Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Literasi Keuangan dan Literasi Digital terhadap Perilaku Keuangan dengan Self-Efficacy sebagai Variabel Mediasi pada Masyarakat Kabupaten Sumbawa Niken Meylianisapitri; Arya Zulfikar Akbar
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 4 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i4.6109

Abstract

The phenomenon of technological disruption in the financial sector post-pandemic has transformed the economic landscape of society, including in Sumbawa Regency. The ability to adapt, reflected in financial literacy and digital literacy, has become an absolute prerequisite for shaping healthy financial behavior. This study aims to comprehensively analyze the influence of financial literacy and digital literacy on financial behavior, positioning self-efficacy as a mediating variable that bridges the gap between knowledge and action. The independent variables in this research are financial literacy and digital literacy. Financial behavior serves as the dependent variable, and self-efficacy acts as the mediating variable. This study used 150 samples taken from the productive-age population in Sumbawa Regency using purposive sampling technique. The data obtained were analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) method based on Partial Least Square (PLS). The results of the study stated that each variable of financial literacy, digital literacy, and self-efficacy had a significant positive effect on financial behavior. Financial literacy and digital literacy also have a significant positive effect on self-efficacy. The self-efficacy variable as a parameter states that it partially mediates the effect of financial literacy on financial behavior, while the relationship between digital literacy and financial behavior is fully mediated by self-efficacy. The implications of this study emphasize the need for a holistic approach that not only transfers technical knowledge but also builds the self-confidence (self-efficacy) of the Sumbawa community in facing the digital economic ecosystem. A key theoretical contribution of this study is the explicit identification of the nature of self-efficacy mediation: it functions as a partial mediator between financial literacy and financial behavior, and as a full mediator between digital literacy and financial behavior, confirming that digital skills alone cannot drive healthy financial behavior without the psychological confidence provided by self-efficacy.
Optimalisasi Kapasitas UMKM: Pendampingan Literasi Laporan Keuangan dan Pajak Tahunan di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa Arya Zulfikar Akbar; Muhammad Nur Fietroh; Reza Muhammad Rizqi; Nurida Fitriani; Rozzy Aprirachman; Rian Hardiansyah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/fg7nem31

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan keuangan dan kepatuhan perpajakan, termasuk di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi laporan keuangan berbasis SAK EMKM dan pemahaman pajak tahunan bagi pelaku UMKM setempat. Program dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa menggunakan pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan pelatihan teknis dan pendampingan intensif. Sebanyak 25 UMKM dari berbagai sektor berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung selama bulan Oktober 2024, meliputi survei awal, pelatihan literasi keuangan dan perpajakan, pendampingan door-to-door, serta evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas peserta. Sebanyak 80% peserta mampu menyusun laporan laba rugi sederhana secara mandiri, 68% berhasil membuat laporan posisi keuangan sesuai SAK EMKM, dan 12 pelaku UMKM terfasilitasi memperoleh NPWP. Pemahaman peserta terhadap materi perpajakan meningkat dari rata-rata 38% (pre-test) menjadi 79% (post-test). Program ini membuktikan bahwa pendekatan pendampingan kontekstual dan berkelanjutan efektif mentransformasi perilaku pengelolaan keuangan UMKM. Rekomendasi tindak lanjut mencakup pembentukan kelompok belajar UMKM, digitalisasi pencatatan, fasilitasi akses permodalan, serta integrasi materi literasi keuangan dan pajak dalam program pembinaan pemerintah daerah.
Analisis Pengaruh Literasi Keuangan Digital Dan Inklusi Keuangan Digital Terhadap Kepercayaan Nasabah Dalam Melakukan Transaksi Digital Perbankan Aditya Asrul Ananda; Arya Zulfikar Akbar
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8x46ft66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan digital dan inklusi keuangan digital terhadap kepercayaan nasabah dalam melakukan transaksi digital perbankan di Pulau Sumbawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada nasabah perbankan digital yang terdaftar di wilayah Pulau Sumbawa. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan nasabah dalam transaksi perbankan digital. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman nasabah terhadap penggunaan layanan keuangan digital mampu meningkatkan rasa percaya terhadap keamanan dan efisiensi sistem. Selain itu, inklusi keuangan digital juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan nasabah, yang menandakan bahwa kemudahan akses dan frekuensi penggunaan layanan digital berperan penting dalam membangun kepercayaan terhadap perbankan digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Sumbawa, dalam meningkatkan kepercayaan nasabah melalui optimalisasi literasi keuangan digital dan inklusi keuangan digital.
Makna Tradisi Besiru dalam Perspektif Akuntansi sebagai Utang Piutang (Studi Kasus Adat Perkawinan Masyarakat Dusun Sejari Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa) M. Arman Zarfani; Arya Zulfikar Akbar
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rcgxj769

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi Besiru pada masyarakat Sumbawa di Dusun Sejari melalui perspektif akuntansi sebagai bentuk utang-piutang sosial. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian menggali bagaimana praktik tolong-menolong dalam rangkaian perkawinan (Tokal Adat dan Tokal Buntar) berfungsi sebagai sistem akuntansi informal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi buku catatan masyarakat (buku induk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Besiru berperan sebagai mekanisme sosial-budaya di mana bantuan dicatat dan dipahami sebagai kewajiban moral dan ekonomi yang harus dibalas di masa depan. Tradisi ini membedakan antara bantuan timbal balik (yang menimbulkan utang sosial) dan pemberian sukarela (Jemma), dengan yang pertama ditegakkan melalui norma sosial dan sanksi adat. Studi ini menyimpulkan bahwa Besiru merupakan bentuk akuntansi berbasis kearifan lokal yang menekankan keadilan sosial, kepercayaan, dan keberlanjutan hubungan komunitas, serta memperluas pemahaman akuntansi di luar konteks formal.