Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

CITRA TUBUH PADA REMAJA PUTRI MENIKAH DAN MEMILIKI ANAK Villi Januar; Dona Eka Putri
Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena remaja putri yang menikah dan memiliki anak sudah lazim bagi masyarakat Indonesia. Remaja putri, dalam kaitannya dengan masa pertumbuhan masih tengah tumbuh untuk mencapai kematangan fisik dan mental. Namun, bagi remaja putri yang sudah menikah dan memiliki anak tengah dihadapkan pada keadaan yang berbeda. Remaja putri yang memiliki anak, mengalami keadaan yang umumnya terjadi pada perempuan dewasa, seperti tidak lagi perawan, mengandung, melahirkan anak, menyusui, dan mungkin naiknya berat badan pasca melahirkan. Keadaan tersebut memungkinkan terjadinya perbedaan sikap mental, terutama cara pandang remaja putri terhadap tubuhnya sendiri atau yang biasa disebut dengan citra tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran citra tubuh dan faktor-faktor yang merupakan pembentukan citra tubuh pada remaja putri menikah yang memiliki anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi kasus. Karakteristik subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri berusia 20 tahun dan telah menikah dan memiliki seorang anak. Hasil penelitian menunjukkan gambaran citra tubuh yang positif pada subjek berdasarkan tiga (3) komponen yang dimiliki subjek. Subjek secara umum tepat mempersepsikan tubuhnya, memiliki sikap puas dan tidak memiliki kecemasan pada tubuhnya, serta tidak menghindari aktivitas yang menunjukkan bentuk tubuhnya. Faktor pembentukan citra tubuh pada subjek adalah siklus hidup, konsep diri, sosialisasi, peran gender, dan distorsi citra tubuh.Kata Kunci: citra tubuh, remaja putri, menikah
FLOW EXPERIENCE DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Andhika Setya Pradana; Dona Eka Putri
Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2019.v12i1.1915

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan hal yang cukup umum terjadi di kalangan mahasiswa. Mahasiswa yang menganggap kemampuan yang dimiliki tidak seimbang dengan tantangan yang dirasakan pada suatu tugas cenderung melakukan prokrastinasi. Keseimbangan antara kemampuan yang diyakini dengan tantangan yang dirasakan merupakan salah satu dimensi dari flow experience. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan flow experience dan prokrastinasi pada mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 110 orang yang dipilih berdasarkan metode non probability jenis purposive sampling dengan karakteristik mahasiswa Universitas Gunadarma angkatan tahun 2014 dan sedang mengerjakan tugas akhir berbentuk skripsi. Untuk mengukur flow experience digunakan Flow State Scale-General dan untuk mengukur prokrastinasi akademik digunakan Academic Procrastination Scale. Hasil penelitian menunjukan bahwa hipotesis penelitian diterima, yakni ada hubungan yang sangat signifikan antara flow experience dengan prokrastinasi akademik dengan arah hubungan negatif, artinya semakin tinggi flow experience, maka semakin rendah prokrastinasi akademik, dan sebaliknya, semakin rendah flow experience, maka semakin tinggi prokrastinasi akademik.
THE ADAPTATION, VALIDITY TEST AND RELIABILTY CAREER MATURITY INVENTORY (CMI) ON JAKARTA HIGH SCHOOL STUDENT Ni Made Taganing Kurniati; Dona Eka Putri; Wahyu Rahardjo; Hamdi Muluk; Tjut Rifameutia
Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to adapt and measuring the validity and reliability of Career Maturity Inventory(CMI) created by John E. Crite. The goal of this research is a psychological inventory to measure thesenior high school students’ career maturity that already tested in Indonesian culture. The participantsof this research is 160 senior high school students in Jakarta with the sample comes from SMA KartiniJakarta and SMA 109 Jakarta. The research shows that only 30 items selected of attitude scale of CMIand 50 items selected of competency scale of CMI. The reliability for attitude scale of CMI is 0.708, andfor competency scale of CMI is 0.702. This results tell that CMI can be used as a tool in measuring thecareer maturity.Key words: career maturity, Career Maturity Inventory, career planning
Social Problem-Solving in Freshmen: The Role of Emotional Stability, Secure Attachment, Communication Skill, and Self-Esteem Putri, Dona Eka; Rahardjo, Wahyu; Qomariyah, Nurul; Rini, Quroyzhin Kartika; Pranandari, Kenes
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 12 No. 2 (2021): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v12i2.7002

Abstract

Freshmen during the pandemic faced some complex problems during their transition, including adjustments to the online lecture system and independent learning, task demands, and limited social interaction with lecturers and classmates. This condition required the ability to solve problems effectively and efficiently. The purpose of the research was to determine how emotional stability, secure attachment, communication skills, and self-esteem influence social problem-solving. Participants were 702 first-year students from university X who were active and domiciled in the Jakarta Greater Area and several other cities. The measuring instruments used were the Social Problem-Solving Inventory-Revised Short-Form, the Self-Esteem Scale, the Interpersonal Communication Scale, the Indonesian version of the Big Five Inventory for neuroticism, and the Secure Attachment Scale. Data were collected through an online questionnaire. The data analysis technique used hierarchical regression. The results show that emotional stability in the form of low neuroticism has a strong effect on social problem-solving, and this effect is stronger when the secure attachment variables and communication skills are taken into the analysis. When self-esteem is included as the last variable, secure attachment no longer affects social problem-solving. However, the total influence is simultaneously getting stronger.