Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERSEPSI PEMBELAJAR TERHADAP MEDIA KAMUS TEMATIK BERBASIS WEB BAGI PEMBELAJAR KOSAKATA BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR Rosliyah, Yuyun; Fauzi, Hanif Nur
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 1 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i1.35752

Abstract

Abstrak                                 ___________________________________________________________________ Penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pembelajar terhadap Media Kamus Tematik Bahasa Jepang Berbasis Web. Penelitian ini didasari penelitian pendahuluan yang dilakukan  dengan angket dan wawancara ke 38 responden mahasiswa pendidikan bahasa Jepang Unnes dan observasi kepada siswa SMA PGRI 1 Kendal, penulis menemukan fakta dijumpai pembelajar yang kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakta bahasa Jepang oleh karena itu diperlukan media penunjang kosakata yang mempermudah pembelajar belajar kosakata bahasa Jepang, Salah satu media yang dapat menjadi pilihan adalah Kamus Tematik Bahasa Jepang Berbasis Web. Pengambilan data dalam persepsi oleh 21 pengguna menggunakan non tes berupa angket semi terbuka kepada responden pembelajar bahasa Jepang Umum. Media prototipe Kamus tematik berbasis web menghasilkan web dengan 5 tema pembelajaran kosakata dasar, yang dilengkapi dengan kosakata bahasa Jepang, dan terjemahan bahasa Indonesia. Hasil analisis persepsi melalui 12 pertanyaan yang diberikan ke pembelajar diperoleh rata-rata sebesar 81,65% pembelajar beranggapan media baik untuk digunakan untuk belajar kosakata bahasa Jepang dasar.   Abstract ___________________________________________________________________ This study is to determine learners' perceptions of Web-Based Japanese Thematic Dictionary Media. This research is based on preliminary research conducted by questionnaire and interview to 38 respondents of Japanese students of Unnes education and observation of high school students of PGRI 1 Kendal, the writer found facts that were found by students who had difficulty in remembering and understanding Japanese language vocabulary and therefore needed supporting vocabulary media make it easier for learners to learn Japanese vocabulary, One of the media that can be selected is Web-Based Japanese Thematic Dictionary. Retrieval of data in perception by 21 users using a non-test in the form of a semi-open questionnaire to respondents learning Japanese General. Prototype media Web-based thematic dictionaries produce a web with 5 basic vocabulary learning themes, which are complemented by Japanese vocabulary, and Indonesian translations. The results of the analysis of perception through 12 questions given to learners obtained an average of 81.65% of learners think the media is good for use for learning basic Japanese vocabulary.
ANALISIS SETUJI PEMBENTUK KATA KERJA (-GARU), PEMBENTUK KATA SIFAT (-PPOI), DAN PEMBENTUK KATA BENDA (-SA) Yuliana, Ita; Rosliyah, Yuyun; Diner, Lispridona
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v6i2.22593

Abstract

Language is a phonemic system used by a society to communicate, interact, and cooperate. Word is the one component of the language. In the branch of linguistics there is a morphology that studies about the origin of the word. Word can be made by suffix or setsuji in a japanese. Based of the preliminary study, had found that setsuji has not been widely known by the students. The research’s approach is descriptive qualitative. The data is a word that contain, setsuji –garu, –ppoi and –sa obtained from the December edition of the Asahi Shimbun online newspaper. The data is analyzed by descriptive method and markah technique. The results are presented with tables and descriptive explanations of the authors. Based on the result of research, has been concluded that the words in Japanese can be formed by the process of adding setsuji. Based of the word formation han been found that setsuji –garu, –ppoi, and –sa,have a same formation such as word+setsuji (saru, -ppoi and –sa). And based of the transformation of word classification has been concluded that setsuji –garu can transform adverb (i) or ikeiyoushi, adverb (na) or nakeiyoushi and derivative word or haseigo classification become a verb. Setsuji –ppoi can transform verb and noun classification become an adverb class. Not only verb and noun that can be transformed but symbol can be transformed become an adverb, too. For the last, setsuji –sa can transform an adverb (i), adverb (na) and derivative word ( –rashii, –ppoi, – yasui) become a noun. Bahasa merupakan sistem bunyi yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bekerjasama. Salah satu komponen bahasa adalah kata. Dalam cabang ilmu bahasa terdapat morfologi yang mempelajari asal muasal kata Kata dapat terbentuk dari proses pengimbuhan atau dalam bahasa Jepang disebut setsuji. Dalam studi pendahuluan yang dilakukan diperoleh fakta bahwa pengetahuan tentang setsuji belum banyak diketahui oleh mahasiswa. Pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data berupa kata berimbuhan –garu, – ppoi dan –sa yang diperoleh dari koran daring Asahi Shimbun edisi bulan Desember. Data tersebut dianalisis dengan metode diskriptif dan teknik markah sehingga diperoleh hasil teori dari penelitian. Hasil penelitian disajikan dengan tabel dan penjelasan deskriptif dari penulis. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kata-kata dalam bahasa Jepang dapat terbentuk dari proses pengimbuhan setsuji. Dari segi pembentukannya setsuji –garu, –ppoi maupun –sa tersusun dari kata dasar + setsuji (-saru, -ppoi dan –sa). Lalu dari segi perubahan kelas kata diketahui bahwa setsuji –garu dapat merubah kelas kata sifat (i), kata sifat (na) dan kata jadian (haseigo) menjadi kata kerja. Setsuji –ppoi dapat merubah kelas kata kerja dan kata benda menjadi kata sifat (i) karena –ppoi masuk kedalam ikeiyoushi. Dan ditemukan juga perubahan simbol (○○) menjadi kata sifat karena berimbuhan –ppoi. Dan terakhir setsuji –sa dapat merubah kelas kata sifat (i) dan kata sifat (na) dan kata sifat jadian (haseigo) yang terbentu dari setsuji rashii, –ppoi, dan –yasui menjadi kata benda.
Persepsi Pembelajar Terhadap Media Kamus Tematik Berbasis Web Bagi Pembelajar Kosakata Bahasa Jepang Tingkat Dasar Fauzi, Hanif Nur; Rosliyah, Yuyun
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 8 No 1 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v8i1.35752

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pembelajar terhadap Media Kamus Tematik Bahasa Jepang Berbasis Web. Penelitian ini didasari penelitian pendahuluan yang dilakukan dengan angket dan wawancara ke 38 responden mahasiswa pendidikan bahasa Jepang Unnes dan observasi kepada siswa SMA PGRI 1 Kendal, penulis menemukan fakta dijumpai pembelajar yang kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakta bahasa Jepang oleh karena itu diperlukan media penunjang kosakata yang mempermudah pembelajar belajar kosakata bahasa Jepang, Salah satu media yang dapat menjadi pilihan adalah Kamus Tematik Bahasa Jepang Berbasis Web. Pengambilan data dalam persepsi oleh 21 pengguna menggunakan non tes berupa angket semi terbuka kepada responden pembelajar bahasa Jepang Umum. Media prototipe Kamus tematik berbasis web menghasilkan web dengan 5 tema pembelajaran kosakata dasar, yang dilengkapi dengan kosakata bahasa Jepang, dan terjemahan bahasa Indonesia. Hasil analisis persepsi melalui 12 pertanyaan yang diberikan ke pembelajar diperoleh rata-rata sebesar 81,65% pembelajar beranggapan media baik untuk digunakan untuk belajar kosakata bahasa Jepang dasar. Abstract ___________________________________________________________________ This study is to determine learners' perceptions of Web-Based Japanese Thematic Dictionary Media. This research is based on preliminary research conducted by questionnaire and interview to 38 respondents of Japanese students of Unnes education and observation of high school students of PGRI 1 Kendal, the writer found facts that were found by students who had difficulty in remembering and understanding Japanese language vocabulary and therefore needed supporting vocabulary media make it easier for learners to learn Japanese vocabulary, One of the media that can be selected is Web-Based Japanese Thematic Dictionary. Retrieval of data in perception by 21 users using a non-test in the form of a semi-open questionnaire to respondents learning Japanese General. Prototype media Web-based thematic dictionaries produce a web with 5 basic vocabulary learning themes, which are complemented by Japanese vocabulary, and Indonesian translations. The results of the analysis of perception through 12 questions given to learners obtained an average of 81.65% of learners think the media is good for use for learning basic Japanese vocabulary.
Analisis Distraktor Butir Soal Bunpou Shokyuu Kouhan Semester 2 Tahun 2018/2019 Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES Resty Anuegrah Putri; Yuyun Rosliyah
KIRYOKU Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Kiryoku
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/kiryoku.v4i1.18-25

Abstract

Distraktor berfungsi untuk mengecoh peserta tes untuk memilih jawaban yang benar. Karena distraktor yang memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dengan jawaban yang benar, dapat membuat peserta tes merasa bingung dan kesulitan ketika memilih jawaban. Berdasarkan studi pendahuluan dengan melihat beberapa contoh soal tes yang sudah pernah diujikan sebelumnya, terdapat beberapa distraktor pada butir soal tersebut tidak dipilih sama sekali oleh peserta tes. Seluruh peserta tes tersebut menjawab pilihan jawaban yang benar. Dengan demikian, distraktor pada butir soal tersebut tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, pemilihan distraktor pada butir soal perlu diperhatikan agar berfungsi dengan baik. Dalam penelitian ini akan dikaji distraktor mana saja yang dipilih responden dan keefektifan distraktor butir soal Bunpou Shokyuu Kouhan semester 2 Tahun 2018/2019 dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini menggunakan butir soal Bunpou Shokyuu Kouhan semester 2 Tahun 2018/2019. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis data mengadaptasi teori Nurgiyantoro (2010:192-193). Berdasarkan hasil analisis, 36 distraktor pada butir soal ulangan tengah semester Bunpou Shokyuu Kouhan semester 2 Tahun 2018/2019 dikatakan efektif karena sesuai dengan kriteria efektivitas distraktor yang digunakan, 21 distraktor dikatakan tidak efektif dan harus direvisi atau dibuang sesuai dengan kriteria efektivitas distraktor yang digunakan.
TINGKAT KESULITAN PARTIKEL DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG BAGI PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS Rosliyah, Yuyun
Lembaran Ilmu Kependidikan Vol 42, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lik.v42i1.2700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa sulit soal tes partikel dalam kalimat bahasa Jepang yang diberikan pada mahasiswa di Jurusan bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang. Dari hasil penyekoran diperoleh hasil  mahasiswa kelompok atas dan kelompok bawah masing-masing berjumlah 18 mahasiswa. Hasil tes menunjukkan, menunjukkan tingkat kesulitan soal tes terdiri dari tiga kategori, yakni sangat mudah, mudah, dan cukup mudah. Sedangkan butir soal dengan kategori sulit dan sangat sulit tidak ditemukan dalam data penelitian ini. Dengn demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan partikel di dalam tes termasuk dalam kategori tidak sulit. This study aims to determine how difficult about the test particles in a Japanese sentence given to the students in the English Department of Semarang State University. After the test, scoring sorted by highest score to lowest score, then get the upper and lower groups of students 18 students of each. Resulting from the test, the difficulty level of test consists of three categories: very easy, easy, and pretty easy. While the item about the difficult and very difficult categories is not found in the data of this study. It can be concluded that the use of particles in the test for students in the English Department are grouped into the category not difficult
Nova; KELAYAKAN BUTIR SOAL PILIHAN GANDA UJIAN SEKOLAH BAHASA JEPANG SMA NEGERI 16 SEMARANG Nova Ayu Lisandy; Yuyun Rosliyah
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v5i2.19502

Abstract

Abstrak Evaluasi dibutuhkan untuk mengetahui hasil peserta didik dalam menerima, memahami, dan menguasai pelajaran. Kegiatan pengevaluasian ini ditunjukkan kepada guru yang berperan penting dalam pembuatan setiap butir soal pada mata pelajaran tertentu. Berdasarkan wawancara dengan guru bahasa Jepang di SMA Negeri 16 Semarang sebagai pembuat soal Ujian Sekolah, soal Ujian Sekolah belum dilakukan analisis sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untu mengetahui tingkat kelayakan dan faktor ketidaklayakan soal Ujian Sekolah bahasa Jepang kelas XII SMA Negeri 16 Semarang. Desain penelitian yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Data penelitian ini yaitu soal yang disusun guru mata pelajaran bahasa Jepang yang berjumlah 50 soal. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi. Data dokumentasi berupa soal yang bersumber dari guru mata pelajaran bahasa Jepang Ujian Sekolah SMA Negeri 16 Semarang. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas soal Ujian Sekolah bahasa Jepang SMA Negeri 16 Semarang berdasarkan tingkat kelayakan terdapat 50% soal layak dan 50% soal tidak layak. Sehingga tingkat kelayakan soal Ujian Sekolah bahasa Jepang seimbang. Faktor ketidaklayakan soal terlihat paling banyak pada opsi pengecoh yang kurang ada 72%. Abstract Evaluation is needed to determine the results of the learners, understand and knowing the lesson. Evaluation activities are addressed to teacher who plays the important role in problem making on certain subjects. Based on the interview with Japanese language teacher in SMA Negeri 16 Semarang as school exam maker, school exams that have been made had never being analyzed. The purpose of this study is to know the level of feasibility and factors of impropriety about the Japanese language school exam for grade XII SMA Negeri 16 Semarang. Design of the research is quantitative and qualitative descriptive analysis. The data of the research is a matter compiled by teacher of Japanese laguange which amount 50 questions. Data collection method is documentation. Documentation data in the form of a question that comes from the Japanese teacher of school exam SMA Negeri 16 Semarang. Based on the result of data analysis that has been done, it can be concluded that the quality of the exam of Japanese language in SMA Negeri 16 Semarang based on the feasibility level there are 50% worthy questions and 50% problem is not feasible. So the level of harmony about the Japanese language school exam is balanced. The most inerrancy factor is seen in the lees than exhausted option of 72%.
Penguatan Pra-Keberangkatan Pemagang Indonesia ke Jepang Melalui Pengenalan Komunikasi Antarbudaya bagi Siswa LPK Yutaka Mitra Indonesia Nurjaleka, Lisda; Rosliyah, Yuyun; Rustam, Muhamad Reza; Sanjaya, Muhamad Bangkit; Pambajeng, Naufal Arya
Varia Humanika Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v4i2.73624

Abstract

Artikel ini memaparkan kegiatan pengabdian masyarakat bagi dosen program studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang. Adapun tujuannya adalah untuk menumbuhkan kompetensi komunikasi antar budaya para calon pemagang Indonesia yang akan diberangkatkan ke Jepang. Khalayak sasaran kegiatan ini yaitu 20 orang calon pemagang atau Jisshusei dari LPK Yutaka Mitra Global Indonesia. Metode pelaksanaan program yang dilaksanakan yaitu: (1) pemberian penguatan pemahaman komunikasi antarbudaya bagi calon pemagang Jepang; (2) pengayaan materi tentang budaya Jepang khususnya Honne dan Tatemae; (3) pemberian sosialisasi undang-undang pemagangan teknis bagi calon pemagang dari LPK Yutaka Mitra Global Indonesia. Kegiatan ini dilakukan mengingat para pekerja migran Ketika di Jepang menghadapi kendala berkomunikasi dengan orang Jepang. Dikarenakan program pelatihan Bahasa Jepang yang cukup pendek, sehingga pemahaman yang dilatarbelakangi social budaya dan kompetensi pragmatic masih kurang. Hasil yang dicapai adalah adanya kesadaran dalam pemahaman komunikasi antarbudaya yang disebabkan perbedaan budaya antara Indonesia dan Jepang. Selain itu, calon pemagang perlu mengetahui segala bentuk ketentuan pemagang teknis yang tertulis yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang.
Analisis Butir Soal Ulangan Akhir Semester Bahasa Jepang Kelas XI Di SMA Negeri 1 Semarang: Analysis of Final Semester Exam Questions for Japanese Language Class XI at SMA Negeri 1 Semarang Kolin, Anugrah Andriani; Rosliyah, Yuyun; Setiawati, Ai Sumirah; Oesman, Andy Moorad
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 11 No. 1 (2025): Japanese culture and language
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v11i1.78399

Abstract

Tests, as the evaluation tool most often used by educators to measure student learning outcomes, should be made well, correctly and of high quality. The formulation of the problem in this research is to look for the level of difficulty, differentiation power, effectiveness of distractors, quality of questions. The aim of this research is to determine the level of difficulty, differentiability, effectiveness of distractors, quality of Japanese UAS questions at SMA Negeri 1 Semarang. This research used descriptive quantitative methods with a sample of 72 students. The results of this research show that the level of difficulty of the questions is in the medium category, the differentiating power of the questions is included in the questions which are quite good, the effectiveness of the distractors shows that the questions are good, the quality of the questions as seen from the level of difficulty, the differentiating power, the effectiveness of the distractors shows quite good. There are 32 (80%) of the 40 questions that can be used as a good evaluation tool.
Penerapan Matakuliah Micro Teaching Berbasis Lesson Study pada Mahasiswa Semester VI Sebagai Alternatif Pra PPL Rosliyah, Yuyun
Kagami : Jurnal Pendidikan dan Bahasa Jepang Vol. 4 No. 1 (2013): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2013-Kagami: Jurnal Pendidikan dan Bahasa Jepang
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memaparkan penerapan mata kuliah Micro Teaching berbasisLesson Study di dalam kelas sebagai sebuah alternatif bagi mahasiswa sebelum melaksanakanProgram Pengalaman Lapangan (PPL). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptifkualitatif, yakni memaparkan kegiatan belajar mengajar mahasiswa semester VI pada matakuliah Micro Teaching. Hasil penelitian dikelompokkan sesuai hakikat lesson study, yakniPlan: pembagian kelompok mahasiswa sebagai guru, siswa, pengamat, dan pembagian materipembelajaran yang diambil dari buku Nihongo I/II; Do: pelaksanaan kegiatan belajarmengajar di kelas dari pertemua pertama sampai pertemuan kelimabelas, See: perbaikandilakukan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajara yang bersifat memberikan penambahanmateri yang dianggap kurang setelah dilakukan pengamatan pada tahapan do yakni padapertemuan ketiga, keempat, dan kesepuluh, sedangkan perbaikan pada kegiatan pembelajaranmeliputi bagian pengantar pembelajaran, kosakata dan latihan, latihan pola kalimat, dansimpulan pembelajaran.
Implementasi Keterampilan Kolaborasi dalam Tahapan Pengenalan Topik RPP Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang Dewi, Rafael Grace Wisda Shanty; Rosliyah, Yuyun
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i1.3215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi keterampilan kolaborasi dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun oleh mahasiswa, khususnya pada tahapan pengenalan topik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi dokumentasi terhadap 80 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang disusun mahasiswa dari 90 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Perencanaan Pembelajaran dan mengidentifikasi instruksi kolaborasi yang termuat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, display data dan penarikkan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa sudah mampu mengimplementasikan keterampilan kolaborasi dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mereka susun dengan adanya instruksi untuk melakukan kegiatan kolaborasi seperti diskusi kelompok dan diskusi berpasangan, sedangkan sebagian mahasiswa masih belum dapat mengimplementasikan keterampilan kolaborasi dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada tahapan pengenalan topik dengan tidak adanya instruksi untuk melakukan kegiatan kolaborasi. Sehingga, hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya penguasaan pemahaman mahasiswa terhadap keterampilan abad 21, khususnya keterampilan kolaborasi, dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.