satu lembaga pendidikan yang tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, melainkan juga bidang Tri Dharma Perguruan tinggi lainnya, termasuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tentu harus memiliki andil dalam upaya penanganan kasus covid-19, khususnya di Propinsi Gorontalo. Melalui kegiatan PkM diharapkan dapat membantu pemerintah dalam penangan kasus Covid-19. Kegiatan PkM yang ditawarkan oleh Program Studi Mesin dan Peralatan Pertanian Politeknik Gorontalo adalah berupa perlatan cuci tangan portable semi otomatis yang dapat digunakan oleh masyarakat Kabupaten Bone Bolango dalam pencegahan penularan virus corona (Covid-19).
Pemanfaatan Tabung Freon sebagai Komponen Utama Mesin Pemecah Tempurung Kemiri (Aleurites moluccana) Iikwanto Lasimpala; Mustofa; Siradjuddin Haluti
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 1 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 1 Januari 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i1.3911

Abstract

Candlenut is a plantation crop that is rich in benefits and uses. The increasing need for benefits and uses certainly has an impact on increasing production. Increased production must be supported by adequate technology. The technology applied must take into account local environmental conditions and the availability of raw materials. Many tools sometimes have no economic value but can be used as the main components of agricultural machinery and equipment, such as freon cylinders. This research aims to test the suitability of freon tubes as the main component for making candlenut crushing machines. The design results show that the freon tube can act as a candlenut crushing machine. However, the performance of this machine was not optimal because there were still a lot of crushed candlenuts. Apart from that, there are still candlenuts that escaped. Therefore, it is necessary to develop this machine to increase its productivity and performance.
Future prospective of bioethanol production from sugar palm sap Mustofa; Hariadi
Journal of Energy, Mechanical, Material, and Manufacturing Engineering Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jemmme.v9i1.30445

Abstract

The availability of fossil fuels is decreasing along with increasing environmental temperatures due to their use. Therefore, there is a need for other alternatives to overcome this problem, such as the use of bioethanol as an environmentally friendly renewable energy. This research was aimed to identify the potency of sugar palm (Arenga pinnata Merr) sap as a feedstock for bioethanol production. Two major aspects of the identification focus were the feedstock availability and the bioethanol production process. The feedstock identification was conducted by surveying the industry of sugar palm and collecting data of the volume of sugar palm sap. Then, the production process of bioethanol as final product was conducted in four stages. They are characterization of samples, pasteurization, fermentation, and distillation. The results show that sap samples collected from the farmers have pH = 3.1-3.2, density 0.96 gr/mL, and carbohydrate content 1.51%, respectively. Sugar palm sap was fermented with 0.03 m/v fermentation agent of yeast within 72 hours. After the fermentation process, the sugar palm sap contains 1.51% carbohydrates, 74% alcohol, and 63.96% ethanol. Furthermore, the distillation temperature of 78-80oC resulted in a 7.44% v/v ratio of extract amount from the total volume of the distillation results. The bioethanol quantity can be increased by considering the process, especially during the fermentation.
Design of Integrated Distillation-Dehydration Prototype for Bioethanol with Flexible Column and Capillary Condenser Mustofa; Siradjuddin Haluti; Ovin Daud
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 25 No. 3 (2025): November
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v25i3.156-168

Abstract

The production of high-purity bioethanol remains a challenge, particularly when the feedstock originates from traditional fermentation processes such as cap tikus. This study presents an integrated distillation–dehydration prototype that enables simultaneous vapor separation and moisture removal within a single columnn – an innovation that combines a flexible dual-layer adsorbent chamber and a capillary-type condenser tio improve mass and heat transfer performance. The prototype consists of three main components: a boiler with a diameter and height of 500 mm, a distillation–dehydration column with a diameter of 101.6 mm and a height of 1000 mm designed for flexibility to accommodate various adsorbents, and a shell-and-tube condenser 1200 mm long equipped with 19 capillary tubes of 8 mm diameter. Heat is supplied by a “1000-eye” gas burner that ensures uniform thermal distribution at the boiler base. Preliminary testing with 10.8 L of cap tikus (25% alcohol) produced 94 mL of distillate in 3 hours, with a stable of 5 °C temperature gradient along the column. The resulting distillate reached alcohol 87% purity, demonstrating the capability of the integrated system to enhance dehydration performance. Despite performance limitations caused by heat losses in the boiler and vapor-flow resistance witihn the zeolite-packed column, theprototype shows promising thermal and separation characteristics and is ready for futher optimization to increase distillation rate and energy efficiency.
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN “POHON SAYUR” DENGAN SISTEM PERTANIAN VERTIKAL UNTUK SAYUR ORGANIK Agus S Ginting; Moh F Pomalingo; Mustofa Mustofa; Devitta P Mohidin
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal JTPG (April)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v3i1.164

Abstract

Sistim pertanian vertikal atau bisa disebut juga dengan Vertikultur merupakan sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat baik dilakukan di dalam ruangan (indoor) atau di luar ruangan (outdoor). Sistem pertanian ini merupakan cara untuk mensiasati keterbatasan lahan. Tanaman yang akan dibudidayakan pada penelitian ini adalah tanaman kangkung.Pada penelitian ini dilakukan rancang bangun dan pengujian pertanian vertikal dengan konstruksi seperti pohon dengan nama Pohon Sayur. Pertumbuhan kangkung pada sistem pohon sayur dibandingkan dengan pertumbuhan kangkung yang ditanam secara horizontal dengan luasan yang sama sebagai kontrol. Hasil penelitan menunjukkan struktur pohon sayur mampu berkerja dengan baik. Poros penyangga sebagai penahan beban yang terdiri dari 24 percabangan mampu menahan beban secara keseluruhan. Perbandingan pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa berat total kangkung pada pohon sayur menunjukkan hasil yang lebih besar. Pohon sayur menghasilkan berat 1885,3 gr dan kontrol 1741,2gr. Pada tinggi batang, terjadi hal sebaliknya dimana kontrol mempunyai tinggiyang dapat mencapai 27,1cm sedangkan pada pohon sayur tanaman tertinggi sebesar 22,6 cm. Perbedaan berat ini disebabkan diameter batang rata-rata pada pohon sayur yang lebih besar dibandingkan diamater batang pada kontrol dimana diameter rata-rata batang pada pohon sayur dapat mencapai 0,31cm sedangkan pada kontrol mencapai 0,25 cm.Kata kunci : Vertikultur, Pohon Sayur, Kangkung
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN ALAT PENGADUK DODOL admin admin; Mustofa Mustofa; Sjahril Botutihe
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v4i1.340

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang didasarkan pada teknologi tepat guna yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam peningkatan kualitas dan kuantitas produk-produk makan ringan, khususnya dodol. Dalam penelitian ini dirancang sebuah alat/mesin pengaduk yang digerakkan dengan motor penggerak. Besarnya daya yang digunakan untuk menggerakkan pengaduk merupakan variabel tetap, termasuk juga putaran pengadukan. Sementara api yang digunakan untuk memasak dodol berasal dari gas LPG. Penelitian ini juga merupakan sebagai awal untuk penelitian selanjutnya tentang pengembangan alat pengaduk dodol. Fokus kajian dalam penelitian membandingkan produk dodol yang dihasilkan dari alat dalam penelitian ini dengan yang dihasilkan secara tradisional. Inidikator perbandingan yang menjadi kajian adalah waktu yang diperlukan selama pemasakan dodol dan kualitas dodol yang dihasilkan meliputi tekstur, rasa dan aroma. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pemebuatan dodol menggunakan mesin memerlukan waktu selama 101 menit, yakni 38 menit lebih cepat dibandingkan secara tradisional. Selain itu, kualitas dodol yang dihasilkan menggunakan mesin memiliki tekstur yang kenyal, lebih coklat dan memiliki aroma dan rasa yang tinggi.
PENENTUAN SIFAT FISIK KENTANG (Solanum tuberosum L.): SPHERICITY, LUAS PERMUKAAN VOLUME DAN DENSITAS Mustofa Mustofa
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 4 No 2 (2019): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v4i2.457

Abstract

Kentang merupakan salah satu bahan produk pertanian yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dengan berbagai olahan. Kualitas kentang ditentukan berdasarkan karakteristik fisik, mekanik dan kimia yang berkaitan dengan komposisinya. Karakteristik fisik merupakan aspek penting dalam penanganan bahan pertanian seperti pemisahan, grading, pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan. Penanganan dan pengolahan kentang bergantung pada sifat-sifatnya. Disamping itu, sifat fisik bahan pertanian juga merupakan faktor penting dalam perancangan suatu alat pengolahannya. Hal ini berkaitan dengan ukuran dan bentuk, volume, densitas, dan sifat-sifat fisik lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui beberapa sifat fisik kentang. Penentuan ukuran dan bentuk seperti sphericity yang dapat diukur menggunakan jangka sorong dan beberapa persamaan matematis. Sedangkan volume dan densitasnya diukur menggunakan gelas kimia dan penentuan massa dari suatu bahan serta menggunakan persamaan matematis umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kentang memiliki sphericity, luas permukaan, volume, dan densitas masing-masing adalah 0,86, 27,75 cm2, 118,40 cm3, dan 1,01 gr/mL. Perbedaan volume menghasilkan perbedaan densitasnya dimana densitas kentang untuk volume yang berbeda masing-masing adalah 1,01 g.cm-3 dan 1,08 g.cm-3. Oleh karena itu, perancangan suatu alat dalam penanganan dan pengolahan kentang harus didasarkan pada sifat dan karakteristik dari kentang tersebut