Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menjadi Guru Profesional Dalam Menghadapi Dinamika Persaingan Global Abdul Hobir; Sugeng Kurniawan
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol 6 No 1 (2019): (April) 2019
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v6i1.121

Abstract

Sebagai konsekuensi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maka akan terjadi arus bebas pasar tenaga kerja, barang, jasa, modal, dan investasi diantara negara-negara di kawasan ASEAN. Kondisi ini akan menjadi peluang dan sekaligus tantangan yang harus dihadapi oleh segenap bangsa Indonesia, khususnya para guru yang mempunyai peran sentral dalam membangun bangsa. Mengantisipasi perubahan-perubahan yang begitu cepat serta tantangan yang semakin besar dan kompleks, tiada jalan lain bagi guru kecuali hanya mengupayakan segala cara untuk meningkatkan daya saing para guru serta produk- produk akademik dan layanan lainnya. Membayangkan sosok ideal yang punya kompetensi besar, ikhlas mendidik dengan etos kerja tinggi, penuh kewibawaan, menjadi teladan dengan segala tutur kata yang digugu serta perilakunya ditiru, tentu pikiran kita langsung tertuju pada sosok seorang guru. Dialah guru yang ditahbiskan sebagai seorang profesional. Hanya saja sosok tersebut lebih kerap memenuhi imajinasi, karena dalam realita, semakin hari terasa semakin sulit menemukan sosok sedemikian hebat itu. Padahal, sosok tersebut begitu dirindukan semua peserta didik yang sangat dahaga akan ilmu dan haus akan keteladanan. Pendidikan berkarakter yang selalu digaungkan, ditambah lagi dengan kurikulum baru yang mengedepankan sikap dan keterampilan, tentu cuma akan menjadi sebuah kesia-siaan andaikata guru yang berada di garda terdepan perubahan perilaku peserta didiknya tersebut belum mampu menunjukkan karakter, sikap, serta keterampilan yang memadai dan menginspirasi, yang sering dirangkum dalam sebuah kata “profesional” itu. Kata kunci: Pendidikan, Guru Professional, Persaingan Global.
Negotiating Conservative Traditions and Religious Moderation: A Sociological Study of the Construction of Social Harmony in Pesantren in Madura Supandi Supandi; Kurratul Aini; Abdul Hobir
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v12i1.658

Abstract

The purpose of this research is to analyze the role of pesantren in internalizing the values of religious moderation through the system applied in education organized with the pesantren's tradition. This research uses a qualitative approach with a descriptive-analytical design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies involving kiai, ustadz, and students in the pesantren environment. Data analysis was carried out using thematic analysis techniques through the stages of data reduction, data presentation, and conclusions drawn, and strengthened by triangulation of sources and techniques to ensure the validity of findings. The results of the study show that the internalization of religious moderation in Pesantren occurs holistically through the integration of formal curriculum, curriculum (formal and hidden curriculum), and Pesantren traditions. The example of kiai and ustadz as well as the collective culture of pesantren has proven to be a key factor in shaping the religious attitude of students that is moderate, inclusive, and oriented towards social harmony. This study concludes that pesantren function as a foundation of moderate Islamic education that is effective in maintaining social cohesion in a multicultural society. The implications of this study emphasize the importance of strengthening the role of Pesantren in the development of Islamic education policies and practices oriented towards religious moderation and social peace.