Erlania Erlania
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Jakarta

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Media Akuakultur

EKSISTENSI INDUSTRI TEPUNG IKAN DI KOTA TEGAL, JAWA TENGAH Erlania Erlania
Media Akuakultur Vol 7, No 1 (2012): (Juni 2012)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.983 KB) | DOI: 10.15578/ma.7.1.2012.39-43

Abstract

Ketergantungan industri pakan ikan terhadap bahan baku impor, termasuk tepung ikan, menyebabkan harga pakan ikan menjadi mahal, sementara produksi tepung ikan lokal belum dapat memenuhi kebutuhan industri pakan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Kota Tegal, Jawa Tengah merupakan daerah penghasil ikan dengan hasil tangkapan yang masih berlimpah, sehingga di daerah ini industri tepung ikan cukup berkembang walaupun masih dengan teknologi yang sangat sederhana. Industri tepung ikan yang berkembang di kawasan pengolahan ikan di pelabuhan perikanan Kota Tegal ini menggunakan bahan baku yang berasal dari limbah industri fillet berupa kepala, tulang, kulit, sisik, jeroan, dan sisa sisa daging ikan yang menempel pada tulang. Kekurangan dari tepung ikan lokal, termasuk dari Tegal umumnya memiliki kualitas rendah dengan kandungan protein antara 37%-38% dan kadar abu yang cukup tinggi yaitu 42%-44% (tidak memenuhi standar mutu tepung ikan berdasarkan SNI 01-2715-1996/Rev. 92). Hal ini disebabkan karena rendahnya kualitas bahan baku yang digunakan. Agar produk tepung ikan lokal dapat bersaing dengan tepung ikan impor, maka perlu adanya upaya peningkatan kualitas tepung ikan melalui penggunaan bahan baku dan penerapan teknologi yang lebih baik, sehingga dapat mereduksi penggunaan tepung ikan impor khususnya dalam industri pakan ikan.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT: IMPLIKASI PENERAPAN BLUE ECONOMY DI TELUK SEREWEH, NUSA TENGGARA BARAT Erlania Erlania; I Nyoman Radiarta
Media Akuakultur Vol 10, No 2 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.978 KB) | DOI: 10.15578/ma.10.2.2015.97-101

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas budidaya yang juga berperan dalam perbaikan kualitas lingkungan perairan, sehingga dijadikan sebagai salah satu komponen pengembangan budidaya laut dengan konsep ekonomi biru (blue economy). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perairan bagi pengembangan budidaya rumput laut sebagai implikasi penerapan blue economy di Teluk Sereweh, Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data lapangan meliputi beberapa paremeter kualitas perairan pada 32 titik pengamatan in situ dan 16 titik pengamatan ek situ yang disebar pada seluruh kawasan penelitian, serta kondisi existing budidaya rumput laut melalui wawancara langsung dengan masyarakat pembudidaya. Data yang terkumpul digunakan untuk mengestimasi daya dukung lingkungan perairan untuk budidaya rumput laut dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi perairan Teluk Sereweh sangat baik untuk pengembangan budidaya rumput laut dengan daya dukung mencapai 93,3 ha untuk sistem long line dan 142,2 ha untuk sistem rakit apung. Namun pemanfaatan kawasan perairan untuk budidaya rumput laut perlu diatur berdasarkan daya dukung perairan tersebut, sehingga dapat menghasilkan produksi yang optimum, dan rumput laut sebagai komponen budidaya berbasis blue economy dapat memperlihatkan peranannya untuk mendukung keberlanjutan usaha budidaya rumput lautoleh masyarakat pesisir.
KAJIAN PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KAWASAN MINAPOLITAN KABUPATEN SUMBAWA BARAT, NUSA TENGGARA BARAT Erlania Erlania; I Nyoman Radiarta
Media Akuakultur Vol 9, No 1 (2014): (Juni 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.87 KB) | DOI: 10.15578/ma.9.1.2014.65-71

Abstract

Abstrak lengkap dapat dilihat pada Full PDF Kabupaten Sumbawa Barat telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan untuk pengembangan komoditas rumput laut. pelaksanaan program minapolitan membutuhkan dukungan data dan informasi yang terbaru mengenai profi, potensi, dan kondisi daya dukung lingkungan.
PENGENDALIAN LIMBAH BUDIDAYA PERIKANAN MELALUI PEMANFAATAN TUMBUHAN AIR DENGAN SISTEM CONSTRUCTED WETLAND Erlania Erlania
Media Akuakultur Vol 5, No 2 (2010): (Desember 2010)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.729 KB) | DOI: 10.15578/ma.5.2.2010.129-137

Abstract

Berkembangnya kegiatan usaha budidaya menyebabkan semakin besarnya masukan limbah organik ke perairan. Pengolahan limbah organik pada dasarnya tidak membutuhkan biaya yang tinggi. Konsep pengolahan air limbah menggunakan media tumbuhan air atau yang lebih populer dengan istilah fitoremediasi sangat efektif digunakan. Proses fitoremediasi ini diterapkan dalam bentuk sistem constructed wetland. Dalam sistem ini, tumbuhan air menyerap bahan organik dari limbah budidaya yang dimanfaatkan untuk proses pertumbuhannya. Selain itu, tumbuhan air juga dapat menyerap kandungan logam berat yang terdapat dalam air. Pemanfaatan tumbuhan air untuk pengolahan limbah tidak membutuhkan biaya yang besar dan teknik khusus dalam pemeliharaannya, serta dapat memberikan nilai tambah lainnya. Selain tidak memerlukan bahan kimia yang dapat membahayakan lingkungan, juga dapat dipanen dan dimanfaatkan sebagai pupuk, pakan ternak, kerajinan tangan, dan memberikan nilai estetika pada area pengolahan limbah.
PENGARUH TREATMENT UREA TERHADAP KANDUNGAN SERAT KASAR PADA KULIT UBI KAYU UNTUK BAHAN BAKU PAKAN IKAN Erlania Erlania; Mulyasari Mulyasari
Media Akuakultur Vol 8, No 2 (2013): (Desember 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.192 KB) | DOI: 10.15578/ma.8.2.2013.97-100

Abstract

Kulit ubi kayu merupakan salah satu bahan baku alternatif yang sampai saat ini masih diteliti pemanfaatannya sebagai salah satu komponen dalam pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan serat kasar pada kulit ubi kayu yang direndam dengan larutan urea. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu konsentrasi larutan urea (3%, 5%, dan 7%) dan waktu perendaman (5 hari dan 9 hari), masing-masing dengan 3 ulangan. Analisis kandungan serat kasar dilakukan sebelum (kontrol) dan setelah perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi larutan urea memberikan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangkan waktu perendaman memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap penurunan serat kasar pada kulit ubi kayu. Waktu perendaman selama 9 hari memberikan hasil yang terbaik dengan penurunan serat kasar yang paling besar dibandingkan dengan kontrol.