Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effect of Tithonia diversifolia extract on the biodegradability of the bioplastics in plantation soil (Pengaruh ekstrak Tithonia diversifolia terhadap biodegradabilitas bioplastik di tanah perkebunan) . ISROI; Nendyo A WIBOWO; Evi SAVITRI; Deden D ERIS; Agus PURWANTARA
E-Journal Menara Perkebunan Vol 86, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : INDONESIAN RESEARCH INSTITUTE FOR BIOTECHNOLOGY AND BIOINDUSTRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.503 KB) | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v86i2.293

Abstract

Effect of Tithonia diversifoliaextract on biodegradability of the bioplastic was evaluated using plantation soil as natural inoculum. The bioplastic was a composite of cellulose from cacao pod husk, starch and enriched by tithoniaextract. Biodegradation test wasereconducted in the glass jar for 60 days. The carbon dioxide generated from the biodegradation test titrated by 0.1 N sodium hydroxide solutions. The carbon dioxide was measured with 0.1 N HCl and using phenolphthalein followed by methyl orange as indicator. Carbon dioxide was detected in the bioplastic samples but not detected in the conventional plastic sample during the test. Biodegradation of the bioplastic enriched by tithoniaextract was higher than  that of the bioplastic without tithoniaextract. Biodegra-dation rate of the bioplastic samples in plantation soil were 0.068 mg CO2/day and 0.178 mg CO2/day for the bioplastic without and with tithoniaextract, respectively. Biodegradation of the bioplastic samples for 45 days were 12.44% and 28.07% for the bioplastic without and with tithoniaextract, respectively. Complete biodegradation of the bioplastic predicted in 244 days and 200 days for the bioplastic without and with tithoniaextract, respectively. [Kata kunci :Tithonia diversifolia, biodegrada-bility, bioplastic, plantation soil]. AbstrakPengaruh ekstrak Tithonia diversifoliaterhadap biodegradabilitas bioplastik dievaluasi dengan menggunakan tanah perkebunan sebagai inokulum alami. Bioplastik yang digunakan adalah komposit selulosa dari kulit buah kakao, pati dan diperkaya dengan ekstrak tithonia. Uji biodegra-dasi dilakukan di dalam botol selama 60 hari. Karbon dioksida yang dihasilkan dari uji biodegradasi diserap oleh larutan natrium hidroksida 0,1 N. Karbon dioksida dititrasi dengan HCl 0,1 N dan menggunakan fenolftalein diikuti dengan metil jingga sebagai indikator. Karbon dioksida terdeteksi pada sampel bioplastik namun tidak terdeteksi pada sampel plastik konvensional.Bioplastik yang diperkaya dengan ekstrak tithonia menghasilkan tingkat biodegradasi yang lebih tinggi dari pada bioplastik tanpa ekstrak tithonia. Tingkat biodegradasi sampel bioplastik di tanah perkebunan adalah 0,068 mg CO2/hari dan0,188 mg CO2/hari masing-masing untuk bioplastik tanpa dan dengan ekstrak tithonia. Biodegradasi sampel bioplastik selama 45 hari adalah 12,44% dan 28,07%berturut-turutuntuk bioplastik tanpa dan dengan ekstrak tithonia. Biodegradasi keseluruhan bioplastik diperkirakan membutuh-kan waktu 244 hari dan 200 harimasing-masinguntuk bioplastik tanpa dan dengan ekstrak tithonia.[Keywords:Tithonia diversifolia, biodegradaibi-litas, bioplastik, tanah perkebunan].
Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Lingkungan Kementrian Agama AMH Marasabessy; Evi Savitri; Febri Yanto; R. Eka Nugraha; Faria Ruhana
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Mei - Juni 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i5.5032

Abstract

Pemerintah Indonesia mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam birokrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi. Kementerian Agama, sebagai salah satu lembaga strategis, turut melaksanakan SPBE guna mendukung reformasi birokrasi serta memperbaiki mutu layanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi implementasi SPBE di lingkungan Kementerian Agama, tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya, serta pengaruhnya terhadap kinerja dan pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pelaksanaan SPBE di Kementerian Agama telah mencakup sistem perencanaan, layanan publik digital, serta integrasi data dan aplikasi. Namun, hambatan masih dijumpai pada aspek sumber daya manusia, infrastruktur, dan koordinasi antarunit kerja. Kendati demikian, SPBE telah memberikan dampak positif berupa peningkatan akses layanan, percepatan proses administrasi, serta penguatan transparansi.
Effect of Tithonia diversifolia extract on the biodegradability of the bioplastics in plantation soil (Pengaruh ekstrak Tithonia diversifolia terhadap biodegradabilitas bioplastik di tanah perkebunan) . ISROI; Nendyo A WIBOWO; Evi SAVITRI; Deden D ERIS; Agus PURWANTARA
Menara Perkebunan Vol. 86 No. 2 (2018): 86 (2), 2018
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v86i2.293

Abstract

Effect of Tithonia diversifoliaextract on biodegradability of the bioplastic was evaluated using plantation soil as natural inoculum. The bioplastic was a composite of cellulose from cacao pod husk, starch and enriched by tithoniaextract. Biodegradation test wasereconducted in the glass jar for 60 days. The carbon dioxide generated from the biodegradation test titrated by 0.1 N sodium hydroxide solutions. The carbon dioxide was measured with 0.1 N HCl and using phenolphthalein followed by methyl orange as indicator. Carbon dioxide was detected in the bioplastic samples but not detected in the conventional plastic sample during the test. Biodegradation of the bioplastic enriched by tithoniaextract was higher than  that of the bioplastic without tithoniaextract. Biodegra-dation rate of the bioplastic samples in plantation soil were 0.068 mg CO2/day and 0.178 mg CO2/day for the bioplastic without and with tithoniaextract, respectively. Biodegradation of the bioplastic samples for 45 days were 12.44% and 28.07% for the bioplastic without and with tithoniaextract, respectively. Complete biodegradation of the bioplastic predicted in 244 days and 200 days for the bioplastic without and with tithoniaextract, respectively. [Kata kunci :Tithonia diversifolia, biodegrada-bility, bioplastic, plantation soil]. AbstrakPengaruh ekstrak Tithonia diversifoliaterhadap biodegradabilitas bioplastik dievaluasi dengan menggunakan tanah perkebunan sebagai inokulum alami. Bioplastik yang digunakan adalah komposit selulosa dari kulit buah kakao, pati dan diperkaya dengan ekstrak tithonia. Uji biodegra-dasi dilakukan di dalam botol selama 60 hari. Karbon dioksida yang dihasilkan dari uji biodegradasi diserap oleh larutan natrium hidroksida 0,1 N. Karbon dioksida dititrasi dengan HCl 0,1 N dan menggunakan fenolftalein diikuti dengan metil jingga sebagai indikator. Karbon dioksida terdeteksi pada sampel bioplastik namun tidak terdeteksi pada sampel plastik konvensional.Bioplastik yang diperkaya dengan ekstrak tithonia menghasilkan tingkat biodegradasi yang lebih tinggi dari pada bioplastik tanpa ekstrak tithonia. Tingkat biodegradasi sampel bioplastik di tanah perkebunan adalah 0,068 mg CO2/hari dan0,188 mg CO2/hari masing-masing untuk bioplastik tanpa dan dengan ekstrak tithonia. Biodegradasi sampel bioplastik selama 45 hari adalah 12,44% dan 28,07%berturut-turutuntuk bioplastik tanpa dan dengan ekstrak tithonia. Biodegradasi keseluruhan bioplastik diperkirakan membutuh-kan waktu 244 hari dan 200 harimasing-masinguntuk bioplastik tanpa dan dengan ekstrak tithonia.[Keywords:Tithonia diversifolia, biodegradaibi-litas, bioplastik, tanah perkebunan].