Sunarno Sunarno
Biology Laboratory Structure And Function Of Animals, Department Of Biology, Faculty Of Science And Mathematics, Diponegoro University, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Respons Hematologi Itik Pengging yang Diberi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera. Lam) Sebagai Imbuhan Pakan Kasiyati Kasiyati; Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno
Jurnal Veteriner Vol 22 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.436 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.1.8

Abstract

Pengging ducks are one breed of Indonesia’s local duck has superior potential. This study was designed to evaluate the hematological parameters of Pengging ducks fed Moringa leaf meal as a feed additive. The data were obtained from a total of 80 female Pengging ducks of 35 weeks old were assigned into a completely randomized design and each experimental unit consisted of 4 replications. The treatment group consisted of basal fed without added Moringa leaf meal (control), basal fed added with 2.5, 5, 7.5, and 10% Moringa leaf meal. Data analyzed using one-way ANOVA. The results showed that the addition of Moringa leaf meal gave same effect (P>0.05) on the number of erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, mean corpuscular volume (MCV), and mean corpuscular hemoglobin (MCH). However, the mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC) increased (P<0,05) to 15.91% at 5% moringa leaf meal. The number of leukocytes was lower (P<0.05) by 42.01% at 7.5% moringa leaf meal. Leukocyte differentials, the ratio of H:L, and trombocytes did not significant difference (P>0.05) between treatments. In conclusion, the Moringa leaf meal as a feed additive did not change the hematological parameters and could be increasing the health status of layer Pengging ducks.
Filtrasi dan Aerasi Mengurangi Kerusakan secara Histopatologi pada Organ Insang Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) Muhammad Anwar Djaelani; Sunarno Sunarno; Muhammad AmmarNurHandyka; Kasiyati Kasiyati
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.459

Abstract

Penggunaan filter dan aerator dalam budidaya perikanan mempunyai peran penting dalam mengendalikan kualitas air, terutama kadar amonia agar tidak melebihi ambang batas. Senyawa amonia dengan kadar yang tinggi dalam air pada wadah pemeliharaan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur dan fungsi organ insang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh filtrasi dan aerasi yang berbeda terhadap histopatologi organ insang ikan nila merah (O. niloticus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati adalah bobot total insang, bobot tubuh ikan, bobot insang relatif dan persentase kerusakan jaringan insang. Bobot insang relatif dihitung menggunakan rumus, BIR (%)= Bi x Bt-1 x 100%. Kerusakan jaringan insang dihitung dari pengamatan 240 lamela sekunder per insang dengan menggunakan mikroskop perbesaran 400 kali, kemudian dikalikan dengan 100%. Data yang diperoleh dianalisis mengunakan uji sidik ragam dua arah dengan taraf kepercayaan sebesar 95%. Hasil analisis menunjukkan terdapat beda nyata terhadap variabel yang diamati antar perlakuan dengan kontrol (P<0,05) terhadap bobot total insang, bobot tubuh ikan, bobot insang relatif dan persentase kerusakan jaringan insang. Simpulan penelitian ini adalah, penambahan aerasi yang dikombinasi dengan filtrasi dapat mereduksi amoniadan mengurangi kerusakan jaringan organ insang ikan nila merah.