Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pentingnya Menjaga Imunitas Bagi Lansia di Masa Pandemi Covid 19 Ganik Sakitri; Ratna Kusuma Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4576

Abstract

ABSTRAK Covid-19 adalah virus baru penyebab penyakit saluran pernafasan. Untuk mendukung program pemerintah dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19 perlu partisipasi dan dukungan dari masyarakat. Menjaga imunitas sangat penting terutama ditengah pandemi Covid-19. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dalam pencegahan covid 19. Upaya promosi kesehatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode dan media yang dapat disesuaikan dengan sasaran. Cara efektif dalam pendekatan kelopok adalah dengan metode ceramah dan alat bantu yaitu leaflet. Terdapat peningkatan pengetahuan lansia tentang covid 19 di desa Kedungan, Pedan, Klaten. Kata kunci: Lansia, imunitas, covid 19  ABSTRACT Covid-19 is a new virus that causes respiratory disease. To support government programs in an effort to break the chain of transmission of Covid-19 needs the participation and support of the community. Maintaining immunity is very important, especially in the midst of the Covid-19 pandemic. The purpose of this community service activity is to provide health education to the community in preventing COVID-19. This health promotion effort can be done using various methods and media that can be adapted to the target. The effective way in the group approach is the lecture method and assistive tools, namely leaflets. There is an increase in the knowledge of the elderly about covid 19 in the village of Kedungan, Pedan, Klaten. Keywords: Elderly, immunity, covid 19
Pendidikan Kesehatan tentang Metode Dietary Approaches To Stop Hypertension (Dash) untuk Penderita Hipertensi di Desa Padokan Wetan Dusun Sawahan Ngemplak Boyolali Ganik Sakitri; Ratna Kusuma Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i9.6818

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia atau yang sering disebut lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah kesehatan. Masalah tersebut semakin bertambah ketika seseorang bertambah dalam usianya. Kejadian hipertensi pada lansia meningkat seiring bertambahnya usia. Pada lanjut usia penyakit-penyakit tersebut sangat rentan sehingga dianjurkan untuk dapat mengontrol hipertensi dengan baik, untuk mencegah penyakit yang lebih parah. Maka dari itu perlu dilakukan penanganan baik itu secara farmakologis maupun non farmakologis. Modifikasi diet merupakan salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat menurunkan tekanan darah, mencegah terjadinya hipertensi. Diet yang dapat diterpakan pada penderita hipertensi adalah diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension. Kegiatan Pendidikan Kesehatan dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan 15 lansia dan 5 kader posyandu mengikuti kegiatan. Evaluasi yang dilakukan bahwa peserta antusias dan pengetahuan tentang penanganan hipertensi meningkat. Kata kunci: Lansia, Hipertensi,  Diit DASH   ABSTRACT The elderly or often called the elderly are an age group that is prone to health problems. This problem increases as a person gets older. The incidence of hypertension in the elderly increases with age. In the elderly, these diseases are very susceptible, so it is recommended to be able to control hypertension properly, to prevent more severe diseases. Therefore, it is necessary to handle both pharmacologically and non-pharmacologically. Diet modification is one of the non-pharmacological treatments that can lower blood pressure and prevent hypertension. The diet that can be applied to people with hypertension is the DASH diet or Dietary Approaches to Stop Hypertension. Health Education activities are carried out using lecture and question and answer methods. The results of the implementation of the activity found 15 elderly and 5 posyandu cadres participated in the activity. The evaluation was carried out that the participants were enthusiastic and knowledge about hypertension management increased.  Keywords : Elderly, hypertention, DASH diet
KEPATUHAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN OLEH MAHASISWA PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT Aprilia Nuryanti; Pandu Aseta; Ratna Kusuma Astuti
Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) Vol 4 No 2 (2022): October
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jkd.v4i2.314

Abstract

Rumah sakit adalah fasilitas penyelenggaran kesehatan yang berpotensi pada keselamatan pasien karena melibatkan banyak profesi, tenaga pendukung, peralatan, teknologi, dan obat-obatan. Mahasiswa praktik wajib melaksanakan salah satu sasaran keselamatan pasien yaitu ketepatan identifikasi pasien di seluruh kegiatan sama seperti yang dilakukan petugas di RS. Tujuan penelitian untuk menggambarkan pengetahuan dan perilaku kepatuhan identifikasi pasien yang dilakukan oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku ketepatan identifikasi pasien. Subyek penelitian adalah 47 orang mahasiswa tingkat akhir di program studi diploma tiga keperawatan Politeknik Insan Husada Surakarta pada periode praktik November–Desember 2021. Analisis univariate tiap variabel dan uji korelasi dua variabel dengan Pearson Product Moment telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan yang baik (38,3%). Perilaku ketepatan identifikasi pasien menunjukkan hasil yang baik pada sebagian besar sampel (68,3%). Analisis korelasi menunjukkan r=0,037 dengan nilai signifikansi 0,803 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku ketepatan identifikasi pasien. Prediktor perilaku tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan. Institusi pendidikan dapat mengembangkan metode pembelajaran praktikum yang menarik, kreatif dan inovatif pada topik keselamatan pasien.
Efektifitas Virgin Coconut Oil VCO dengan Lotion dalam Pencegahan Dekubitus pada Pasien Imobilisasi Betty Sunaryanti; Ratna Kusuma Astuti
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8403

Abstract

Immobilized patients are more prone to pressure ulcers, bedsores or decubitus ulcers. The aim of this study was to determine the effectiveness of using coconut oil with lotion in preventing decubitus in immobilized patients. This type of research is an experiment with a quasi-experimental design. The population is patients who are at risk of developing pressure sores in the Inpatient Ward of RSUD Dr. Moewardi Surakarta. The sampling technique was consecutive sampling, so that using the experimental group (pure coconut oil) 12 patients with 2 reserve patients and the control group (lotion) 12 patients with 2 reserve patients, the number of sample members was 28 patients. The data analysis technique uses a t-test at a significance level of 95%. The results showed that almost half of the VCO (39.3%) used had no signs and symptoms of pressure sores, while the use of a small portion of lotion (17.9%) did not find any signs and symptoms of pressure sores. Pure coconut oil is effective in preventing decubitus for immobilized patients.
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap Perubahan Gangguan Tidur : Insomnia, pada Penderita Gangguan Muskuloskeletal: Penelitian Betty Sunaryanti; Ratna Kusuma Astuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5825

Abstract

Insomnia dapat bersifat sementara atau bahkan persisten dan berhubungan dengan gangguan mental emosional, rasa khawatir dan kecemasan yang dialami oleh lansia. Survey yang dilakukan oleh National Institut of Health di Amerika, total penduduk yang mengalami insomnia 17% dari populasi dan lebih banyak dialami oleh lansia, dimana 1 dari 4 pada usia 60 tahun mengalami sulit tidur yang serius (Purwanto, 2007). Angka kejadian insomnia di Indonesia pada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 67% dan 30% kelompok lansia mengeluh terbangun di waktu malam hari (Amir, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh progressive muscle relaxation techniques terhadap perubahan gangguan tidur : insomnia. Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitaif yang diolah secara statistik dengan mencari perbedaan sebelum dan sesudah mendapat perlakuan. Jenis penelitian ini menggunakan one group pre-post test design. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 38 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai P value = 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05). Hasil penelitian ini Bahwa terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal. diketahui bahwa nilai P value = 0,000 yang mana lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang bermakna. Berdasarkan hasil distribusi frekuensi, tingkat insomnia responden sebelum diberi terapi Progressive Muscle Relaxation Technique atau terapi relaksasi otot progresif, mayoritas insomnia ringan yaitu sebanyak 24 orang atau sebesar 63,2%, dan mengalami penurunan yang signifikan menjadi 12 orang atau sebesar 31,6%. Hal ini juga dapat dilihat dari hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai P value = 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (P < 0,05), artinya terdapat pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques terhadap tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal, sehingga dapat disimpulkan bahwa intervensi melalui terapi relaksasi otot progresif ini dapat menurunkan tingkat insomnia pada penderita gangguan muskuloskeletal. Penerapan terapi Progressive Muscle Relaxation Techniques atau terapi relaksasi otot progresif dalam penelitian ini memiliki dampak positif dalam menurunkan tingkat insomnia, karena secara teoritis dapat meningkatkan tubuh menjadi rileks.
Peningkatan Kesehatan Fisik dan Kognitif Lansia melalui Program Golden Age Tatik Trisnowati; Kholifah Hasnah; Ratna Kusuma Astuti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.21297

Abstract

ABSTRAK Program Golden Age Sehat hadir sebagai upaya inovatif dalam rangka mengatasi tantangan tersebut. Program ini mengombinasikan aktivitas fisik ringan seperti senam lansia dengan kegiatan stimulasi kognitif yang menyenangkan dan edukatif. Senam lansia bertujuan untuk menjaga kebugaran dan mencegah komplikasi degeneratif, sedangkan permainan otak seperti kuis dan tebak kata dirancang untuk melatih daya ingat, konsentrasi, serta meningkatkan rasa percaya diri. Hasil pretest bahwa kategori cukup sebanyak 71,4%, baik21,5%, dan perlu perhatian khusus sebanyak 7,1% responden Sedangkan hasil Pretest MMSE yaitu sebagaian besar responden pretest dalam kategori gangguan kognitif ringan sebanyak 78,6%, normal sebanyak 7,1%, dan gangguan kognitif berat sebanyak 14,3%. Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan kesehatan fisik dan kognitif lansia melalui program Golden Age Sehat. Metode pelaksanaan  yang digunakan berupa ceramah dan demonstrasi. Kegiatan di di Posyandu ILP Mawar, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta  sangat bermanfaat bagi lansia dan kader kesehatannya. Hasil posttest kategori baik sebanyak 57,1% dan kategori cukup sebanyak 42,9 %  responden sedang hasil posttest MMSE kategori normal sebanyak 64,1%, gangguan kognitif ringan sebanyak 35,7% dan gangguan kognitif berat sebanyak 0%.Kesimpulan Terdapat adanya peningkatan kesehatan fisik meningkat 5 point dan kognitif lansia meningkat 4 point. Kata Kunci: Kesehatan Fisik, Kognitif, Lansia,  Golden Age.  ABSTRACT The Golden Age Sehat program comes as an innovative effort in order to overcome these challenges. The program combines light physical activities such as elderly gymnastics with fun and educational cognitive stimulation activities. Elderly gymnastics aims to maintain fitness and prevent degenerative complications, while brain games such as quizzes and charades are designed to train memory, concentration, and increase self-confidence. The pretest results that the category is sufficient as much as 71.4%, good21.5%, and need special attention as much as 7.1% of respondents While the results of the MMSE Pretest are that most pretest respondents are in the category of mild cognitive impairment as much as 78.6%, normal as much as 7.1%, and severe cognitive impairment as much as 14.3%. The purpose of this activity is to improve the physical and cognitive health of the elderly through the Golden Age Sehat program. The implementation method used is lecturing and demonstration. Activities at Posyandu ILP Mawar, Keprabon Village, Banjarsari District, Surakarta City are very useful for the elderly and their health volunteers. The results of the posttest in the good category were 57.1% and the sufficient category was 42.9% of respondents while the results of the MMSE posttest were in the normal category as much as 64.1%, mild cognitive impairment was 35.7% and severe cognitive impairment was 0%. Conclusion There is an increase in physical health increased by 5 points and cognitive elderly increased by 4 points. Keywords: Physical Health, Cognitive, Elderly, Golden Age.
Pengaruh Diabetes Self-Management Education (DSME) Berbasis Keluarga terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap dalam Pengendalian Glukosa Darah: The Influence of Family-Based Diabetes Self-Management Education (DSME) on Increasing Knowledge and Attitudes in Blood Glucose Control Ratna Kusuma Astuti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4456

Abstract

Latar belakang: Diabetes Milletus (DM) merupakan kondisi dimana terjadi kenaikan kadar glukosa dalam darah dikarenakan tubuh tidak dapat menghasilkan atau memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pengobatan DM umumnya seumur hidup, baik itu pengendalian faktor risiko, kontrol aktivitas, nutrisi dan pengobatannya. Oleh karena itu, penyakit DM membutuhkan pengobatan jangka panjang sehingga banyak penderita DM yang tidak patuh baik itu soal makanan yang tidak bisa bebas memilih, kebiasaan merokok yang sulit dihentikan dan malas untuk kontrol gula darah ke dokter. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah program Diabetes Self-Management Education (DSME). DSME merupakan suatu proses berkelanjutan yang dilakukan untuk memfasilitasi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan penderita DM untuk melakukan perawatan mandiri. Latar belakang: Diabetes Milletus (DM) merupakan kondisi dimana terjadi kenaikan kadar glukosa dalam darah dikarenakan tubuh tidak dapat menghasilkan atau memproduksi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pengobatan DM umumnya seumur hidup, baik itu pengendalian faktor risiko, kontrol aktivitas, nutrisi dan pengobatannya. Oleh karena itu, penyakit DM membutuhkan pengobatan jangka panjang sehingga banyak penderita DM yang tidak patuh baik itu soal makanan yang tidak bisa bebas memilih, kebiasaan merokok yang sulit dihentikan dan malas untuk kontrol gula darah ke dokter. Salah satu upaya yang dapat diterapkan adalah program Diabetes Self-Management Education (DSME). DSME merupakan suatu proses berkelanjutan yang dilakukan untuk memfasilitasi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan penderita DM untuk melakukan perawatan mandiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh DSME berbasis keluarga terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap dalam pengendalian glukosa darah. Metode: Penelitian menggunakan pre eksperimental dengan one group prepost test design. Responden berjumlah 47 responsen. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil: Berdasarkan uji paired t-test diperoleh nilai p value sebesar 0.000, hal ini berarti DSME berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar glukosa darah penderita DM. Kesimpulan: Dapat disimpulkan adanya pengaruh peningkatan pengetahuan dan sikap responden pada intervensi Diabetes Self-Management Education (DSME) berbasis keluarga terhadap pengendalian glukosa darah pada penderita DM.