Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Medical Laboratory

SURVEI LARVA NYAMUK Aedes spp. SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE Zahara Fadilla; Rustiana Tasya Arining Praja; Febrial Hikmah; NS Widada
Jurnal Medical Laboratory Vol. 1 No. 1 (2022): Januari : Jurnal Medical Laboratory
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.837 KB) | DOI: 10.57213/medlab.v1i1.17

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a public health problem in Indonesia. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the Dengue virus (DENV). Viruses belonging to the Arbovirus group are mostly transmitted in urban areas by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes, Ae. aegypti has a breeding place in water reservoirs, especially clean, not flowing water and not exposed to direct sunlight. This study aims to identify species of mosquito larvae found in water reservoirs in Pamijahan Village, Bogor Regency. The type of research used in this research is descriptive by using a cross sectional design which aims to make observations made for a moment (observed once) with a random sampling system technique. Sampling was carried out in 100 houses located in RT 1, 2, 3, , 5 and 6. The results showed that of the 100 houses examined, 8 of them were positive for mosquito larvae. Mosquito larvae found in water reservoirs are Ae. aegypti and Culex spp. Larvae were found in water storage containers in the form of tubs (62.68%) and jars (22.54%)
IDENTIFIKASI PARASIT PADA EKSOSKLETON LALAT HIJAU Chrysomya spp. Zahara Fadilla; Adelia Febriyossa; Azis Rizqi Habibie; Indrawan Indrawan
Jurnal Medical Laboratory Vol. 1 No. 2 (2022): Juli : Jurnal Medical Laboratory
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.547 KB) | DOI: 10.57213/medlab.v1i2.105

Abstract

Penyakit yang diakibatkan parasit seperti protozoa dan kecacingan merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, karena penyakit ini tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia. Penularan penyakit pada manusia dapat terjadi melalui banyak cara antara lain melalui lalat sebagai vektor mekanik. Lalat dapat membawa bakteri patogen, protozoa, larva serta telur cacing yang menempel pada tubuhnya dan dapat mencemari bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat parasit pada eksoskleton lalat hijau Chrysomya spp. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian merupakan seluruh lalat hijau Chrysomya spp. yang tertangkap di Pasar Kemiri Basmol, Kembangan Utara. Hasil penelitian didapatkan lalat hijau Chrysomya spp. (68 ekor), dari hasil pemeriksaan parasit pada eksoskleton tubuh lalat Chysomia spp. ditemukan protozoa (Endolimax spp., dan Entamoeba coli) dan telur helminth (Chlonorchis spp.).
IDENTIFIKASI TELUR CACING SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA SAYURAN MENTAH DI PASAR TRADISIONAL Zahara Fadilla
Jurnal Medical Laboratory Vol. 2 No. 1 (2023): Januari: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v2i1.144

Abstract

Infeksi cacing usus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, yang sangat berkaitan dengan keadaan kebersihan pribadi, keadaan sosial ekonomi dan sanitasi lingkungan. Infeksi kecacingan ini masih banyak terjadi terutama rentan pada masyarakat perdesaan dan daerah perkotaan yang tinggal dipemukiman yang padat penduduk dan lingkungan yang kumuh. Cacing yang termasuk golongan Soil-transmitted Helminths (STH) merupakan nematoda yang memerlukan tanah untuk perkembangan bentuk infektifnya. Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan mengkonsumsi sayuran mentah (lalapan) untuk campuran makanan lain. Kebiasaan memakan sayuran mentah ini harus memperhatikan proses pencuciannya, jika pencuciannya kurang baik memungkinkan adanya protozoa dan telur cacing STH pada sayuran tersebut Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui ada tidaknya kontaminasi Soil Transmitted Helminths pada sayuran mentah di Pasar Tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengambilan sampel penelitian dilakukan secara random sampling di pasar tradisional. Sampel diambil dari pedagang yang menjual sayuran daung bawang, selada dan kangkung. Hasil penelitian menunjukan pada sayuran daun bawang ditemukan telur cacing Trichuris trichiura, serta larva cacing Hookworm dan larva cacing Strongyloides stercoralis, sedangkan pada daun selada dan kangkung tidak ditemukan kontaminasi parasit.
Identifikasi Telur Nematoda Usus pada Feses Anak-anak di RT 09/RW 05 Tanjung Duren Selatan Muhammad Razin Zakin Shiddiq; Zahara Fadilla
Jurnal Medical Laboratory Vol. 2 No. 2 (2023): Juli: Jurnal MedLab
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/medlab.v2i2.196

Abstract

Nematoda usus merupakan kelompok cacing parasit penyebab infeksi kecacingan. Sekitar 24℅ dari populasi di dunia terinfeksi kecacingan. Di Indonesia, kasus kecacingan menyebar di seluruh wilayah. Dengan Rata-rata prevalensi kecacingan lebih dari 28% dengan tingkat yang berbeda-beda di tiap daerahnya. Infeksi kecacingan merupakan infeksi yang banyak diderita dan ditemukan pada anak-anak. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya resiko infeksi kecacingan pada anak adalah rendahnya tingkat sanitasi pribadi (perilaku hidup bersih sehat). Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat infeksi telur cacing nematoda usus pada feses anak-anak di wilayah RT.09 RW.05 Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik. Sampel ditentukan dengan teknik kriteria inklusi melalui wawancara sehingga didapatkan 15 sampel feses. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode natif (direct slide). Hasil penelitian menunjukkan 15 sampel yang diperiksa tidak ditemukan telur nematoda usus atau negatif, hasil ini didukung oleh hasil kuisioner tentang higienitas perorangan. Kesimpulannya feses pada anak-anak yang tinggal di wilayah RT.09 RW.05 Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat tidak terinfeksi kecacingan.