Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : REKA KARSA

Standar Kinerja Ruang Bersama Didalam Massa Bangunan Rusunawa Cingised Agti Sunaryo, Anindita; Akbar, Hanief; -, Triveni; Septianto, Eggi
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.656 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1394

Abstract

“Standar Kinerja Ruang Bersama Didalam Massa Bangunan Rusunawa Cingised” Anindita Agti Sunaryo, Hanief Akbar, Galih Dorodjatun Diadi, Triveni, Eggi Septianto   Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Bandung diditagti@yahoo.com   Abstrak Peningkatan populasi penduduk dan urbanisasi di Kota Bandung menyebabkan semakin berkurangnya ketersedian lahan untuk pemukiman. Sehingga pemerintah memberikan solusi dengan membangun Rusunawa Cingised. Pembangunan rumah susun tidak hanya terbatas pada unit huniannya saja, tetapi kebutuhan akan  ruang bersama yaitu innercourt, koridor, musholla dan ruang serbaguna juga harus dipertimbangkan. Untuk mengetahui standar kinerja ruang bersama dilakukan penelitian pada ruang bersama yang meliputi elemen pembentuk ruang yaitu lantai, dinding dan atap. Elemen tersebut ditinjau dari dimensi, material dan aktivitas berdasarkan pada peraturan, standar, dan teori. Sehingga dengan peninjauan pada ruang bersama didapat kesimpulan kondisi eksisting dan standar kinerja ruang bersama didalam bangunan  Rusunawa Cingised. Kata kunci: Kinerja, Ruang bersama, Elemen pembentuk ruang. ABSTRACT An increase in population and urbanization in Bandung cause the decreasing availability of land for settlement. So the government provide a solution by building Rusunawa Cingised. Construction of flats is not just limited to the dwelling unit, but the need for a common room that is innercourt, corridors, prayer room and function room must also be considered. To find out the performance standards of common room, do research in a common room that includes space-forming elements, namely floor, walls and roof. These elements are reviewed of dimensions, materials and activities based on regulations, standards, and theory. So by reviewing the common room could be concluded existing condition and performance standards common room within the building Rusunawa Cingised. Keywords: Performance standards, common room, space-forming elements.
APLIKASI MODUL KONTAINER TERHADAP DESAIN RUANG PADA BANGUNAN POLI GIGI DAN TAMAN BACA AMIN DI BATU, MALANG Septianto, Eggi; Prabowo, Handoyo Dwi; Hakim, Arief Rahman; Susetyo, Dimastian
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.838 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.627

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi bangunan saat ini semakin pesat, seperti meningkatnya kebutuhan manusia akan bangunan. Peningkatan ini membuat para perancang bangunan mencari alternatif penggunaan bahan dan material dari material bekas, contohnya kontainer bekas. Pemanfaatan kontainer bekas ini dapat mengoptimalkan biaya dan waktu dalam membangun. Kontainer ini adalah bahan dan material yang sudah memiliki modul standar. Taman baca Amin merupakan bangunan yang dibangun dari gabungan 7 kontainer dengan bangunan konvensional. Dalam pengaplikasianmodul kontainerpada fungsi sebuah bangunan khususnya taman baca terdapat kendala yaitu fungsi taman baca yang memiliki standar  dan konsep ruang yang telah diukur dengan skala manusia. Penggunaan kontainer bekas ini akan dianalisa menggunakan metoda analisa deskriptif analitik untuk mendapatkan gambaran bentuk ruang dalam dan ruang luar yang dapat dihasilkan berdasarkan teori unsur pembentuk ruang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa apakah pengaplikasian kontainer di taman baca Amin sudah sesuai dengan standar ruang & teori pembentuk ruang yang ada. Kata kunci: ruang, modul, kontainer, taman baca   Abstract The development of building technology is currently growing rapidly, such as the increasing human need for building. This increase makes the designer of the building looking for an alternatives use of the materialsfrom waste materials for example, containers. Utilization of used containers can optimize the cost and time to build. This container is material that already has a standard module.Taman baca Amin is a building constructed by a combination of 7 containers with conventional buildings. Application of the module container on the function of a building, especially library there are obstacles which have the function of library standards and concepts of space that has been scaled to humans. The use of containers will be analyzed using descriptive analytic analysis method to get an idea of the shape of inside and outside space that can be generated based on the theory of space-forming element. This study aims to see and analyze whether the application of container in the taman baca Amin is in conformity with the standards of space and space forming the existing theory. Keywords: space, module, container, taman baca
KAJIAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA BANGUNAN DI KAMPUNG MAHMUD Septianto, Eggi; Hakim, Arif Rahman; Sudrajat, Riza Septian; Nurzaman, Sofwan; Suparman, Yogi
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.67 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.605

Abstract

Abstrak Kampung Mahmud adalah salah satu kampung adat di Indonesia. Lazimnya sebuah Kampung adat umumnya memiliki ciri khas dan aturan tersendiri, salah satunya adalah bangunannya. Bangunan didirikan mengikuti iklim, budaya, lingkungan dan bahan, religi/kepercayaan, hukum adat serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Berdasarkan hal tersebut maka Kampung Mahmud dapat dikatakan sebagai kampung vernakular. Kesederhanaan yang ditonjolkan pada bangunan menjadi ciri khas tipologi bangunan di Kampung Mahmud. Saat ini tipologi bangunan di Kampung Mahmud sudah banyak yang mengalami perubahan mulai mengikuti perkembangan jaman. Dengan menggunakan metoda penelitian secara kualitatif, melalui survey ke lapangan, pengamatan dan wawancara dengan pihak terkait didapatkan aspek-aspek yang mempengaruhi perubahan tipologi bangunan di Kampung Mahmud Kata kunci: Arsitektur Vernakular, Tipologi bangunan, Transformasi bentuk. ABSTRACT Kampung Mahmud is one of the villages in Indonesia.  Normally an indigenous village generally have distinctive features and special rules one of them is building. The building was established following the climate, culture, environment and materials, religion/beliefs, tradition law, science and technology at the time. Based on these, so Kampung Mahmud can be regarded as a vernacular village. Simplicity that highlighted of building be a characterize of building typology which existing in Kampung Mahmud. Nowadays building typologi in Kampung Mahmud has changes a lot started with the times. By qualitative research methods, survey, observations and interviews with relevant parties, obtained aspects that influence the development of the alteration building typology in Kampung Mahmud.   Keywords : Architecture Vernacullar, Building Typology, Form Transformation.
Telaah Penerapan Kriteria Sustainable Site pada Perumahan Ditinjau dari Aspek Ruang Terbuka Hijau Kusuma, Bintang Nidia; Annas, Rizha Dwi; Putri, Aldila Dwitia; Septianto, Eggi
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1199.691 KB) | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.447

Abstract

Abstrak Pertambahan jumlah penduduk menyebabkan bertambah pula kebutuhan akan hunian, hal ini menjadikan pembangunan perumahan meningkat. Pesatnya pembangunan perumahan berbanding lurus dengan berkurangnya lahan hijau sebagai daerah resapan air. Kajian dilakukan terhadap salah satu perumahan di kota Bandung yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang seberapa besar keberadaan Ruang Terbuka Hijau resapan air di kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metodologi evaluasi yang dilakukan untuk menilai sebuah perumahan dengan kriteria sustainable site terhadap ruang terbuka hijau. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam mengetahui dan memahami penerapan kriteria sustainable site pada perumahan The Green Hill Cluster – Citra Green Dago, Bandung dan terletak di daerah konservasi air Bandung. Kata kunci: daerah resapan air, Ruang Terbuka Hijau, sustainable site. Abstract Population growth also led to increased shelter needs. This makes the construction of housing increases. The rapid development of housing is directly proportional to the reduction of green land that serves as a water absorption area. The study was conducted on one of the housing in the city that aims to identify and understand about how much the presence of green open space in the region of water absorption. The method used in this study is an evaluation methodology that is conducted to assess the criteria sustainable site’s housing for green open space. This study is expected to be a recommendation in knowing and understanding the application of criteria for sustainable site on The Green Hill Cluster – Citra Green Dago, Bandung and located in the area of water conservation. Keywords: water absorption area, green open space, sustainable site.
APLIKASI MODUL KONTAINER TERHADAP DESAIN RUANG PADA BANGUNAN POLI GIGI DAN TAMAN BACA AMIN DI BATU, MALANG Eggi Septianto; Handoyo Dwi Prabowo; Arief Rahman Hakim; Dimastian Susetyo
REKA KARSA Vol 3, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v3i1.627

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi bangunan saat ini semakin pesat, seperti meningkatnya kebutuhan manusia akan bangunan. Peningkatan ini membuat para perancang bangunan mencari alternatif penggunaan bahan dan material dari material bekas, contohnya kontainer bekas. Pemanfaatan kontainer bekas ini dapat mengoptimalkan biaya dan waktu dalam membangun. Kontainer ini adalah bahan dan material yang sudah memiliki modul standar. Taman baca Amin merupakan bangunan yang dibangun dari gabungan 7 kontainer dengan bangunan konvensional. Dalam pengaplikasianmodul kontainerpada fungsi sebuah bangunan khususnya taman baca terdapat kendala yaitu fungsi taman baca yang memiliki standar  dan konsep ruang yang telah diukur dengan skala manusia. Penggunaan kontainer bekas ini akan dianalisa menggunakan metoda analisa deskriptif analitik untuk mendapatkan gambaran bentuk ruang dalam dan ruang luar yang dapat dihasilkan berdasarkan teori unsur pembentuk ruang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa apakah pengaplikasian kontainer di taman baca Amin sudah sesuai dengan standar ruang & teori pembentuk ruang yang ada. Kata kunci: ruang, modul, kontainer, taman baca   Abstract The development of building technology is currently growing rapidly, such as the increasing human need for building. This increase makes the designer of the building looking for an alternatives use of the materialsfrom waste materials for example, containers. Utilization of used containers can optimize the cost and time to build. This container is material that already has a standard module.Taman baca Amin is a building constructed by a combination of 7 containers with conventional buildings. Application of the module container on the function of a building, especially library there are obstacles which have the function of library standards and concepts of space that has been scaled to humans. The use of containers will be analyzed using descriptive analytic analysis method to get an idea of the shape of inside and outside space that can be generated based on the theory of space-forming element. This study aims to see and analyze whether the application of container in the taman baca Amin is in conformity with the standards of space and space forming the existing theory. Keywords: space, module, container, taman baca
Pola Ruang dan Aktivitas pada Desain Alun-alun Ujung Berung Eggi Septianto; Aliska Damayanti Putri; Amanda Rahmalia Syafitri; Ading Amirul Haji; Annisa Karmelia
REKA KARSA Vol 6, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i1.3633

Abstract

ABSTRAK Alun – Alun merupakan sebuah lapangan terbuka di pusat kota (Katam, Sudarsono. Album Bandoeng Tempo Doeloe.2005) dan mempengaruhi aktivitas masyarakatnya. Pakar Sejarah Bandung Haryoto Kunto, dalam buku “Wajah Bandoeng Tempo Doeloe” menyebutkan bahwa Bandung dulu dikenal sebagai Kampoeng Bandoeng atau West Oedjoengbroeng sehingga dapat diartikan Bandung merupakan bagian dari wilayah Ujung Berung. Pesatnya ekspansi Kampung Bandung hingga mendominasi teritorial Oedjoengbroeng ini menggesser lokasi alun-alun kota dari daerah Ujung Berung ke pusat Kota Bandung. Lalu pada tahun 2014 dilakukan revitalisasi alun-alun Ujung Berung oleh pemerintah setempat. Fenomena ini mengarahkan pada pertanyaan bagaimana pola ruang dan aktivitas pada desain alun-alun Ujung Berung saat ini. Keluaran analisa ini berupa analisa terpenuhinya kebutuhan aktivitas alun-alun oleh desain alun-alun Ujung Berung setelah revitaslisai dengan cara pengamatan aktivitas sehari-hari (kualitatif) dan pengukuran ruang aktivitas pada desain alun-alun yang disesuaikan dengan standar aktivitas ruang (kuantitatif). Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagaimana desain alun-alun yang baik sebagai ruang publik suatu kawasan. Kata kunci: alun-alun, aktivitas, pola ruang, desain, ruang publik.. ABSTRACT Town Square is a open space in central city (Katam, Sudarsono, Album Bandoeng Tempo Doeloe, 2005) that affect people’s activity. Bandung Historian, Haryoto Kunto, in a book “Wajah Bandoeng Tempo Doeloe” said that Bandung in a past is known as Kampoeng Bandoeng or West Oedjoengbroeng so it can be interpreted Bandung is a part of Ujung Berung territory. The rapid expansion of Bandung dominate Ujung Berung territory then move town square location from Ujung Berung to central city of Bandung. Then in 2014, Ujung Berung square have been revitalized by goverment. This phenomenon leads to question how spacial scheme and people’s activity in Ujung Berung square design now. The analysis results is analysis of fulfillment square activity needs by Ujung Berung square design after revitalization with daily activity observation (qualitative) and measurement of activity space in square design with activity space standard (quantitative). This research result can be used as reference how good square design for public area. Keywords: square,activity, spacial scheme, design, public area..
Standar Kinerja Ruang Bersama Didalam Massa Bangunan Rusunawa Cingised Anindita Agti Sunaryo; Hanief Akbar; Triveni -; Eggi Septianto
REKA KARSA Vol 4, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i3.1394

Abstract

“Standar Kinerja Ruang Bersama Didalam Massa Bangunan Rusunawa Cingised” Anindita Agti Sunaryo, Hanief Akbar, Galih Dorodjatun Diadi, Triveni, Eggi Septianto   Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Bandung diditagti@yahoo.com   Abstrak Peningkatan populasi penduduk dan urbanisasi di Kota Bandung menyebabkan semakin berkurangnya ketersedian lahan untuk pemukiman. Sehingga pemerintah memberikan solusi dengan membangun Rusunawa Cingised. Pembangunan rumah susun tidak hanya terbatas pada unit huniannya saja, tetapi kebutuhan akan  ruang bersama yaitu innercourt, koridor, musholla dan ruang serbaguna juga harus dipertimbangkan. Untuk mengetahui standar kinerja ruang bersama dilakukan penelitian pada ruang bersama yang meliputi elemen pembentuk ruang yaitu lantai, dinding dan atap. Elemen tersebut ditinjau dari dimensi, material dan aktivitas berdasarkan pada peraturan, standar, dan teori. Sehingga dengan peninjauan pada ruang bersama didapat kesimpulan kondisi eksisting dan standar kinerja ruang bersama didalam bangunan  Rusunawa Cingised. Kata kunci: Kinerja, Ruang bersama, Elemen pembentuk ruang. ABSTRACT An increase in population and urbanization in Bandung cause the decreasing availability of land for settlement. So the government provide a solution by building Rusunawa Cingised. Construction of flats is not just limited to the dwelling unit, but the need for a common room that is innercourt, corridors, prayer room and function room must also be considered. To find out the performance standards of common room, do research in a common room that includes space-forming elements, namely floor, walls and roof. These elements are reviewed of dimensions, materials and activities based on regulations, standards, and theory. So by reviewing the common room could be concluded existing condition and performance standards common room within the building Rusunawa Cingised. Keywords: Performance standards, common room, space-forming elements.
Kapasitas Lahan Parkir Fungsi Bangunan (Simpang Hariangbanga-Simpang Wastukencana) Pada Koridor Jalan Taman Sari Eggi Septianto; R. Audita Putri Nadhira; R. Rifa Hanifah; Fitria Permatasari; Nugrah Ramadhani
REKA KARSA Vol 6, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v6i2.3634

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan kemajuan teknologi, perkembangan kota juga berjalan sesuai dengan kebutuhannya yang makin berkembang. Perkembangan suatu kota dengan aktivitas kegiatan manusia membuat fungsi-fungsi elemen kota, sarana transportasi maupun parkir mempunyai kedudukan penting, sehingga menyebabkan koridor jalan digunakan sebagai parkir kendaraan bermotor (on street parking). Kawasan Taman Sari (Simpang Hariangbanga – Simpang Wastukencana) merupakan kawasan pendidikan, perniagaan, juga perkantoran. Fungsi-fungsi tersebut menimbulkan konflik keruangan khususnya area parkir pada koridor jalan (on street parking). Objek Studi dalam analisa ini adalah kapasitas parkir pada setiap fungsi bangunan yang berada disepanjang jalan Taman Sari (Simpang Hariangbanga – Simpang Wastukencana) yang dikaji menggunakan metoda deskriptif meliputi metoda kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan cara wawancara, observasi kajian secara langsung, dan pembahasan teori-teori berdasarkan studi pustaka atau literatur. Hasil dari Analisa ini disajikan dalam bentuk tabel perbandingan antara teori dengan data lapangan, dan hasil perbandingan tersebut dapat menunjukkan fungsi bangunan yang paling berpengaruh terhadap koridor jalan. Kata kunci: parkir, koridor jalan. ABSTRACT Along with the development of population and technological progress, the city also develops as the growth of the needs. The development of the city with its human activities, it makes some functions of urban elements, transportation and even parking space have important positions, since transportation facilities have the essential hierarchy, city's corridors used as vehicle's parking area. Taman Sari (intersection of Hariangbanga until intersection of Wastukencana) is an area of education, commercial and office. Those functions make some of the conflicts, one of the conflicts is city's corridors used as vehicle's parking area. The object of study in this analysis is about parking capacity in every each of its buildings along the path of Taman Sari (intersection of Hariangbanga until intersection of Wastukencana) assessed by using descriptive methode, included with quantitative and qualitative methods that is gone through by an interview, the direct observation of the theories were based on the literature studies. The result of this analysis is presented in the form of comparison table between theory and data field, and the result of comparison showed off if the function of the building itself has the effects to the corridor of the street. Keywords: parking, corridor of the street
KAJIAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA BANGUNAN DI KAMPUNG MAHMUD Eggi Septianto; Arif Rahman Hakim; Riza Septian Sudrajat; Sofwan Nurzaman; Yogi Suparman
REKA KARSA Vol 2, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i4.605

Abstract

Abstrak Kampung Mahmud adalah salah satu kampung adat di Indonesia. Lazimnya sebuah Kampung adat umumnya memiliki ciri khas dan aturan tersendiri, salah satunya adalah bangunannya. Bangunan didirikan mengikuti iklim, budaya, lingkungan dan bahan, religi/kepercayaan, hukum adat serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Berdasarkan hal tersebut maka Kampung Mahmud dapat dikatakan sebagai kampung vernakular. Kesederhanaan yang ditonjolkan pada bangunan menjadi ciri khas tipologi bangunan di Kampung Mahmud. Saat ini tipologi bangunan di Kampung Mahmud sudah banyak yang mengalami perubahan mulai mengikuti perkembangan jaman. Dengan menggunakan metoda penelitian secara kualitatif, melalui survey ke lapangan, pengamatan dan wawancara dengan pihak terkait didapatkan aspek-aspek yang mempengaruhi perubahan tipologi bangunan di Kampung Mahmud Kata kunci: Arsitektur Vernakular, Tipologi bangunan, Transformasi bentuk. ABSTRACT Kampung Mahmud is one of the villages in Indonesia.  Normally an indigenous village generally have distinctive features and special rules one of them is building. The building was established following the climate, culture, environment and materials, religion/beliefs, tradition law, science and technology at the time. Based on these, so Kampung Mahmud can be regarded as a vernacular village. Simplicity that highlighted of building be a characterize of building typology which existing in Kampung Mahmud. Nowadays building typologi in Kampung Mahmud has changes a lot started with the times. By qualitative research methods, survey, observations and interviews with relevant parties, obtained aspects that influence the development of the alteration building typology in Kampung Mahmud.   Keywords : Architecture Vernacullar, Building Typology, Form Transformation.
Telaah Penerapan Kriteria Sustainable Site pada Perumahan Ditinjau dari Aspek Ruang Terbuka Hijau Bintang Nidia Kusuma; Rizha Dwi Annas; Aldila Dwitia Putri; Eggi Septianto
REKA KARSA Vol 2, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v2i1.447

Abstract

Abstrak Pertambahan jumlah penduduk menyebabkan bertambah pula kebutuhan akan hunian, hal ini menjadikan pembangunan perumahan meningkat. Pesatnya pembangunan perumahan berbanding lurus dengan berkurangnya lahan hijau sebagai daerah resapan air. Kajian dilakukan terhadap salah satu perumahan di kota Bandung yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang seberapa besar keberadaan Ruang Terbuka Hijau resapan air di kawasan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metodologi evaluasi yang dilakukan untuk menilai sebuah perumahan dengan kriteria sustainable site terhadap ruang terbuka hijau. Kajian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam mengetahui dan memahami penerapan kriteria sustainable site pada perumahan The Green Hill Cluster – Citra Green Dago, Bandung dan terletak di daerah konservasi air Bandung. Kata kunci: daerah resapan air, Ruang Terbuka Hijau, sustainable site. Abstract Population growth also led to increased shelter needs. This makes the construction of housing increases. The rapid development of housing is directly proportional to the reduction of green land that serves as a water absorption area. The study was conducted on one of the housing in the city that aims to identify and understand about how much the presence of green open space in the region of water absorption. The method used in this study is an evaluation methodology that is conducted to assess the criteria sustainable site’s housing for green open space. This study is expected to be a recommendation in knowing and understanding the application of criteria for sustainable site on The Green Hill Cluster – Citra Green Dago, Bandung and located in the area of water conservation. Keywords: water absorption area, green open space, sustainable site.