Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan keuangan dan kepatuhan perpajakan, termasuk di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi laporan keuangan berbasis SAK EMKM dan pemahaman pajak tahunan bagi pelaku UMKM setempat. Program dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa menggunakan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan pelatihan teknis dan pendampingan intensif. Sebanyak 25 UMKM dari berbagai sektor berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung selama bulan Oktober 2024, meliputi survei awal, pelatihan literasi keuangan dan perpajakan, pendampingan door-to-door, serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas peserta. Sebanyak 80% peserta mampu menyusun laporan laba rugi sederhana secara mandiri, 68% berhasil membuat laporan posisi keuangan sesuai SAK EMKM, dan 12 pelaku UMKM terfasilitasi memperoleh NPWP. Pemahaman peserta terhadap materi perpajakan meningkat dari rata-rata 38% (pre-test) menjadi 79% (post-test). Program ini membuktikan bahwa pendekatan pendampingan kontekstual dan berkelanjutan efektif mentransformasi perilaku pengelolaan keuangan UMKM. Rekomendasi tindak lanjut mencakup pembentukan kelompok belajar UMKM, digitalisasi pencatatan, fasilitasi akses permodalan, serta integrasi materi literasi keuangan dan pajak dalam program pembinaan pemerintah daerah.