Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Waste Processing in the Raudhatul Islamiyah Mosque Centra Java Village, Ambawang River District, Kubu Raya District Ulli Kadaria; Ricka Aprillia; Aini Sulastri; Govira Christiadora Asbanu; Wahdaniah Muktar
Warta Pengabdian Andalas Vol 28 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.28.3.239-246.2021

Abstract

As one of the public facilities with a reasonably solid mobilization of activities, the mosque requires adequate facilities and infrastructure substantial waste. Likewise, the Raudhatul Islamiyah Mosque on the edge of the Trans Kalimantan road, Ambawang District, and Regency of Kubu Raya do not have waste management facilities and infrastructure, including trash bins. The approach taken was to provide trash bins so that waste can be accommodated according to its type and socialization and training to increase public awareness and train partners in processing organic waste produced to have economic value. The purpose of the socialization of waste management was to provide knowledge about the grouping of waste based on the types of organic and inorganic waste, how to sort waste and its utilization and increase the understanding of partners regarding how to make compost. The face-to-face method was used in lectures, discussions, questions and answers, simulations and field practice. The materials provided include classifying waste based on its type, problems caused by waste, how to sort waste and how to process organic waste into compost. In addition, training on composting was given after the socialization material was completed. The final activity was the handover of 2 segregated trash bins with a capacity of 50 litres and a composter with a capacity of 5 litres equipped with an activator that functions to accelerate the work of microorganisms in the composting process of organic waste.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI TIOSULFAT DALAM PROSES EKSTRAKSI EMAS ASAL KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT Septami Setiawati; Wahdaniah Mukhtar; Ricka Aprillia; Govira C. Asbanu
Jurnal Ilmiah Ar-Razi Vol 10, No 1 (2022): JURNAL ILMIAH AR-RAZI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/ar-r.v10i1.3753

Abstract

Penggunaan sianida dalam proses ekstraksi emas telah banyak ditinggalkan oleh negara lain sebab sifatnya yang toksik dan permasalahan lainnya. Namun saat ini, reagen tersebut masih digunakan di Kalimantan Barat dan daerah lainnya di Indonesia untuk mengekstraksi emas. Oleh karena itu, dalam penelitian ini telah dilakukan eksperimen pelindian emas menggunakan reagen alternatif sianida yang relatif lebih aman, yaitu amonia tiosulfat (Cu(II)-NH3-S2O32-). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik sampel bijih emas dari desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat dan mengkaji pengaruh variasi konsentrasi tiosulfat terhadap perolehan emas dalam proses pelindian. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu preparasi sampel dan bahan kimia, karakterisasi sampel, dan eksperimen pelindian sampel biji emas dengan variasi konsentrasi tiosulfat. Karakterisasi sampel bijih menggunakan AAS menunjukkan bahwa sampel mengandung Au (emas) sebesar 5 ppm. Hasil XRF menunjukkan bahwa sebagian besar sampel tersusun dari SiO2 (52,04%), CaO, dan Fe2O3. Berdasarkan analisis XRD, sampel diketahui mengandung beberapa mineral turunan pirit (FeS2) seperti argentopirit (AgFe2S3), arsenopirit (FeAsS), dan kalkopirit (CuFeS2). Perolehan Au tertinggi sebesar 77,13% pada pelindian dengan menggunakan natrium tiosulfat 0,6 M pada jam ke-0, di mana ore dipisahkan dari larutan tiosulfat segera setelah dicampurkan. Perolehan emas meningkat bersama dengan peningkatan konsentrasi tiosulfat sebagai leaching agent. Nilai pH larutan dan recovery emas menurun seiring dengan waktu pelindian.
PERENCANAAN REKLAMASI LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BAUKSIT PADA BLOK X DI PT PUTRA ALAM LESTARI DI KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG KALIMANTAN BARAT Yang Baro Dintarung; Budhi Purwoko; Ricka Aprillia
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 2 (2021): JeLAST Juni 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i2.48478

Abstract

PT. Putra Alam Lestari merupakan pertambangan Bauksit yang terletak di Kecamatan Kendawangan dan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. PT. PAL mempunyai IUP dengan luas 3.500 (tiga ribu lima ratus) hektar dan sistem penambangan bauksit yang dilakukan oleh PT. PAL menggunakan sistem penambangan terbuka.Tujuan penelitian adalah mengetahui luas area yang akan di reklamasi, menentukan perencanaan reklamasi yang tepat pada lahan yang telah dilakukan penambangan, menentukan volume tanah pucuk dan tanah penutup,  metode penataan tanah pucuk pucuk (top soil) yang tepat dan tanaman (vegetasi) yang cocok untuk kegiatan reklamasi. Hasil dari pengolahan dan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan luas area yang akan di reklamasi adalah 4.183,89 m2 atau seluas 0,42 hektar, volume tanah penutup yang tersedia berjumlah 671,05 BCM dan tanah pucuk yang tersedia berjumlah 1.782,61 BCM. Volume tanah penutup yang dibutuhkan berjumlah 2.716,20 BCM dan tanah pucuk yang dibutuhkan untuk sistem perataan tanah berjumlah 1255,16 BCM. Kegiatan penataan tanah lahan menggunakan alat mekanis berupa alat tebar (bulldozer). Rencana teknis reklamasi dilakukan dimulai dari persiapan lahan, kegiatan penataan lahan, dan revegetasi. Tanaman revegetasi adalah tanaman sengon. Jumlah tanaman yang dibutuhkan untuk revegetasi berjumlah 465 bibit dengan jarak 3 (tiga) meter antar lubang tanam. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat lubang tanam selama 20 jam atau tiga hari kerja dengan menggunakan tenaga manusia berjumlah 2 (dua) orang. Kata kunci : Perataan tanah, Reklamasi, Tanah Pucuk, Bauksit, Revegetasi, Sengon