Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE USE OF HEDGES AND BOOSTERS AS RHETORICAL DEVICES IN THE CONSTRUCTION OF SPEECHES Farida Hidayati; Ruswan Dallyono
Linguistik Indonesia Vol 33, No 1 (2015): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.584 KB) | DOI: 10.26499/li.v33i1.29

Abstract

The present study is a pragmatic analysis of the use of hedges and boosters in the speeches of three ministers on the government’s policy of raising fuel prices during the second tenure administration of Susilo Bamband Yudhoyono (SBY). This study explores the distributions of hedges and boosters in the speeches and the pragmatic functions of those hedges and boosters. Data were obtained from three speeches delivered by Hatta Radjasa (HR), Jero Wacik (JW) and Armida Alisjahbana (AA). The theoretical framework of this study was based on Hyland’s (1998a) and Hyland’s (1998b) theories of hedging for categorizing the types of hedges and boosters and pragmatic functions. This study indicates that both hedges and boosters were used by two politicians: HR and AA with different distributions. This study confirms Hyland’s (1998a) and (1998b) findings that hedges and boosters are used for mitigating and strengthening the truth values of propositions.
PENINGKATAN ELEKTABILITAS PARTAI DAERAH ACEH (PDA) PADA PILEG TAHUN 2019 DI PROVINSI ACEH FARIDA HIDAYATI
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDA merupakan salah satu partai politik lokal yang ada di Aceh dan sudah tiga kali mengikuti pemilu yaitu pada pemilu tahun 2009, 2014 dan 2019. Pada pemilu tahun 2019 PDA mengalami peningkatan perolehan suara sebanyak 21.262 suara dan memperoleh 3 kursi di tingkat DPRA. Hal ini dapat dilihat pada pemilu 2009 dan 2014 dimana PDA tidak pernah memperoleh kursi lebih dari 1 kursi selama mengikuti pemilu dan menyebabkan PDA harus tiga kali mengubah nama dari Partai Daulat Aceh, Partai Damai Aceh dan Partai Daerah Aceh agar dapat mengikuti pemilu, dikarenakan PDA tidak dapat melewati ambang batas. dimana pada pemilu 2009 dan 2014 PDA hanya merekrut pengurus maupun kadernya dari kalangan dayah, tetapi hal ini tidak berpengaruh terhadap perolehan suaranya, meskipun rakyat Aceh dikenal nuansa keulamaanya. sedangkan pada pemilu 2019 PDA mulai merekrut orang-orang non dayah yang dijadikan sebagai pengurus maupun kader yaitu terdiri dari kalangan umum seperti pengusaha, akademisi, anak muda maupun mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan elektabilitas PDA Tahun 2019 serta    pola rekrutmen calon Legislatif  PDA pada pemilu tahun 2019 di provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder yang langsung didapatkan dari wawancara di lokasi penelitian atau objek penelitian. Untuk memperoleh data sekunder melalui penafsiran terhadap buku-buku, jurnal, berita dan bacaan-bacaan yang terkait dengan masalah. Hasil penelitian menunjukan bahwa PDA mengalami peningkatan pemilu tahun 2019, hal ini dikarenakan PDA (1) membuka kader ataupun kepengurusan dari kalangan umum, (2) memperluas sosialisasi politik oleh kader atau kepengurusan partai, (3) menggunakan media sosial. Pola  dalam perekrutan kader maupun kepengurusan mulai dari masyarakat umum mahasiswa, pemuda, akademisi dan juga pengusaha.Meningkatakan atau melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat dari kalangan umum maupun dayah.Kata Kunci: DPP PDA, peningkatan elektabilitas, pola rekrutmen.
Elementary School Teachers' Perceptions Of Google Meet Training To Address Learning Issues During The Covid-19 Pandemic Ruswan Dallyono; Farida Hidayati; Diana Anggraeni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v9i1.3487

Abstract

The pandemic changed the course of our schools. All traditional face-to-face classes were converted into online classes. This complicates excellent educational planning for practice-based courses, as these courses rely on laboratory facilities to enhance students' abilities. Therefore, social service to 24 elementary school teachers is important through the utilization of online platforms, especially Google Meet. Therefore, the purpose of this paper is to learn about the process of teaching the use of Google Meet during the Covid-19 pandemic, as well as to assess the instructors' opinions on the training and use of this platform. The authors used a qualitative paradigm to describe the learning method and determine instructors' opinions on training using field observations and surveys. Based on documented field observations, course presenters use Google Meet for content discussion. According to this survey, 73.62 percent of the respondents preferred the online learning mode due to the lack of problems encountered. Interestingly, the questionnaire findings revealed 81.95 percent favorable perception of the use of various platforms during the session. This has the potential to be a significant improvement for online courses across all contexts.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN KOMPETENSI INTERPERSONAL PADA REMAJA PANTI ASUHAN Rully Nurmalita; Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.092 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7613

Abstract

Kompetensi interpersonal merupakan kemampuan memulai dan membina hubungan dengan orang lain, memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia sebagai makhluk sosial khususnya remaja. Kehidupan remaja di panti asuhan akan memberikan dampak yang berbeda bagi setiap perkembangan remaja baik perkembangan fisik, psikis, emosional maupun sosial. Regulasi emosi menentukan bagaimana seseorang berperilaku sesuai situasi yang dihadapi. Regulasi emosi merupakan kemampuan individu untuk dapat mengatur emosi yang muncul dalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara regulasi emosi dengan kompetensi interpersonal pada remaja panti asuhan. Pada regulasi emosi peneliti menggunakan tiga aspek dari Thompson (dalam Gross 2007), yaitu memonitor emosi, mengevaluasi emosi, dan memodifikasi emosi. Sedangkan kompetensi interpersonal disusun berdasarkan aspek dari Burhmester (dalam Dayakisni & Hudaniah, 2006), yaitu kemampuan berinisiatif, kemampuan bersikap terbuka, kemampuan bersikap asertif, kemampuan memberikan dukungan emosional dan kemampuan mengatasi konflik. Subjek penelitian ini adalah remaja panti asuhan di Semarang. Diambil dengan menggunakan teknik cluster sampling, sebanyak 117 remaja panti asuhan di Semarang menjadi sampel penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala regulasi emosi dengan 22 aitem valid (α=0,804) dan skala kompetensi interpersonal dengan 32 aitem valid (α=0,885). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,662 dengan p=0,000 (p
Community Capacity Bulding In The Kakap Spring Catchment Area Pipit Wijayanti; Chatarina Muryani; Farida Hidayati; Lintang Ronggowulan; Muhammad Zaki Zamani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1088.012 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.69107

Abstract

Faktor geologi menyebabkan aliran air kawasan karst terkonsentrasi di bawah permukaan sehingga masyarakat sulit dalam mengakses air. Seperti pada wilayah Daerah Tangkapan Air (DTA) Kakap yang terletak di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Masyarakat pada setiap tahunnya mengalami permasalahan pada ketersediaan air. Sistem hidrologi kawasan karst juga dapat terancam karena kurangnya pengetahuan terhadap keberadaan ponor/luweng. Kondisi Ponor/luweng sendiri menjadi kurang terawat dengan dipenuhi banyak sampah baik sampah organik maupun sampah rumah tangga. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam konservasi di kawasan karst. Melalui Focus Group Discusion (FGD) secara partisipasi, untuk memberikan pemahaman tentang kerentanan kawasan karst sumber utama air bersih. Kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana kekeringan belum terbentuk dengan sempurna akibat kurangnya kesadaran dan pengetahuan akan upaya mitigasi yang dapat dilakukan secara gotong royong oleh masyarakatAbstrak dalam bahasa Indonesia mengikuti kaidah dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Making Meaning of Multimodal Texts Untuk Mahasiswa Di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Budi Hermawan; Susi S. Rakhmawati; Farida Hidayati; Mahardika Zifana
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2025): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/abdilaksana.v6i3.53647

Abstract

Dalam proses pembelajaran bahasa Inggris saat ini, keberadaan buku teks multimoda merupakan suatu conditio sine qua non, syarat mutlak yang tanpa itu sesuatu tidak dapat terjadi. Oleh karena itu, kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menganalisis teks multimoda menjadi sangat penting untuk mendukung kompetensi akademik, khususnya dalam konteks English as a Foreign Language (EFL). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dirancang untuk membekali mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membaca serta menganalisis teks multimoda secara kritis. Sebanyak 11 mahasiswa mengikuti pelatihan yang dilaksanakan secara hibrida, mencakup sesi tatap muka dan daring. Materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep teks multimoda, pemaknaan moda verbal dan visual, serta praktik analisis teks multimoda. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kesadaran, keterampilan analitis, dan pemahaman kritis mahasiswa terhadap teks multimoda sehingga mereka mampu mengaplikasikan alat analisis tersebut dalam penulisan skripsi maupun artikel penelitian. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik mahasiswa dalam mengelola sumber belajar multimoda.