Sri Rum Giyarsih
[Scopus ID: 57191891077] Universitas Gadjah Mada, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Distribusi Spasial Surface Urban Heat Island (SUHI) Kawasan Permukiman Perkotaan di Kota Yogyakarta Fiel Unggul Prastyo; Emilya Nurjani; Sri Rum Giyarsih
Media Komunikasi Geografi Vol. 23 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v23i1.34300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik distribusi SUHI pada kawasan permukiman di Kota Yogyakarta. Analisis dilakukan menggunakan citra Landsat 8 yang memiliki band termal. Berdasarkan luas cakupan wilayah yang terdapat fenomena SUHI di Kota Yogyakarta mencapai +1.046,86 ha, sedangkan +2.232,1 ha merupakan non-SUHI karena nilainya LSTnya masih di bawah ambang batas. Kelas SUHI 1 dengan rentang nilai rentang 0,090 C-0,180C merupakan kelas SUHI yang paling besar cakupan wilayah terdampaknya yaitu +376,69 ha. Sedangkan kelas SUHI 5 dengan rentang >2,50C yang juga merupakan kelas SUHI tertinggi mencakup wilayah +5,62 ha dengan cakupan meliputi kawasan permukiman di Kelurahan Ngupasan, Prawirodirjan, Kadipaten, Panembahan, Klitren dan Kelurahan Demangan. Fenomena SUHI dapat terjadi secara temporal sehingga diperlukan penelitian panjang untuk mengetahui trend kejadiannya meliputi intensitas, sebaran lokasi, dan kaitannya dengan faktor klimatologi.
Proyeksi Jumlah Penduduk dan Produksi Sampah Periode 2025-2030 Sebagai Dasar Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Desa Sindangwangi Sri Rum Giyarsih; Tasya Pratiwi; Lina Agustina Pujiwati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 15 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v15i2.104120

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Sindangwangi, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, dipicu oleh keterbatasan fasilitas pengumpulan dan pengolahan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proyeksi jumlah penduduk dan produksi sampah tahun 2025-2030 sebagai dasar pengelolaan sampah berkelanjutan di Desa Sindangwangi. Penelitian ini berbasis data sekunder dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Sindangwangi diproyeksikan meningkat dari 4.650 jiwa pada tahun 2025 menjadi 4.910 jiwa pada tahun 2030, yang berdampak pada peningkatan produksi sampah dari 348,75 kg/hari menjadi 368,28 kg/hari. Analisis spasial menunjukkan bahwa Dusun Wage dan Dusun Pon memiliki timbulan sampah tertinggi akibat kepadatan penduduk yang lebih besar dibandingkan dusun lainnya. Berdasarkan temuan penelitian maka dapat direkomendasikan perlunya strategi pengelolaan sampah yang terintegrasi, peningkatan fasilitas pengolahan, serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya.  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan yang lebih efektif guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Dampak Relokasi Pascabencana terhadap Kondisi Sosial-Ekonomi: Analisis Masyarakat Bantaran Sungai Comoro, Dili, Timor-Leste Eleonora Fátima João Martins; Joko Sujono; Sri Rum Giyarsih
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 15 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v15i2.117830

Abstract

The Comoro Riverbank area in Dili, Timor-Leste, is highly vulnerable to floods and riverbank landslides. Following the 2021 disaster, the government implemented a relocation program to reduce future disaster risks. This study aims to examine socio-economic conditions before and after relocation, analyze community perceptions of the policy, identify adaptation factors, and formulate responsive policy recommendations. The research method used is descriptive qualitative. Data were collected through in-depth interviews with 15 informants, field observations, and document reviews. Data validity was tested using source and method triangulation, followed by thematic analysis through processes of coding, categorization, and theme identification. The findings indicate significant socio-economic changes after relocation. Economically, households experienced increased living costs and loss of productive assets and informal livelihoods. Socially, relocation generated both social cohesion and fragmentation of social networks. Although communities recognized the importance of relocation, dissatisfaction emerged due to limited participation in the planning process. Psychological burdens and livelihood disruption were identified as major barriers to adaptation, whereas public facilities, water services, and family support facilitated adaptation. This study contributes to the post-disaster relocation literature by demonstrating that successful relocation depends not only on physical risk reduction but also on social capital, livelihood recovery, community adaptation capacity, and policy responsiveness to affected communities' needs. Furthermore, the study provides empirical evidence from the under-researched context of Timor-Leste. The study recommends strengthening relocation policies, enhancing community participation, supporting livelihood recovery, and providing psychosocial assistance.