Siska Armawati Sufa
Universitas Padjadjaran Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WISATA GASTRONOMI SEBAGAI DAYA TARIK PENGEMBANGAN POTENSI DAERAH KABUPATEN SIDOARJO Siska Armawati Sufa; Henri Subiakto; Meria Octavianti; Emeralda Ayu Kusuma
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2020.v4i1.2497

Abstract

Predikat “Kota UMKM Indonesia” bagi Sidoarjo yang memiliki potensi kuat dalam bidang produsen makanan dan minuman berusaha mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui industri UMKM yang diselaraskan dengan pengembangan industri pariwisata, mampu menjadi senjata yang ampuh untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Sidoarjo. Wisata gastronomi menjadi strategi yang tepat dalam mengembangkan industri pariwisata di Sidoarjo. Penelitian ini menjelaskan mengenai bentuk pengembangan wisata gastronomi yang tepat untuk dilakukan di Sidoarjo, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan data penelitian diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian ini adalah para pelaku UMKM di Sidoarjo yang tergabung dalam ASMAMINDA yaitu asosiasi yang beranggotakan produsen makanan dan munuman khas Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan sinergitas yang baik di antara para pelaku UMKM yang tergabung dalam ASMAMINDA agar wisata gastronomi dapat menarik wisatawan untuk datang ke Sidoarjo. Sinergitas harus dilakukan dalam segala aspek, mulai dari pengelolaan produk dari setiap UMKM sampai pada media promosi yang akan digunakan. Bukan hanya menjual produk kuliner, tetapi pelaku UMKM yang tergabung dalam ASMAMINDA harus mampu menciptakan nilai lebih dari hanya sekedar menjual makanan dan minuman. Seluk-beluk proses pembuatan produk makanan dan minuman dengan kesesuaiannya terhadap nilai budaya lokal Sidoarjo harus mampu dikemas menjadi sebuah produk pariwisata yang memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Sidoarjo. Selain itu, dukungan dari para stakeholder, terutama dinas terkait yaitu Dinas Pariwisata serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan sangat diperlukan, tidak hanya memberdayakan para pelaku UMKM tetapi juga melakukan monitoring demi  menyukseskan pengembangan wisata gastronomi di Kabupaten Sidoarjo.
Strategi Komunikasi Antar Budaya Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Papua Eka Prabawa; Joni Widjayanto; Yusuf Ali; Herlina Saragih; Aris Sarjito; Siska Armawati Sufa
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 5 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v5i1.479

Abstract

Pluralism is an excellent wealth and social capital. On the other hand, pluralism has the potential for latent conflicts that can threaten security and peace in society. As one of the provinces in Indonesia that has a complex level of pluralism, Papua is inhabited by various indigenous Papuan tribes and tribes originating from outside the Papua Province. In this article, the researcher describes the communication strategy carried out by the Cenderawasih Military Command XVII and Jayapura X Lantamal. The two institutions which are the institutions of the Indonesian National Armed Forces (TNI) are responsible for creating a conducive situation in society. This research is a qualitative research. Data were collected by interview and literature study. The results of the study indicate that the application of intercultural communication strategies by the TNI as a form of its unity with the people, namely: smart-power, which consists of soft power is applied to non-armed parties, while hard power is applied to armed civilian groups. The strategy of intercultural communication is carried out with a religious, cultural, and equality approach. This research is expected to be an evaluation material for Kodam XVII Cendrawasih and Lantamal X Jayapura.