Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Perbandingan Efisiensi Biaya Bahan Bahan Bakar Liquid Petrolium Gas (LPG) dan Bensin pada Pompanisasi Lahan Persawahan di Kabupaten Maros Amal Said
Agrokompleks Vol 14 No 1 (2015): Agrokompleks
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v14i1.184

Abstract

Pompanisasi merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan tanaman padi dari resiko kekeringan di musim kemarau (gaduh). Munculnya Liquid Petrolium Gas (LPG) sebagai bahan bakar yang dapat mensubtitusi bahan bakar bensin menjadi kajian menarik khususnya dari aspek finansial. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juni sampai Juli 2015 di Desa Timpuseng Kecamatan Camba dan Desa Baji Pa'mai Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode kuantitatif yaitu tabulasi dan analisis perbandingan efisiensi biaya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara financial Liquid Petrolium Gas (LPG) dapat mensubtitusi penggunaan bahan bakar bensi dengan efisiensi yang sangat baik. Kebutuhan biaya bahan bakar jika petani menggunakan bensin sebagai bahan bakar mencapai Rp 751.000,-/Ha/musin. Sedangkan jika petani menggunakan Liquid Petrolium Gas (LPG) hanya membutuhkan biaya Rp 120.000,-/Ha/musim khususnya pada musim tanam gaduh. Tingkat efisiensi mencapai 16 % sehingga disimpulkan sangat efisien. Sebaiknya Petani segera beralih menggunakan Liquid Petrolium Gas (LPG) untuk menghemat biaya pompanisasi.
Aktifitas Sosial Masyarakat Di Desa Kapita Dalam Mendukung Keberlanjutan Program Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Suprianto; Amal Said; Helda Ibramin
Journal Of Business, Finance, and Economics (JBFE) Vol 6 No 2 (2025): Desember : Journal Of Business, Finance, and Economics (JBFE)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbfe.v6i2.7363

Abstract

Community Forest Management (PHKM) is one of the social forestry programs aimed at improving community welfare while maintaining forest sustainability. The sustainability of this program is greatly influenced by the level of community participation. This study aims to analyze the sustainability level of the Community Forest Management (HKM) program based on community participation. The research was conducted in Kapita Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, reviewed from social, economic, and ecological aspects from July 24, 2025 to August 31, 2025, using a mixed methods approach. Data were collected through structured interviews with questionnaires involving 134 respondents who were members of forest farmer groups, in-depth interviews, and field observations. The data were analyzed using descriptive statistics, sustainability index calculation, and qualitative triangulation to strengthen the findings. The results show that the social aspect achieved a sustainability index of 63.7% or a score of 3.64, the economic aspect obtained an average score of 3.50, and the ecological aspect reached 3.69, all categorized as moderately sustainable. The Combined Sustainability Index (CSI) of the three aspects was 3.61, placing the PHKM program in the moderately sustainable category. This study concludes that PHKM has had a positive impact on social and economic life as well as environmental conservation.
Efektivitas Penyuluhan dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Mentawa Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Nurul Anisa; Amal Said; Suardi Bakri
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 1
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/3zzfa558

Abstract

Program penyuluhan bertujuan menambah pengetahuan dan keterampilan petani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penyuluhan tersebut.Metode yang digunakaan dalam penelitian ini adalah metode yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data diolah secara tabulasi dan dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan tabel ditribusi frekuensi berdasarkan scoring (skor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penyuluhan memiliki tingkat efektivitas yang cukup baik, dilihat dari aspek materi, metode, media, serta keterampilan penyuluh. Faktor pendukung efektivitas penyuluhan antara lain adalah ketersediaan materi yang sesuai dengan kebutuhan petani, kemampuan komunikasi penyuluh, serta dukungan kelembagaan desa. Namun demikian, terdapat pula faktor penghambat, seperti rendahnya partisipasi sebagian petani, keterbatasan sarana prasarana, serta perbedaan tingkat pendidikan dan pemahaman antar peserta. The extension program aims to increase farmers' knowledge and skills. This research aims to determine the effectiveness of extension in the People's Oil Palm Replanting (PSR) program, as well as identify the factors that influence the success of the extension. The method used in this research is a method consisting of interviews and documentation. The data analysis used is descriptive qualitative, the data is processed by tabulation and then continued with descriptive qualitative analysis using frequency distribution tables based on scoring. The results of the research show that the implementation of extension has a fairly good level of effectiveness, seen from the aspects of material, method, media, and extension worker skills. Supporting factors for the effectiveness of extension include the availability of material that suits the needs of farmers, the communication skills of extension workers, and support from village institutions. However, there are also inhibiting factors, such as the low participation of some farmers, limited infrastructure, and differences in education levels and understanding between participants.
Faktor Internal dan Faktor Eksternal pada Pengembangan Usaha tani Kopi Arabika di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja Agustina Tappi Sammane; Amal Said; Sulfiana Sulfiana
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5022

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya. Kopi arabika Toraja adalah jenis kopi arabika yang berasal dari daerah pegunungan Toraja, di Sulawesi Selatan, Indonesia. Kopi Toraja dikenal sebagai kopi spesialty karena cita rasanya yang khas dan kompleks. Kelurahan Benteng Ambeso adalah salah satu daerah penghasil kopi arabika di Tana Toraja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor eksternal dan faktor internal pada pengembangan usaha tani kopi arabika (Coffea arabica) di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian dilakukan di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja pada bulan September-Oktober 2025. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah Purposive Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang petani kopi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kekuatan (ketersediaan luas lahan kopi arabika sebesar 578 Ha, ketersediaan tenaga kerja yang berpengalaman, ketersediaan sarana ekonomi, sosial dan kesehatan, ketersediaan kelembagaan petani dan dukungan kebijakan pemerintah tentang peremajaan kopi arabika). Faktor kelemahan (kurangnya pemupukan pada tanaman kopi arabika, penggunaan teknologi yang masih sederhana dalam budidaya dan pengolahan kopi arabika, kurangnya sikap petani dalam pemangkasan kopi arabika dan umur tanaman kopi arabika sudah tua (>25) tahun). Faktor peluang (tingginya permintaan pasar kopi arabika Toraja baik domestik maupun global, potensi integrasi dengan sektor pariwisata Toraja, mendapatkan pelatihan budidaya dan pasca panen kopi arabika dari pemerintah, kemitraan kerjasama dengan eksportir, dan industri kopi dan akses teknologi yang semakin terbuka terhadap informasi dan teknologi). Faktor ancaman (ketidakpastian iklim global, seperti kenaikan suhu, curah hujan yang tidak teratur, atau perubahan musim yang tidak menentu, fluktuasi harga dapat memengaruhi pendapatan petani, alih fungsi lahan ke penggunaan lain serta persaingan dari produk kopi arabika  daerah lain).
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Arabika di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja Agustina Tappi Sammane; Amal Said; Sulfiana Sulfiana; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5141

Abstract

Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu varietas kopi yang paling banyak dibudidayakan dan memiliki kualitas biji kopi yang unggul dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Kopi arabika Toraja adalah jenis kopi arabika yang berasal dari daerah pegunungan Toraja, di Sulawesi Selatan, Indonesia. Kopi ini dikenal sebagai kopi spesialty karena cita rasanya yang khas dan kompleks. Kelurahan Benteng Ambeso adalah salah satu daerah penghasil kopi arabika di Tana Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani kopi arabika di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Benteng Ambeso Kecamatan Gandangbatu Sillanan Kabupaten Tana Toraja pada bulan September-Oktober 2025. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel yang dilakukan adalah Purposive Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukaan bahwa strategi pengembangan kopi arabika di Kelurahan Benteng Ambeso, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja yang dapat dilakukan adalah: 1. Peningkatan produktivitas dan kualitas hasil melalui optimalisasi lahan, teknologi budidaya dan pascapanen. 2. Peremajaan tanaman yang sudah tua. 3. Kemitraan pemasaran untuk memperluas jaringan pasar serta memperkuat daya saing.
Tingkat Adopsi Praktik Pertanian Organik Bersertifikat pada Petani Padi di Kecamatan Rilau Ale Sri Amaliah; Amal Said; Suardi Bakri
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5171

Abstract

Rilau Ale District in Bulukumba Regency has agroecological conditions that support the development of organic rice, and several farmer groups have begun implementing environmentally friendly cultivation practices. Rising demand for organic rice has encouraged farmers to shift toward production systems that meet certification standards. This study aims to assess the level of adoption of certified organic farming practices among farmers, which is essential for strengthening farmer institutions and improving their capacity to consistently apply certification requirements. The study was conducted from May to July 2025 in Bontobangun, Bajiminasa, Bontoharu, and Karama Villages using qualitative descriptive analysis and a Likert scale. The findings show that adoption of organic certified practices is progressing, although not yet consistent across all stages. Farmers’ awareness is strong, supported by their understanding of organic principles and restrictions on chemical inputs. Their interest has formed through group interactions and perceived environmental benefits. At the evaluation and trial stages, farmers remain at a moderate level, indicating a need for stronger technical and administrative support. The adoption stage has begun to appear but lacks stability due to limited capacity, facilities, and institutional backing. Overall, adoption is in a transitional phase that requires systematic reinforcement to achieve sustainable organic farming.
Analisis Keberlanjutan Program Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Perspektif Sosial, Ekonomi, dan Ekologi di Desa Kapita Kecamatan Bangkala Kabupaten jeneponto Suprianto Suprianto; Amal Said
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 5 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9441

Abstract

Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (PHKM) merupakan salah satu program perhutanan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan. Keberlanjutan program ini sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat keberlanjutan program HKM berdasarkan partisipasi masyarakat. Penelitian dilaksanakan di Desa Kapita, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, ditinjau dari aspek sosial, ekonomi, dan ekologi dari tanggal 24 Juli 2025 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2025 menggunakan pendekatan mixed methods dengan teknik pengumpulan data melalui tehnik wawancara terukur dengan kuesioner terhadap 134 sampel responden anggota kelompok tani hutan, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, perhitungan indeks keberlanjutan, serta triangulasi kualitatif untuk memperkuat hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan aspek sosial mencapai indeks 63,7% atau skor 3,64, aspek ekonomi memperoleh skor rata-rata 3,50, dan aspek ekologi sebesar 3,69, yang seluruhnya berada pada kategori cukup berkelanjutan. Indeks Gabungan Keberlanjutan (IGK) dari ketiga aspek sebesar 3,61 menempatkan program PHKM pada kategori cukup berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PHKM telah memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial, ekonomi dan pelestarian lingkungan.