Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV SDI BARAI 2 Roswita Lioba Nahak; Selfiana T.M Ndapa Lawa
HINEF : Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): HINEF : JURNAL RUMPUN ILMU PENDIDIKAN (EDISI AGUSTUS 2023)
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/hinef.v2i2.1008

Abstract

Abstract This study aims to describe the influence of differentiated learning in the project-based learning model on the critical thinking abilities of the fourth-grade students at SDI Barai 2. This research method employs a quasi-experimental approach. The population of this study consists of all 30 students of the fourth grade at SDI Barai 2. The sampling technique used is saturated sampling. Therefore, the sample consists of 30 students. Data collection techniques involve using a test, that is, test questions becoming the research instrument. The hypothesis analysis requirements consist of tests for data normality and homogeneity, and the data analysis technique employs the t-test. The results of the normality test show that the post-test scores for both the control class and the experimental class are normally distributed, with a significance value of 0.097 > 0.05 for the experiment class and 0.148 > 0.05 for the control class. Meanwhile, the homogeneity test results show that the probability value of 0.703 > 0.05 indicates that both groups have homogeneous variances. Furthermore, the results of the average difference test between the post-test scores of the control class and the experimental class indicate that the average post-test critical thinking abilities of students in the experiment class are higher than that of the control class, namely 78.87 > 65.40. The independent t-test result is also significant, with 0.001 < 0.005. Accordingly, in conclusion, differentiated learning in the project-based learning model influences the critical thinking abilities of the fourth-grade students at SDI Barai 2. Keywords: differentiated learning; project-based learning model; students' critical thinking abilities Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pengaruh pembelajaran berdiferensiasi dalam model project based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Kelas IV SDI Barai 2. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan populasi adalah seluruh siswa kelas IV SDI Barai 2 yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga jumlah sampel sebesar 30 siswa. Teknik Pengumpulan data mengunakan tes dengan instrumen penelitian soal tes. Uji persyaratan analisis hipotesis terdiri dari uji normalitas dan homogenitas data dan teknik analisis data menggunakan uji t-test. Hasil uji mormalitas data menunjukkan bahwa nilai postets kelas kontrol dan eksperiemen berdistribusi normal dengan nilai sig kelas eksperimen 0, 097 > 0,05 dan kelas kontrol 0,148 >0,05. Sementara itu, hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,703 > 0,05, maka kedua kelas mempunyai varians yang homogen. Selanjutnya hasil uji perbedaan rata-rata nilai posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukkan bahwa rata-rata postets kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yakni 78,87>65,40 dan hasil uji independent t-tes juga menunjukkan hasil 0,001<0,005. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat pengaruh pembelajaran berdiferensiasi dalam model project based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Kelas IV SDI Barai 2.
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN DI DAERAH PEDALAMAN PULAU TIMOR FEMBERIANUS SUNARIO TANGGUR; Selfiana Matilda Ndapa Lawa; Harmansyal Harmansyal
Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI) Edisi April 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Informatika, Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/jukanti.v5i1.485

Abstract

Rendahnya 'Sentuhan' teknologi dalam pembelajaran di berbagai daerah di Indonesia menjadi tantangan bagi semua stakeholder pendidikan agar pembangunan teknologi pendidikan harus merata di semua daerah. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pemanfaatan media audio visual dalam pembelajaran di daerah pedalaman Pulau Timor. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian adalah kepala sekolah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumen, angket. Teknik Analisis Data terdiri dari 3 alur kegiatan yang dilakukan secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran di daerah pedalaman Pulau Timor yaitu 44% guru menggunakan media sedangkan 56% guru tidak menggunakan media dalam proses pembelajaran. Dari total 44% guru yang menggunakan media dalam proses pembelajaran, 18% guru menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi, 82% guru tidak menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi. Dari 18% guru yang menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi terdapat 33% guru menggunakan media audio dan visual gerak, 22% guru menggunakan audio visual gerak, 45% guru menggunakan media audio visual diam dan tidak ada guru yang menggunakan media audio dan visual diam. Kata kunci: Pemanfaatan Media, Media Audio Visual, Pembelajaran ABSTRACT The low 'touch' of technology in learning in various regions in Indonesia is a challenge for all education stakeholders so that the development of educational technology must be evenly distributed in all regions. The purpose of this study is to determine the use of audio-visual media in learning in the interior of the island of Timor. The research approach is qualitative with descriptive method. Research informants are principals, teachers and students. Data collection techniques using observation, interviews, document studies, questionnaires. Data Analysis Techniques consist of 3 flow of activities carried out simultaneously, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing/verification. The results showed that the results showed that the level of utilization of learning media in the learning process in the interior of Timor Island was 44% of teachers using media while 56% of teachers did not use media in the learning process. Of the total 44% of teachers who use media in the learning process, 18% of teachers use technology-based learning media, 82% of teachers do not use technology-based learning media. From 18% of teachers who use technology-based learning media, there are 33% of teachers using motion audio and visual media, 22% of teachers using motion audio-visual media, 45% of teachers using silent audio-visual media and no teacher using silent audio and visual media. Keywords: Utilization of Media, Audio Visual Media, Learning
PELATIHAN MODEL – MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM BAGI MAHASISWA DAN GURU Roswita Lioba Nahak; Selfiana Ndapa Lawa; Jhon Enstein; Vera Bulu; Maria Dosantos
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i1.383

Abstract

Tujuan dalam kegiatan ini untuk memberikan bekal pengetahuan kepada mahasiswa dan guru tentang model-model pembelajaran PAIKEM serta mampu modifikasi model pembelajaran, sehingga dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan dilakukan menggunakan zoom meeting. Pada kegiatan ini guru-guru dilatih dengan menggunakan pendekatan kolaboratif. Jumlah peserta sebanyak 66 peserta. Hasil kegiatan menujukkan respon baik, hal ini dibuktikan dari hasil survei menunjukkan 41,9% puas dan 58,1% sangat puas sebab tema yang diangkat sangat menarik dengan persentase sebesar 80,6% karena konten webinar yang edukatif, bermanfaat, menarik serta informatif. sehingga, secara umum penilaian peserta tentang pelatihan yang dilakukan sangat baik Kata Kunci : Pelatihan, Model Pembelajaran, PAIKEM Abstract The aims of doing this activity as one of the community services were to provide knowledge to students and teachers about PAIKEM (an Active, Innovative, Creative, Effective, and Exciting Learning) model and to be able to modify learning model, so that this learning model can be implemented in learning activities. The activity of community service was conducted using a zoom meeting. This community service provided an opportunity for teachers to be trained to use a collaborative approach. The number of participants was 66. The results of the activity showed a good response, this was proven by the survey results which showed 41.9% satisfied and 58.1% very satisfied. This meant that the theme taken was very interesting with a percentage of 80.6%, because the webinar content was educative, useful, interesting and informative. In general, the participants' assessments of the training carried out was very good. Key Words: Training, Learning Model, Active, Innovative, Creative, Effective, and Exciting Learning
WORKSHOP STRATEGI BIMBINGAN BELAJAR SISWA DI RUMAH Femberianus Sunario Tanggur; Roswita Nahak; Selfiana Ndapa Lawa; Jhon Enstein; Khatrin J Taku Neno
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Agustus 2022
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v2i2.620

Abstract

Rendahnya tingkat pemahaman orang tua terhadap strategi bimbingan belajar siswa di rumah yaitu dari total 43 orang tua siswa sebanyak 86% (37 orang) tua siswa tidak memahami stretagi membimbing anak belajar di rumah, 14% (6 orang)tua siswa yang memahami strategi bimbingan belajar anak di rumah. Strategi bimbingan belajar anak di rumah yaitu pembagian waktu secara efektif antara bekerja dan membimbing anak belajar, membuat jadwal dan rencana belajar anak, menyediahkan sarana belajar anak seperti ruang, meja dan bangku dan pengawasan penggunaan media sosial dan game terhadap anak di ruma