Arif Wibowo
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Dosis Pupuk Urea terhadap Kandungan N Tanah, Serapan N dan Hasil Umbi Bawang Merah pada Tanah Steril dan Tanah Inokulasi Ratih Kurniasih; Arif Wibowo; Sri Nuryani Hidayah Utami
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Pertanian Presisi Volume 1, Nomor 1, 2017
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fusarium wilt of shallot is caused by Fusarium solani could affect yield on shallot planting. This research was conducted to study the effect of  addition urea fertilizer on total nitrogen of soil, ammonium, nitrate, nitrogen uptake of foliage and bulbs, and bulbs yield of shallot. This research was conducted at KP4 Kalitirto Berbah and Faculty of  Agriculture, Gadjah Mada University with Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors and 4 replications. The first factor was two type of soil which were inoculated soil by Fusarium solani inoculums and sterilized soil by heating  treatment at more than 100 °C at least 3 hours. The second factor was five different dose of urea and KCl fertilizer on percentage (0, 50, 100, 150 and 200) from fertilizer recommendation. The result showed that total nitrogen of soil, ammonium, nitrate in inoculated soil lower  compared to sterilized soil. There is a positive and significant correlation between ammonium and total nitrogen of soil to fresh weight of bulb, the number of bulb and nitrogen uptake of foliage. Likewise, the fresh weight of bulbs and the number of bulb has a positive and highly significant correlation with nitrogen uptake of foliage and nitrogen uptake of bulb.
Evaluasi Kompetisi Model Tumpang Gilir Cabai Rawit dengan Jagung dan Aplikasi Konsorsium Agens Hayati Nindy Sevirasari; Endang Sulistyaningsih; Budiastuti Kurniasih; Suryanti Suryanti; Arif Wibowo; Tri Joko
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101401

Abstract

Praktik budidaya yang intensif pada tumpang gilir antara cabai rawit–jagung perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui keunggulan lahan dan kompetisi di antara dua spesies yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kompetisi dan keunggulan lahan dari model tanam tumpang gilir cabai rawit–jagung dan aplikasi agens hayati. Penelitian dilakukan di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia pada Mei 2019–Januari 2020. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dua faktor; faktor pertama yaitu model tanam tumpang gilir (2 baris dan 3 baris cabai rawit) dan faktor kedua yaitu aplikasi agens hayati (dengan dan tanpa aplikasi agens hayati). Monokultur cabai dan jagung tanpa aplikasi agensi hayati merupakan kontrol. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians dan Uji Lanjut Duncan's multiple range tests pada α = 5%. Tumpang gilir dinilai berdasarkan Nisbah Kesetaraan Lahan, Nisbah Kesetaraan Lahan berdasarkan Waktu, Agresivitas, Rasio Kompetisi, dan Kehilangan Hasil Aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model tanam 2 dan 3 baris cabai rawit pada pola tanam tumpang gilir cabai rawit dengan jagung dan pemberian agens hayati menghasilkan nilai Nisbah Kesetaraan Lahan dan Nisbah Kesetaraan Lahan Berdasarkan Waktu > 1. Cabai rawit memilki indeks Agresivitas dan Rasio Kompetisi yang lebih besar daripada jagung, namun memiliki nilai Kehilangan Hasil Aktual yang tinggi jika ditanam pada pola tumpang gilir tidak disertai pemberian agens hayati. Dari metode yang diterapkan pada penelitian ini, maka tumpang gilir cabai rawit dengan jagung model 2 baris dengan pemberian agens hayati direkomendasikan karena layak diterapkan dan menguntungkan untuk diusahakan terutama bagi pertanian skala kecil.