Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pemanfaatan Media Pembelajaran Audiovisual Upacara Adat Misalin Dalam Pembelajaran Sejarah Di Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Cimaragas Mulyani, Mevi; Kusmayadi, Yadi; Ratih, Dewi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i1.11948

Abstract

Upacara Adat Misalin yaitu rasa syukur kepada Tuhan YME dengan cara mensucikan diri dengan tujuan kearah yang lebih baik untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Materi pembelajaran Upacara Adat Misalin dapat dituangkan kedalam sebuah pembelajaran menggunakan media audio visual sebagai bahan ajar Sejarah. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu hasil dari observasi, dokumentasi dan wawancara dari semua pihak yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai yang terdapat dalam upacara adat Misalin, melalui pembelajaran Sejarah yang diaplikasikan ke dalam media audio visual kemudian ditampilkan melalui video pembelajaran. Penelitian ini menerapkan audio visual gerak yaitu memanfaatkan video dari upacara adat Misalin sebagai desain pembelajaran di kelas XI IPS 1 SMAN 1 CIMARAGAS. Hasil dari pemanfaatan media audio visual upacara adat Misalin dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMAN 1 CIMARAGAS diintegrasikan dalam materi “Kebudayaan Islam”. Pelaksanaan dalam pemanfaatan media audio visual dilakukan sebanyak dua kali pertemuan Kondisi peserta didik setelah melakukan proses pembelajaran dengan memanfaatkan media audio visual upacara adat Misalin menjadikan peserta didik lebih aktif, semangat dan lebih memahami dalam proses pembelajaran sejarah.Kata kunci: Media Pembelajaran, Audio visual, Tradisi Misalin, Pembelajaran Sejarah
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL YOUTUBE QUIZIZZ DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI IPS 1 SMAN 2 BANJAR Ulmaelani, Lulu; Kusmayadi, Yadi; Ratih, Dewi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 3 (2023): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v4i3.11736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMAN 2 Banjar sebelum memanfaatkan media pembelajaran audio visual Youtube Quizizz serta untuk mengetahui pemanfaatan media pembelajaran tersebut dalam mata pelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMAN 2 Banjar. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman wawancara, observasi dan telepon genggam untuk memotret serta merekam. Pengolahan data dilakukan melalui enam tahap sesuai pendapat Creswell, untuk analisis data dilakukan dengan triangulasi, kontrol anggota dan pemeriksaan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui delapan tahapan seperti yang dijelaskan Moleong. Hasil penelitian Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio Visual Youtube Quizizz dalam Pembelajaran Sejarah di kelas XI IPS 1 SMAN 2 Banjar sebelum memanfaatkan media pembelajaran audio visual Youtube Quizizz menunjukan bahwa Kondisi pembelajaran sejarah yang berlangsung guru menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan RPP dan media pembelajaran yang digunakan buku paket dan buku LKS. Pemanfaatan media pembelajaran audio visual Youtube Quizizz di Kelas XI IPS 1 SMAN 2 Banjar dilakukan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan. Pemanfaatan media pembelajaran ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan pada setiap pertemuan peserta didik mengalami perkembangan dalam memahami materi sejarah.
PEMANFAATAN SITUS PRABU SANGHYANG PERMANA BALANIKSA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH UNTUK SISWA KELAS X IPS SMAN 1 CIMARAGAS Haryanto, Dimas; Kusmayadi, Yadi; Ratih, Dewi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 4, No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situs Sanghyang Permana Balaniksa merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Galuh Kawasen yang memiliki nilai sejarah. Situs ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar oleh siswa. Tujuan penelitian ini untuk: 1) menjelaskan gambaran Situs Sanghyang Permana Balaniksa; 2) mengetahui pemanfaatan Situs Sanghyang Permana Balaniksa sebagai sumber belajar sejarah untuk siswa kelas X IPS 1 di SMAN 1 Cimaragas. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: 1) Situs Sanghyang Permana Balaniksa merupakan salah satu situs peninggalan bersejarah pada masa Kerajaan Hindu-Budha di wilayah tatar Galuh Ciamis, di dalamnya terdapat satu makom yaitu Sanghyang Permana, serta terdapat tradisi upacara adat Nyekar yang merupakan budaya peninggalan leluhur, Upacara adat Nyekar bagian dari menghormati seorang raja yang bernama Sanghyang Permana sebagai Raja Kawasen Pertama.  2) Bentuk pemanfaatan situs sejarah sebagai sumber belajar sejarah yang sudah dilaksanakan oleh SMAN 1 Cimaragas, melalui kegiatan pembelajaran dengan metode ekskursi sebagai pembelajaran materi Kerajaan Hindu-Budha. Dalam pembelajaran metode ini yang terintegrasi langsung dalam proses pembelajaran, dapat digali dan ditanamkan tersebut antara lain: nilai religius, cinta sejarah, rasa ingin tahu, tanggung jawab. 
Dampak Perang Bubat Terhadap Identitas Dan Kebudayaan Masyarakat Sunda Sondarika, Wulan; Ratih, Dewi; Herdianto, Heri
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16397

Abstract

Penelitian ini berupaya mengkaji lebih lanjut bagaimana peristiwa Perang Bubat berdampak terhadap identitas dan kebudayaan masyarakat Sunda dari masa ke masa. Fokus kajian ini adalah pada bagaimana masyarakat Sunda menginternalisasi peristiwa tersebut dan menjadikannya bagian penting dari narasi budaya dan sejarah mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika perubahan identitas masyarakat Sunda pasca-Perang Bubat, dan bagaimana peristiwa ini terus mempengaruhi pandangan mereka terhadap sejarah dan kebudayaan hingga era kontemporer. Metode dalam penelitian ini yaitu metode kulitatif dengan pendekatan historis dengan langkah penelitian; identifikasi masalah, pengumpulan data, kritik Sumber, analisis data, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian dampak Perang Bubat terhadap identitas dan kebudayaan masyarakat Sunda menunjukkan bahwa peristiwa ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga membentuk persepsi dan sikap budaya yang bertahan lama. Perang Bubat menguatkan identitas budaya Sunda yang berpusat pada nilai-nilai kehormatan, kemandirian, dan sikap perlawanan terhadap dominasi eksternal. Meskipun sebagian dari dampak ini mulai terkikis oleh perubahan zaman, trauma kolektif yang ditinggalkan Perang Bubat masih mempengaruhi cara pandang masyarakat Sunda dalam hubungan antar-etnis hingga saat ini.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER K.H MOH ILYAS RUHIAT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI KELAS XI SMA PGRI 43 SINGAPARNA Salsabiila, Rasyiiqah Nadira; Kusmayadi, Yadi; Ratih, Dewi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 5, No 3 (2024): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v5i3.15595

Abstract

Pendidikan adalah proses mengajar orang supaya mereka dapat berpikir secara logis dan lebih bijaksana dalam bertindak. Oleh karena itu, Pendidikan dapat dianggap sebagai cara yang paling penting untuk mewujudkan nilai-nilai bangsa. Dalam hal ini, Pendidikan Sejarah juga termasuk pengajaran normatif karena tujuannya didasarkan pada nilai dan makna yang sesuai dengan tujuan Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai karakter K.H Moh Ilyas Ruhiat dalam pembelajaran Sejarah. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi ke lingkungan Pondok Pesantren Cipasung dan ke sekolah SMA PGRI 43 Singaparna, kemudian wawancara dilakukan dengan admin pondok pesantren, keluarga dari K.H Moh Ilyas Ruhiat, Kepala Sekolah SMA PGRI 43 Singaparna, Wakasek Kurikulum, guru Sejarah dan siswa SMA PGRI 43 Singaparna. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah biografi dan nilai-nilai karakter K.H Moh Ilyas Ruhiat diantaranya sikap mandiri, religius, bekerja keras, disiplin, demokratis dan beliau sangat gemar membaca. Implementasi nilai-nilai karakter K.H Moh Ilyas Ruhiat dalam pembelajaran Sejarah dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan dengan menggabungkan materi Pelajaran Sejarah berbasis nilai-nilai karakter tokoh Sejarah lokal yang dapat diimplementasikan pada kehidupan sehafri-hari. Dari hasil pembelajaran Sejarah melalui implementtasi nilai-nilai karakter K.H Moh Ilyas Ruhiat dapat bermanfaat bagi peserta didik dalam membentuk kepribadian yang lebih baik lagi. 
Penerapan Teks Cerita Sejarah Sebagai Media Ajar dalam Upaya Meningkatkan Literasi Peserta Didik Kelas X E 2 SMA Negeri 2 Ciamis Alghozali, Recka Aulia; Lathifah, Hana; Ratih, Dewi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16090

Abstract

The research aims to explore the application of historical story texts as a teaching medium in an effort to improve student literacy at SMA Negeri 2 Ciamis. The research using the Classroom Action Research method follows the Kemmis and McTaggart (1988) model which is carried out in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The subject of the study was 34 students in class X E 2. Data was collected through observations, interviews, and literacy tests before and after the implementation of teaching media. The results of the study show that the use of historical story texts can increase students' literacy and understanding of historical materials, as well as improve social-emotional skills, critical thinking, analytical, and empathy. This can be seen from the increase in the average student literacy score from 74% in the pre-action to 91% in the second cycle. In addition, learning activities showed a significant increase, with active participation in class discussions and group assignments. Literacy includes pre-reading, reading, and post-reading activities, which are applied through group discussions and analysis of the story texts of the novels "Laut Bercerita" and "Salt to the Sea". Through interactive discussions, they share perspectives, debate interpretations, and deepen their understanding of history. This study concludes that the application of historical story texts as a teaching medium is effective in improving students' literacy, as well as providing recommendations for the use of similar methods in their learning.
Revitalisasi Nilai-Nilai Budaya: Memperkuat Jati Diri dan Ketahanan Budaya Lokal Melalui e-book Sejarah Untuk Siswa Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Ciamis Ratih, Dewi; Sondarika, Wulan; Suryana, Aan; Ramdani, Dadan; Melindawati, Melin
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.101999

Abstract

ABSTRACTThis research explores the revitalization of cultural values and national identity building through the development of a history e-book aimed at high school students in Ciamis Regency, Indonesia. The research aims to assess how digital resources can enhance local cultural resilience and foster a sense of belonging among youth.Using Participatory Rural Appraisal (PRA) and Participatory Learning and Action (PLA) approaches as methodological frameworks, the research involved active participation from teachers in training, mentoring, practical application, and evaluation to assess the effectiveness of these digital resources in promoting cultural awareness and resilience as well as involving students in the process of developing teaching materials.The findings highlight the important role of participatory methods in engaging students and educators, leading to a deeper appreciation of local heritage and improved cultural identity. The results show that integrating local history into educational materials has a positive impact on students' understanding and appreciation of their cultural heritage, leading to increased engagement with local traditions and values. The resulting history e-book not only improves students' historical knowledge but also strengthens local cultural identity and resilience. This research concludes that the integration of cultural values in education can contribute to the development of local identity and resilience.
PEMANFAATAN SITUS GUNUNG JAMBU SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH MATERI KERAJAAN HINDU DAN BUDHA (Studi Kasus Kelas X Di MA EL–Bayan Majenang) Astridha, Fanny; Kusmayadi, Yadi; Ratih, Dewi
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 2 (2025): JUNI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i2.18894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti cagar budaya yang berada di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi/kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran Sejarah di MA EL-Bayan Majenang cenderung menggunakan metode ceramah. Sumber Belajar yang dipakai oleh Guru juga hanya dari buku paket yang di sediakan oleh sekolah. Pemanfaatan Situs Gunung Jambu sebagai Sumber Belajar Sejarah dilakukan dengan menggunakan media Power Point sebagai alat bantu Pembelajaran Sejarah di Kelas. Kendala yang dihadapi dalam Pemanfaatan Situs Gunung Jambu sebagai Sumber Belajar adalah keterbatasan materi mengenai Situs Gunung Jambu, Kendala selanjutnya adalah keberadaan Situs Gunung Jambu yang berada di Puncak Gunung Jambu sehingga menyebabkan Peserta Didik tidak bisa melihat secara langsung Situs Gunung Jambu. Upaya yang dilakukan mengenai kendala tersebut adalah memaksimalkan materi dengan menjadikan sumber dari jurnal sebagai bahan ajar.Kata Kunci: Situs Gunung Jambu, Sumber Belajar, Sejarah
Rituals of Birth and Efforts to Preserving Cultural Identity in Cisaar Hamlet, Majalengka, Amidst the Tide of Modernization Shinta Alda Yunita; Irma Dwi Kartika; Dewi Ratih
JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 1 No 2 (2025): Historical, Educational, and Cultural
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jamasan.v1i2.5453

Abstract

This research aims to analyze the implementation process of the Nurunkeun Orok ceremony and examine its existence in the community of Dusun Cisaar in the modern era. Using a descriptive qualitative method with an ethnographic approach, the researcher was directly involved in the data collection process through observation, interviews, and literature review. The findings indicate that while Nurunkeun Orok involves a fairly long procession, the community of Dusun Cisaar has implemented simplifications without diminishing its essential inherent values in this modern era. This adaptation allows the ritual to remain relevant with the advancements of the times, while also serving as a crucial marker in the formation of both personal and collective identity.
Utilization of Museum Cipari Through Field trips for History Learning at SMAN 2 Kuningan Rizky Ady Mauludin; Yadi Kusmayadi; Dewi Ratih
JAMASAN: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 1 No 3 (2025): History Education, Culture and Media
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jamasan.v1i3.5513

Abstract

This study highlights the importance of history learning in building local historical awareness and motivating students to appreciate cultural heritage. The field trip method, where students learn directly at historical sites, is an effective strategy. The Cipari Archaeological Museum in Kuningan, a megalithic heritage site, offers valuable opportunities for meaningful, contextual history learning. This research aims to explore the museum’s history, describe its use through field trips for Grade X students at SMAN 2 Kuningan, and analyze student responses. Using a descriptive qualitative method, data were collected via observation, interviews, and documentation involving students, teachers, and museum staff. Results show that field trips increase students’ interest, understanding of local history, and active involvement compared to conventional classroom learning. Students engage more enthusiastically with the material, finding the experience concrete and memorable despite challenges like limited time and logistics. The study recommends that history teachers incorporate museum visits into their curriculum with careful planning and follow-up activities to maximize educational benefits.