Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan Ekonomi Kreatif Kerajinan Sutera di Kabupaten Wajo Helda Ibrahim; Suardi Bakri; Awaluddin Yunus; Tamzil Ibrahim
DEDIKASI Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v21i1.9440

Abstract

Silk development in Wajo Regency is relatively strategic since it involves farmers, opens businessopportunities, gives an opportunity for populist economic development, and increases farmer’s income and foreignexchange. Wajo Regency is known as silk producer city in South Sulawesi. Silk weaving activity has been the dailyactivity of Sengkang Bugis people since their ancestors. The research purposes were (1) to what extent is thecharacteristic of silk craftsmen in silk craft development conducted in Tanasitolo Sub-district Wajo Regency; and(2) how is silk product development in Tanasitolo Sub-district Wajo Regency. The research was conducted atPakkana Village Tanasitolo Sub-district Wajo Regency with consideration that the area is one of centers for silkproduct business development in Wajo Regency. Samples taken were 30 people using purposive sampling. Theresearch results indicate that the characteristics of silk craftsmen in Tanah Sitolo area of Wajo Regency were: 1)Respondents in Pakkanna Village were all female; (2) the highest respondent age (80%) was between 26-50 yearsold; 13.33% were under 25 years old and 6.67% were above 50 years old; (3) respondent’s family dependents weremostly 5-6 people, which was 36.67 percent; (4) based on experience, most respondents has the longest experiencesof 20-25 years, which was 13 percent; and (5) most respondents (50%) had average level of education of junior highschool (SMP). Silk craft development had been long conducted but it was in the level of design motive renewalpacked with modern motive according to merchants’ order level and consumers’ direct order. The development hasbeen a creative economic-based development.
Mendorong Minat Pemuda Berwirausahatani Melalui Magang Bersertifikat Bidang Pertanian Suardi Bakri; Kartika Ekasari; Kisman Arsyad; Mufida Muis; Qurniasty
Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Volume 2 Issue 1, Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ashabdimas.v2i1.579

Abstract

Fenomena ketenaga kerjaan menunjukkan bahwa umur tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian pada saat ini didomniasi, lebih 80% oleh tenaga kerja yang telah berumur 45 tahun ke atas. Sangat minim (dibawah 2,5%) yang berumur 25 tahun ke bawah yang sering disebut petani muda. Karena itu, pemerintah terus berupaya agar anak-anak muda pedesaan mau terjun ke sektor pertanian, baik sebagai tenaga kerja maupun sebagai wirausaha. Salah satu program yang diluncurkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian RI adalah program Youth Entrepreneure and Employment Support Services (Yess), dimana salah satu kegiatannya adalah pemagangan bagi pemuda. Pemagangan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja, penegetahuan dan keterampilan kepada anak-anak muda sehingga mau terjun ke dunia pertanian. Tahun 2021 telah dilaksanakan pemagangan di enam lokasi magang  dengan lima skema magang. Hasil workshop kampanye pemgangan menunjukkan antusiasme pemuda tani mengikuti magang, demikian pula saat pemuda selesai melaksanakan magang mereka termotivasi dan berupaya menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperolehnya saat mereka kembali ke daerah asal masing-masing.
Analysis of competitiveness of sugarcane farming: A case study in Kampung Beru Village, South Sulawesi Bakri, Suardi; Afriana, Hana; Mahmud, Musdalipa; Ibrahim, Helda; Qurniasty, Qurniasty
JOURNAL OF SOCIOECONOMICS AND DEVELOPMENT Vol 6, No 1 (2023): April
Publisher : Publisher of Widyagama University of Malang (UWG Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jsed.v6i1.3788

Abstract

The sugarcane based sugar industry is a source of income for sugarcane farmers and workers in the industry. However, farmers often complain about the high price and cost of farming, which result in a decrease in the quality of sugarcane. The survival of sugarcane farmers is threatened, including those in Kampung Beru Village as one of the largest suppliers of sugarcane for Takalar Sugar Factory. This study aims to explore the competitiveness of sugarcane farming based on competitive and comparative advantages. Data collection was carried out through interviews and focus group discussion (FGD) involving 76 farmers. Policy analysis matrix (PAM) was utilized for data analysis. The results showed that the private cost ratio (PCR) value, an indicator of competitive advantage, was 1 (1.048), suggesting that sugarcane farming does not have a competitive advantage. Domestic resource cost ratio (DRCR) as an indicator of comparative advantage had a value of 1 (1.795), indicating that sugarcane farming also has no comparative advantage. Sugarcane farming has extremely low competitiveness. Hence, the government is advised to increase sugarcane productivity by conducting campaigns to use superior seeds, increase the efficiency of production facilities, revise purchase price standards, and regulate the marketing system.JEL Classification A10; B40; B55
Kolaborasi Membangun Desa (Refleksi Kegiatan KKN Universitas Islam Makassar tahun 2023) Bakri, Suardi; Setiawan, Ince Prabu; Kamal, Alfiandy
Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2, Issue 2, Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ashabdimas.v2i2.947

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa adalah salah satu bentuk kegiatan kuliah yang memberi kesempatan kepada mahasiswa langsung berinteraksi dengan kenyataan sosial sebenarnya, mengaplikasikan keilmuan yang diperoleh di ruang kelas maupun laboratorium kampus. Kegiatan KKN ini sangat sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) serta Indeks Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, mahasiswa maupun dosen berkegiatan diluar kampus, berinteraksi dan menghadapi perubahan sosial, budaya, lingkungan, dan teknologi. KKN Mahasiswa Universitas Islam Makassar tahun 2023 dilaksanakan pada Bulan Oktober-November 2023 di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan camba, Kecamatan Mallawa dan Kecamatan Cenrana (Cemara) Kabupaten Maros. Jumlah Mahassiswa yang mengikuti KKN tahun 2023 ini sebanyak 560 orang dari seluruh fakultas yanjg ada di Universitas islam Makassar. Mahasiswa yang melaksanakan KKN tersebut dibagi dalam 26 Desa/Kelurahan dan melaksanakan kegiatan mulai dari pengenalan desa, seminar awal, pelaksanaan program, hingga seminar akhir dan penyerahan hasil kegiatan kepada pemerintah desa. Kata kunci: desa, kuliah kerja nyata, kolaborasi, pembangunan desa
Strategi Pemasaran Usaha Roti Maros Di Kecamatan Tamalanrea (Studi Kasus pada Home Industri Roti Maros Bung Dorry) Maharani Rahman, Dewi; Bakri, Suardi; Hardiani, A. Susilawaty
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 2 No. 01 (2023): JUNI
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/asejournal.v1i01.47

Abstract

Roti merupakan makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air, yang difermentasikan dengan ragi, seperti di daerah Makassar. Toko Roti Maros Bung Dorry memiliki omzet sebesar kurang lebih 100 juta perbulan, sehingga usaha tersebut tetap perlu melakukan pembenahan dan pengembangan agar mampu bersaing dengan pangsa pasar lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi sistem pemasaran usaha roti Maros pada Toko Bung Dorry di Kecamatan Tamalanrea serta untuk memahami bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan pengusaha roti Maros pada Toko Bung Dorry di Kecamatan Tamalanrea. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November, jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal pada Toko Roti Maros Bung Dorry adalah manajemen dan pemasaran, sedangkan faktor eksternalnya yaitu lingkungan makro (faktor demografi, faktor ekonomi, faktor alam, faktor teknologi, faktor politik dan budaya), lingkungan mikro (pemasok, pelanggan, pesaing dan masyarakat) dan lingkungan industri (ancaman pendatang baru, ancaman barang pengganti, kekuatan tawar menawar pemasok, kekuatan tawar menawar pembeli dan persaingan dari perusahaan sejenis dalam industri). Analisis matriks SWOT menghasilkan 15 alternatif strategi yang dapat digunakan sebagai upaya pengembangan usaha, seperti: mempertahankan harga dan meningkatkan produk, mempertahankan cita rasa khas dan berinovasi tanpa menghilangkan rasa khas, memanfaatkan website dan sosial media, meningkatkan jumlah produksi, menambah kerjasama dan mempertahankan hubungan baik dengan mitra pemasaran.
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Sembilan Bahan Pokok Di Pasar Terong Kota Makassar Muliani, Nuralya; Bakri, Suardi; Hardiani, A. Susilawaty
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 2 No. 01 (2023): JUNI
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/asejournal.v1i01.50

Abstract

Kepuasan konsumen merupakan hal terpenting yang harus dicapai. Hal ini disebabkan apabila konsumen tidak puas maka tidak menutup kemungkinan konsumen tidak loyal, dengan adanya kondisi tersebut menuntut agar pihak pasar berusaha melakukan pengukuran kepuasan konsumennya untuk mengetahui secara detail variabel-variabel apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen tidak merasa puas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku konsumen dan tingkat kepuasan konsumen terhadap sembilan bahan pokok. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Terong terletak di jalan Terong, Kelurahan Wajo Baru, Kecamatan Bontoala Kota Makassar pada bulan November-Desember 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah accidental sampling. Sampel yang diambil sebanyak 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah skala likert dan analisis customer satisfaction index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya terdapat perbedaan tingkat kepuasan berdasarkan perilaku konsumen terhadap sembilan bahan pokok dihitung dari hasil skala likert menunjukan perilaku konsumen terhadap variabel aksebilitas sebanyak 83,5% (sangat puas), variabel jenis barang sebanyak 69,6% (puas), variabel harga sebanyak 62,2% (puas), variabel kemasan produk sembako sebanyak 71,04% (puas) dan variabel terhadap kebersihan sebanyak 63% (puas). Berdasarkan hasil CSI presentase tingkat kepuasan sebanyak 71,05% berada pada kategori “puas”. Terdapat perbedaan kepuasan konsumen sehingga para pedagang dan pihak pemerintah diharapkan lebih memperhatikan atribut-atribut yang diberikan kepada konsumen guna untuk memberikan nilai kepuasan tetinggi bagi konsumen.
Realizing Biring Ere Village as an Agro-Industry Based Tourism Village Suardi Bakri; Ahmad Hanafie; Eka Lestari Aryanti; Mardiatul Jannah; Kisman Awaluddin Arsyad; Qurniasty
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v7i4.5470

Abstract

Advancing and prospering village communities is the main goal of every village government, including Biring Ere Village which is located around the Semen Tonasa industrial area in Bungoro District, Pangkep Regency, South Sulawesi by utilizing resources. The vision of Biring Ere Village is to realize Biring Ere Village as an agroindustry-based integrated tourism village and to realize this vision, the village government collaborates with various parties, including Universitas Islam Makassar. The general aim of this activity is to create independence, comfort and welfare for the community througha synergy of capability-based expertise and village government policies and community potential. The activity was carried out in Biring Ere Village, Bungoro District, Pangkep Regency, South Sulawesi for 6 months, April to September 2024. The target group for this activity was the productive economic group,namely the Women Farmers Group (KWT) and the Family Income Increase Unit (UP2K). The results ofthe service show that the method of producing farming and processing the results carried out by the target group has changed from a simple farming process to a farming based on smart farming. With theintroduction of technology in the form of smart farming, KWT can produce efficiently and effectively, increasing the volume and variety of commodities produced. Meanwhile, for UP2K the technology introduced is results processing technology. So that the processing of agricultural products meets market standards.
Peningkatan Kapasitas Petani Kakao Melalui Program Bertani Untuk Negeri (Studi Kasus pada Petani Binaan Yayasan Edu Farmers International di Desa Kamarora Sulawesi Tengah) Hasanah, Uswatun
Agrifo : Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh Vol. 10 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ag.v10i1.21225

Abstract

Peningkatan kapasitas petani kakao merupakan aspek penting dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Program Bertani Untuk Negeri dalam meningkatkan kapasitas petani kakao di Desa Kamarora, Sulawesi Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan sampel sebanyak 30 petani kakao yang mengikuti program. Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Bertani Untuk Negeri berkontribusi pada peningkatan kapasitas petani dalam aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Petani yang mengikuti program mengalami peningkatan signifikan dalam pemahaman mengenai teknik budidaya kakao, pengolahan lahan dan manajemen hasil panen. Selain itu, pendekatan sekolah lapang dan pendampingan lapangan terbukti efektif dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada petani.Studi ini menekankan pentingnya program pendampingan berkelanjutan guna mendukung pengembangan kapasitas petani secara lebih luas.
Logistics Challenges in Regional Healthcare: A Case Study of RSUD Undata Palu's Medical Equipment Management Bakri, Suardi; Rusman
Sinergi International Journal of Logistics Vol. 3 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/sijl.v3i2.750

Abstract

This study examines the logistics management of medical equipment at RSUD Undata Palu, a regional referral hospital in Central Sulawesi, Indonesia, over the period 2019–2024. The research explores six key components: planning, procurement, storage, distribution, disposal, and control. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in depth interviews, field observations, and document analysis. Findings show that while digital integration has improved procurement transparency and semi automated distribution processes, challenges remain in real time inventory monitoring, inadequate storage conditions, delayed equipment disposal, and limited user engagement with digital tools. Storage constraints and bureaucratic hurdles in disposal processes further compromise logistical efficiency. These gaps affect the availability, reliability, and timeliness of medical services, underlining the strategic importance of logistics in healthcare delivery. The study highlights the need for holistic reform through integrated digital systems, performance tracking, and institutional capacity building. By contextualizing these findings within broader policy and technological frameworks, this research offers practical insights for strengthening logistics governance in developing healthcare systems.
Enhancing Inventory Accuracy through Structured Stock Opname in Semi Digital Warehousing: A Case Study from PT. Sumber Alfaria Trijaya, Central Sulawesi Zaenal; Bakri, Suardi
Sinergi International Journal of Logistics Vol. 3 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/sijl.v3i2.751

Abstract

This study investigates the implementation and impact of structured stock opname practices on inventory accuracy within a semi digitized retail warehouse environment in Indonesia. Conducted at PT Sumber Alfaria Trijaya’s warehouse in Palu, the research aims to assess how periodic physical inventory verification, supported by barcode technology and revised SOPs, contributes to reducing stock discrepancies and enhancing operational performance. Using a qualitative case study approach, the study involved semi structured interviews, on site observations, and document analysis over a five year period (2019–2023). Findings reveal that the consistent execution of stock opname, supported by hybrid inventory systems, led to a decline in discrepancy rates from 2.13% in 2022 to 1.66% in 2023 despite increasing inventory volumes. Improvements in warehouse layout, employee training, and the adoption of barcode scanners contributed to more efficient inventory reconciliation and data synchronization. The research demonstrates that even partial digitization, when strategically implemented, can significantly enhance supply chain reliability in resource constrained settings. The results contribute to academic and practical discourse by offering insights into adaptive warehouse practices in developing economies and underscore the role of structured procedures and technological integration in modern inventory control systems.