Han Roliadi
Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu, No. 5 Bogor, 16610, Tlp. 0251- 8633378, Fax 0251-8633413

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

DAYA TAHAN 25 JENIS ROTAN TERHADAP RAYAP TANAH Jasni, Jasni; Roliadi, Han
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2364.93 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.1.55-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan 25 jenis rotan terhadap serangan serangga rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) dengan menggunakan contoh uji berukuran panjang 2 cm dan diameter tergantung jenis rotannya. Pengujian berlangsung dalam jampot yang didalamnya terdapat 200 ekor rayap tanah kasta pekerja yang sehat dan aktif. Parameter yang diuji adalah persentase penurunan berat rotan dan persentase rayap yang yang hidup, yang kemudian melalui bantuan penelaahan statistik dipakai sebagai dasar penggolongan 25 jenis rotan tersebut menurut kelas ketahanannya. Disamping itu dilakukan pula pengamatan secara subyektif derajat serangan rayap terhadap rotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 25 jenis rotan yang diteliti, 7 jenis (28%) termasuk kelas ketahanan tinggi (kelas I dan II), sisanya yaitu 18 jenis (72%) termasuk kelas ketahanan rendah (kelas III, IV dan V). Dalam penggunaan rotan dengan kelas ketahanan rendah diperlukan proses pengawetan. Walaupun diamati secara subjektif, ternyata derajat serangan rayap berkorelasi positif dengan penurunan berat rotan (R = + 0,618**) dan jumlah rayap hidup (R = + 0,697**).
FAKTOR EKSPLOITASI HUTAN TANAMAN MANGIUM (Accacia mangium Wild): STUDI KASUS DI PT TOBA PULP LESTARI Tbk., SUMATERA UTARA Dulsalam, Dulsalam; Roliadi, Han
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3189.367 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.2.87-103

Abstract

Faktor eksploitasi merupakan informasi yang diperlukan untuk memproyeksikan produksi kayu yang dapat diperoleh. Faktor eksploitasi adalah perbandingan antara volume kayu yang dimanfaatkan dengan volume kayu yang diharapkan dapat dimanfaatkan. Faktor eksploitasi dipengaruhi oleh konfigurasi lapangan, tujuan pemanfaatan kayu, kondisi sarana dan prasarana pemanenan hutan, jenis kayu, keadaan lapangan dan keterampilan tenaga kerja. Penelitian faktor eksploitasi di hutan tanaman di Aek Nauli Sumatera Utara pada dua tingkat kelerengan yang berbeda, yaitu 0 - 15% dan 15 - 25% telah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi nilai faktor eksploitasi di hutan tanaman yang tepat. Faktor eksploitasi untuk dua tingkat kelerengan tersebut masing-masing adalah 0,97 dan 0,95 yang secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.
DAYA TAHAN 16 JENIS ROTAN TERHADAP BUBUK ROTAN Jasni, Jasni; Roliadi, Han
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.2.87-103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan 16 jenis rotan terhadap serangan bubuk rotan kering (Dinoderus minutus Fabr.) dengan menggunakan contoh uji berukuran panjang 2 cm dan diameter di bawah 12 mm. Pengujian berlangsung dalam botol plastik yang di dalamnya terdapat 10 ekor bubuk rotan kering dewasa sehat dan aktif. Parameter yang diuji adalah persentase penurunan berat rotan dan persentase kumbang bubuk yang hidup, kemudian melalui bantuan pentelaahan statistik 16 jenis rotan tersebut diklasifikasikan menurut kelas ketahanannya. Di samping itu dilakukan pula pengamatan secara subyektif terhadap derajat serangan kumbang bubuk terhadap rotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 jenis rotan yang diteliti, 5 jenis (31,25%) termasuk kelas ketahanan tinggi (kelas I dan II), sisanya 11 jenis (68,75%) termasuk kelas ketahanan rendah (kelas III, IV dan V). Dalam penggunaan rotan dengan kelas ketahanan rendah diperlukan proses pengawetan.
PEMBUATAN KARTON SKALA INDUSTRI KECIL DARI CAMPURAN LIMBAH PEMBALAKAN DAN SLUDGE INDUSTRI KERTAS Roliadi, Han; Lestari, Setyani Budi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2266.44 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.2.199-207

Abstract

Percobaan pembuatanpulp dan karton skala industri kecil dilakukan menggunakan campuran pulp limbah pembalakan kayu hutan alam produksi (KHAP) dan sludge industri kertas pada 2 proporsi yaitu 50:50% dan 25:75%. Pengolahan limbah pembalakan KHAP menjadi pulp dilakukan dengan proses semi kimia soda panas pada skala semi pilot dengan kondisi konsentrasi alkali 14% dan 16%, dan perbandingan berat limbah dengan larutan pemasakan 1:5,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulp pada konsentrasi alkali 14% lebih sesuai sebagai bahan pencampur sludge untuk pembuatan karton, ditinjau dari rendemen pulp, konsumsi alkali, dan bilangan kappa. Rendemen dan sifat fisik dan kekuatan karton dari campuran pulp limbah pembalakan KHAP (50%) dan sludge (50%) berikut bahan aditif, lebih tinggi dibandingkan dengan dari campuran pada proporsi 25:75% (juga dengan aditif). Selanjutnya, sifat fisik/kekuatan karton dari proporsi campuran 50:50% tersebut lebih tinggi dari pada sifat karton produksi industri rakyat dari campuran kertas bekas (50%) dan sludge (50%) tanpa aditif, dan banyak memenuhi persyaratan karton komersial; dan juga lebih tinggi dari pada sifat karton dari campuran pulp limbah pembalakan kayu hutan tanaman dan sludge (pada proporsi 50:50%, dan dengan aditif pula). Penelitian ini bertujuan membuat karton dari campuran limbah, pembalakan kayu hutan alam produksi (KHAP) dan sludge industri kertas (SIK). Dengan demikian pulp limbah pembalakan kayu hutan alam berprospek cerah sebagai bahan substitusi campuran sludge pada industri karton rakyat yang menggunakan kertas bekas.
PRODUCTION OF MANGIUM (Acacia mangium) WOOD VINEGAR AND ITS UTILIZATION Bermawie, Nurliani; Nurhayati, Tjutju; Roliadi, Han
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 2, No 1 (2005): Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Forestry Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/ijfr.2005.2.1.13-25

Abstract

Production  of  wood vinegar from mangium (Acacia  mangium) wood bolts/pieces  with their diameter of 3  17 cm, length of 30  67 cm, moisture content of 84.4%, and specific gravity of 0.52 conducted in a dome-shaped kiln with 1.2 m-capacity afforded a yield of 40.3%.   The mangium wood vinegar was produced  through condensation  (cooling) of  smoke/gas fractions released during the charcoaling (carbonization) process  of  mangium wood.    The  process  could be regarded  as an integrated production of wood vinegar and charcoal.  The yield of wood vinegar combined with the resulting charcoal was 73.9%  based on  the dry weight of  inputed  mangium wood.    Results of chromatography analysis on mangium wood vinegar as conducted in Japan revealed its organic acid content at 73.9 ppm, phenol content 8.09 ppm, methanol 3.34 ppm, acidity degree 4.91  ppm, and pH 3.89.   Similar analysis on the mangium wood vinegar was conducted in Indonesias laboratories, and the results were comparable with  those  of  Japan.     Results of  inhibition  testings  on  particular microorganisms   (i.e.  Pseudomonas  aerogjnosa,  Stafi/ococms   attreus,  and  Candidi   albicans  fimgz) indicated that the mangium wood vinegar could inflict antirnicrobe action on those microorganism with its effectiveness somewhat below that of  liquid betel soap which could be purchased  from drugstores.  The experimental use of mangium wood vinegar at 3-5% concentration on ginger (Zingiber officinale var. white ginger) plants revealed significantly positive growth responses/  characteristics with respect to their height, leaf length, and sprout/ shoot development, in comparison with the untreated ginger plants (control).   Such responses/characteristics were not significantly different from those using atoniks growth hormone.  Likewise, the preliminary use of mangium wood vinegar at 2-percent concentration on teak (Teaonagrandis)plants, end stacks of Sborea Ieprosula and Swietenia mahagoni plants, and rice plants haveinflicted their favorable growth responses/ characteristics as well.
PENGARUH SUSUNAN LAMINA KAYU KARET TUA TERHADAP SIFAT KEKUATAN BALOK SILANG-I LAMINASI Roliadi, Han; Hadjib, Nurwati
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3511.177 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.2.130-145

Abstract

Perakitan balok silang-I laminasi dilakukan menggunakan kayu karet tua (Hevea brasiliensis) asal pohon karet yang sudah tidak produktif lagi menghasilkan getah lateks (umur sekitar 25-30 tahun). Mula-mula, dolok kayu karet (diameter sekitar 10-25 cm) terlebih dulu dibentuk menjadi lamian (bilah- bilah) melalui penggergajian. Rendemen bilah tersebut (36-39%) masih lebih rendah dari pada rendemen yang umum dari kayu berdiameter besar. Bilah yang dihasilkan dirakit menjadi balok silang-I menggunakan perekat fenol-resorsinol-formaldehida pada suhu kamar. Hasil perakitan menunjukkan kekuatan balok silang-I laminasi dengan profil rekatan horisontal antar lamina dibagian tubuh atau badan (keteguhan lengkung pada batas proporsi = 132.97 kg/cm2, MOR = 184.13 kg/cm2, MOE = 54425.196 kg/cm2, dan keteguhan geser horisontal = 2.9397 kg/cm2) lebih rendah dari pada sifat balok kayu karet utuh berdimensi kecil bebas cacat, tetapi lebih tinggi dari pada balok silang-I laminasi dengan profil rekatan vertikal dan produk balok laminasi (glulam) juga dari kayu karet tua dengan profil rekatan horisontal antar lamina. Di samping itu terdapat korelasi nyata negatif antara sudut jari-jari kayu - bidang rekatan dengan sifat mekanis/ kekuatan balok silang-I laminasi. Ini mengindikasikan prospek positif pembuatan balok silang-I laminasi laminasi dari kayu karet tua dengan profil rekatan vertikal tersebut untuk tujuan konstruksi, karena dapat lebih menghemat pemakaian bahan baku.
PEMBUATAN DAN KUALITAS KARTON DARI CAMPURAN PULP TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN LIMBAH PADAT ORGANIK INDUSTRI PULP Roliadi, Han
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3607.128 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.3.209-221

Abstract

Industri karton skala kecil yang menggunakan bahan baku limbah padat organik industri pulp/kertas (sludge) saat ini mengalami kesulitas kontinuitas pasokan bahan serat lain sebagai campuran limbah padat organik tersebut (khususnya pulp dan kertas bekas). Di lain hal, limbah industri pengolahan minyak kelapa sawit dalam bentuk tandan kosong kelapa sawit (TKKS) sebagai bahan serat berligno-selulosa berlimpah jumlahnya dan belum banyak dimanfaatkan, sehingga berindikasi pemanfaataannya sebagai bahan baku industri karton. Terkait dengan hal tersebut, TKKS sesudah dijadikan serpih, diolah menjadi pulp untuk karton menggunakan proses semi-kimia soda panas tertutup pada ketel pemasak skala semi-pilot hasil rekayasa hasil rekayasa Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan (P3KKPHH, Bogor). Rata-rata rendemen pulp TKKS yang diperoleh 60,17%. Lembaran karton dibentuk di industri karton skala kecil, dari campuran pulp TKKS 50% dan limbah padat organik industri kertas 50%; dan dari pulp TKKS 100%, masing-masing dengan penambahan bahan aditif (kaolin 5%, alum 2%, tapioka 4%, dan sizing darih rosin 2%). Sifat fisik dan kekuatan karton asal pulp TKKS 100% dan asal campurannya dengan limbah padat organik industri pulp (50 : 50%) lebih tinggi dari pada karton produksi industri rakyat (dari campuran kertas 50% kertas bekas dan 50% limbah padat organik industri kertas, tetapi tanpa aditif), dan memenuhi kriteria karton komersial. Di samping itu, terdapat kesan visual menarik pada permukaan karton dari campuran pulp TKKS dan limbah padat organik, mengakibatkan sesuai untuk kertas karton indah (kartu undangan, sampul buku, karton hiasan, dsb). Ini mengisyaratkan prospek penggunaan pulp TKKS yang dicampur dengan limbah padat organik industri pulp, sebagai bahan baku alternatif/pengganti campuran limbah padat organik pada industri karton rakyat yaitu kertas bekas.
DAYA TAHAN 16 JENIS ROTAN TERHADAP BUBUK ROTAN (Dinoderus minutus Fabr.) Jasni, Jasni; Roliadi, Han
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2823.192 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.2.115-127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan 16 jenis rotan terhadap serangan bubuk rotan kering (Dinoderus minutus Fabr.) dengan menggunakan contoh uji berukuran panjang 2 cm dan diameter di bawah 12 mm. Pengujian berlangsung dalam botol plastik yang di dalamnya terdapat 10 ekor bubuk rotan kering dewasa sehat dan aktif. Parameter yang diuji adalah persentase penurunan berat rotan dan persentase kumbang bubuk yang hidup, kemudian melalui bantuan pentelaahan statistik 16 jenis rotan tersebut diklasifikasikan menurut kelas ketahanannya. Di samping itu dilakukan pula pengamatan secara subyektif terhadap derajat serangan kumbang bubuk terhadap rotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 jenis rotan yang diteliti, 5 jenis (31,25%) termasuk kelas ketahanan tinggi (kelas I dan II), sisanya 11 jenis (68,75%) termasuk kelas ketahanan rendah (kelas III, IV dan V). Dalam penggunaan rotan dengan kelas ketahanan rendah diperlukan proses pengawetan.
PENYEMPURNAAN SIFAT PAPAN SERAT BERKERAPATAN TINGGI DARI CAMPURAN RUMPUT GELAGAH, TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT, DAN BAMBU Indrawan, Dian Anggraini; Roliadi, Han; Tampubolon, Rossi Margareth; Pari, Gustan; Santoso, Adi; Iqbal, Mohamad
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.193-214

Abstract

Papan serat hardboard (HB) dari campuran Rumput Gelagah (RG), Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan bambu andong berpotensi untuk dikembangkan. Namun, percobaan pendahuluan menunjukkan HB tersebut tidak memenuhi persyaratan produk HB dari Japanese Industrial Standard (JIS) dan International Standard Organization (ISO). Tulisan ini mempelajari modifikasi pembuatan HB agar memenuhi standar produk tersebut. Modifikasi yang dilakukan meliputi penambahan konsentrasi alkali dalam pemasakan pulp dan merubah komposisi perekat. Hasil penelitian menunjukkan kualitas HB modifikasi meningkat dan mampu memenuhi persyaratan standar JIS dan ISO. Campuran serat pulp RG dan bambu andong/betung dimasak dengan konsentrasi alkali 10,5% dan 12% untuk serat dari TKKS. Campuran perekat yang digunakan adalah tannin-resorsinol-formaldehida (TRF), alum (tawas) dan emulsi lilin. Campuran serat yang paling banyak memenuhi standar adalah RG pulp (50%) + TKKS pulp (50%), diikuti RG pulp (100%), TKKS pulp (50%) + pulp bambu andong (50%), RG pulp (50%) + pulp bambu betung (50%). Serat yang masih kurang prospektif (bambu betung) diharapkan dapat diperbaiki melalui penggunaan perekat TRF dalam jumlah lebih banyak, arang aktif berukuran nano dan cross-linking agent.    
CHARACTERISTICS OF LAMINATED WOOD OF LOGGING WASTE OF THREE NATURAL FOREST WOOD SPECIES Malik, Jamaludin; Santoso, Adi; Roliadi, Han
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 2, No 1 (2005): Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Forestry Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/ijfr.2005.2.1.37-48

Abstract

This research is aimed to assess the characteristics of 3-ply laminated wood assembly incorporating wood waste belonged to three species i.e. bengkal (Nauclea sp.), pisang-pisang (Alponsea teysmanii Boerl), and jambu-jambu (Eugenia spp.).  The waste was procured from logged natural forests. The used adhesive was tannin-resorcinol formaldehyde.  The lamination experiment was replicated three times. The assessed characteristics were moisture content, density, formaldehyde emission, bonding strength, wood defect, and static bending strength.The resulting 3-ply laminated wood assembly (beam) has a moisture content at 4.00 - 13.90%, density 0.30 - 0.68 gram per cm3, and formaldehyde emission 0.323 - 3.199 mg per liter that tended to increase with the decrease in density of the laminated wood.  The bonding strength of the laminated wood ranges varied from 47.14 to 107.52 kg per cm2  (dry testing) and 40.76 - 79.57 kg per cm2  (wet testing).  Likewise, wood defect was about 80 - 100% (dry test) and 20 - 80% (wet test).  Static bending strength varied from 455.62 - 843.36 kg per cm2 (for MOE) and from 35,985.49 to 104,332.63 kg per cm2 (for MOR). Based on these data, the three wood waste species afforded good bending strength and they were suitable for reconstituting material for exterior-type laminated wood beam.