Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Perancangan Prototype Mesin listrik AC Dinamis dan Statis Dengan Pemodelan Rangkaian Ekivalen (Pengaruh Nilai Parameter L Terhadap ηmax dan Regulation Transformator ) Abidin, Zainal; Adam, Adam; Suhardiman, Suhardiman
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol 4, No 1 (2019): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.786 KB)

Abstract

Kondisi ideal transformator tidak mengalami rugi-rugi, karena perbandingan kumparan merupakan perbandingan tegangan dan secara praktek, daya masuk trafo tidak sama dengan daya keluaran, karena terjadi rugi-rugi inti besi dan kumparan. Transformator dapat dimodelkan dengan rangkaian ekivalen, nilai parameter didapat dengan melakukan uji rangkaian tanpa beban dan uji rangkaian hubung singkat. Drop tegangan parameter Rc dan Xm uji rangkaian tanpa beban sebesar 13,8 V.dan 17,2 V, dan uji hubung singkat, diabaikan, karena tegangan yang terukur merupakan tegangan di Zeq. Parameter L meningkat di uji hubung singkat, secara bertahap tegangan primer diturunkan dari 16 V , 14 V, 12 V, dengan nilai L berturut-turut sebesar 4,9315 mH, 13,6148 mH dan 53,7771 mH. Efesiensi dan regulation trafo turun akibat tegangan primer turun, terjadi perpotongan Efisiensi (4,6 kVA) dan regulation (4,5%) saat tegangan primer 195V. Pengujian tanpa beban, daya Poc dan Psc menurun, tegangan primer 190V terjadi titik pertemuan dengan nila L = 0,0152 mH dan pengujian hubung singkat pada tegangan 14 V dengan nilai L =  13,6148 mH
KAJIAN EKSPERIMENTAL KEKUATAN KOMPOSISI PADUAN ALUMINIUM PISTON DAN SEPATU REM Suhardiman Suhardiman; Dadang Suryadi
INOVTEK POLBENG Vol 6, No 1 (2016): INOVTEK VOL.6 NO 1 - 2016
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v6i1.46

Abstract

Abstrak Berkembangnya penggunaan paduan aluminium diberbagai industri, khususnya industri otomotif akan menghasilkan limbah logam aluminium yang semakin banyak.  Pengecoran ulang (Remelting) diperlukan untuk mengolah limbah alumunium agar bisa dimanfaatkan kembali dengan nilai kekuatan yang baru sehingga dapat dipergunakan untuk tujuan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik hasil dari  paduan aluminium yang berasal dari limbah piston dan sepatu rem dengan memvariasikan komposisi yaitu 70% piston dan 30% sepatu rem, 50% piston dan 50% sepatu  rem, dan 30% piston dan 70% sepatu rem. Hasil pengujian menunjukan bahwa paduan aluminium 70% piston dan 30% sepatu  rem memiliki kekuatan 114,84 N/mm², paduan aluminium 50% piston 50% sepatu rem 111,26 N/mm², 30% piston 70% sepatu rem 58,36 N/mm. Semakin banyak komposisi paduan aluminium  piston yang diberikan  maka nilai kekuatan akan semakin tinggi. Kata kunci : Paduan aluminium, kekuatan, komposisi, piston dan sepatu rem 
Analisa Kekuatan Komposit Polimer Dengan Penguat Serat Daun Nanas Ahmad Wiranto; Suhardiman .
Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi Vol 4, No 1: Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/rmme.v4i1.6695

Abstract

Composite is a material that is composed of two or more mixtures with different chemical and physical properties, so as to produce a new material that has different properties from the constituent materials. This study aims to determine the effect of the variation of the volume fraction of pineapple leaf fiber composites on the tensile strength of pineapple leaf fiber composites as a type of natural fiber. While the resin used is Q-Bond resin. The variation of fiber and resin volume fractions are 30% and 70%, 40% and 60%, 50% and 50%, 60% and 40%, 70% and 30%, respectively as many as 3 specimens. The composite printing process is carried out with wood molds according to ASTM D638-14 standards. The data collection method is done by testing the tensile on each specimen. The test results obtained the highest average value of the voltage (σ) of 15.99 MPa, while the lowest average of 12.11 MPa. For the highest average value of strain (ε) is 9.33%, while the lowest average is 6% and for the highest average modulus of elasticity (E) is 249.73 MPa, while the lowest average is 154.62 MPa.
Perancangan Prototype Mesin listrik AC Dinamis dan Statis Dengan Pemodelan Rangkaian Ekivalen: Pengaruh Nilai Parameter L Terhadap ηmax dan Regulation Transformator Zainal Abidin; Adam; Suhardiman
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol. 4 No. 1 (2019): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONICS, CONTROL, AND AUTOMOTIVE ENGINEERING (JEECAE
Publisher : Pengelolaan Penerbitan Publikasi Ilmiah (P3I) Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/jeecae.v4i1.366

Abstract

Kondisi ideal transformator tidak mengalami rugirugi,karena perbandingan kumparan merupakan perbandingantegangan dan secara praktek, daya masuk trafo tidak sama dengandaya keluaran, karena terjadi rugi-rugi inti besi dan kumparan.Transformator dapat dimodelkan dengan rangkaian ekivalen, nilaiparameter didapat dengan melakukan uji rangkaian tanpa beban danuji rangkaian hubung singkat. Drop tegangan parameter Rc dan Xmuji rangkaian tanpa beban sebesar 13,8 V.dan 17,2 V, dan uji hubungsingkat, diabaikan, karena tegangan yang terukur merupakantegangan di Zeq. Parameter L meningkat di uji hubung singkat, secarabertahap tegangan primer diturunkan dari 16 V , 14 V, 12 V, dengannilai L berturut-turut sebesar 4,9315 mH, 13,6148 mH dan 53,7771mH. Efesiensi dan regulation trafo turun akibat tegangan primerturun, terjadi perpotongan Efisiensi (4,6 kVA) dan regulation (4,5%)saat tegangan primer 195V. Pengujian tanpa beban, daya Poc dan Pscmenurun, tegangan primer 190V terjadi titik pertemuan dengan nila L= 0,0152 mH dan pengujian hubung singkat pada tegangan 14 Vdengan nilai L = 13,6148 mH
Analisa pengaruh variasi media pendingin pada perlakuan panas terhadap kekerasan dan struktur mikro baja karbon rendah Agung Prayogi; suhardiman suhardiman
Jurnal POLIMESIN Vol 17, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jp.v17i2.1024

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi yang semakin pesat sangat berpengaruh terhadap perindustrian didalam negeri, salah satunya adalah  industri yang menghasilkan atau memproduksi elemen-elemen mesin yang sebagian besar menggunakan logam sebagai bahan bakunya. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh media pendingin  terhadap tingkat kekerasan dan struktur mikro baja karbon paduan rendah dengan melakukan perlakuan panas sebelum dan sesudah proses pemanasan (heat treatment). Proses penelitian dilakukan dimulai dengan pemotongan baja karbon rendah, kemudian dilakukan proses pemanasan dengan temperatur 950˚C, selanjutnya dilakukan proses pendinginan dengan berbeda media pendingin seperti: Air hujan, udara, Oli SAE 40 dan Coolant Radiator. Hasil pengujian kekerasan pada spesimen sebelum dilakukan proses pemanasan didapat nilai kekerasan sebesar 27,75 HRC dan untuk struktur mikro spesimen mengandung struktur ferrit dan perlit. Didapat untuk media pendingin air hujan didapat nilai kekerasan 34 HRC dan untuk struktur mikro yang terkandung yaitu martensit, untuk media pendingin oli SAE 40 nilai kekerasan pada spesimen didapat sebesar 28,85 HRC untuk struktur mikronya spesimen mengandung struktur ferrit dan perlit, untuk media pendingin coolant radiator didapat nilai kekerasan paling tinggi sebesar 39 HRC dan untuk struktur mikronya spesimen mengandung struktur martensit dan untuk media pendingin udara mendapatkat nilai kekerasan terendah dari media pendingin lainya yaitu sebesar 14 HRC dan spesimen tersebut untuk struktur mikro yang terkandung yaitu ferrit dan perlit. Kata kunci : Uji Struktur Mikro, Uji Kekerasan, Diagram Fasa, Cairan pendingin.Effect of cooling media variations on heat treatment on hardness and micro carbon  structure of low carbon steelAbstractThe rapid development of science and technology has greatly influenced the domestic industry, one of which is the industry that produces or produces engine elements which mostly use metal as their raw material. This study aims to determine the effect of the cooling media on the level of hardness and microstructure of low carbon alloy steel by conducting heat treatment before and after the heating process (heat treatment). The research process was carried out starting with the cutting of low carbon steel, then the heating process was carried out with a temperature of 950˚C, then the cooling process was carried out with different cooling media such as: Rainwater, air, SAE 40 Oil and Coolant Radiator. The results of the hardness test on the specimens before the heating process were obtained were hardness values of 27.75 HRC and for the microstructure the specimens contained ferrite and pearlite structures. Obtained for rain water cooling media obtained hardness value of 34 HRC and for microstructure contained namely martensite, for SAE oil cooling media 40 hardness values on specimens were obtained at 28.85 HRC for microstructure of specimens containing ferrite and perlite structures, for coolant cooling media The radiator obtained the highest hardness value of 39 HRC and for the microstructure the specimen contained a martensitic structure and for the air cooling media the lowest hardness value from other cooling media was 14 HRC and the specimens for the microstructure contained were ferrite and perlite. Keywords:Micro Structure Test, Hardness Test, Phase Diagram, Coolant
ANALISA PENGARUH KEKUATAN VARIASI PENAMBAHAN LAYER KOMPOSIT TAPIS KELAPA TERHADAP KEKUATAN TARIK Cahya Saputra; Suhardiman Suhardiman
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i2.2009

Abstract

Filter kelapa adalah rangkaian serat yang terbentuk secara alami seperti jaring atau berupa filter. Penelitian ini dianggap perlu untuk mengetahui kekuatan tarik komposit. Pada penelitian ini matriks yang digunakan berupa resin tipe Q Epoxy HQ EP 501 R. Variasi yang digunakan adalah penambahan lapisan 1, 2, 3, 4 dan 5. Standar pengujian tarik yang digunakan adalah D638-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lapisan memiliki batasan kekuatan tarik karena berkurangnya ikatan pada setiap lapisan. Komposit dengan 3 lapis serat saringan kelapa memiliki kekuatan tarik tertinggi yaitu 35,46 Mpa. Mode kesalahan spesimen termasuk ruang kosong, mengeluarkan serat, defleksi retak, beban berlebih, lubang dan tidak terikat. Kata kunci: komposit, tapis kelapa, resin epoxy         
Rancang Bangun Mesin Pengurai Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat dan Cocofiber Kapasitas 50 Kg Suhardiman, Suhardiman; Fajrul, Rahmat
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/1essfd38

Abstract

Desa Pambang Baru merupakan salah satu desa yang berada di pesisir pulau Bnegkalis tepat nya Kecamatan Bantan Dimana Rata - rata Masyarakat memiliki lahan Pertanian Kelapa sebagai Sumber Panghasilan yang diolah menjadi kopra  dan sabut Kelapa diolah Menjadi Bahan Tanam, untuk mengembangkan bidang pertanian salah satunya kelompok tani milenial yang mengembang kan budidaya cabe. Saat ini mereka menanam lebih kurang 15.000 batang cabe, kondisi tanah di daerah tersebut adalah gambut. Kelemahan tanah gambut adalah tidak terlalu menyimpan air atau cepat kering sehingga memerlukan media tanam yang bisa menahan air lebih lama salah satu nya menggunakan cocopeat. Menurut Nadia (2023) Kapasitas simpan air sebesar 83,90%, nilai daya serap air sebesar 91,47%, nilai kadar air sebesar 92,4%, nilai pH sebesar 6,50. Dengan data tersebut petani yakin bahwa cocopeat bisa menjadi media tanam untuk mengimbangi atau mencampur dengan tanah gambut
Rancang Bangun dan Pengujian Alat Pengering Biji Kopi Tenaga Listrik Dengan Pemanfaatan Energi Surya Oktaviani, Sis; Suhardiman, Suhardiman
INOVTEK - SERI MESIN Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ism.v3i2.3050

Abstract

Currentely several agritultural processing houses in simpang tonang still tend to house traditional methods in their aplication.Product drying is a form of post harvest handling that has been highlighted by agricultural observes.The process of drying agricultural product in general still uses natural drying, namely by drying in this way,of course,,really depends on weather condition and can only be done in the morning until noon.This of course disrupts the drying process of the product noon.This of coorse disrupts the drying process of the product and takes a long time.Therefore,a dryer is needed which can be an alternative tool when natural drying cannot be done.In this study ,a coffe bean dryer was built with the help of electrical energi is the result of convering solar energy with the help of photovoltaicwhich is stored first in the battery.And the calculations show that a 12Vbattery with a current of 70Ampere has a power of 840watts.The battery provides approximately 40watts 120hours.Meanwhile, the power used by the tool is 295watt hours.This tool can dry all types of coffe beans.
Rancang Bangun Mesin Pengaduk Sabun Sunlike Di Usaha Istana Sultan Kreatif Desa Meskom Suhardiman, Suhardiman; Fajrul, Rahmat
TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): TANJAK : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/jcq78f61

Abstract

Usaha Istana Kreatif memiliki unit usaha di bidang Pengolahan sabun Cuci, sabun cuci piring, pel lantai, dan  lain-lain. Pembuatan produk dibuat dari beberapa campuran Amitol, surfatan, edta, teksafo, minyak wangi dan Air kemudian diolah menjadi  produk  turunan  dengan menambahkan beberapa bahan  kimia  dan diaduk  hingga  homogen  agar  mendapatkan hasil  yang maksimal. Permasalahan yang  dihadapi  mitra  adalah  pada saat  proses  pengadukan  masih  menggunakan cara  manual  dan membutuhkan  waktu  yang lama  saat  proses  produksi  serta mengakibatkan kelelahan  tangan  saat  mengaduk  sehingga  hasil  yang diperoleh juga kurang maksimal. Oleh karena   itu dibutuhkan suatu alat pengaduk otomatis yang bisa meringankan pekerjaan saat proses pengadukan  dan  hasilnya  juga  akan lebih maksimal.  Solusi  yang  akan diberikan  pada  kegiatan pengabdian  kepada masyarakat  ini  adalah dengan merancang  dan membangun mesin  pengaduk kapasitas  50  liter bahan  baku. Prinsip  kerja dari mesin  ini dibuat  vertikal dengan menggunakan penggerak  motor  listrik  ¼  HP  kemudian  diteruskan  ke reduser untuk  menurunkan  putaran dan  dihubungkan  langsung  ke poros  pengaduk,  di batang  pengaduk  akan  diberikan  sirip-sirip pengaduk  agar  bahan   yang  diaduk tercampur  secara merata.  Tujuan dari  kegiatan  ini  untuk membantu mitra dalam mempermudah dan mempercepat proses produksi pembuatan produk sabun membantu melengkapi  perlengkapan  pengolahan  lainnya seperti  alat penampung bahan  sabun, timbangan  digital,  termometer,  dan beberapa perlengkapan  lainnya  yang dibutuhkan.  Dengan kegiatan  ini  diharapkan bisa  meningkatkan produksi  dan  mempermudah  mitra dalam  proses produksi produk sabun Sunlike.