Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perbandingan Efisiensi Biaya Bahan Bahan Bakar Liquid Petrolium Gas (LPG) dan Bensin pada Pompanisasi Lahan Persawahan di Kabupaten Maros Amal Said
Agrokompleks Vol 14 No 1 (2015): Agrokompleks
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v14i1.184

Abstract

Pompanisasi merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan tanaman padi dari resiko kekeringan di musim kemarau (gaduh). Munculnya Liquid Petrolium Gas (LPG) sebagai bahan bakar yang dapat mensubtitusi bahan bakar bensin menjadi kajian menarik khususnya dari aspek finansial. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni sampai Juli 2015 di Desa Timpuseng Kecamatan Camba dan Desa Baji Pa'mai Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode kuantitatif yaitu tabulasi dan analisis perbandingan efisiensi biaya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara financial Liquid Petrolium Gas (LPG) dapat mensubtitusi penggunaan bahan bakar bensi dengan efisiensi yang sangat baik. Kebutuhan biaya bahan bakar jika petani menggunakan bensin sebagai bahan bakar mencapai Rp 751.000,-/Ha/musin. Sedangkan jika petani menggunakan Liquid Petrolium Gas (LPG) hanya membutuhkan biaya Rp 120.000,-/Ha/musim khususnya pada musim tanam gaduh. Tingkat efisiensi mencapai 16 % sehingga disimpulkan sangat efisien. Sebaiknya Petani segera beralih menggunakan Liquid Petrolium Gas (LPG) untuk menghemat biaya pompanisasi.
Aktifitas Sosial Masyarakat Di Desa Kapita Dalam Mendukung Keberlanjutan Program Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Suprianto; Amal Said; Helda Ibramin
Journal Of Business, Finance, and Economics (JBFE) Vol 6 No 2 (2025): Desember : Journal Of Business, Finance, and Economics (JBFE)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbfe.v6i2.7363

Abstract

Community Forest Management (PHKM) is one of the social forestry programs aimed at improving community welfare while maintaining forest sustainability. The sustainability of this program is greatly influenced by the level of community participation. This study aims to analyze the sustainability level of the Community Forest Management (HKM) program based on community participation. The research was conducted in Kapita Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, reviewed from social, economic, and ecological aspects from July 24, 2025 to August 31, 2025, using a mixed methods approach. Data were collected through structured interviews with questionnaires involving 134 respondents who were members of forest farmer groups, in-depth interviews, and field observations. The data were analyzed using descriptive statistics, sustainability index calculation, and qualitative triangulation to strengthen the findings. The results show that the social aspect achieved a sustainability index of 63.7% or a score of 3.64, the economic aspect obtained an average score of 3.50, and the ecological aspect reached 3.69, all categorized as moderately sustainable. The Combined Sustainability Index (CSI) of the three aspects was 3.61, placing the PHKM program in the moderately sustainable category. This study concludes that PHKM has had a positive impact on social and economic life as well as environmental conservation.
Efektivitas Penyuluhan dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Mentawa Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Nurul Anisa; Amal Said; Suardi Bakri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/3zzfa558

Abstract

Program penyuluhan bertujuan menambah pengetahuan dan keterampilan petani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penyuluhan tersebut.Metode yang digunakaan dalam penelitian ini adalah metode yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data diolah secara tabulasi dan dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan tabel ditribusi frekuensi berdasarkan scoring (skor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyuluhan memiliki tingkat efektivitas yang cukup baik, dilihat dari aspek materi, metode, media, serta keterampilan penyuluh. Faktor pendukung efektivitas penyuluhan antara lain adalah ketersediaan materi yang sesuai dengan kebutuhan petani, kemampuan komunikasi penyuluh, serta dukungan kelembagaan desa. Namun demikian, terdapat pula faktor penghambat, seperti rendahnya partisipasi sebagian petani, keterbatasan sarana prasarana, serta perbedaan tingkat pendidikan dan pemahaman antar peserta. The extension program aims to increase farmers' knowledge and skills. This research aims to determine the effectiveness of extension in the People's Oil Palm Replanting (PSR) program, as well as identify the factors that influence the success of the extension. The method used in this research is a method consisting of interviews and documentation. The data analysis used is descriptive qualitative, the data is processed by tabulation and then continued with descriptive qualitative analysis using frequency distribution tables based on scoring. The results of the research show that the implementation of extension has a fairly good level of effectiveness, seen from the aspects of material, method, media, and extension worker skills. Supporting factors for the effectiveness of extension include the availability of material that suits the needs of farmers, the communication skills of extension workers, and support from village institutions. However, there are also inhibiting factors, such as the low participation of some farmers, limited infrastructure, and differences in education levels and understanding between participants.