H.M Djakaria
Departemen Radioterapi RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Radioterapi pada Karsinoma Neuroendokrin Jenis Karsinoma Sel Kecil pada Serviks Sugandi Hartanto; H.M Djakaria
Radioterapi & Onkologi Indonesia Vol 7, No 1 (2016): Volume 7 No.1 Januari 2016
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.379 KB) | DOI: 10.32532/jori.v7i1.41

Abstract

Karsinoma sel kecil serviks merupakan varian tumor sel kecil ekstrapulmoner yang jarang ditemukan dan sangat agresif. Karsinoma jenis ini ditemukan pada <2% dari seluruh keganasan serviks dan umumnya tidak berdiferensiasi. Karsinoma sel kecil dihubungkan dengan prognosis yang buruk dan memiliki kejadian metastasis jauh yang tinggi. Kesintasan 5 tahun untuk stadium lokal lanjut  sekitar 10-23%, dan hanya 1-9% untuk stadium lanjut (metastasis jauh). Tatalaksana optimal untuk penyakit ini, khusunya pada stadium lanjut, masih belum tegak sepenuhnya. Hanya saja, sudah disepakati bahwa pendekatan  terapi multimodal (operasi, kemoterapi, radioterapi) memberikan hasil yang lebih baik. Kami melaporkan suatu kasus, seorang wanita 43 tahun dengan karsinoma sel kecil serviks stadium IVB dengan metastasis paru.
Perineural Spread pada Kanker Kepala Leher Wahyudi Nurhidayat; H.M Djakaria
Radioterapi & Onkologi Indonesia Vol 6, No 1 (2015): Volume 6 No.1 Januari 2015
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia (PORI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.181 KB) | DOI: 10.32532/jori.v6i1.31

Abstract

Penyebaran perineural/Perineural spread (PNS) tumor kepala dan leher adalah salah satu bentuk metastasis selain per hematogen dan limfogen. PNS tersering terjadi dengan arah retrograde, menuju ke sistem saraf pusat, namun dapat juga antregrade serta skip lessions.  Saraf yang paling sering terlibat PNS pada daerah kepala dan leher adalah nervus fasialis (NC.VII) dan nervus maksilaris (V2) serta nervus mandibularis (V3) cabang nervus trigeminus (NC.V). PNS dapat menyebar dari nervus fasialis ke nervus trigeminus, dan sebaliknya, melalui nervus auriculotemporal atau nervus petrosus superfisialis mayor (GSPN). PNS dapat silent atau asimtomatik secara klinis pada sekitar 30-45% pasien. PNS merupakan faktor yang memperburuk prognosis pasien kanker, karena meningkatkan angka rekurensi tiga kali lipat dan menurunkan 30% 5-years survival rate, terutama pada pasien dengan tu-mor tipe karsinoma adenoid kistik. Pemeriksaan secara teliti pada lokasi-lokasi jalur persarafan PNS pada kepala dan leher perlu dilakukan. Oleh karena itu diperlukan kerja sama yang baik antara radiologist dan radiation oncologist dalam diagnosis dan tata laksana PNS.