Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perlindungan Hukum Bagi Perempuan Di Hadapan Hukum Reski Eka Putri; Muhammad Amiruddin
Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Vol 2 No 3 (2020): ALDEV
Publisher : Law Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aldev.v2i3.14082

Abstract

Masalah utama dari penelitian ini adalah bahwa karena tindakan yang terkait dengan kejahatan terhadap perempuan, termasuk kekerasan dengan kekerasan, dibawa ke perhatian hukum, meskipun posisi perempuan masih dianggap tidak setara dengan laki-laki. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan, jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan: normatif dan sosiologis. Sumber informasi untuk investigasi ini adalah hakim dari pengadilan agama, panitera dan staf pengadilan. Selanjutnya, metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah: wawancara, dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Sedangkan teknik untuk mengelola dan menganalisis data dilakukan dalam dua tahap: 1) mengelola data dalam bentuk pengeditan dan verifikasi. 2) analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keberadaan PERMA No. 3 2017 diterapkan di pengadilan agama, tetapi implementasinya masih belum optimal karena pengadilan agama memiliki buku referensi sendiri dalam kasus-kasus yang menentukan, dan latar belakang pembentukan Peraturan Mahkamah Agung adalah karena diskriminasi dan stereotip gender yang tersebar luas dalam keadilan di Indonesia. Dan harapannya adalah bahwa PERMA nomor 3 2017 akan dirilis pada pedoman untuk menilai kasus yang melibatkan perempuan dalam berbagai hakim dan semua instrumen hukum yang menangani kasus-kasus di mana perempuan sebagai pelaku, korban, saksi dan pihak menjadi standar. dalam proses hukum. Sehingga tujuan menghilangkan segala kemungkinan diskriminasi terhadap perempuan yang bertemu dapat dicapai oleh hukum. 
Wawasan Al-Qur'An tentang Etos Kerja: Kajian Tafsir Tematik Ayat-Ayat Perintah, Balasan Usaha, dan Keseimbangan Hidup Reski Eka Putri; Muhammadiyah Amin; Abdul Rahman Sakka
Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): Dialektika, Sosial dan Budaya (Januari-Juni 2026)
Publisher : STAI DDI Kota Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the Qur'anic perspective on work ethic as a normative foundation for shaping productive, honest, and God-oriented work character. The problem addressed is the low productivity among Muslims despite the Qur'an's strong emphasis on diligent work. This library research employs a thematic exegetical approach (maudhu'i), collecting and comprehensively analyzing Qur'anic verses related to work ethic. The findings reveal that the Qur'an views work as integral to humanity's caliphal mission on earth, encompassing principles such as sincerity (ikhlāṣ), honesty (ṣidq), professionalism (itqān), diligence, and balance between worldly and otherworldly affairs. Verses analyzed include QS. At-Taubah: 105 (universal command to work), QS. Al-Jumu'ah: 10 (balance between worship and economy), QS. An-Najm: 39-41 (certainty of reward for effort), QS. Ar-Ra'd: 11 (causality of change), and QS. Al-Qasas: 77 (world-hereafter balance). This study concludes that the Qur'anic concept of work ethic contributes philosophically and practically to developing excellent, integral, and competitive human resources without abandoning spiritual values.
Penipuan (Ghisy) dalam Jual Beli: Analisis Hadis tentang Etika Perdagangan Islam Reski Eka Putri; Muhammadiyah Amin; Abdul Rahman Sakka
Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): Dialektika, Sosial dan Budaya (Januari-Juni 2026)
Publisher : STAI DDI Kota Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the practice of fraud (ghisy) in buying and selling transactions within traditional markets and online marketplaces. Ghisy, linguistically meaning deception or concealing defects, is strictly prohibited in Islam as affirmed by the Prophet Muhammad's saying: "Whoever cheats is not one of us" (HR. Muslim). This research aims to identify three main forms of fraud in trade: concealing product defects, altering product facts (tahrif description), and cheating in measurements and false oaths. Employing a qualitative library research method, this study analyzes primary sources from canonical hadith collections (Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Ibnu Majah) and secondary sources from contemporary Islamic legal literature on commercial ethics. The findings reveal that all three forms of fraud remain prevalent in both traditional and digital marketplaces, causing significant consumer losses and eroding Islamic commercial ethics. Additionally, the study identifies contributing factors including weak regulatory oversight, low trader awareness, and insufficient verification practices by buyers. This research concludes that every trader is obligated to uphold honesty in transactions, while buyers must exercise vigilance and conduct thorough verification before completing payments. The study recommends strengthening oversight mechanisms and enhancing Islamic ethical education for traders to combat commercial fraud effectively.
Etos Kerja dalam Perspektif Al-Qur'An (Kajian Tafsir Maudhu'i Ayat-Ayat 'Amal, Sa'y, dan Keseimbangan Dunia-Akhirat Reski Eka Putri; Hasyim Haddade; Rosmini Amin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.651

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji wawasan Al-Qur'an tentang etos kerja sebagai landasan normatif dalam membentuk karakter kerja produktif, jujur, dan berorientasi pada ridha Allah. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik ( maudhu'i ), yaitu menghimpun dan menganalisis secara komprehensif ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan etos kerja. Sumber primer berupa Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir klasik-kontemporer, sedangkan sumber sekunder mencakup buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memandang kerja sebagai bagian integral dari misi kekhalifahan manusia di bumi. Etos kerja dalam perspektif Al-Qur'an mencakup prinsip-prinsip keikhlasan, kejujuran, profesionalisme, ketekunan, dan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Ayat-ayat seperti QS. At-Taubah: 105 menegaskan perintah universal bekerja, QS. Al-Jumu'ah: 10 mengajarkan keseimbangan ibadah dan ekonomi, QS. An-Najm: 39-41 menjamin balasan setimpal atas usaha, serta QS. Ar-Ra'd : 11 dan QS. Al-Qasas: 77 tekanan hukum kausalitas perubahan dan keseimbangan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wawasan Al-Qur'an tentang etos kerja memberikan kontribusi filosofis dan praktis bagi pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual. Temuan ini diharapkan menjadi landasan bagi pembentukan karakter kerja Islami di berbagai sektor kehidupan