Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH INTERVAL PEMBERSIHAN PIRINGAN, PENUNASAN DAN BIAYA PEMUPUKAN TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS, JACK) DI KECAMATAN KEJURUAN MUDA KABUPATEN ACEH TAMIANG cut gustiana; Supristiwendi Supristiwendi; Mulkan Siddik
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.064 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v5i1.840

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interval pembersihan piringan, penunasan dan biaya pemupukan terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan metode survey. Objek dalam penelitian ini hanya dibatasi pada petani kelapa sawit rakyat di Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Ruang lingkup dalam penelitian ini dibatasi pada pengaruh interval pembersihan piringan, penunasan dan pemupukan terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit rakyat di Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2018 s/d Februari 2018. Jumlah populasi dalam penelitian adalah sebanyak 227 orang. Jumlah sampel pada masing-masing desa yaitu Desa Seumadam sebanyak 24 orang, Desa Kebun Sungai Liput sebanyak 15 orang dan Desa Suka Makmur sebanyak 6 orang, sehingga jumlah sampel keseluruhan yaitu 45 orang. Hasil penelitian: Hasil analisis linier berganda diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 8,790 + 0,765X1 + 0,327X2 + 4,383X3 . Nilai R2 sebesar 0,788 artinya bahwa variabel interval pembersihan piringan, interval penunasan dan biaya pemupukan mempengaruhi pendapatan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Kejuruan Muda sebesar 78,8 %. Sisanya sebesar 21,2% dipengaruhi faktor lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini. Secara serempak variabel interval pembersihan piringan, interval penunasan dan biaya pemupukan berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Kejuruan Muda. Secara terpisah variabel interval pembersihan piringan berpengaruh nyata terhadap pendapatan, variabel interval penunasan tidak berpengaruh terhadap pendapatan dan variabel biaya pemupukan berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan usahatani kelapa sawit di Kecamatan Kejuruan Muda.
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN PENCARI KERANG TIRAM DI DESA KUALA LANGSA KECAMATAN LANGSA BARAT KOTA LANGSA cut gustiana; Abdurrachman Abdurrachman; Muhammad Adri
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.396 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v5i2.864

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan nelayan kerang tiram di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Penelitian ini dilakukan di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa dengan pertimbangan bahwa Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa merupakan salah satu daerah pesisir yang ada di Kota Langsa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Objek dalam penelitian ini dibatasi pada nelayan pencari kerang tiram di wilayah Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Ruang lingkup penelitian ini meliputi produksi, harga jual, total penerimaan, dan pendapatan nelayan pencari kerang tiram di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2018. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling dengan teknik pengambilan secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata umur nelayan pencari kerang tiram di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa adalah 38,99 tahun, masa pendidikan rata-rata 7,49 tahun, pengalaman nelayan rata-rata 7,24 tahun dan jumlah tanggungan rata-rata 3 orang. Rata-rata penggunaan tenaga kerja nelayan pencari kerang tiram sampel di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa yaitu sebesar 1,03 HKP dengan biaya tenaga kerja sebesar Rp. 130.022/bulan. Rata-rata produksi nelayan pencari kerang tiram di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa yaitu sebanyak 76 kg/bulan. Rata-rata biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh nelayan pencari kerang tiram adalah Rp. 753.509/bulan. Rata-rata nilai produksi nelayan pencari kerang tiram adalah Rp. 1.668.292/bulan. Rata-rata pendapatan bersih nelayan pencari kerang tiram sampel di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa yaitu sebesar Rp. 914.783/bulan. Pendapatan bersih nelayan pencari kerang tiram di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa masih berada dalam kategori rendah karena jika dibandingkan dengan tingkat pendapatan sesuai Upah Minimum Regional Kota Langsa yaitu sebesar Rp.2.700.000 per bulan.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBELIAN PRODUK BUAH NIPAH (USAHA MILIK BU FITRIANI DI KOTA LANGSA) Felix Hisarma Lumban Gaol; Cut Gustiana; Supristiwendi Supristiwendi
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 3: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difficulty developing is a problem that often occurs for business owners due to a lack of understanding of the factors that cause consumer behavior in their decision to buy a product. This research aims to analyze the factors that influence the decision to purchase processed nipah fruit products at Bu Fitriani's nipah fruit soup business in Gampong Timbang Langsa, Langsa Baro District, Langsa City. The research uses a causal design. The data collection method uses primary data and secondary data which are qualitative and quantitative in nature with the questionnaire measurement scale being the Likert scale. The population is all consumers and the sample was selected as 60 respondents using the incidental sampling method. The data analysis method uses multiple linear regression which is processed using IBM SPSS Statistics 22. The research results show that there is a positive and significant influence of Location, Price Perception, Lifestyle and Service on Purchasing Decisions. Meanwhile, product diversity has a negative and insignificant effect on purchasing decisions, which will later become evaluation material to be improved so that the business can develop further in the future
APLIKASI CRABBING BOX PORTABEL PADA POKDAKAN LAUT BERJAYA BAGI PEMENUHAN KETERSEDIAAN KEPITING SOKA DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Muhammad Jamil; Agus Putra AS; Baihaqi Baihaqi; Cut Gustiana; Silvia Anzitha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19545

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini merupakan lanjutan dari penelitian terdahalu yang bertujuan untuk mengaplikasikan teknologi crabbing box pada 15 angggota kelompok pembudidaya kepiting soka Laut Berjaya dalam rangka pemenuhan ketersediaan produk itu di masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Keseluruhan tahapan kegiatan mulai dari koordinasi hingga monitoring dan evaluasi tercatat melalui instrument lembar posttest yang memperlihatkan 26,6% anggota kelompok sangat memahami ukuran cangkang kepiting yang dihasilkan paska moulting, 23% anggota yang lain memahami dengan baik kadar suhu air, PH dan jumlah oksigen terlarut yang ideal dalam budidaya kepiting soka, 80% anggota kelompok mengetahui tata cara penempatan crabbing box pada kolam, 67% anggota pokdakan memahami teknik penyambungan crabbing box, 27% anggota yang lain memahami teknik pencatatan dan penjualan produk. Disimpulkan bahwa rerata 40% anggota kelompok sangat memahami keseluruah teknik budidaya kepiting soka mulai dari tahap pemijahan, pembesaran, moulting hingga penjualan produk. Hal ini memperlihatkan bahwa budidaya kepiting soka mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok hingga 20% per siklus panenAbstract: This community service (PKM) it is a continuation of previous research with the aims to apply crabbing box technology to the Laut Berjaya Cultivation Groups. The method used is participatory rural appraisal and technology transfer through a series of activity stages including coordination, socialization, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of activities carried out from coordination up to monitoring and evaluation are listed on the post-test sheet instrument which shows that 26.6% of group members really understand the size of crab shells produced after mounting, 23% of other members understand well the water temperature levels, PH and the ideal amount of dissolved oxygen in cultivation. soft shell crab, 80% of group members know the procedures for placing crabbing boxes in ponds, 67% of cultivation groups understand the techniques for connecting crabbing boxes, 27% of other members understand the techniques for recording and selling products. It was concluded that an average of 40% of group members really understood all soft-shell crab cultivation techniques starting from the spawning, enlargement, mounting stages to product sales. This shows that cultivating soft shell crabs can increase the income of group members by up to 20% per harvest cycle